NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:986.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Sebuah Ancaman Untuk Ardana

     "Ku tak habis pikir, kurangku di mana...kau tega menduakan aku...."

     Penggalan lirik lagu penyanyi Astrid dari ponsel Nayra terdengar menyayat kalbu. Sesekali Nayra mengusap bening di sudut matanya yang memaksa jatuh. Entah kenapa, ia begitu larut dalam lirik lagu itu. Begitu dalam dan menyayat hati.

     "Nay, mencintai kamu Mas, tapi sepertinya cinta Nay tidak berbalas. Lalu harus sampai kapan Nay harus bertahan?" Tulisan itu tertuang kembali dalam sebuah buku diary miliknya. Tetes air mata sesekali menetes mengenai buku diary itu. Nayra langsung menggeser letak buku diary itu, agar tidak terkena tetesan air matanya.

     "Lakukan saja tugasmu dengan baik Nay. Karena kamu masih bertahan dan terikat pernikahan. Terlebih pernikahan kalian kuat secara hukum negara dan kedinasan serta agama. Tidak mudah lepas begitu saja atau bercerai, kalau dari salah satu pihak tidak terbukti melakukan kesalahan fatal. Kalaupun memang melakukan kesalahan fatal, tapi kamu harus mempunyai bukti yang kuat untuk diajukan ke pengadilan militer," ucap Nayma suatu waktu.

     "Itulah, makanya Mbak sempat menolak perjodohan yang pernah Ibu dan Bapak bicarakan satu tahun sebelum Mbak menikah dengan Mas Reno. Tapi, Bu Karina lebih menyukai kamu sebagai calon mantu yang ingin dijodohkan dengan Arda."

     Kalimat itu pernah tersampaikan Nayma saat mereka bertemu beberapa bulan yang lalu sebelum pertemuan kemarin di rumah orang tua mereka. Meskipun Nayra jarang bercerita mengenai rumah tangganya, akan tetapi Nayma sang kakak satu-satunya, seakan lebih tahu dalamnya apa yang saat ini dirasakan sang adik.

     "Kalau mau sabar, jalani semua dengan sabar. Kalau mau goyah, cepat cari bukti di mana kesalahan fatal Arda. Tapi, sepertinya kamu akan sulit mendapatkan bukti itu," ragu Nayma saat itu diiringi desahan napas yang berat.

     "Itulah makanya Mbak menolak menikah dengan seorang aparat. Mbak tidak akan kuat jika dalam posisi diselingkuhi. Tapi, mudah-mudahan Arda tidak selingkuh, meskipun selama ini sikapnya selalu dingin padamu."

     Obrolan beberapa bulan lalu dengan Nayma, kembali terngiang. Nayra mulai menyadari, betapa sulitnya menjadi seorang istri seorang aparat yang tidak mencintainya dan masih belum selesai dengan masa lalunya.

     "Gimana aku bisa cari bukti kalau Mas Arda itu beneran selingkuh? Sementara Mas Arda bilang hubungan dengan perempuan itu adalah sebatas profesional," gumamnya masih kepikiran hubungan Ardana dan Tiana.

     Kembali gambar bocah perempuan dalam kain hasil rajutan itu, ia tatap dalam. Gambar itu seperti hidup dan berkata, 'Mama, aku sedang menujumu'.

     "Nayra...tidak bosan kamu berada di sini sejak sore tadi? Mama dan Papaku datang, bersikaplah yang normal, tidak murung seperti ini. Awas, ya, jangan katakan yang tidak-tidak tentang hubungan aku dengan Tiana. Kalau kamu tidak tahu akar masalahnya, jangan coba-coba berkata apa-apa atau berulah," ancam Ardana mengejutkan Nayra yang tadi sempat melamun menatap gambar bocah perempuan yang ada di kain hasil rajutannya.

     "Mama dan Papa datang?" Nayra terkesima, wajahnya berubah riang. Jujur saja meskipun sikap Ardana dingin dan datar serta seperti tidak menganggapnya, akan tetapi kedua orang tua Ardana itu, begitu sayang dengannya.

     Melihat Nayra segirang itu, Ardana sangat khawatir kalau Nayra tiba-tiba menceritakan penemuannya atas pertemuan dirinya dan Tiana. "Gawat, aku bisa diamuk Papa dan ditampar Mama," gumamnya.

     Ardana masih berada di depan pintu Sanggar Mini Nayra, lalu ia perlahan memasukinya. Selama ini dia belum pernah betul-betul tahu apa isi dalam ruangan itu. Setahunya hanya sebuah ruangan yang selalu dipakai Nayra merajut, menulis dan menggambar.

     "Apa ini... sebuah gambar hasil kain yang dirajut? Ini hasil rajutan Nayra?" gumamnya seperti tidak yakin. Beberapa saat Ardana mengamati gambar wajah bocah kecil dalam kain hasil rajutan Nayra. Tiba-tiba hatinya berdesir, saat bulatan mata gadis kecil dalam kain rajutan itu ditatapnya.

     "Rajutan ini, apa benar-benar hasil rajutan tangannya?" gumamnya masih belum percaya. Ardana menyusur hampir seluruh ruangan itu, hingga sampai pada sebuah laci di meja itu, tangan Ardana berhenti, ia bermaksud membukanya. Namun, teriakan suara Bu Karina yang memanggil Nayra, sontak mengejutkannya.

     Ardana keluar dari ruangan Sanggar Mini itu, lalu menutup kembali pintunya.

     "Mama, Papa...kalian sehat?" Nayra menyambut kedua mertuanya.

     Bu Karina dan Pak Idris tersenyum melihat Nayra, mereka sangat bahagia. Karena mereka menyayangi Nayra begitu tulus.

     Ardana tiba di ruang tengah, mengamati kedekatan antara kedua orang tua dan istrinya. Kadang Ardana merasa heran, kenapa kedua orang tuanya sangat menyayangi Nayra. Sementara kepada dirinya, justru selalu menatap penuh curiga.

     "Kami baik-baik saja, Nay. Kami bawa oleh-oleh untukmu. Kurma muda khusus promil. Ini oleh-oleh dari Tantenya Ardana, saat umroh kemarin," ujar Bu Karina seraya memberikan paper bag ukuran sedang yang isinya kurma muda khusus promil.

     "Terimakasih, Ma." Nayra sangat terharu, bahkan sampai kini kedua mertuanya begitu perhatian padanya. Bukan hanya kedua mertua, adik Bu Karina juga perhatian terhadapnya. Jadi, seandainya sesuatu terjadi pada rumah tangganya, pasti orang tua Nayra dan keluarga Bu Karina akan ikut sedih.

     "Lalu, gimana sekarang, apa sudah ada tanda-tanda?" Pertanyaan Bu Karina begitu menyentak Nayra, dia tentu akan mengulang jawaban yang sama.

     "Belum, Ma."

     "Oh...tidak apa-apa, kalian berdua harus tetap berusaha. Salah satunya dengan makan kurma muda ini. Kamu juga Arda, bisa makan kurma muda ini, agar vitalitas tubuh kalian terjaga," tukas Bu Karina sambil menoleh ke arah Ardana.

     "Ya, Ma."

     Kehadiran kedua orang tua Ardana di rumah ini, membuat suasana rumah yang biasanya sepi dan dingin, kini menjadi hangat. Ardana sejak tadi, selalu sigap berada di samping Nayra. Ia takut kalau Nayra tiba-tiba berceletuk kalau dirinya sedang menangani seorang pasien gangguan psikis yang ternyata mantan kekasihnya.

     Bu Karina dan Pak Idris berencana nginap sehari di rumah Ardana. Hal ini membuat Ardana sedikit kalang kabut, sebab jam delapan malam nanti dirinya ada janji temu bersama Tiana, seperti yang dijanjikannya tadi siang.

     "Kalau Tiana tidak aku temui, aku khawatir dia stres lagi." Ardana diam karena bingung.

     "Arda, kenapa kamu melamun?" sapa Pak Idris heran melihat Ardana seketika seperti orang bingung.

     "Oh...tidak, Arda sedang berpikir keras."

     "Berpikir keras tentang apa? Sekarang saatnya kamu berpikir keras tentang gimana caranya bisa membuat istrimu hamil," sergah Pak Idris.

     "Iya, Pa, Arda paham. Tapi...Papa tahu sendiri, Nayra belum hamil bukan Arda yang tidak usaha," kilahnya ketika Nayra sudah menjauh dibawa Bu Karina ke dapur.

     "Jangan banyak alasan Arda, jika kamu masih saja tidak menganggap Nayra atau justru kamu malah bermain-main di belakangnya, maka jangan salahkan tangan ini jika menyapa tubuhmu," peringat Pak Idris penuh ancaman sambil mengepalkan tinjunya ke atas.

     Ardana terlihat ciut, dia tahu orang tuanya sesayang itu terhadap Nayra.

     Kringggg.

     Tiba-tiba ponsel Ardana berdering. Terpaksa ia mematikan ponselnya demi keselamatan dirinya di depan sang Papa.

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!