NovelToon NovelToon
Bukan Salahku Selingkuh

Bukan Salahku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:195.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

WARNING...!! SIAPKAN KOMENTAR TERPEDAS KALIAN YA😁

Novel ini di angkat dari kisah nyata mungkin pada awalnya si pihak perempuan bisa di bilang bodoh, kalau penasaran yuk lanjut baca kalau gak skip aja ya😁




"Tidak, bukan aku yang memulai. Kau yang lebih dulu mengkhianati ku. Lalu kenapa sekarang kau merasa paling tersakiti?" Winda menatap wajah suaminya dengan sesak di dadanya.

"Maafkan aku, aku khilaf. Tapi, kenapa kau malah berselingkuh dari ku?"

Lelaki yang tidak memiliki perasaan ini dengan entengnya melontarkan pertanyaan yang membuat Winda tertawa geli.

Bukan kesalahan Winda berselingkuh, sejak mereka menjalin hubungan di saat kuliah, Tama lah yang sudah mengkhianatinya terlebih dahulu.

Memaafkan berulang kali, begitu seterusnya hingga mereka menikah. Hati Winda benar-benar patah, wanita ini membalas pengkhianat suaminya. Mempertahankan rumah tangga demi nama baik masing-masing dari keluarga mereka. Linda dan Tama, hidup dalam kemunafikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

"Kita pulang sekarang ya...!" ajak Ferdi.

"Nanti, setengah jam lagi," ujar Winda yang merasa nyaman berada di bahu Ferdi.

"Nanti suami mu mencari mu, bagaimana?"

"Dia tidak akan mencari ku, dia sedang sibuk dengan perempuannya!"

"Win, kenapa tidak kau akhiri saja rumah tangga mu yang rumit ini. Di luar sana masih banyak laki-laki yang bisa menjadikan kau ratu termasuk aku."

"Kau tahu sendiri siapa orangtua ku dan siapa orangtua Tama. Kami tidak mungkin bercerai."

"Dan kau akan hidup dengan rasa hambar seperti ini, selamanya?"

"Kita jalani saja yang ada sekarang. Hanya kau yang mengerti tentang aku, semua orang selalu menyalahkan ku dan membela Tama. Ferdi, aku merasa nyaman dengan mu!"

"Aku sih tidak masalah, hanya saja aku takut jika hubungan kita ini ketahuan nantinya."

"Bodoh amat, mereka hanya bisa berkomentar tanpa tahu bagaimana rasa sakit yang aku rasakan."

"Selagi itu bisa membuat mu nyaman, aku bersedia menemani mu kapan saja!" ujar Ferdi.

Untuk hubungan Winda dan Ferdi, sejauh ini mereka hanya pergi bersenang-senang, makan atau pun jalan-jalan untuk sekedar cuci mata. Winda juga tidak mau tidur dengan pria lain selain suaminya.

Winda tiba di rumah larut malam, Tama menyambut dengan wajah dingin marah.

"Dari mana saja kau, kenapa baru pulang?" tanya Tama masih menahan emosinya.

"Kenapa? apa kau marah?" winda bertanya balik, "kau saja pergi minum dengan wanita mu aku tidak marah!" ketus Winda membuat Tama terdiam.

Membuntuti istrinya masuk kedalam kamar, Tama bingung ingin bicara apa.

"Aku hanya khawatir dengan kandungan mu. Jika kau kenapa-kenapa bagaimana?"

"Tidak ada yang perlu di khawatir. Aku bisa menjaga diri ku dan anakku tanpa kau!" ketus Winda sekali lagi.

Hanya mencuci wajah kaki dan tangan, Winda langsung naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut.

"Winwin,....!"

"Berhenti bicara, aku mau tidur!"

Huft,...

Tama hanya bisa menghela nafas panjang. Makin hari sikap Winda semakin dingin terasa. Meskipun Winda selalu menjalankan kewajiban sebagai seorang istri, tapi Tama bisa merasakan jika semuanya hanya terpaksa.

Keesokan harinya, Weni datang ke rumah anaknya. Jika di lihat, Tama tidak buruk juga, pagi sekali Weni mendapati menantunya sedang memasak sedangkan Winda masih tidur.

Weni tidak jadi menemui Winda, tidak enak hati pada Tama. Akhirnya Weni memutuskan untuk pulang. Tak seberapa lama Weni pulang, Winda bangun dan langsung menuju dapur.

"Ada mamah mu tadi ke sini," ujar Tama memberitahu.

"Mana dia?" tanya Winda celingukan mencari.

"Sudah pulang, kau masih tidur tadi. Mamah juga gak mau bangunin kamu."

"Oh,...!"

"Itu ada buah mangga dari mamah, mau aku buatkan jus mangga?" tawar Tama.

"Terserah,...!" seru Winda acuh.

Akhir pekan yang membosankan, baik Tama maupun Winda hanya menghabiskan di rumah. Jujur saja, Tama tidak berani mengajak istrinya mengobrol.

"Kita pergi yuk!" ajak Tama.

"Aku malas!" tolak Winda.

"Yah, kenapa malas? kita pergi lihat-lihat perlengkapan bayi."

"Oh, tunggu sebentar!" ujar Winda langsung masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian.

Tama senang jika Winda mau di ajak pergi seperti ini. Mereka pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota mereka. Demi menyenangkan Winda, Tama mengajak sang istri membeli banyak barang.

"Aku ingin makan salad buah di cafe xxx, ayo ke sana!" ajak Winda langsung di iya kan oleh Tama.

Apa pun yang di minta Winda, dengan cepat Tama menurutinya. Bukanya apa, Tama berharap jika Winda bisa melupakan masalah beberapa hari yang lalu.

"Hai Tam,....!" sapa Tania yang tiba-tiba ada di sana.

Winda memutar bola matanya malas, selera makannya langsung hilang. Tama langsung bersikap serba salah.

"Tam, suami ku mengancam ku lewat chat. Bantu aku, ini bisa kita jadikan bukti...!" ujar Tania yang sama sekali tidak menghargai Winda di sana.

"Tan, kita bahas hari senin ya. Aku sedang bersama istri ku!" kata Tama.

"Istri mu perempuan, pasti dia sangat,mengerti dengan masalah ku ini. Iyakan...!" ucap Tania yang tersenyum paksa ke arah Winda.

"Jika aku tidak bisa mengerti bagaimana?" tanya Winda membuat senyum Tania langsung hilang, "seharusnya kau bisa membedakan mana jam kerja dan mana waktu bersama keluarga. Suami ku kan sudah bilang hari senin, bukankah itu sesuai jam kerja suami ku?"

Jleb,....

Tania menahan malu.

"Bagi ku, semua hari adalah sama. Tama teman sekolah ku dan kami kenal sudah lama."

"Ya tapikan aku istrinya!" sahut winda dengan santainya.

"Tan, kau pergi saja. Nanti ku hubungi untuk masalah mu ya..!"

Mau tidak mau Tania pergi, tidak jadi makan di cafe tersebut. Tama kembali merasa canggung, Winda kembali dingin dan acuh padanya.

"Aku sudah selesai, aku mau pulang!" ujar Winda langsung meninggalkan cafe.

Tama buru-buru membayar setelah itu menyusul Winda di mobil. Mereka langsung pulang, Winda benar-benar kehilangan mood hari ini.

"Jika kau berada di posisi ku apa yang akan kau lakukan?" tanya Winda tiba-tiba.

"Bisakah kita tidak membahas ini?" ujar Tama yang sangat malas.

"Wah, egoisnya!" seru Winda lalu tertawa.

"Aku tidak egois, hanya saja aku sedang malas!"

"Baguslah, kalau begitu jangan salahkan aku jika aku membalas semuanya!" sahut Winda berlalu masuk kedalam kamar.

Pulang ke rumah bukanya beristirahat atau pun bicara baik-baik. Tama dan Winda malah bertengkar hebat. Tama tetap egois, hanya meminta Winda bersikap dewasa untuk mau memaafkannya.

Tama meminta pada Winda untuk kembali seperti awal mereka pacaran. Saling percaya itu salah satunya. Sungguh geli hati Winda, entah kenapa Tama bisa menjadi suaminya.

"Hebat sekali, aku sebagai seorang perempuan dan istri harus kau tuntut legowo menerima semua kebejatan mu. Kau pikir harus ini di buat dari tepung kah?"

"Aku sudah berulang kali minta maaf pada mu. kenapa kau tidak mengerti juga?"

"Maaf, kau pikir dengan kata maaf mu itu bisa mengubah segalanya dalam hati ku hah?"

"Win, kunci rumah tangga itu harus saling percaya dan mau menerima kesalahan pasangan. Kenapa kau keras kepala juga?"

"Wuah, hebat sekali kata-kata mu. Mas Tama yang terhormat, akan ku tunjukan apa itu rasa sakit dan menerima kesalahan pasangan. Lihat saja nanti....!"

"Kau mengancam ku kah?" teriak Tama.

"Aku tidak mengancam mu, aku hanya ingin kau tahu bagaimana rasanya berada di posisi ku. Apa itu salah?"

Tama menatap Winda curiga, setiap kata-kata yang di lontarkan Winda seolah bermakna.

"Kau main di belakang ku kah?" tanya Tama penuh dengan rasa curiga.

1
Nurul Aeni
baru jg tunangan kesalahan fatal di maafin,klo udh nikah makin menjadi nantinya
Rita Juwita
bagus thor...
mak² rempong
semoga mereka sama² bertaubat dan d beri hidayah oleh Allah.. dan semoga kebahagian akan menghampiri keluarga mereka
Rani Anggraeni
syukaaa karakter winda
hajar terus win 🤣🤣🤣
komalia komalia
balasan buat si Diana nya coba sampai
komalia komalia
sampai aku skip baca bab sebelum nya saking muter cerita nya jadi gitu gitu aja yang ada tambah mendidih ujung ujung nya masih juga bertahan
komalia komalia
berbelit tak berkesudahan terus aja gitu
Fay
Luar biasa
Dyah Oktina
wah...hamil lagi kah... haduh.. anak dah 2 ngak keurus. nambah anak lagi...anak siapa tuh...hah... pd bodoh ya..
Dyah Oktina
emang keluarga sableng...herman ini
Dyah Oktina
memiliki anak
Farika Willesden
Luar biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
cerita paling gila' yg pernah dibaca. serasa baca rumah tangga kucing 🗿
niat hati baca novel untuk melepas penat , eh yang ada malah bertambah bahkan max level lagi
Firgi Septia
tapi knapa sampai mengulangi perbuatannya berzinah dan hamil ke dua kalinya dengan laki2 lain
Firgi Septia
knapa mereka TDK bercerai padahal rumah tangganya sdh TDK bisa tertolong lagi
Firgi Septia
heran dgn kelakuan winda
Firgi Septia
bingung mau ngomong apa
Firgi Septia
memang ortu TDK benar ini
Firgi Septia
ayahnya ini begitu menjerumuskan anaknya ke hal yg salah bukannya menasehati malah mengajak anaknya berbuat salah
Firgi Septia
Winda jadi begitu kelakuannya sama saja dengan kelakuan suaminya dulu kalau sakit kenapa harus melakukan perbuatan zina knapa tidak berdoa dan meminta nasehat misalnya dari ustad dan ayahnya jg sebelumnya sdh mendukung perceraiannya knapa tdk bercerai saja,memikirkan kembali untuk melanjutkan pernikahan tetapi selingkuh berakhir zina dan hamil sama saja dengan kelakuan suaminya, jadi bingung mau bagaimana lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!