Issabel adalah wanita yang tidak pernah merasakan cinta, tetapi dia tidak single. Malah dia sudah menikah dengan seorang pria konglomerat bernama Jonathan selama tiga tahun. Dan selama itu juga Jonathan tidak ingin disentuh karena memilih untuk berhubungan dengan kekasihnya. Makanya Issabel kerap memuaskan dirinya sendiri.
Hingga seorang pria menjadi tetangga sebelahnya. Pria yang baru saja pulang dari Australia itu bernama Dominic. Hal itu menarik perhatian Issabel. Dan kebetulan Dominic adalah sahabat Jonathan. Pertemuan demi pertemuan akhirnya membuat mereka berdua semakin dekat.
Apakah ini waktunya Issabel membalaskan dendam dengan Jonathan?
Walaupun konsekuensinya bahkan bisa lebih buruk.
Tapi mungkin ini juga saatnya Issabel tidak lagi memuaskan dirinya sendiri, tapi bersama tetangga sebelahnya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PRINCE_R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11: RENCANA DOMINIC
SAAT sampai di rumah, Issabel berjalan dengan langkah gontai ke kamarnya.
Dominic yang kebetulan sedang mengobrol dengan Simbok Darmi melihat wanitanya itu memasang raut wajah kusut. Dia pun menghampiri Issabel. Masuk ke kamar dan menguncinya.
Suasana kamar itu sangat berantakan. Gelap karena hanya sedikit cahaya yang masuk. Di pojok ruangan tersebut, terlihat Issabel sedang meringkuk sambil terisak. Dominic segera menghampirinya dan langsung memeluk Issabel dengan erat.
"Nic, aku bodoh ...." rintih Issabel di sela tangisannya.
"Maksud kamu?"
"Aku sudah gila, Nic. Aku bodoh, aku tidak berguna. Apa yang terjadi sebenarnya? Aku atau dia yang selingkuh?" Issabel mengacak-acak rambutnya dengan ganas. "Aku ingin mati saja, Nic. Aku sudah tidak bisa menahan ini!" Kini kedua tangan wanita itu mencekik lehernya.
Dominic berusaha melepas cengkeraman yang begitu brutal di leher Issabel. Memeluk dan menciumnya beberapa kali. Dia sampai tidak sadar telah menangis bersama Issabel karena mengkhawatirkan kejiwaan wanita tersebut.
"Is, tenang yah. Ada aku kok di sini. Coba kamu ceritakan pelan-pelan, apa yang sebenarnya terjadi?" Dominic mengusap wajah Issabel yang penuh dengan air mata bercampur peluh. Dia berusaha menenangkannya.
Mereka berdua saling memandang. Issabel sadar betapa tulusnya cinta yang diberikan Dominic untuknya. Terlebih senyum manis yang dipancarkan oleh Dominic sangat membuat Issabel nyaman.
"Is, coba ceritakan ke aku, apa yang Jonathan lakukan padamu di sana."
Issabel lalu menceritakan secara detail apa yang telah terjadi saat ke perusahaan Jonathan. Reaksi Dominic biasa saja, hanya mengangguk-angguk tanpa adanya rasa terkejut dan komentar sedikit pun. Issabel jelas memiliki depresi tingkat tinggi karena masa lalunya begitu buruk. Namun Dominic tidak yakin perihal Issabel melupakan perselingkuhan Jonathan karena hal itu.
"Tenang Is, aku punya teman, dia adalah seorang psikiater. Dia bisa membantumu untuk sembuh."
"Tidak Nic. Aku tidak ingin divonis memiliki gangguan jiwa. Aku ...."
"Tidak akan. Aku yakin kamu tidak gila. Yang kamu butuhkan hanya berkonsultasi ke psikiater."
"Aku tidak mau. Aku tidak ingin dikurung di dalam rumah sakit jiwa. Aku masih waras. Tidak perlu menggunakan psikiater untuk menyembuhkanku."
Dominic tersenyum lalu mendekap Issabel ke dadanya. Pria itu mengelus kepala Issabel dengan lembut seperti sedang menenangkan anak kecil.
"Iya Is, aku paham. Sekarang kamu tenang saja, kita akan sama-sama ke psikiater. Soal Jonathan, kamu ikuti saja dulu permainan Pria Monster itu. Aku tau sifatnya bagaimana dan kenapa dia melakukannya. Aku yakin kok, kamu masih waras," kata Dominic mencoba untuk meyakinkan dan Issabel menggangguk pelan.
Dominic sangat emosi dengan kelakuan Jonathan. Dia sangat mengenal sahabatnya itu. Jonathan dengan sifatnya yang sombong dan licik.
Sejak kecil Jonathan juga terkenal dengan sosoknya yang serakah. Dia akan melakukan cara apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Issabel dan Selena adalah dua yang ingin dia miliki. Namun Dominic yakin terdapat beberapa alasan lagi.
"Percaya padaku Is. Akan kutangani dia. Dasar Monster!" kata Dominic menggebu-gebu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari pun berlalu. Dan hampir setiap hari Jonathan lembur di kantor hanya untuk bercinta terus-menerus bersama kekasihnya, Selena. Menikmati sensasi bercinta hingga puncak tanpa takut lagi dengan kabar perselingkuhan Issabel.
Ya! Sudah hampir dua Minggu ini istrinya itu tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan. Kembali menjadi istri polos, penurut, dan sangat sabar mengikuti semua perintah Jonathan.
Nomor misterius yang selalu mengirimkan foto mesum Issabel pun sudah lenyap. Namun menurut Jonathan, semua itu belum cukup kuat untuk membuktikan bahwa Issabel telah mengakhiri hubungan gelapnya. Pria itu akan terus mencari tahu siapa yang telah berselingkuh dengan istrinya.
"Sekarang kamu punya banyak waktu untukku. Aku sangat senang sayang," kata Selena yang masih ditindih oleh tubuh Jonathan. Dia lalu mencium bibirnya.
"Iya sayang, aku juga senang istri bodohku itu akhirnya bertekuk lutut kembali padaku. Sekarang kita akan bebas bermesraan lagi sayang. Tapi ingat, jangan pernah tinggalkan aku yah."
Selena mengangguk asal. "Tenang saja sayang. Tubuhmu kan sudah dari dulu jadi milikku."
Mereka berdua saling berciuman kembali hingga akhirnya melanjutkan permainan mereka ke ronde selanjutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat tengah hari, Simbok Darmi pulang kembali ke kampung halamannya karena mengkhawatirkan anaknya yang sedang sakit parah. Sebenarnya wanita yang sudah berusia lima puluh tahun itu enggan meninggalkan rumah sebelum berpamitan dengan Jonathan, namun Dominic memberikannya uang sebagai pengganti gaji dan untuk berobat anaknya.
Dominic sengaja melakukan hal itu karena tidak ingin ada yang menganggu kemesraan mereka berdua dan takut bila Simbok Darmi menjadi mata-mata Jonathan untuk mengawasi Issabel.
Selain itu, Dominic tidak mau bila Simbok Darmi sampai tahu dan melapor bahwa Issabel diam-diam mengikuti terapi psikologi.
"Demi itu yah ternyata kamu bela-belain suap Simbok Darmi buat pulang kampung." Issabel tersenyum bangga dengan pemikiran Dominic yang brilian.
"Tentu saja. Oh iya, bagaimana dengan perkembangan kejiwaanmu?"
"Ada perubahan. Tapi tak banyak."
Mereka berdua sekarang berada di dalam kamar mandi. Tepat di depan cermin tanpa menggunakan sehelai kain pun. Dominic sesekali membelai rambut Issabel yang lembut dari belakang dan mengecup bibirnya dengan manja.
"Makasih yah Nic, atas bantuanmu selama ini." Dominic semakin erat memeluk Issabel dari belakang.
"Tidak perlu terimakasih Is. Anggap saja aku membantumu karena ingin membuktikan bahwa aku sangat berarti di hidupmu. Semenjak ada kamu, kehidupanku berubah. Aku sekarang merasakan kebahagiaan karena memiliki rumah ketika orangtuaku tidak menginginkanku lagi. Aku bisa kuliah ke Australia karena hasil kerja kerasku sendiri. Orangtuaku mengusirku dari rumah karena tidak mendukung keinginanku, malah dia ingin menjodohkanku dengan wanita asing. Jadi makasih Is, makasih sudah hadir dalam hidupku."
"Aku sekarang mengerti. Nic, aku mencintaimu. Aku ... tidak ingin lagi mengingat apapun konsekuensi yang akan diterima keluargaku bila menceraikan Jonathan. Sudah kuputuskan bahwa aku ingin bahagia bersama orang yang benar-benar tulus mencintaiku."
"Iya Is, aku tulus mencintaimu. Ayo, kita bersama membalaskan dendammu ke Jonathan! Aku juga sudah menunggu saat-saat ini. Monster itu akan menerima akibatnya ... tapi sebelum itu kamu harus fokus dulu menyembuhkan depresimu," jelas Dominic sambil melebarkan senyum memandang kedua wajah mereka di dalam cermin. Sungguh layak menjadi pasangan terbaik. "Aku juga sangat mencintaimu Is."
Tiba-tiba Dominic memiliki sebuah ide yang akan membuat Jonathan kembali memanas. Lelaki brewok tersebut mengambil ponselnya dan mengarahkannya ke cermin.
"Peluk dan cium aku Is. Biar kita perlihatkan momen menarik ini kepada Monster itu."
Tanpa basa-basi Issabel langsung semakin menempelkan tubuhnya. Sedangkan Dominic mencium leher Issabel dengan wajah sensual layaknya pasangan yang sedang dimabuk cinta. Dia pun memotret pantulan mereka berdua di cermin. Tada, satu foto lagi yang menakjubkan!
...BERSAMBUNG...
kenapa gk updet2 ni novel ????😧😑