NovelToon NovelToon
Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romantis / Dendam Kesumat / Balas Dendam / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:423k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Fayza kehilangan ingatannya akibat kecelakaan pesawat yang nyaris menewaskannya. Dirinya diselamatkan oleh seorang pria yang ternyata menyimpan dendam dengan salah satu anggota keluarganya.

Dendam yang tersimpan turun menurun itu membuat Hideo Kojima Park merasa seperti mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya melalui Fayza.

Seiring berjalannya waktu, Hideo mulai mempertanyakan apakah cinta dan dendam bisa berjalan beriringan ditambah dengan menghadapi kemarahan keluarga besar Fayza.


Cerita ini adalah generasi kelima klan Pratomo.

Disarankan untuk membuka nama author untuk mengetahui judul - judul klan Pratomo.

Follow my Ig @hana_reeves_nt

Cerita ini full halunya author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Klan Bianchi

Fayza baru menyadari Hideo memeluk tubuhnya dan menciumi lehernya, segera menolehkan wajahnya yang membuat pria itu tidak melepaskan kesempatan untuk mencium bibir seksih itu.

Sejenak Fayza terpaku dan menikmati ciuman pria itu yang terasa lembut namun lima detik kemudian gadis itu melepaskan pagutan Hideo.

"Dasar modus!" umpat Fayza sambil mengusap bibirnya yang terasa bengkak.

"Modus sama istri sendiri tak apa Fay" bisik Hideo.

"Kenapa aku merasa kamu bukan suamiku?" gumam Fayza sambil melepaskan diri dari pelukan Hideo.

Hideo melepaskan pelukannya dan matanya hanya menatap gadis yang berjalan dengan santainya ke meja makan.

Kamu itu kok bisa feeling-nya kuat? Semoga amnesiamu tetap bertahan sampai aku bisa membuat keluarga mu berantakan.

Fayza duduk di kursi makan dan Hideo pun duduk di sebelahnya seperti biasa. Para pelayan menyiapkan makan siang ini dengan menu oxtail soup khas Korea dan secangkir teh wasgitel terdapat di sebelah piring gadis itu.

"Teh wasgitel?" Fayza menoleh tidak percaya setelah dia menyesap minuman itu.

"Kenapa? Bukankah kamu ingin teh wasgitel?" Hideo menatap Fayza sembari tersenyum smirk. Kamu tidak tahu saja bagaimana anak buahku harus ke Solo demi membeli banyak teh sialan itu!

"Hhhhmmmm. Komposisinya agak salah tapi tak apa. Nanti aku buat dengan komposisi yang pas."

"Fay, kamu itu bule kenapa suka teh seperti ini?" tanya Hideo sambil menatap intens gadis itu.

"Aku sendiri tidak tahu, Hideo..." gumam Fayza dengan wajah bingung.

Hideo menggenggam tangan Fayza dengan lembut. "Jangan terlalu dipikirkan sebab nanti akan membuat kepalamu sakit." Hideo mencium punggung tangan gadis itu. "Ayo makan."

Fayza pun mengangguk patuh.

***

"Boss!"

"Apa Jin?" Siang ini usai makan siang, Hideo dan Jin terbang ke Seoul untuk mengurus pekerjaan disana. Kini keduanya berada dalam mobil Bentley sedangkan pengawal Hideo berada di dalam mobil Mercedes yang berada di depan dan belakang.

"Hati-hati boss nanti tertarik serius dengan nona Fayza."

Hideo mengangkat wajahnya dari layar iPad.

"Apa maksudmu, Jin?"

"Saya takut Anda jatuh cinta dengan nona Fayza."

Hideo menatap keluar jendela mobil. "Aku yang akan membuat dirinya jatuh cinta padaku."

Jin hanya menoleh ke arah bossnya. "Apa yang boss rencanakan?"

Hideo melirik ke Jin dan tersenyum licik. "Tunggu saja tanggal mainnya."

Kok saya tidak yakin anda tidak akan tidak jatuh cinta dengan nona Fayza mengingat bagaimana gadis itu keluar aslinya yang tangguh dan bukan tipe cengeng.

***

Fayza celingukan di dapur dan menatap bingung melihat banyaknya bahan makanan disana.

"Nyonya Park" sapa seorang pelayan. "Nyonya mau apa?"

"Aku mencari ramen atau udon. Apakah ada?" tanya Fayza yang entah kenapa ingin makan ramen pedas.

"Nyonya mau saya buatkan?" tanya pelayan itu.

"Tidak usah. Biar aku masak sendiri. Beri tahu saja panci nya dimana?"

Pelayan itu menyiapkan semua permintaan Fayza dan gadis itu dengan lincahnya memotong semua bahan, lalu dia membuat telur dadar ala Korea.

Pelayan disana hanya melihat kesibukan Fayza tanpa ada keinginan untuk menginterupsi. Tak lama semua masakan sudah siap dan Fayza membawa nampan dan duduk di meja makan.

"Nyonya, makan malam ini saja?" tanya pelayan itu.

"Iya, aku makan ini saja. Hideo pasti pulang malam. Kalian makan saja dulu habis itu istirahat."

"Tapi nyonya..."

"Apa? Kalian takut aku kabur lagi? No, aku mau makan ramen. Kalian makan malam saja sekarang, bukankah kalian sudah bekerja seharian?" Nada suara Fayza terdengar tidak bisa dibantah.

Pelayan itu menatap ke kedua pengawal yang ditugaskan oleh Hideo untuk mengawasi Fayza dan keduanya mengangguk.

"Kalian berdua, makan dulu sana! Tenang saja, aku tidak akan kabur." Fayza menoleh ke arah dua pengawalnya.

"Tapi nyonya..."

"Hei, apa kamu tidak lihat? Tuh CCTV dimana-mana dan aku yakin tuanmu yang menyebalkan tukang modus tukang maksa dan super annoying itu pasti sedang mengawasi dari ipadnya." Fayza memberikan jari tengah ke arah kamera CCTV yang terdapat di ruang makan.

***

Hideo terkejut melihat gadis cantik itu memberikan tanda yang tidak sopan ke arah kamera CCTV di ruang makan namun sejurus kemudian pria itu tersenyum smirk.

Benar-benar menggemaskan!

Rasanya Hideo ingin segera pulang tapi kabar bahwa keluarga Bianchi masih mencari keberadaan Fayza membuatnya harus waspada.

"Boss" bisik Jin.

"Apa Jin?"

"Besok boss ditunggu bertemu dengan Joey dan Luca Bianchi."

"Dimana?"

"Four season hotel. Kedua cucu tuan Joshua Akandra sudah berada di Seoul tadi pagi."

"Oke. Jam makan siang."

"Baik boss."

***

Hideo dan Jin duduk di meja makan ruang VIP restauran di Four Season menunggu dua pria dari keluarga Bianchi, anggota klan Bianchi Italia.

Tak lama datanglah dua orang pria dengan berdarah Italia kental bersama dengan empat orang berpakaian hitam-hitam yang diperkirakan pengawal kedua mereka.

Dua pria tampan itu menghampiri Hideo yang berdiri menyambut.

"Signore Joey Bianchi, Signore Luca Bianchi" sapa Hideo.

"Mr Hideo Park" sapa Luca.

Introducing Jeoffree 'Joey' Fransesco Akandra Bianchi

Introducing Luca Alano Akandra Bianchi

"Bagaimana kabar anda Signore Bianchi?" sapa Hideo basa basi.

"Baik terimakasih."

"Silahkan duduk." Keempat pria itu pun duduk.

"Baru kali ini kami bertemu dengan ketua mafia Silver Shinning" senyum Joey yang seorang dokter bedah.

"Begitu juga saya, baru kali ini bertemu dengan anda." Hideo tersenyum kepada kedua saudara sepupu yang darah Italianya sangat kental.

"Terimakasih atas kiriman bunganya untuk Opa kami" ucap Luca. "Sejujurnya kami sudah melupakan soal Silver Shinning karena sejak Opa buyut kami lepas dari klan itu dan ditambah Opa Joshua juga sudah tidak mau berurusan dengan kalian."

"Ada maksud apa dengan anda mengirimkan karangan bunga itu?" Joey menatap tajam ke arah pria berdarah Korea itu.

"Saya ikut berduka cita dan sebagai penghormatan saya kepada tuan Joshua Akandra Kim, tidak ada niatan lain." Hideo tersenyum hormat.

"Apakah hanya itu?" Joey memicingkan matanya.

"Tentu saja."

Joey dan Luca saling berpandangan.

"Mari kita makan siang. Saya sudah siapkan" senyum Hideo.

"Bukankah kami yang mengundang anda?" kekeh Luca.

"It's okay. Santai saja."

***

Fayza terbangun karena merasa haus dan dirinya merasa engap karena harus tidur di kamar Hideo. Gimana enaknya tidur di kamar suram begini?

Gadis itu lalu keluar kamar dan melihat dua pengawalnya masih siap dengan cangkir kopi di meja.

"Nyonya mau kemana?" tanya salah seorang pengawal.

"Apakah disini ada piano?" tanya Fayza.

"Ada nyonya. Apa nyonya hendak memainkan piano?"

"Aku tidak bisa tidur. Dimana pianonya?"

Pengawal itu mengantarkan ke ruang tengah dan Fayza melihat sebuah grand piano bewarna hitam. Gadis itu tersenyum dan segera menuju piano itu dan membuka tutupnya. Pelan-pelan dia memencet tuts piano dan wajahnya bahagia melihat piano itu terawat dengan baik.

Fayza langsung duduk dan bermain lagu yang dia ingat. Ruang tengah itu pun menjadi semarak dengan permainan piano Fayza.

Hideo yang baru datang mendengar permainan piano Fayza hanya tertegun.

Apalagi kejutan darimu, Fay?

***

Yuhuuuu Up Siang Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
nobita
para readers mu pada nangis berjamaah thor... menyayat hati ceritanya..
Hana Reeves: masih ada cerita lain yg bikin mewek. tenang saja 🤭🤭🤭
total 1 replies
nobita
dengan kata kata seperti itu meleleh hati Fayza ..
nobita
mereka saling merebutkan memeluk Fayza.. hmhmh
nobita
asyik asyik mereka sudah bersama.. 😄
nobita
Hidio rupanya takut kehilangan Fayza...
nobita
berarti orang yang sudah meninggal harus jadi hantu?? 🤭
nobita
semakin seruu
nobita
awal ceritanya yg menarik.. ku suka ku suka😄🤭
Suryanih
keren bnget semua ceritanya kk author aku suka semuanya.. love... love.. sekebon kk author😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Hana Reeves: mamaciiihhh
total 1 replies
ⓚⓐⓗف
good ceritanya
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
muhammad ibnuarfan
dari kisah awal baca...keren semua...cuma syedih...kalau denger...berita kepulangan dari para terdahulu/Cry//Cry//Cry/
muhammad ibnuarfan
kalau aku jadi fay...aku terima...selagi masalah nya bukan sol wanita dan selingkuh...baru itu...langsung buang ke laut aja
muhammad ibnuarfan
iddiiiihhhh...ketua mafianya mode melowww..../Facepalm//Facepalm/
muhammad ibnuarfan
tancap gas Thor....aku gak ambil hati halumu...aku mau rempela ayam saja....🤭🤭...kereeennnn....
muhammad ibnuarfan
merinding aku Lo....udah generasi ke tiga banyak yang berpulang...syedih rasanya...😭😭
Lusy Aristiani
Dan akhirnya, Shinichi akan jadi anak yg genius plus super random, sampai di keturunannya 😄😄😄😄
Lusy Aristiani
One of the trio Kampret legend 😝😝😝😝
Lusy Aristiani
Lee Jun Ki wajahnya emang dingin, tp suka 🤭🤭☺️🤭
irul 乂 WIBUSOFT
gesrek ,,
Hana Reeves: mamaciiihhh
total 1 replies
Resti Rahayu
/Smile/
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!