NovelToon NovelToon
Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:152.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Spinn Off cerita dari Vira dan Firlan dari novel "Pesona Cinta Amartha". Kelakuan Vira yang seperti bocil dan sifat keras Firlan membuat hubungan cinta keduanya semakin sulit untuk dilanjutkan ataupun diakhiri. Kehadiran Gusti yang notabene duda beranak satu pun semakin memperkeruh suasana. Bagaimana akhir cerita dari Vira dan Firlan? apakah mereka akan bersatu dalam satu ikatan perkawinan? ataukah mereka memilih berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wejangan dari Bos

"Jam makan siangku usah abis. Aku balik ke kantor," kata Firlan.

"Ya," hanya satu kata yang meluncur dari bibir Vira.

"Aku pergi," ujar Firlan.

"Ya udah sana pergi..."

"Ya udah, bye!" kata Firlan yang kemudian berjalan keluar dan menutup pintu.

Sedangkan Vira duduk kembali. Beberapa kali ia menghela nafasnya.

Dia sudah bertekad menutup hatinya untuk Firlan, namun mengapa setiap mendengar nama Alia membuatnya sedikit tidak nyaman.

Pikirannya segera teralihkan saat beberapa anak masuk menyapanya.

"Kakaaaaak!" teriak salah satu anak perempuan bernama Flo.

"Hai hai hai cantik-cantikku..." sapa Vira pada ketika muridnya yang datang bersamaan.

"Oke, kita tunggu Fania dan Vinda. Baru kita mulai bermain dengan warna-warna ini," kata Vira.

Tak lama, dua anak yang ditunggu pun datang juga. Vira menyambut keduanya dengan pelukan hangat.

Kelima gadis itu masing-masing menghadap sebuah kanvas yang mereka letakkan diatas meja.

Vira memberikan mereka beberapa alat yang akan mereka gunakan untuk kelas painting hari ini.

.

.

Sementara di tempat lain.

Gia sedang duduk diatas meja kerja ayahnya. Dia melipat tangannya di depan dada sambil memainkan kakinya yang menjuntai ke bawah.

"Kenapa nggak hari ini?" ucap gadis kecil yang memiliki rambut hitam panjang.

"Karena, jadwalnya sudah penuh..." jawab Gusti yang sibuk mendamaikan hati putri kecilnya.

"Papi bohong!" kata Gia membuang muka.

"Papi nggak pernah sekali pun berbohong pada Gia. Dan Gia tahu itu," kata Gusti lembut, ia mengusap puncak kepala anaknya.

"Tapi Gia maunya sekarang," Gia mencebikkan bibirnya, sesekali ia melirik Gusti.

"Nggak bisa, Gia..."

"Harusnya bisa," Gia tak mau kalah.

"Hahhhh..." Gusti membuang nafas perlahan.

"Gia terkadang, kita nggak bisa memaksakan kehendak kita pada seseorang maupun keadaan. Gia juga butuh berlatih sabar, dan papi yakin Gia bisa melakukan itu..." kata Gusti.

"Gia mau kan menunggu satu hari lagi?" tanya Gusti.

Dengan berat hati sang gadis mengangguk. Gusti tersenyum.

"Kau mau menikmati beberapa scoop ice cream, Nona?" tanya Gusti pada anaknya.

"Aku mau yang banyak!" kata Gia menggerakkan tangannya membentuk sebuah bulatan besar.

"Wohooo! baiklah, papi akan belikan satu lemari ice cream untuk kau bawa pulang," kata Gusti.

"Tunggu sebentar," Gusti meminta Gia untuk menunggu.

"Aku nggak mau di rumah, aku mau satu kemari eskrim itu di taruh di ruangan ini. Karena aku akan menemani papi hari ini!" titah Gia seperti bos kecil.

"Baiklah. Nona manis..."

.

.

Matahari rasanya bergerak lebih cepat dari biasanya. Atau memang pria itu memang tak kenal waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang asisten.

"Lan? apa kau sudah menyiapkan penerbangan dan hotel tempatku menginap?" tanya Satya.

"Semua sudah diurus Maura, Tuan..." jawab Firlan.

"Oke, bagus kalau begitu..." ujar pria yang kini menutup pena dan mengembalikannya ke tempat semula.

"Kalau begitu, saya permisi Tuan..."

"Kenapa? kau seperti orang yang sedang terburu-buru?" tanya Satya.

"Saya akan menjenguk teman yang sedang sakit,"

"Teman?" Satya menautkan kedua alisnya.

"Ya teman,"

"Satu hal yang perlu kamu ketahui. Jika kau membuat seorang wanita kecewa, jangan salahkan dia jika dia lebih memilih orang lain. Yang mungkin membuatnya hangat dan nyaman," kata Satya tiba-tiba.

"Terima kasih wejangannya, Tuan..." kata Firlan seraya membungkukkan badannya sekilas dan langsung berjalan keluar.

Sebenarnya bukan tanpa alasan Satya bicara seperti itu pada Firlan. Karena Amartha yang kebetulan akan membawa Evren menemui dokter spesialis anak tak sengaja melihat Firlan bersama wanita menuju IGD kemarin.

"Mas? itu bukannya Firlan?" tanya Amartha pada suaminya. Amartha pun geram saat melihat Firlan begitu dekat dengan wanita itu, pasalnya pria itu masih dekat dengan Vira, sahabatnya. Satya yang mengenal wanita yang bersama Firlan saat itu pun hanya bisa diam, mendengar istrinya yang mengomel tidak jelas.

.

.

Saat ini Firlan masuk ke dalam ruangannya dan membereskan beberapa file yang masih tercecer di meja.

"Dia bicara seolah dia yang paling mengerti soal wanita," gumam Firlan.

Ia merogoh saku jasnya dan mendial nomor Alia. Sesbenarnya kedekatan Firlan dan Alia tak lebih dari sekedar rekan asisten, karena mereka bos mereka pernah menjalin kerja sama. Dan Firlan juga pernah meminta Alia untuk memanasi Vira saat wanita itu dekat dengan seorang pria bernama Ricko. Pria yang pernah mendonorkan ginjalnya pada ayah Vira, Raharjo.

"Halo, Alia..." sapa Firlan yang masih duduk di kursinya.

"Maaf aku tidak bisa berkunjung, karena pekerjaanku sangat banyak. Aku harap kau akan cepat sembuh," ucap Firlan cepat seakan tak memberi kesempatan Alia untuk berbicara.

"Lebih baik, aku ke kontrakan Vira. Kira-kira dia sudah pulang belum, ya?" Firlan menggigit bibirnya. Ia pun mulai melakukan panggilan pada kontak yang ia namai 'ayamku'.

"Ya, ada apa?" sapa suara wanita yang sangat familiar ketusnya.

"Sudah pulang?" tanya Firlan tak bisa berbasa-basi.

"Astaga, apakah ada anak kecil yang belajar les sampai petang seperti ini?"

"Apa aku boleh ke sana, Vir?" tanya Firlan ragu.

"Tempat les ku sudah tutup, kecuali kamu ingin menjadi satpam gratis disana..." jawab Vira.

"Haish, aku bukan ingin ke tempat lesmu, tapi ke rumah kontrakanmu!" kata Firlan mendesis.

"Boleh tapi jarak minimal 10 meter," jawab Vira.

"Astaga, Vira! kamu bener-bener, ya!" gumam Firlan dalam hati.

"Jangan makan dulu, karena aku sebentar lagi kesana membawakanmu segudang makanan!' ucap Firlan seraya menutup teleponnya.

"Astaga, wanita itu selalu membuatku naik darah," kata Firlan memijit keningnya.

Sementara Vira melempar dirinya ke atas ranjang dengan rambut yang ia ikat setengah bagian ke belakang.

"Kita lihat, bagaimana kamu bisa menepati janjimu itu," kata Vira seraya menatap langit-langit.

Ia memejamkan matanya sejenak, dan ia teringat beberapa kenangan manis yang sempat terekam di memori otaknya.

"Hahhh, kau tahu? kita sama-sama bodoh dan tidak beruntung dalam urusan percintaan," Vira tersenyum getir mengingat hubungannya dengan Firlan.

Pria yang berjanji akan mendatangi Vira ke kontrakan, kini sedang mutar-muter memilah makanan apa yang akan ia santap bersama wanita yang sedang ia rebut kembali hatinya.

"Ayam lagi?" Firlan menaikkan satu alisnya.

"Nggak lah! bisa-bisa Vira berkokok besok pagi kalau kebanyakan makan ayam,"

Firlan mengetuk-ngetukkan jari di stir mobilnya sambil menikmati lagu.

"Kayaknya nasi padang aja cocok, tuh!" sebuah senyuman terukir di wajah Firlan.

"Eh, tapi dia kan lagi batuk. Nggak boleh banyak makan santan atau minyak," Firlan menggeleng. Nasi padang dicoret dari pilihannya. Kini ia melewati banyak penjual makanan dari lesehan sampai restoran semuanya tidak dipilih Firlan.

"Hadeh, makan apa harus ya? arghhh! milih makanan aja susah banget," kata Firlan gregetan.

Pria itu akhirnya membeli sop buntut dan jeruk panas untuk Vira. Pria itu segera menekan pedal gasnya dalam-dalam dan meluncur menuju rumah kontrakan Vira.

...----------------...

1
Andiyas
sumpah! gedek sama Zanna. pengen tak kunyah rasanya. kemarin Alien, habis itu Andika. eh Andini. sekarang Zantul. hadehhh.

ceritamu selalu bisa bikin hati hanyut thor. semangat Thor ❤️
Yuyun
duh zanna kampret,, sengaja pengen ngikutin gaya nya Vira,, biar Firlan tertarik sama dia.. ngaca woii
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: kaca mana kaca
total 1 replies
Andiyas
Aku cuma mau bilang, semangat ya Thor ❤️ meski tak bisa dipungkiri, aku nggak suka sama Firlan. Entahlah mungkin jg Krn alasan pribadi. aku g suka sama cowok modelan Firlan. meski niatnya mau bikin cemburu. tetep aja g gitu caranya. sekarang malah jd tambah rumit kan. si alien jg kayak selalu bergantung sama Firlan. tau ah, author jago banget bikin hati jungkir balik
Andiyas: 😁😁 maapken saya yg menggalau dulu sebelum mulai dubbing. Jadinya malah terhambat audionya 😁😁 btw, udah nyicil 3 bab tadi. gimana musiknya? kurang cocok kah? mungkin ada saran musik yg lebih cocok?
total 2 replies
Andiyas
Firlan bikin sesek aja kerjaannya. g tau apa dia, kalau perhatian ke cewek itu, akan membuat si cewek berharap. begitu jg yg dirasakan Alia mungkin, makanya dia jd berharap sama Firlan. harusnya kalau sukanya sama Vira y g usah perhatian sama yg lain. Tau ah, jd panjang gini kan komennya. Jangan salahin aku, salahin aja Firlan yang suka bikin kesel. Semangat ya Thor ❤️
Andiyas: makasih ya😂❤️
total 4 replies
bluemoon007
😍😍😍
Abel Yasmin
good
Ni.Mar
penny hanya bertanggung jawab pada tugasnya sebagai pengasuh. aku pernah di posisi itu wktu jd baby sitter di cikokol
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: serba salah kdg
total 1 replies
Ni.Mar
bnr bgt wanita selalu yg terdepan dlm segala Hal.
Ni.Mar
mampir thorrrrr.....
Herfika Hermansyah
😍😍😍😍😍😍😍😍😍
macil
cewe suka mancing bahas mantan ujung ujung nua dia juga yang marah.. kaya aku haiiiiisssss
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: #sendiri
total 2 replies
TK
jos
lina
kepergok 🤭🤭
TK
🌷🌷✍️✍️
lina
eeet y tembak bae apa 🤭
TK
top 👏👍
TK
👍👏
TK
yuk2
lina
tuh kan benr, gusti jadi tau dah
TK
ehhh apa tuh? 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!