NovelToon NovelToon
Crazy Rich

Crazy Rich

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Balas dendam. / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Demi harta warisan, Gadhiata rela menikahi gadis cupu pilihan sang kakek. Pernikahan sandiwara yang akan mereka jalani apakah berjalan sesuai rencana? Apa Hanum sang calon istri akan diam saja saat mengetahui dia hanya dipakai sebagai alat? Bagaimana jika Hanum marah, apakah gadis cupu itu akan menjadi suhu? Hanya untuk membalas dendam pada perlakuan Arrogant Gadhiata selama ini padanya yang memandang sebelah mata.

Baca juga novel Sept yang lain :

Rahim Bayaran
Suami Satu Malam
Dinikahi Milyader
Suamiku Pria Tulen
Dea I love you
My boss my Husband
Pernikahan Tanpa rasa
Menikahi pria dewasa
Cinta yang terbelah
Wanita Pilihan CEO
The Lost Mafia Boy
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena
KANINA yang Ternoda

IG Sept_September2020
Fb Sept September

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Kamu

Crazy Rich Bagian 11

Oleh Sept

D'Rose House

"Kemampuan Nona ternyata cukup lumayan, sejak kapan Nona menguasai seni bela diri?" tanya tutor yang menjadi pelatih Hanum mulai sekarang.

Pria itu tadi rupanya sengaja mengalah, sebenarnya bisa saja ia mengembalikan serangan Hanum dengan sangat mudah. Tapi kalau sampai tubuh gadis itu lecet sedikit saja, bisa-bisa kakek Mahindra akan membuatnya bekerja tanpa gaji seumur hidup untuk membayar kompensasi. Alhasil, dia harus menjaga Hanum agar tidak terluka dengan cara tidak membalas saat Hanum menyerang.

Tapi dia juga penasaran, jika dilihat dari cara Hanum menyerang, sepertinya Hanum menguasai banyak teknik serangan. Bukan sekedar ilmu dasar.

"Maaf, kalau boleh tahu ... Nona Hanum sebelumnya latihan di mana?"

"Ayahku dulu petinju!" jawab Hanum asal.

Dahi Agra si pelatih baru Hanum tersebut itu pun mengkerut. Ketika mendengar jawaban Hanum. Namun, ia berusaha menguasai diri agar tetap terlihat tenang.

"Maaf ... Ayah Nona? Siapa? Mungkin saya mengenalnya."

Hanum menatap sebentar Agra sang pelatih belah dirinya yang dipercayai oleh kakek Mahindra. Gadis itu kemudian menjawab siapa ayahnya.

"Adam Jaladry, tapi orang lebih mengenalnya dengan julukan Jordan."

"Jadi tuan Jordan ayah Nona?" Dahi Agra mengerut. Pasalnya ia tahu petinju yang bernama Jordan tersebut. Dia cukup terkenal di masanya.

"Hemmm."

"Tapi tunggu, saya pernah mengikuti beliau saat masih masa aktive. Sebelumnya maaf ... mengapa kalian sama sekali tidak mirip?" Agra memperhatikan wajah Hanum dengan teliti. Benar, keduanya sama sekali tidak mirip.

Hanum lantas tersenyum tipis. "Dia ayah sambungku," jawab Hanum dengan wajah datar. Ya, ayahnya yang kini pemabukk itu, dulu adalah orang hebat. Tapi makin ke sini, apalagi sejak ibunya jatuh sakit, ayahnya semakin parah dan melenceng jauh. Padahal dulu ia sering diajak ayahnya latihan, hingga Tommy sering cemburu. Sedangkan ayah kandungnya, entahlah. Ibunya bahkan tidak pernah bercerita.

Sementara itu, Agra langsung diam. "Maaf!" ucapnya tidak enak pada Hanum. Ia tidak enak karena membuat Hanum menceritakan tentang status ayah sambung tersebut.

"Tidak masalah. Dan apa latihannya sudah selesai?" tanya Hanum kemudian.

Agra kemudian menatap madam Li, madam mengangguk pelan. Artinya jadwal untuk season pertama sudah selesai.

"Sampai bertemu besok, di jam yang sama!" ucap Agra.

Hanum pun mengangguk, kemudian pergi ke kamar ganti. Sekalian mandi, tubuhnya terasa gerah setelah olah raga bela diri barusan.

***

Hanum sudah rapi, ia mengenakan dress di bawah lutut. Terlihat anggun, dan wajahnya terlihat masam saat duduk di meja makan dengan banyak aturan. Hanum berkali-kali dimarahi madam Li karena keliru cara memotong steak. Atau bahkan cara Hanum memotong yang terlalu kuat tanpa anggun sama sekali.

'Aku mau makan, bukannya fashion show!' gerutu Hanum dalam hati. Mau makan saja harus terlihat cantik. Astaga orang kaya! Hanum kesal sendiri, tapi wajahnya tetap menunjukkan senyum ketika sorot mata tajam Madam Li menatap ke arahnya.

'Kali ini anda menang, Madam! Tapi tidak nanti!' ancam Hanum sambil mencuri pandang ke arah Madam.

"Nona ... tolong perhatikan saat saya bicara. Perhatian cara makan yang seperti dalam video ini!" ujar madam Li.

Hanum yang kesal karena untuk memotong daging steak saja mengapa harus ada step-by-stepnya. Akhirnya ia memotong bagian tepi dan langsung memasukkan ke dalam mulut lalu mengunyah.

"Nona ... jangan lakukan itu. Tolong seriuslah!"

'Astaga! Makan pun aku harus serius?' batin Hanum merasa heran.

Satu jam kemudian, Hanum meninggalkan meja makan dengan berat. Masih ada bebek panggang, cumi bumbu madu, dan udang besar warnah merah yang menggoda.

"Apa aku tidak boleh makan itu?" tanya Hanum saat ia sudah berdiri agak jauh.

"Maaf, Nona. Sebaiknya jangan sentuh ?makanan-makanan itu."

"Aku tadi baru makan sedikit!" protes Hanum.

Kruek kruek ...

Suara perut Hanum membuat pelayang di belakangnya tidak bisa menahan senyum. Madam yang tahu Hanum masih lapar, ia pun memberikan sesuatu.

"Minum ini dulu, nanti Nona akan sedikit kenyang."

Hanum mendongak tidak percaya, orang lapar itu dikasih makan. Bukan malah dikasih obat.

***

Sementara itu, di halaman depan D'Rose House, sebuah mobil baru saja berhenti. Sekretaris Jo terlihat turun terlebih dahulu, kemudian membuka pintu untuk Gadhi. Begitu pintu terbuka, sepasang kaki dengan sepatu kulit asli buatan Italy itu pun perlahan turun menginjak bumi.

Terlihat mengkilap, seperti masih baru. Ia berjalan menginjak rerumputan hijau yang masih segar. Matanya menatap sekeliling, kemudian tersenyum kecut saat melihat madam Li berjalan di depan Hanun.

"Mau pakai baju apapun, tidak akan merubah siapa gadis itu sebenarnya. Apa kakek pikir dengan memakaikan baju bagus, nilai gadis itu akan naik?" gumam Gadhi menatap Hanum dari kejauhan.

Dari jauh wajah Hanum masih belum kelihatan jelas. Bahkan Hanum malah membelakangi dirinya. Hanum berjalan tepat di samping madam Li. Membuat Gadhi tidak bisa melihat karena terhalang tubuh madam.

"Tuan ... apa tidak sebaiknya Kita masuk?" sela sekretaris Jo yang sejak tadi berdiri di dekat Gadhi.

Bukannya menjawab, Gadhi hanya menatapnya sebentar kemudian berlalu. Ia masuk ke dalam.

Sementara itu, madam Li yang mengetahui kehadiran tuan mudanya itu, langsung merogoh ponselnya dari saku. Ia lalu menghubungi kakek Mahindra.

Sesaat kemudian

Gadhi terlihat keluar dan langsung masuk ke dalam mobil dengan gusar.

"Langsung ke perusahaan!" titah Gadhi dengan wajah dingin.

"Apa ada masalah, Tuan?"

"Jangan bicara, fokus pada jalan!"

Seketika sekretaris Jo langsung diam.

'Apa-apaan Kakek! Kenapa aku tidak boleh menemui gadis itu? Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku?' pikir Gadhi dalam hati.

***

Di sebuah ruangan khusus, dengan penuh uap aroma terapi. Wewangian bunga menyeruak semerbak di sana, Hanum sedang berbaring, ia tengkurap ketika tubuhnya dipijat. Mungkin kelelahan, sampai gadis itu malah ketiduran.

"Nona ... Nona ..."

"Astaga, apa aku ketiduran?" Hanum mengusap wajahnya.

Madam Li hanya mengangguk, kemudian meyerahkan pakaian ganti.

"Latihan pertama malam ini, ada jamuan makan malam. Tuan besar ingin Nona ikut."

"Aku?"

Madam mengangguk.

Seperti dugaannya, malam ini Hanum makan seperti boneka manekin. Harus terlihat cantik, anggun saat diam ataupun sekedar mengambil minum atau memotong daging sapi.

"Bagaimana hari ini?" tanya kakek Mahindra yang duduk satu meja dengan Hanum.

"Cukup baik, Kek."

"Bagus."

"Maaf Kek sebelumnya, bolehkah Hanum menemui ibu sebentar saja?"

Wajah kakek Mahindra kemudian berubah tegas saat mendengar pertanyaan Hanum.

"Tidak!"

Hanum terlihat kecewa, tapi hanya bisa pasrah dan diam. Sepanjang jamuan makan malam itu, Hanum tampak sangat murung. Saat madam Li datang dan berbisik, barulah bibirnya menggembang. Gadis itu harus pura-pura tersenyum meski hatinya kecewa.

Ketika acara selesai, Hanum pun diantar ke D'Rose. Sedangkan kakek Mahindra kembali ke rumah utama. Malam itu Hanum dan madam Li serta sopir pribadi sampai tepat pukul 10 malam.

Saat mereka tiba, ternyata Gadhi sudah menunggu di dalam sana.

"Tuan ... mengapa Tuan di sini? Jika Tuan besar tahu, beliau akan marah."

"Kakek tidak akan tahu kalau tidak ada yang mengadu!" cibir Gadhi kesal.

Pria itu kemudian menarik lengan Hanum dan meninggalkan madam Li.

"Tuan!" panggil madam Li panik. Bisa-bisa nanti kakek Mahindra akan marah.

Sementara itu, Gadhi sama sekali tidak peduli. Ia malah menarik Hanum agar masuk ke dalam mobilnya.

"Keluarlah ... aku ingin bicara berdua saja!" seru Gadhi pada sekretaris Jo.

"Baik, Tuan."

***

Suasana terkesan dingin dalam mobil itu, tanpa basa-basi, Gadhi langsung bertanya pada calon istrinya itu.

"Siapa kau sebenarnya?"

Hanum yang sudah lelah seharian ini, ditambah lagi tidak bisa ketemu ibunda jadi tambah lelah. Lelah hati, jiwa dan raga.

"Aku hanya gadis miskin!" jawab Hanum ketus.

'Kau miskin tapi gayamu seperti putri penguasa! Angkuh!' batin Gadhi yang kesal karena Hanum tidak mau menatapnya saat bicara.

"Apa yang kau rencanakan sesungguhnya?"

"Tanyakan pada kakek! Dan jangan tanya padaku!"

Hanum berbalik, ia sudah akan membuka pintu. Tapi Gadhi justru mencengkram bahunya.

BERSAMBUNG

1
✨️ɛ.
Mak Geni kebanyakan nonton sinetron en teori konstipasi ini..
eh, konspirasi..
Ros Yusmiasih
suks2nya author lah
.....
Ros Yusmiasih
benar author ......bisa gak tamat2 ceritanya 😄😄
Ros Yusmiasih
kapok.mj Ghafi kakrk dilawan ....eh bulan author maksudnya😂😂😂
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
🤣🔥🔥🔥🔥
Andriyati
jangan bilang kalau ibu yg Hanum rawat mrninggal
Elly Rasmanawati
Luar biasa
Elly Rasmanawati: ceritanya mantap....tdk ber tele2....
total 1 replies
RossyNara
kan sudah ku duga, ternyata beberan si Hanum cucunya si kakek.
RossyNara
apa mungkin Hanum cucu kandungnya kakek y?
RossyNara
hati2 Gandi jangan buat Hanum marah dan berubah jadi hulk. /Smirk//Smirk/
RossyNara
ku tunggu kamu bucin parah sama Hanum, Gadhi. /Joyful//Joyful//Joyful/😈😈
Ruswa 123
Kecewa
Ruswa 123
Buruk
Hikmah
lho..lho...tidak sesuai dengN rencana./Drool/
Omha Achun
Luar biasa
Nurhayati Ningsih
gemes
N Wage
aamiin.
si sulung aku umur 8 th baru punya adek.
N Wage
masih penasaran dg cerita masalalu hanum.bagaimana cerita ibunya sampai meninggal dunia sehingga ia diasuh oleh ibunya yg sekarang beserta ayah sambung dan kk tirinya.
N Wage
seperti kemasan terigu saja...segitiga biru😂😂😂😂😂
N Wage
ada.
aku menyaksikan sendiri,walau bukan aku yg mengalami.ada keluarga yg boleh dikata mampu dan berkecukupan tapi masih juga resahndan ingin menguasai harta saudaranya yg lain.padahal sdh dibagi rata oleh orangtua mereka dulunya.sampai memutuskan tali silaturahmi dg saudara2nya yg lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!