NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex¹⁷

"Kalau begitu, saya kembali ke ruangan saya dulu."

Zayn merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan sebuah kartu nama.

"Jika Anda membutuhkan sesuatu, hubungi dokter yang tadi memeriksa anda. Ini nomor kontaknya."

Serena menerima kartu tersebut dengan kedua tangan.

"Baik. Terima kasih, Pak Zayn."

Zayn hanya mengangguk pelan.

"Saya permisi."

Setelah itu, ia berdiri dan melangkah keluar dari ruang kesehatan, meninggalkan Serena seorang diri.

Ruangan itu kembali sunyi.

Serena menatap kartu nama yang masih berada di tangannya selama beberapa saat sebelum meletakkannya di atas meja kecil di samping ranjang.

Pandangannya kemudian beralih ke nampan makanan yang dibawa Zayn.

Baru sekarang ia menyadari betapa laparnya dirinya.

Sejak pagi, tidak ada makanan yang masuk ke dalam perutnya.

Tak ingin membuang waktu lagi, Serena segera meraih sendok dan mulai menyantap makanannya perlahan.

Suapan pertama terasa hangat di perutnya.

Untuk pertama kalinya hari itu, tubuhnya terasa sedikit lebih baik.

Meski begitu, rasa sesak di dadanya masih belum juga menghilang.

Pikirannya kembali teringat pada satu kata yang terus menghantuinya sejak siang tadi.

*Tunangan.*

Serena menundukkan pandangannya.

Waktu berlalu dengan cepat.

Tanpa terasa, langit di luar telah berubah gelap.

Satu per satu karyawan mulai merapikan meja kerja mereka sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Tak lama kemudian, suasana kantor menjadi lengang.

Lampu-lampu di beberapa ruangan sudah dimatikan, menyisakan keheningan yang menemani malam.

Di antara gedung yang hampir kosong itu, Serena masih berada di tempatnya.

Ia baru saja selesai membereskan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang.

Saat keluar dari gedung perusahaan, langkahnya mendadak terhenti.

Dirga berdiri tidak jauh di depannya.

Pria itu tampaknya juga baru akan meninggalkan kantor.

"Mengapa kamu belum pulang?"

Suara Dirga yang tiba-tiba terdengar membuat Serena terkejut.

"I-ini saya sudah mau pulang, Tuan."

Jawabannya terdengar canggung.

Dirga hanya menatapnya sekilas.

Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia segera berbalik dan melangkah pergi.

Seolah pertanyaan tadi hanyalah basa-basi yang tidak berarti.

Serena menundukkan kepala sambil tersenyum tipis.

Senyum yang terasa pahit.

Entah mengapa, melihat Dirga bersikap sedingin itu masih mampu membuat dadanya terasa sesak.

Padahal bukankah ia sudah terbiasa?

*Setidaknya... aku masih bisa melihatmu.* batinnya terasa sangat kosong.

Membuat senyum pahit di bibir Serena semakin dalam.

"Nona Serena."

Suara seseorang kembali membuyarkan lamunannya.

Serena segera menoleh.

"Pak Zayn."

Asisten Zayn berjalan mendekat dengan tas kerja yang tersampir di bahunya.

"Mengapa anda belum pulang?"

"Saya sudah mau pulang, kok."

"Anda pulang dengan siapa?"

Serena tersenyum kecil.

"Saya jalan kaki. Kebetulan kos saya tidak terlalu jauh dari sini."

Zayn mengernyit.

"Sudah malam. Kurang aman bagi seorang perempuan untuk berjalan sendirian."

Pria itu mengeluarkan ponselnya.

"Mau saya pesankan taksi?"

Serena buru-buru menggeleng.

"Tidak usah, Pak Zayn. Saya sudah terbiasa berjalan kaki."

Zayn menatapnya beberapa saat.

Entah mengapa, wanita itu selalu terlihat berusaha mengurus semuanya sendirian.

Pada akhirnya, ia hanya mengangguk pelan.

"Kalau begitu, hati-hati di jalan."

"Baik, Pak. Terima kasih."

Setelah memastikan Serena baik-baik saja, Zayn pun melangkah pergi.

Tak lama kemudian, area depan perusahaan kembali sepi.

Kini hanya Serena yang tersisa seorang diri.

Serena membuka dompetnya dan menghitung lembaran uang yang tersisa.

Ia mengembuskan napas pelan.

"Uangku cuma tersisa segini..."

Pandangannya menurun ke beberapa lembar uang di tangannya.

"Kalau kupakai untuk pesan taksi, besok aku tidak bisa makan."

Sudah menjadi hal biasa baginya untuk menghitung setiap pengeluaran sekecil apa pun.

Ting!

Suara notifikasi dari ponselnya membuat Serena tersadar dari lamunannya.

Mata Serena membelalak.

"Apa?"

Sejumlah uang baru saja masuk ke rekeningnya.

Jumlahnya jauh lebih besar daripada uang yang ia keluarkan untuk membeli makan siang tadi.

Serena mengerutkan kening.

"Banyak sekali..."

Ia kembali memeriksa nominalnya untuk memastikan dirinya tidak salah lihat.

"Padahal aku tidak menghabiskan uang sebanyak ini."

Tak butuh waktu lama baginya untuk menebak pengirimnya.

Dirga.

Pria itu rupanya telah mentransfer uang pengganti makan siang tersebut.

Bahkan dengan jumlah yang jauh lebih besar.

Serena menatap layar ponselnya cukup lama.

Serena menggeleng pelan.

"Kalau begitu..."

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Aku bisa naik taksi."

Ia segera membuka aplikasi pemesanan kendaraan dan memasukkan tujuan perjalanannya.

Bukan kos, melainkan rumah sakit tempat ibunya dirawat.

Setelah pesanan dikonfirmasi, Serena menggenggam ponselnya erat-erat.

Malam ini, setidaknya ia bisa melihat kondisi wanita yang paling berharga dalam hidupnya itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
semangat Thor...
Lenny Utami
preeeettt masih ada rasa itu..
Lenny Utami
tahan tahan tahan
Lenny Utami
terkejut kan itu Serena..
Lenny Utami
ikut deh degan ini
Lenny Utami
semangat serena🔥
falea sezi
ini presiden direktur apa presiden negara
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!