NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Nafisa

Takdir Dan Cinta Nafisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.

namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.

bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.

aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.

Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 11

Ia mengeringkan rambutnya yang basah dan berjalan menuju mobil Aldi yang terparkir. Aldi langsung membuka pintu mobilnya saat melihat Nafisa yang berjalan ke arah mobilnya. Nafisa duduk di kursi sebelah Aldi.

“Al.”

“Iya.”

“Kita mau kemana?”

“Main,” jawab Aldi ringkas.

“Main apa?” Nafisa bertanya dengan polosnya.

“Kamu suka main apa Sa?” Aldi bertanya dengan tatapan yang terlihat tajam.

“Gak tahu Al. Aku udah gak pernah main-main lagi. Sejak ayah bunda meninggal. Mulai aku kelas 10 SMA sudah kerja. Sekolah sampai jam 4 sore dan pulang mandi terus berangkat ke kafe dan pulang sudah jam 11 lewat. Jadi gak ada waktu untuk main. Di sini juga kamu lihat. Aku kuliah dan kerja. He......he.....” Jelas Nafisa.

Aldi mengusap kepala Nafisa. “Gadis yang pintar, kuat dan hebat.” Pujinya. “Pernah pacaran?”

Nafisa menggelengkan kepalanya.

“Berarti belum pernah kencan?” Tanya Aldi lagi.

Nafisa kembali menggelengkan kepalanya.

“Ya, udah. Anggap aja kita sekarang sedang kencan.”

Nafisa mengangkat jempolnya. “Siiiiiippp.”

Aldi memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran. Mereka berjalan menuju taman kota. Taman kota terlihat sangat ramai. Walaupun tidak malam minggu. Begitu ramai pasangan suami istri yang membawa anak-anaknya untuk bermain di taman ini. Tampak muda-mudi yang duduk berdua menikmati malam. Aldi dan Nafisa duduk di kursi taman. Nafisa melihat malam yang terasa sangat indah karena malam ini ada bulan yang tampak sangat terang.

“Malam ini indah ya Al.”

“Iya.”

“Tapi aku udah lama nggak lihat bintang apa bintang sekarang sudah hilang ya.”

“Nggak tahu juga.” Jawab Aldi.

“Aku ingat waktu masih di kampung, waktu aku masih kecil. Ayah sengaja bawa aku keluar rumah melihat bintang agar aku berhenti nangis. Bintangnya banyak sekali bertaburan tapi sekarang satu bintang pun sangat jarang kelihatan. Dulu bunda sering nyanyiin aku lagu bintang kecil.” Kata Nafisa lirih seolah untuk dirinya sendiri.

“Al.”

“Hemmm...” Jawab Aldi.

“Aku gak pernah nyalahin takdir Al. Hanya saja, aku terkadang merasa bahwa beban aku terlalu berat. Aku rasanya gak sanggup untuk berdiri.”

Aldi memegang tangan Nafisa. “Sa, kenapa kamu enggak mau cerita ke aku. Apa kamu enggak percaya sama aku Sa?”

Nafisa mulai menagis. “Al, kenapa aku jadi cengeng gini ya Al.”

Aldi memeluk tubuh Nafisa. “Kamu gak boleh lemah dan cengeng Sa. Aku bakalan selalu ada untuk kamu.”

Nafisa mengangkat kepalanya. Melihat mata Aldi dan kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang Aldi. Terdengar suara jantung Aldi yang berdetak sangat kuat.

“Al.”

“Hemmm...”

“Kenapa detak jantung kamu kuat sekali?” Kata Nafisa sambil mengangkat kepalanya.

“Itu karena kamu.”

“Emang aku kenapa Al?” Tanya Nafisa lugu.

“Udah lupain.”

“Al.”

“Hem...”

“Kalau suatu saat kamuat aku tidak sesempurna yang terlihat, apa kamu bakalan ninggalin aku Al?” Tanya Nafisa.

“Gak Sa, manusia gak ada yang sempurna.”

“Al, jalan yuk. Kita beli jajanan.”

“Kamu mau jajan apa?” Tanya Aldi.

“Sepertinya di sini ada bakso pedas Al.”

“Ya udah, ayo kita keliling.”

Mereka berjalan menuju tempat jual jajanan dan kuliner. Mereka berjalan bergandengan.

“Al.”

“Hem...”

“Kalau di dekat kamu, aku merasa nyaman Al.”

Aldi melihat wajah Nafisa dari samping. Tampak gadis itu sedang tersenyum. Ditariknya tangan Nafisa, sehingga tubuh mereka merapat, tampa ada celah sedikitpun. Aldi melingkarkan tangannya di pinggang Nafisa.

“Al.”

“Iya, aku nggak kamu kencan. Ini kencan pertama kamu. Aku harus meninggalkan kesan yang sangat romantis untuk kamu.” Jawab Aldi setengah berbisik di telinga Nafisa.

“Tapi al, kamu buat aku gugup.” Terlihat wajah Nafisa yang semakin memerah.

Aldi tersenyum kecil.

*********

“Al. Makasih ya untuk malam ini. Makasih juga kamu udah berbaik hati gak memecat aku.” Kata Nafisa dengan memberikan senyum termanisnya.

“Kamu kira aku sebodoh itu Sa. Mana mungkin aku pecat kamu. Entar gak ada lagi yang buatkan tugas aku.” Senyum licik menghiasai wajah tampan Aldi.

Seketika senyum Nafisa berubah manyun. “Kamu ya Al.” Nafisa memukul dada bidang Aldi.

Namun tangannya dipegang Aldi. Jantung Nafisa berdetak dengan hebatnya. Aldi menarik Nafisa semakin dekat dengannya. Aldi mencium bibir mungil tersebut dengan sangat lembut. Ia mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Nafisa. Nafas mereka terdengar seperti kejar-kejaran. Cukup lama Aldi menikmati bibir yang terasa manis tersebut. Aldi melepaskan ciumannya. Di saat mereka merasa kehabisan nafas.

Saat Aldi melihat wajah Nafisa. Tampak wajah gadis tersebut memerah sambil mengigit bibir bawahnya. Aldi tersenyum dan menempelkan wajah Nafisa ke dadanya. Nafisa mengangkat kepalanya dan menjauh dari Aldi.

“Al. Aku masuk dulu ya.”

Aldi senyum dan menganggukkan kepala. “Masih mau aku ajak kencan lagi?” Tanya Aldi.

“Apa kalau kencan, ada adegan-adegan cium-cium Al?”

Aldi yang merasa geram melihat Nafisa mulai mengacak-acak rambut Nafisa.

“Iya dong.” Aldi menjawab dengan santainya.

“Kalau gitu, aku pikir-pikir dulu Al. Kalau kamu ngajak aku kencan.”

Aldi tertawa terkekeh mendengar jawaban polos Nafisa. Saat Nafisa mau turun dari mobil Aldi kembali menarik tangan Nafisa dan mencium bibir tersebut. Ciuman yang cukup lama dan terasa Nafisa membalasnya. Walaupun tampak sangat amatiran. Setelah cukup lama mereka berciuman, akhirnya ciuman itu terhenti saat melihat teman kos Nafisa keluar dari dalam kos-kosan tersebut. Tampak Nafisa malu-malu saat melihat Aldi.

“Aku masuk ya Al.”

Aldi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Ciuman lu buat nagih Sa.”

Nafisa memajukan bibirnya sedangkan Aldi memberikan senyum termanis miliknya.

*********

Tiga minggu berlalu dari peristiwa pemerkosaan tersebut. Hubungan Nafisa dan Aldi semakin membaik. Walaupun mereka menjalani hubungan teman tapi mesra. Ya sepertinya hubungan mereka terjadi tanpa ada penembakan terlebih dahulu.

Nafisa bangun pagi dengan merasakan tubuhnya yang sempoyongan. Ia kehilangan keseimbangan. Keringat bercucuran dari keningnya. Perut terasa amat mual. Seluruh isi perutnya minta untuk di keluarkan. Nafisa berjalan dengan memegang dinding agar tidak terjatuh. Kepala yang terasa berputar-putar. Begitu sampai di kamar mandi, Nafisa mengeluarkan isi perutnya ke dalam closed.

Begitu banyak yang keluar, namun seperti tidak mau berhenti, ia tetap memuntahkan seluruh isi perutnya, hingga yang keluar tinggal air dan cairan berwarna kuning yang terasa sangat pahit di lidah. Nafisa menyiram closed tersebut dan berkumur-kumur. Entah kenapa, Nafisa merasa firasatnya yang sangat buruk. Ia mulai mengingat-ingat kapan terakhir ia haid dan sepertinya ia sudah telat 2 minggu. Wajah Nafisa tampak pucat pasi.

***

Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.

😊😊🙏🙏

1
Nur Ajizah
Luar biasa
Winda 12
gak usah nanya lagi kalau mau ngasih makanan beliin aja🤦🤦🤦
Nurhayati
apa rendy sdh curiga itu amera ya
dan dia pura2 tidak mengenali
Nurhayati
apa rendy sdh curiga itu amera ya
dan dia pura2 tidak mengenali
Cerita Emmilia
ya Aalah tragis ya nasib nafusa, ga ada saudara, org tua, bingubg ya mau minta toling kesiapa
Cerita Emmilia
nafisa kurang srek
🐊⃝⃟★aza_thv🐨
kmu jahat bgt si thor, kpn bahagia ny si nafisa udh nyesek ni baca ny😭😭
Kadek Bella
lanjut thoor
Kadek Bella
terima kasih thoor ;;;tetap smangat
Mila Nurul Khanifa
huhuhu
Mila Nurul Khanifa
nangis aku 😭😭
epifania rendo
nasibnya nafisa
epifania rendo
suka
epifania rendo
nafisa pergi sja dri kota itu
epifania rendo
dasar laki2 sampah
epifania rendo
jadian aja
epifania rendo
sudah ada tanda2
epifania rendo
aldi ada hati sama nafisa
epifania rendo
begitu kh julian dasar tidak tau diri
epifania rendo
kasian nafisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!