Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.
Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27: Aliansi Teh dan Kopi
Azure Coast tidak pernah tidur. Di bawah cahaya bulan yang memantul di permukaan laut, Raditya sedang duduk di balkon penginapan yang menghadap langsung ke arah pelabuhan. Angin malam membawa bau garam dan amis ikan, tapi di tangan Raditya, aroma kopi cold brew miliknya jauh lebih mendominasi. Di depannya, Master Zale—Tea Master yang tadi sore sempat menghina dagangannya dengan penuh harga diri—kini duduk dengan wajah gelisah. Ia terus menyesap kopi dingin itu berulang kali, seolah sedang mencari rahasia di balik kesegaran yang tidak masuk akal tersebut.
"Kau tidak akan menemukannya di sana, Master Zale," ujar Raditya dengan suara tenang, hampir menyerupai bisikan yang menghanyutkan. "Rahasia kopi saya bukan pada cara seduh yang rumit, tapi pada efisiensi cara penyajiannya. Di dunia Anda, orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan esensi. Saya hanya butuh sepuluh detik."
Zale meletakkan gelasnya dengan denting pelan. Matanya menatap Raditya dengan tatapan yang berat dan sarat akan beban masa lalu. "Aku tidak peduli dengan kopi itu, Raditya. Aku peduli dengan... itu." Zale menunjuk ke arah tas ransel sistem Raditya yang tergeletak di sudut ruangan. "Aroma yang keluar dari tas itu saat kau membuka bungkusan tadi... itu mengingatkanku pada daun Moon-Bloom. Tanaman yang sudah dianggap punah di Azure Coast selama lima puluh tahun. Tanaman yang digunakan leluhurku untuk menciptakan ramuan keabadian sebelum Serikat Pedagang membumihanguskan kebun kami."
Ding!
[Sistem v4.0 Mengeluarkan Peringatan Histori]:
Deteksi Histori Rahasia: Master Zale adalah keturunan terakhir dari keluarga pembuat teh kerajaan yang dibantai oleh Serikat Pedagang karena menolak membocorkan resep teh abadi yang berbasis Moon-Bloom.
Gelar Baru Ditambahkan: [Penyimpan Rahasia Kuno].
Analisis Sistem: Wah, Manajer. Anda baru saja secara tidak sengaja terlibat dalam konspirasi sejarah politik Azure Coast yang sangat kelam. Sangat menarik. Sekarang Anda punya dua pilihan: membantu orang tua ini membalaskan dendamnya dan menjadi pahlawan yang tidak diminta, atau menjual informasinya ke Serikat Pedagang untuk mendapatkan koin emas lebih banyak dan menjadi penjahat yang paling dibenci sejarah. Mana yang akan dipilih oleh pedagang yang sangat 'efisien' dan minim empati ini?
Komentar Sistem: Saya sarankan pilih opsi yang paling menguntungkan secara finansial. Pahlawan tidak punya asuransi jiwa di dunia ini.
Raditya terdiam sejenak. Dia tidak menunjukkan simpati, tapi otaknya sedang berputar cepat menghitung rasio keuntungan. "Saya tidak berdagang dengan rahasia atau dendam masa lalu, Master Zale. Saya berdagang dengan barang. Tapi, jika rahasia itu bisa dijadikan produk yang menguntungkan dan memiliki nilai jual tinggi di pasar modern, saya sangat tertarik."
Zale menatap Raditya dengan pandangan tidak percaya. "Kau ini pedagang atau iblis? Aku menceritakan pembantaian keluargaku, dan kau justru bertanya tentang margin keuntungan?"
"Saya pedagang yang jujur, Master Zale," Raditya tersenyum miring, menampakkan sisi sinisnya yang selama ini tersembunyi di balik kemeja flanelnya. "Jika Anda mau bekerja sama, saya bisa mengubah teh legendaris itu menjadi kemasan sachet yang bisa dinikmati jutaan orang. Kita akan menghancurkan dominasi Serikat Pedagang di kota ini bukan dengan pedang, tapi dengan pasar. Kita buat mereka bangkrut hingga mereka tidak punya uang untuk membeli roti pun."
Zale membeku. Ide itu gila, tapi masuk akal.
Sementara di saat yang sama, di Oakhaven yang jauh, Lady Vivienne sedang memandangi cermin sihir pemberian Raditya. Dia bukan sekadar memandangi pantulannya, dia sedang memikirkan cara paling elegan untuk menyusul pemuda itu tanpa terlihat seperti gadis yang sedang mabuk asmara.
"Ayah," kata Vivienne pada Baron Vane saat makan malam yang terasa sunyi. "Aku ingin melakukan perjalanan bisnis ke Azure Coast. Ada potensi investasi besar di sana untuk mengembangkan pasokan logistik kastel. Kita perlu memperluas pengaruh kita ke wilayah pelabuhan."
Baron Vane yang sedang memotong daging panggangnya menatap putrinya dengan curiga. "Sejak kapan kau tertarik dengan logistik, Vivienne? Biasanya kau hanya peduli pada koleksi gaun musim panas dan bunga-bunga di taman kastel. Jangan bohongi ayahmu."
Vivienne tersipu, tapi dia mempertahankan wajah datarnya. "Aku... aku hanya merasa kita tidak boleh membiarkan Raditya mendominasi pasar di kota lain tanpa pengawasan kita. Dia adalah aset ekonomi Oakhaven. Kita harus memastikan dia tidak berpaling ke faksi lain."
Baron Vane tertawa kecil, suara tawanya menggema di aula makan yang luas. Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia adalah seorang ayah yang cukup bijak untuk tidak merusak ilusi putrinya. "Baiklah. Pergilah. Tapi bawa pasukan pengawal elit bersamamu. Dan ingat, sampaikan padanya... jika dia berani menyakiti hatimu atau membuatmu menangis, aku akan meratakan kedainya dengan mesin pelontar batu sebelum dia sempat menyeduh kopi satu cangkir pun."
Vivienne tersenyum kecil, lalu segera menyiapkan keberangkatannya. Dia membawa investasi rahasia—sebuah surat kuasa penuh dari Baron Vane yang memberikan hak eksklusif kepada Raditya untuk menjadi penyuplai tunggal kebutuhan konsumsi pasukan kastel di seluruh wilayah selatan. Itu bukan sekadar kontrak, itu adalah tiket untuk menjadi penguasa ekonomi Aethelgard.
Kembali ke Azure Coast, Raditya dan Zale sudah berada di dalam laboratorium rahasia Zale yang tersembunyi di bawah reruntuhan kedai teh tua. Mereka sedang melakukan eksperimen untuk memadukan kopi sachet dengan esensi Moon-Bloom.
Ding!
[Fungsi Kustomisasi Sachet Terbuka]:
Anda telah menggabungkan 'Kopi Hitam Instan' dengan 'Ekstrak Moon-Bloom'.
Menu Baru Tercipta: [Kopi Rembulan Azure].
Efek: Memberikan efek ketenangan jiwa permanen bagi peminumnya selama 24 jam. Efek samping: meningkatkan daya ingat jangka pendek bagi para petualang.
Gelar Absurd Baru: [Penemu Kopi yang Bisa Menyembuhkan Depresi Bangsawan].
Poin Bertambah: +1.000 Poin.
Saldo Poin: 8.850 Poin!
Raditya melihat hasil akhirnya—sebuah sachet kopi berwarna keperakan yang bersinar redup di bawah cahaya lampu laboratorium. "Ini dia. Produk yang akan membuat seluruh pedagang teh di kota ini tidak bisa tidur nyenyak."
Tepat saat itu, pintu laboratorium didobrak dengan sangat kasar. Bukan oleh bandit, melainkan oleh Vivienne yang baru saja tiba di pelabuhan dengan kereta kuda pribadinya. Dia berdiri di depan pintu dengan debu jalanan yang menempel di gaunnya, napasnya terengah-engah, dan matanya berkaca-kaca menatap Raditya yang sedang memegang sachet kopi keperakan.
"Raditya! Beraninya kau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal yang benar!" Vivienne berteriak, suaranya memenuhi ruangan, penuh dengan kemarahan yang dipaksakan.
Raditya menoleh, terkejut melihat Vivienne di sana. "Lady Vivienne? Apa yang Anda lakukan di sini? Ini bukan tempat untuk seorang bangsawan."
"Aku membawa ini!" Vivienne melemparkan surat kuasa dari Baron Vane ke meja, mengabaikan fakta bahwa surat itu sempat mendarat di atas tumpukan bubuk kopi. "Aku membawa investasi yang kau butuhkan. Dan aku... aku datang karena aku tidak bisa membiarkanmu merusak pasar di kota ini sendirian! Aku adalah pemegang saham utama sekarang!"
Raditya mengambil surat itu, membacanya, dan tersenyum lebar. "Ternyata, investasi Anda lebih manis daripada kopi saya, Lady. Selamat datang di tim riset kami."
Zale hanya bisa menatap pemandangan itu dengan wajah pasrah, merasa bahwa dia adalah orang ketiga yang sangat tidak relevan. "Sepertinya, ini adalah awal dari kekacauan besar. Teh, kopi, dan bangsawan... kombinasi yang akan menghancurkan dunia."
Ding!
[Sistem v4.0 Memberikan Komentar]:
Sarkasme Sistem: Wah, Manajer. Selamat. Anda sekarang resmi menjadi pedagang dengan 'Backing' keluarga bangsawan, memiliki senjata rahasia berupa teh legendaris, dan seorang wanita yang rela menyeberangi laut hanya untuk memarahi Anda. Hidup Anda benar-benar seperti iklan sachet yang terlalu dramatis dan tidak realistis. Apakah Anda akan menggunakan 8.850 poin Anda untuk membeli cincin pernikahan atau mesin kasir yang lebih canggih? Saya tahu jawaban Anda.