Novelia hidup berdua dengan adiknya Milea, Novelia sangat menyayangi adiknya itu hingga sesuatu yang menyakitkan menimpa adiknya. Adiknya dinyatakan defresi dan harus dirawat di rumah sakit jiwa dan itu membuat hati Novelia sangat hancur.
Novelia curiga kalau defresinya adiknya ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, maka dari itu Novelia bekerja sebagai penjaga kantin untuk menyelidiki siapa orang-orang yang berada dibalik kejadian yang menimpa adiknya itu.
Akankah Novelia bisa menemukan pelakunya atau justru nyawa Novelia yang akan terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NOVELIA BAB 11
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
Novelia tertawa lepas bersama Fatar, membuat Angkasa yang dari memperhatikannya merasakan getaran yang tidak biasa.
"Kak, aku sudah selesai makan, terima kasih ya Kak, sudah membawakan aku makan."
"Sama-sama, Tar."
"Oh iya Kak, aku punya kecurigaan sama guru olahraga namanya Pak Dedi, entah kenapa aku merasa curiga saja sama dia."
"Pak Dedi itu yang mana?" tanya Novelia.
Fatar terlihat celingukan, dan kebetulan dari kejauhan Pak Dedi sedang mengajarkan olahraga di lapangan.
"Nah, itu orangnya! soalnya Pak Dedi itu terkenal guru yang genit dan para siswi di sini sudah tahu itu."
"Iyakah? kalau begitu Kakak akan selidiki guru itu, kalau benar jika guru itu yang melakukannya, Kakak tidak akan melepaskan dia," seru Novelia.
"Tenang saja Kak, aku akan membantu Kakak."
Sementara itu, di toilet perempuan Malla dan Yani sudah terlihat lemas, mereka terus saja bolak-balik ke toilet karena perutnya sangat sakit.
"Astaga, pasti ada yang jahilin kita ini, Yan," seru Malla.
"Iya, pasti ini kerjaan si penjaga kantin itu," sahut Yani.
"Kita harus buat perhitungan dengan dia, awas saja dasar rakyat jelata," seru Malla.
***
Waktu pulang pun tiba...
Novelia pun sudah selesai beres-beres kantin.
"Bu, Novel pulang duluan ya!"
"Iya Novel, kamu hati-hati."
"Iya Bu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Novelia pun mulai melangkahkan kakinya, tapi di saat melewati sebuah ruangan kesenian, seseorang menyeret Novelia dan membawanya masuk ke ruangan kesenian itu.
Orang itu tidak lain Yani dan Malla, mereka berdua membanting tubuh Novelia ke dinding membuat Novelia meringis kesakitan. Malla menghampiri Novelia dan mencengkram wajah Novelia.
"Kamu berani main-main sama kita, kamu tidak tahu siapa kita?" bentak Malla.
"Tahu, kalian anak pejabat kan? terus memangnya kenapa?" sahut Novelia dengan santainya.
Yani menjambak rambut Novelia, membuat Novelia sedikit meringis tapi Novelia tidak menunjukan wajah takut justru Novelia menantang Yani dan Malla.
"Kamu berani macam-macam sama kita, maka kita akan membuat hidup kamu sengsara di sini bahkan kamu akan aku buat gila seperti Milea, gadis bodoh itu!" sentak Yani.
Seketika darah Novelia naik ke atas ubun-ubun saat nama adiknya di sebut, dengan cepat Novelia balik menjambak rambut Yani dan Malla membuat mereka berdua berteriak.
"Lepaskan wanita gila!" bentak Malla.
"Aku tidak akan pernah takut kepada kalian, justru aku yang akan membuat kalian gila," seru Novelia dengan mata yang memerah.
Novelia membenturkan kepala Yani dan Malla bersamaan seperti yang sedang mengadukan kepala domba, membuat keduanya terjatuh ke lantai saking pusingnya.
"Kalian hanya anak-anak yang bisa bersembunyi di balik ketiak orangtua kalian, justru tanpa kalian sadar, barusan kalian sudah mengakui kalau kalian pelaku yang sudah membuat salah satu siswi di sini gila dan sampai di keluarkan dari sekolahan ini, dan aku bisa dengan mudahnya melaporkan kalian kepada Pak Angkasa, dan orangtua kalian akan tercoreng namanya," sentak Novelia.
Novelia pun dengan santainya merapikan kembali penampilannya, kemudian meninggalkan ruangan seni itu meninggalkan Yani dan Malla dengan senyuman sinisnya.
"Awas kamu wanita bodoh, aku akan balas semua perbuatanmu!" teriak Yani.
Novelia berjalan meninggalkan sekolah dengan perasaan yang sangat marah, sungguh kali ini Novelia tidak bisa menahan amarahnya, pokoknya Novelia akan membalas semua orang yang sudah membuat adiknya gila.
Novelia tidak akan menyerah, sampai semua pelakunya tertangkap dan Novelia akan merasa puas.
semangat buat Novelia,,😉😉
buat Authornya semangat juga,,🙂🙂
mksh k popy untuk sajisn yg bagus maaf lama nggak baca lg sibuk di rl... 🙏🙏🙏