NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Arjuna Langit

Terjebak Cinta Sang Arjuna Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Di kehidupan yang hanya sekali ini, tentu menikahi orang yang dicintai dan mencintai diri kita juga adalah impian semua orang. Laila pun begitu, gadis manja dan ceria itu selalu menyematkan do'a terbaik untuk kehidupan cintanya. Namun, wasiat Ibunya dan permintaan Ayah yang tak bisa ia tolak memaksa Laila untuk menikah dengan laki-laki yang bahkan jauh dari tipenya.

Siapakah sosok lelaki yang dijodohkan dengan Laila?

Apakah bisa Laila melewati perjodohan dan menjalani kehidupan pernikahan tanpa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Stalking Tipis-tipis

Suasana hening menyelimuti mobil yang sedang berjalan tanpa arah tujuan sejak tiga puluh menit lalu. Baik Keira maupun Tasya yang sedang mengendarai mobil dengan fokus belum berani membuka suara. Laila di kursi belakang yang baru saja reda tangisnya menatap kosong ke arah jendela mobil.

"Anter gue ke rumah aja Sya, gue udah gak papa kok." Akhirnya Laila membuka suara, meski dengan nada datar.

"La, kita tau kejadian tadi buat semua syok, terlebih lagi lo. Butuh waktu buat lo ngerti sama keadaan yang terjadi, tapi inget ya La, lo gak sendiri. Kita ada saat lo butuh kapan pun itu," ucap Tasya yang coba menenangkan Laila.

Keira yang duduk di samping Laila pun semakin menguatkan rangkulannya pada Laila. "Iya La, kapan pun lo siap, kita akan selalu ada buat jadi tempat lo cerita," ujarnya.

"Harusnya hari ini jadi hari yang bahagia buat kita semua, kita udah rencanain banyak hal habis wisuda ini, tapi semua hancur gara-gara gue."

Tangis Laila kembali pecah saat mengatakan itu.

"Yaelah La, soal itu bisa kita reschedule kali, ya gak Kei," ujar Tasya.

"Iyalah, itu doang mah," timpal Keira.

"Tapi kita gak jadi bikin lanjutan vidio trend kemarin."

Mendengar kalimat itu membuat Tasya dan Keira kompak tertawa. Mereka tak habis pikir, ternyata meski sedang ditimpa masalah yang Laila khawatirkan justru hal sepele yang bisa dilakukan kapan saja.

Tasya yang sedang mengemudi tertawa terbahak-bahak dengan sesekali tangannya menepuk setir. "Ya ampun La di saat kayak gini yang lo khawatirin cuma hal itu," ucapnya.

Bahkan Keira tertawa hingga air matanya keluar. "La, santuy aja kali. Kita gak apa-apa soal itu," ucapnya agar Laila tenang.

"Gak, gak cuma itu tau. Kalian malah di sini nemenin gue, seharusnya kalian lagi sama keluarga kalian sekarang da..."

"Lah, Emak Bapak gue malah udah pulang duluan tadi La abis kelar wisuda," potong Tasya.

"Soal itu mah gak usah dipikirin La, kita berdua tu emang ngerencanain hari ini tu full buat kita doang. Jadi ritual setelah wisuda kayak foto-foto sama keluarga atau photoshoot ala-ala gitu mah udah kita lakuin seminggu lalu," jelas Keira.

"Iya La, soalnya kita udah mikirin kalo ngelakuin semua itu full di hari ini bakal ribet banget. Setelah diskusi sama keluarga masing-masing, mereka mah setuju aja." Lanjut Keira yang menjelaskan pada Laila.

"Hah? Yang bener aja kalian, kok gue gak tau sih."

"Lo mah kebiasaan skip chat grup sih," sindir Tasya.

"Yaudah, ini sekarang maunya kemana?" tanya Keira.

"Gue belum sanggup buat pulang sebenernya, kita ke hotel biasa aja kali ya," ajak Laila.

Mereka memang memiliki tempat menginap favorit jika ingin staycation bersama.

"Okei, gue booking dulu ya," ujar Keira.

...****************...

"Maafkan sikap Laila tadi Nak Juna," ujar Dirga pada calon mantunya itu.

"Ndak papa Om, saya mengerti perasaan Dek Laila di situasi saat ini."

Arjuna mengerti situasi ini pasti sangat membingungkan bagi Laila, justru ada kekhawatiran di hatinya karena sudah merusak momen bahagia gadis itu.

"Saya justru harus meminta maaf sama Dek Laila Om, karena sudah merusak momen bahagianya di hari wisuda ini," ucap Arjuna dengan tulus.

Dirga tersenyum singkat. "Ndak Nak, ini salah Om sudah bawa kamu hari ini tanpa pemberitahuan sebelumnya pada Laila."

"Diminum dulu kopinya, mumpung masih anget," ajak Dirga.

"Iya Om."

Keheningan kembali menyelimuti ruang tamu itu, kekhawatiran yang ada di hati Arjuna semakin menjadi karena mereka sudah menunggu kepulangan Laila sedari tadi. Namun, yang ditunggu tak kunjung pulang ke rumah. Arjuna terlihat beberapa kali melihat arlojinya dan menengok ke arah pintu.

"Ndak perlu khawatir Nak Juna, matamu itu loh gak bisa bohong sama Om."

"Ini sudah larut Om, apa perlu saya mencari Dek Laila sekarang?" ucap Arjuna menawarkan diri.

"Memangnya kamu tau mau cari kemana? ndak toh"

Arjuna menggelengkan kepala.

"Biarkan saja, selama dia bersama teman-temannya, Laila akan aman."

Perkataan Om Dirga sedikit memberi kelegaan di hati Arjuna.

"Palingan dia sekarang lagi menginap di rumah salah satu dari mereka, sudah kebiasaannya begitu kalo lagi ngambek sama Om," lanjut Dirga dengan sedikit terkekeh di akhir.

...****************...

"Jadi, lo beneran gak dikasih tau sama sekali sebelumnya tentang tu cowok sama bokap lo La?" tanya Keira. Sudah sejak tadi ia penasaran dengan hal itu.

"Gak sama sekali, makanya gue kaget banget tadi. Pake segala ngenalin tu cowok sebagai calon suami gue lagi, apaan banget dah Papi." Laila menumpahkan kekesalannya.

"Papi lo tau kan kalo lo udah punya pacar?" tanya Tasya.

Laila mengangguk. "Malahan Papi udah kenal kok sama Devan," lanjutnya.

"Hmmm, aneh juga sih," timpal Tasya.

"Ehh tadi siapa namanya, si cowok itu?" tanya Keira sambil mencoba mengingat.

"Eeee, kalo gak salah Arjuna Sa..Saa apa gitu, terus ujungnya ada Wardhana-nya." Tasya berpikir keras mengingat nama itu.

Laila bangkit dari tidurnya dan kemudian melepas timun di kedua matanya. "Kenapa emangnya Kei?" tanyanya.

Keira yang sedari tadi membaluri masker ke wajahnya kini naik ke kasur menemui kedua sahabatnya. Ia mendekatkan diri dan menunjuk ponsel di tangannya.

"Buat cari tau tentang cowok itulah, kita cari tau alasan kenapa Papi lo malah tiba-tiba jodohin lo sama dia," jelas Keira.

Laila dan Tasya kompak mencondongkan diri ke hadapan Keira.

"Okeii, pertama kita ke akun igoy dulu." Dengan lincah jari jemari Keira mengetik sepenggal nama yang mereka ingat pada kolom pencarian.

Muncul nama 'Arjuna Aksa Wardhana' di urutan pertama pencarian.

"Nah ini nih namanya, gue inget sekarang!" teriak Tasya tiba-tiba, sambil menunjuk nama di urutan pertama itu. Hal itu mengejutkan Laila dan Keira.

"Aduh masker gue retak," keluh Tasya setelah sedikit berteriak tadi.

"Yeeee makanya lo, ngagetin aja lagian," protes Laila.

Keira meng-klik username itu, postingan pada laman profil itu hanya berisikan pemandangan awan dan lautan, tidak ada satupun foto yang menampakkan wajah sang pemilik akun, bahkan tidak ada yang menandainya dalam sebuah postingan.

"Misterius juga ya dia," celetuk Keira.

"Udahlah, gak penting banget," ucap Laila.

Kembali Laila merebahkan dirinya.

"Eitsss nanti dulu nona muda, kita bisa cari tau dari orang-orang atau akun yang dia ikutin," potong Tasya.

Keira menunjuk-nunjuk Tasya pertanda setuju dengan ucapan Tasya, "Nah itu."

Lailai memutar bola matanya, tak peduli lagi dengan tingkah kedua sahabatnya.

Dengan lihainya jari Keira mencari tahu tentang Arjuna dari akun yang dia ikuti. Sampai pada satu akun seseorang terdapat sebuah postingan yang menampilkan wajah Arjuna dan beberapa orang memakai baju TNI AU. Keira menunjukkan foto itu pada Tasya.

"Oalah, ni cowok TNI AU ternyata La, sama kayak bokap lo" kata Tasya.

"Pantesan badannya oke punya yak," sambung Keira.

Tasya menyenggol Keira, karena berbicara kurang pantas di situasi sekarang. Keira yang tersadar pun langsung menoleh ke arah Laila. Terlihat wajah Laila kembali murung.

"Gue kayak gak ngenalin Papi gue hari ini, soalnya beliau tu gak pernah sekalipun maksain gue akan hal apapun itu. Hari ini malah tiba-tiba banget bawa orang asing dan ngenalin orang itu sebagai calon suami gue."

"Apa tu cowok udah pengaruhi Papi lo ya La, mungkin aja dia mau naikin jabatannya atau bagusin karirnya lewat Papi lo, dengan cara nikahin anaknya." Tasya mulai berteori liar.

"Udah ah males banget gue mikirnya, badan gue pegel semua dan mau tidur sekarang. Besok aja gue tagih penjelasan Papi," ucap Laila.

Keira mengangguk setuju, "Bener juga tu La, baru berasa sekarang yak badan pegel semua abis ngejalanin prosesi wisuda tadi."

...Bersambung... ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!