NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:89.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Keringat sebesar biji jagung bercucuran dari wajahnya, namun langsung menguap karena suhu tubuhnya yang sangat panas.

'Bertahanlah, Nak!' teriak Kaisar Pedang Haus Darah di dalam kepalanya.

'Jika kau kehilangan kesadaran sekarang, energi buas itu akan menghancurkan organ dalammu!'

Lin Xiao mengertakkan giginya rapat-rapat sampai terdengar suara gemeretak.

Dia menahan rasa sakit itu dengan seluruh tekad dan kebencian yang dia miliki.

Dia mengingat kembali rasa sakit saat tubuhnya ditendang oleh Lin Jian.

Dia mengingat wajah sedih ayahnya yang batuk darah karena dihina oleh klan.

Dia mengingat tatapan merendahkan Su Yuxin yang membuangnya seperti sampah.

"Rasa sakit ini..." desis Lin Xiao dengan suara serak menahan siksaan.

"Bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan pada keluargaku selama ini!"

"Aaaargh."

Lin Xiao melepaskan raungan tertahan dari dalam tenggorokannya.

Dia memutar Teknik Penguasa Darah lebih cepat lagi, menyerap semua energi liar itu tanpa ampun.

Krak.

Suara tulang yang bergeser dan mengeras terdengar dari dalam tubuh Lin Xiao.

Otot-ototnya yang sebelumnya kurus perlahan-lahan mulai memadat dan terisi dengan tenaga yang sangat besar.

Lapisan sel kulit matinya terkelupas, digantikan oleh kulit baru yang jauh lebih kuat dan ulet.

Warna merah darah pada air di dalam bak mulai memudar seiring berjalannya waktu.

Semua esensi kekuatan dari tiga botol darah Serigala Bertaring Besi itu telah diserap sepenuhnya ke dalam tubuh Lin Xiao.

Proses penyiksaan ini berlangsung selama tiga jam penuh tanpa henti.

Wush.

Sirkulasi energi di dalam tubuh Lin Xiao akhirnya menjadi tenang.

Air di dalam bak kayu kini kembali menjadi jernih seperti air sumur biasa, tanpa menyisakan sedikit pun noda darah.

Lin Xiao perlahan membuka matanya.

Kilatan cahaya merah yang sangat buas dan tajam melintas di kedua bola matanya sebelum kembali normal.

Byur.

Lin Xiao berdiri dan melangkah keluar dari bak kayu tersebut.

Dia mengambil selembar handuk kasar dan mengeringkan tubuhnya dengan tenang.

Dia berjalan mendekati cermin usang yang menempel di dinding kamarnya.

Bayangan yang terpantul di cermin itu membuat Lin Xiao terdiam sejenak.

Tubuhnya kini tidak lagi terlihat lemah atau penyakitan.

Meskipun tidak berotot besar, setiap inci tubuhnya terlihat sangat padat, proporsional, dan dipenuhi oleh tenaga yang mengerikan.

Sring.

Lin Xiao mengepalkan tangan kanannya dengan erat.

Dia bisa merasakan aliran energi spiritual yang jauh lebih tebal dan kuat mengalir di dalam meridiannya.

"Tahap Pembentukan Dasar tingkat kedua." gumam Lin Xiao dengan nada puas.

"Teknik Penguasa Darah ini berhasil membuatku menerobos tingkat kultivasi hanya dalam satu malam penyerapan."

'Tentu saja.' sahut Kaisar Pedang Haus Darah dengan bangga.

'Tubuhmu sekarang memiliki ketahanan yang setara dengan kulit monster tingkat rendah, dan tenagamu berlipat ganda.'

Lin Xiao mencoba mengayunkan tinjunya ke arah udara kosong di depannya.

Wush.

Pukulan itu membelah udara dan menghasilkan suara angin yang sangat keras.

Jika pukulan ini mengenai manusia biasa, tulang rusuk mereka pasti akan hancur menjadi bubuk.

"Kekuatan ini, aku menyukainya." ucap Lin Xiao sambil menatap kepalan tangannya.

"Aku merasa bisa merobek tubuh Lin Jian dengan tangan kosong sekarang."

'Jangan terburu-buru merasa hebat, Nak.' peringat sang kaisar.

'Ini baru permulaan, perjalananmu di jalan darah dan pembantaian masih sangat panjang.'

Lin Xiao mengangguk pelan, dia tahu bahwa dia tidak boleh sombong hanya karena kemajuan kecil ini.

Dia segera memakai kembali pakaiannya yang bersih dan bersiap untuk beristirahat.

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu yang sangat keras dan kasar tiba-tiba terdengar dari luar.

Suara itu bukan berasal dari ketukan sopan Paman Zhou, melainkan ketukan orang yang sedang mencari masalah.

"Lin Xiao! Buka pintunya sekarang juga!" teriak suara seorang pria kasar dari luar kamar.

"Ini adalah perintah langsung dari balai hukuman klan!"

Lin Xiao menyipitkan matanya mendengar teriakan itu.

'Balai hukuman klan? Untuk apa mereka mencariku malam-malam begini?' batin Lin Xiao.

Dia berjalan perlahan menuju pintu dan membukanya tanpa rasa takut sedikit pun.

Di depannya, berdiri dua orang penjaga bertubuh kekar yang mengenakan seragam balai hukuman Klan Lin.

"Ada urusan apa kalian datang ke kamarku?" tanya Lin Xiao dengan nada datar dan dingin.

Penjaga yang berdiri di depan menatap Lin Xiao dengan tatapan merendahkan.

"Kepala Tetua telah mengeluarkan perintah mutlak untukmu."

Srak.

Penjaga itu melemparkan sebuah gulungan perkamen yang terbuat dari kulit binatang ke dada Lin Xiao.

Lin Xiao menangkap gulungan itu dengan tangkas sebelum jatuh ke tanah.

"Karena tindakanmu yang tidak beradab dan merugikan nama baik klan hari ini, kau dihukum untuk menjalankan misi wajib." ucap penjaga itu dengan nada memerintah.

"Besok pagi-pagi sekali, kau harus pergi ke Hutan Kabut Berdarah."

"Tugasmu adalah mengumpulkan sepuluh batang Rumput Tulang Besi dan menyerahkannya ke balai obat klan." lanjut penjaga kedua sambil tersenyum sinis.

"Jika kau menolak atau gagal, kau dan ayahmu akan diusir dari Klan Lin selamanya."

Mata Lin Xiao menatap gulungan di tangannya dengan pandangan yang sangat tenang.

Dia sangat paham bahwa ini adalah jebakan murahan yang dibuat oleh Kepala Tetua untuk membunuhnya di luar klan.

Hutan Kabut Berdarah adalah tempat yang sangat berbahaya, dan mereka memaksa orang yang baru saja kehilangan pertunangan untuk pergi ke sana.

Alasan yang digunakan sangat dibuat-buat, namun sangat efektif untuk memaksa Lin Xiao keluar dari zona aman.

"Begitu ya." ucap Lin Xiao sambil menggenggam gulungan itu.

"Sampaikan pada Kepala Tetua, aku menerima misi ini dan akan berangkat besok pagi."

Kedua penjaga itu saling berpandangan dengan raut wajah terkejut.

Mereka mengira Lin Xiao akan menangis memohon ampun atau menolak dengan keras.

"Bagus kalau kau sadar diri." cibir penjaga pertama mencoba menutupi keterkejutannya.

"Jangan mencoba melarikan diri besok, atau kami sendiri yang akan mematahkan kakimu."

Setelah memberikan ancaman kosong itu, kedua penjaga tersebut berbalik dan pergi meninggalkan halaman belakang.

Lin Xiao menutup kembali pintu kamarnya dengan santai.

Dia sama sekali tidak merasa takut dengan jebakan yang menantinya di Hutan Kabut Berdarah.

Sebaliknya, senyum tipis yang sangat mengerikan mulai terbentuk di wajah pemuda itu.

"Kalian mengirimku ke tempat yang penuh dengan monster dan pembunuh bayaran?" gumam Lin Xiao sambil meremas gulungan perkamen itu hingga hancur.

"Kalian tidak tahu, bahwa di dalam hutan itu nanti, akulah yang akan menjadi monster paling menakutkan."

1
Iskandar Muda
bagus alur cerita menegangkan
VirgoRaurus 31Smile
Lin Feng... satu marga dg MC...
VirgoRaurus 31Smile
lho... kan kedua pengawalnya sudah dimasukkan ke cincin dimensinya MC... lalu yg dicabik cabik pengawal yg mana lagi...
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa pengawal dg ranah inti emas terpental belasan meter hanya dg lawan di ranah pembentukan dasar level 5... aneh.
VirgoRaurus 31Smile
luar biasa... satu sekte sampai punya ratusan tetua...
VirgoRaurus 31Smile
mantan suami... nikah aja nggak...
VirgoRaurus 31Smile
prett... masih juga di ranah pembentukan dasar level 7... meskipun puncak tetap aja level 7...
VirgoRaurus 31Smile
pedang MC di arahkan ke leher pendeta tapi yg kena jantung nya... apakah pendeta itu melompat ya... tapi tadi kayaknya gak melompat lho... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
baru di ranah dasar level 8 sudah jadi pendeta tinggi... di mana-mana kekuatannya masih di ranah dasar, apa gak ada yg lebih tinggi lagi Thor...dari awal bab tingkatan ranah juga gak diceritakan.
VirgoRaurus 31Smile
cuma naik satu level... dg mengkonsumsi 10 botol dan ratusan pil... luar biasa Thor... luar biasa PELIT.
VirgoRaurus 31Smile
kalian adalah kata ganti untuk lebih dari satu orang, kalau untuk satu orang harusnya mu atau kau... bukan kalian.
VirgoRaurus 31Smile
baru saja di mulai... kan sudah mulai dari tadi... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu ada senyum histeris 🤭
VirgoRaurus 31Smile
Ma Teng sedulure Men Tah 🤣
VirgoRaurus 31Smile
melemparkan mereka... gak ada kata yg lebih halus ya Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
harta Karun herbal yg ditemukan MC dan Meng Shan dimana, hilang atau di bawa tuh...
VirgoRaurus 31Smile
untuk selamanya... katanya untuk 100 th kedepan... yg benar yg mana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
cuma menerobos satu level doang...
VirgoRaurus 31Smile
dari mana dia tahu, bahwa MC yg membunuh teman teman sekte pedang awan surgawi...?
VirgoRaurus 31Smile
bangkai bukan mayat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!