Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEO yang memilih hatinya
Pagi hari menyelimuti Kota New York dengan suasana yang berbeda.
Biasanya gedung pencakar langit Wesley Corporation menjadi simbol kekuatan dan keberhasilan.
Namun hari ini...
Gedung itu menjadi pusat perhatian seluruh media.
Berita tentang keluarga Wesley tersebar luas.
"Muncul Pewaris Rahasia Keluarga Wesley."
"Grizella Madeline Dealova Diduga Memiliki Hubungan dengan Warisan Wesley."
"Masa Depan Wesley Corporation Dipertaruhkan."
Semua orang membicarakan satu nama.
Grizella.
Di dalam penthouse Galaxy, suasana terasa sunyi.
Grizella berdiri di depan jendela besar sambil melihat kota.
Dulu ia hanya seorang anak magang yang ingin membangun karier.
Ia tidak pernah membayangkan hidupnya berubah menjadi pusat konflik keluarga miliarder.
Galaxy menghampirinya.
"Kau belum tidur?"
Grizella menoleh.
"Bagaimana bisa tidur kalau seluruh dunia membicarakan saya?"
Galaxy diam.
Ia tahu ini semua berat.
"Kau bisa pergi jika ingin."
Kalimat itu membuat Grizella langsung menatapnya.
"Apa?"
Galaxy menatapnya serius.
"Jika kau ingin kembali hidup normal, aku akan membantu."
"Semua masalah ini terjadi karena keluargaku."
Grizella menghela napas.
"Galaxy."
"Apa?"
"Anda benar-benar menyebalkan."
Galaxy sedikit mengernyit.
"Kenapa?"
"Karena Anda selalu berpikir cara melindungi seseorang adalah dengan menjauhkan mereka."
Ia berjalan mendekat.
"Saya tidak meminta hidup saya kembali seperti dulu."
"Saya hanya ingin Anda berhenti memutuskan semuanya sendirian."
Galaxy terdiam.
Untuk pertama kalinya...
Galaxy tidak memiliki jawaban.
Karena Grizella benar.
Selama ini ia selalu kehilangan orang-orang yang ia cintai karena ia mencoba melindungi mereka dengan cara yang salah.
Ia menjauh.
Ia menutup hati.
Ia menanggung semuanya sendiri.
Namun Grizella berbeda.
Wanita itu tidak meminta diselamatkan.
Ia ingin berdiri di sampingnya.
Di kantor Wesley Corporation...
Situasi semakin buruk.
Beberapa investor meminta Galaxy mundur sementara.
"Jika pewaris rahasia benar-benar ada, perusahaan harus menjelaskan semuanya."
Salah satu direktur berkata.
Galaxy masuk ke ruang rapat.
Semua orang langsung diam.
Ia berdiri di depan meja.
"Aku tidak akan mundur."
Suasana menjadi tegang.
"Karena masalah ini bukan tentang posisi CEO."
"Ini tentang seseorang yang mencoba menghancurkan keluarga Wesley."
Aaron menampilkan data terbaru.
"Kami menemukan jalur komunikasi Leonard."
"Ternyata dia tidak bekerja sendiri."
Galaxy melihat layar.
Ada beberapa nama perusahaan besar yang terhubung.
"Jadi The Black Crown masih aktif."
Alexander yang hadir di ruangan itu mengangguk.
"Dan mereka baru memulai permainan."
Tiba-tiba pintu ruang rapat terbuka.
Grizella masuk.
Semua orang terkejut.
Galaxy menatapnya.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Grizella berjalan dengan tenang.
"Saya datang untuk bekerja."
Beberapa direktur berbisik.
"Dia pewaris rahasia itu?"
"Dia hanya mantan anak magang..."
Grizella mendengar semuanya.
Namun ia tetap berjalan menuju meja rapat.
"Saya mungkin bukan seorang CEO."
"Tapi saya tahu satu hal."
Semua mata tertuju padanya.
"Orang yang menyerang perusahaan ini ingin membuat kita takut."
"Dan jika kita mulai saling mencurigai, berarti mereka sudah menang."
Galaxy menatapnya.
Untuk pertama kalinya...
Ia melihat Grizella bukan sebagai asistennya.
Tetapi sebagai seseorang yang pantas berdiri di sisinya.
Namun sebelum rapat selesai...
Sebuah pesan masuk ke semua komputer perusahaan.
Pesan dari Leonard.
"Selamat datang, pewaris terakhir."
"Sekarang permainan sebenarnya dimulai."
Layar berubah menampilkan sebuah foto.
Foto Grizella.
Tetapi di sampingnya...
ada foto seorang bayi laki-laki dengan nama yang membuat Galaxy membeku.
"Alfan Wesley."
Galaxy menatap layar.
Padahal anak itu belum pernah lahir.
Lalu kenapa Leonard sudah mengetahui nama pewaris masa depan keluarga Wesley?
Ruang rapat Wesley Corporation berubah menjadi sunyi.
Semua orang menatap layar besar yang masih menampilkan foto bayi dengan nama yang membuat Galaxy kehilangan kata-kata.
Alfan Wesley.
Nama itu bukan sekadar nama.
Itu adalah nama yang belum pernah digunakan siapa pun.
Nama yang bahkan Galaxy sendiri belum pernah pikirkan.
Namun Leonard sudah mengetahuinya.
"Apa maksudnya ini?"
tanya salah satu direktur dengan wajah bingung.
Galaxy tidak menjawab.
Matanya masih tertuju pada layar.
Pikirannya mencoba mencari hubungan.
Bagaimana mungkin seseorang mengetahui sesuatu yang bahkan belum terjadi?
Grizella melihat perubahan ekspresi Galaxy.
"Galaxy..."
Pria itu mengepalkan tangannya.
"Dia tahu terlalu banyak."
Alexander berjalan mendekati layar.
Wajahnya berubah serius.
"Ini bukan ramalan."
Semua orang menoleh.
"Apa maksud Anda?"
Alexander menunjuk kode kecil di bagian bawah foto.
"Itu bukan nama anak."
"Itu adalah kode."
Galaxy memperhatikan lebih dekat.
Di bawah tulisan Alfan Wesley terdapat simbol yang sama dengan lambang keluarga lama.
"Kode warisan?"
tanya Galaxy.
Alexander mengangguk.
"Ya."
"Leonard mencoba membuat kita percaya bahwa dia memiliki kendali atas masa depan."
Grizella menghela napas lega.
Namun tetap ada pertanyaan besar.
"Kenapa dia menggunakan nama itu?"
Alexander terdiam.
Lalu berkata,
"Karena Alfan adalah nama yang sudah disiapkan oleh keluarga Wesley sejak generasi sebelumnya."
Galaxy menatap ayahnya.
"Disiapkan untuk siapa?"
Alexander melihat ke arah Grizella.
"Untuk pewaris yang akan melanjutkan garis keluarga."
Suasana kembali hening.
Galaxy langsung berdiri di depan Grizella.
Gerakannya refleks.
Melindungi.
Seperti selalu.
Namun kali ini Grizella menyadarinya.
"Kau melindungi saya lagi."
Galaxy menatapnya.
"Tentu."
"Kenapa?"
"Karena kau penting."
Jawaban itu keluar begitu saja.
Dan untuk beberapa detik...
keduanya terdiam.
Para direktur mulai meninggalkan ruangan.
Kini hanya tersisa Galaxy, Grizella, Alexander, dan Aaron.
Aaron membuka laporan baru.
"Tuan, kami menemukan sesuatu tentang Leonard."
Galaxy menoleh.
"Apa?"
"Dia tidak hanya menyerang dari luar."
"Dia memiliki seseorang di dalam perusahaan."
Galaxy langsung serius.
"Siapa?"
Aaron menggeleng.
"Kami belum tahu."
"Tapi orang itu memiliki akses tingkat tertinggi."
Malam harinya...
Galaxy kembali ke penthouse bersama Grizella.
Namun suasana di antara mereka berbeda.
Tidak lagi seperti CEO dan asisten.
Ada sesuatu yang perlahan berubah.
Grizella duduk di sofa sambil membaca dokumen.
Galaxy membuatkan kopi.
Grizella menatapnya heran.
"Anda membuat kopi?"
Galaxy mengangkat alis.
"Aku juga manusia."
"Saya kira CEO seperti Anda hanya tahu memberi perintah."
Galaxy hampir tersenyum.
"Kau memang suka mencari masalah."
"Dan Anda suka berdebat dengan saya."
Untuk beberapa saat, mereka tertawa kecil.
Momen sederhana.
Tetapi bagi Galaxy...
itu terasa sangat berharga.
Namun kebahagiaan kecil itu tidak berlangsung lama.
Pintu penthouse tiba-tiba berbunyi.
Sistem keamanan menunjukkan seseorang berada di luar.
Galaxy langsung berubah waspada.
Ia melihat kamera.
Dan wajahnya berubah.
Karena orang yang berdiri di depan pintu adalah...
Leonard Wesley.
Sendirian.
Tanpa pengawal.
Tanpa senjata.
Seolah ia datang bukan untuk menyerang.
Tetapi untuk berbicara.
Galaxy membuka komunikasi.
"Apa maumu?"
Leonard tersenyum melalui kamera.
"Aku datang membawa kebenaran."
"Tentang apa?"
Leonard menatap tajam.
"Tentang Grizella."
Galaxy langsung diam.
Leonard melanjutkan.
"Karena ada satu hal yang belum diketahui gadis itu."
"Ayah kandungnya..."
"bukan orang yang selama ini dia percaya."
Grizella yang mendengar kalimat itu langsung membeku.
Suasana penthouse mendadak berubah.
Kalimat Leonard masih menggantung di udara.
"Ayah kandungnya bukan orang yang selama ini dia percaya."
Grizella berdiri diam.
Wajahnya menunjukkan kebingungan.
"Apa maksudnya?"
Galaxy langsung menatap layar kamera dengan tatapan tajam.
"Leonard."
"Jangan bermain dengan keluargaku."
Leonard tersenyum tipis.
"Kau selalu seperti ini, Galaxy."
"Selalu melindungi orang lain sebelum mencari kebenaran."
Galaxy membuka pintu penthouse.
Namun sebelum Leonard masuk, dua anggota keamanan sudah mengelilinginya.
"Aku datang tanpa niat menyerang."
Leonard mengangkat kedua tangannya.
"Aku hanya ingin memberikan sesuatu."
Ia mengeluarkan sebuah amplop tua.
Galaxy tidak langsung mengambilnya.
"Apa itu?"
Leonard menyerahkan amplop itu kepada Galaxy.
"Surat dari Elena Hart."
Nama itu membuat Grizella langsung menoleh.
"Ibu saya?"
Leonard mengangguk.
"Surat yang seharusnya tidak pernah sampai kepadamu."
Galaxy membuka amplop tersebut dengan hati-hati.
Di dalamnya terdapat sebuah surat pendek.
Tulisan tangan Elena terlihat jelas.
"Untuk putriku, Grizella."
Grizella mendekat.
Tangannya perlahan menyentuh surat itu.
Namun sebelum membaca lebih jauh, Galaxy melihat ekspresi Leonard.
"Kau ingin sesuatu sebagai imbalannya."
Leonard tersenyum.
"Akhirnya kau mengerti."
"Aku ingin kau melihat kebenaran sebelum memutuskan siapa musuhmu."
Grizella mengambil surat itu.
Ia membaca perlahan.
"Grizella, jika suatu hari kau menemukan surat ini, berarti rahasia yang selama ini kusimpan sudah terbuka."
"Aku ingin kau tahu satu hal."
"Aku tidak pernah meninggalkanmu."
Air mata Grizella mulai jatuh.
Selama bertahun-tahun ia bertanya mengapa ibunya pergi.
Dan sekarang...
ia mendapatkan jawabannya.
Namun halaman berikutnya membuat semuanya berubah.
"Ayahmu masih hidup."
Grizella membeku.
Galaxy menatap surat itu.
Karena ia tahu...
ini bukan tentang Alexander.
Nama berikutnya tertulis jelas.
"Ayah kandungmu adalah seseorang yang memiliki hubungan dengan keluarga Wesley."
Grizella menatap Galaxy.
"Jadi..."
"Selama ini saya memiliki ayah yang tidak saya kenal?"
Galaxy tidak langsung menjawab.
Ia tahu rasa sakit itu.
Rasa kehilangan seseorang yang bahkan belum pernah benar-benar dimiliki.
Leonard melihat mereka.
"Aku tahu siapa dia."
Galaxy langsung menatapnya.
"Siapa?"
Leonard terdiam beberapa detik.
Lalu berkata,
"Orang yang menjadi alasan kenapa Elena harus menyembunyikan Grizella."
Ruangan menjadi sunyi.
"Dia adalah..."
Leonard berhenti.
Seolah sengaja menunggu reaksi mereka.
"Putra tertua keluarga Wesley."
Galaxy membeku.
Karena jika perkataan itu benar...
maka Grizella memiliki hubungan darah langsung dengan keluarganya.
Tiba-tiba ponsel Aaron berbunyi.
Ia melihat pesan masuk dan wajahnya berubah.
"Tuan..."
"Ada masalah."
Galaxy menoleh.
"Apa?"
Aaron menunjukkan layar.
Sebuah berita baru muncul.
"Dokumen keluarga Wesley bocor: identitas pewaris perempuan terungkap."
Di bawah berita itu terdapat foto Grizella.
Dan judul besar:
"Wanita yang akan mengubah masa depan Wesley Corporation."
Galaxy melihat Grizella.
Untuk pertama kalinya ia menyadari...
masalah mereka bukan lagi sekadar perang bisnis.
Rahasia keluarga mereka sudah menjadi milik dunia.
Leonard berjalan pergi sambil berkata,
"Selamat datang di permainan sebenarnya."
"Karena mulai sekarang..."
"Semua orang akan memburu Grizella."
Pintu penthouse tertutup.
Galaxy langsung menarik Grizella mendekat.
Bukan sebagai CEO.
Bukan sebagai pewaris Wesley.
Tetapi sebagai pria yang takut kehilangan seseorang yang sudah mulai ia cintai.