Demi mama, aku rela membohongi dunia dan menyembunyikan identitas asliku. Bahkan, aku juga mengorbankan rasa cinta yang aku punya pada seorang laki-laki. Semua aku lakukan demi mama yang selama ini telah berjuang demi aku. Aku yakin, doa dan restu mama, adalah hal terpenting dalam hidupku.
Apakah aku sangup, tetap menahan rasa ini. Mungkinkah, aku mampu mengubah pandagan lelaki itu padaku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Aku terdiam, apakah yang kak Ryan tahu sedangkan aku tidak tahu. Kenapa aku tidak boleh berada ditempat umum.
"Kak Ryan, apakah kakak tahu sesuatu yang tidak aku tahu?"
"Nino, aku ini adalah kakak sepupu yang selama ini selalu ada didalam negeri ini. Apa yang kamu ketahui, jelas saja aku tahu. Dan yang aku ketahui, tidak semua kamu tahu."
"Jelaskan padaku apa yang kakak tahu, karna aku ingin tahu apa yang tidak aku tahu."
"Aku rasa tidak perlu kamu tahu hal-hal yang tidak seharusnya kamu tahu Nino. Makin sedikit kamu tahu, maka makin baik kamu jalani tugas kamu."
"Kak Ryan, cukup mama yang anggap aku boneka. Dan jangan ada orang lain lagi yang anggap aku boneka. Cukup sudah buat aku, aku tidak ingi semua orang anggap aku sebagai boneka," ucapku hampir menangis.
Aku berusaha menahan air mataku, aku tidak ingin terlihat cengeng didapan kak Ryan. Aku tidak ingin terlihat seperti seorang wanita dihadapan kak Ryan.
"Nino, kakak tidak berhak ikut campur urusan kamu sama mama kamu. Tapi yang kakak tahu, semua yang mama lakukan ini hanyalah demi kamu Nino."
Aku hanya diam tanpa sepatah katapun. Mama selalu bilang seperti itu padaku. Dan sekarang, kak Ryan juga bilang seperti yang mama selalu bilang. Apakah mereka tidak ada kata lain lagi untuk bicara padaku. Kenapa harus selalu kata-kata itu yang mereka ucapkan. Apakah dialog mereka terbatas sehingga tidak ada kata-kata lain lagi yang ada dalam ingatan mereka. Sudahlah, tidak ada untungnya juga buat aku, aku tetap tidak bisa nemaksakan keinginan hatiku pada semuanya.
"Nino, kakak tahu apa yang mau kamu tanyakan. Kamu ingin tahu apa hubungan kakak dengan Mika bukan?" kata kak Ryan tiba-tiba saja.
Aku kaget saat kak Ryan mengucapkan kata-kata yang sebenarnya ingin aku ketahui pada awalnya. Yang sebenarnya ingin aku ketahui, yang berganti dengan topik lain karna rasa penasaranku yang tidak jelas.
"Kakak tahu kamu sangat penasaran dengan hubungan kakak dan Mika. Harus kamu tahu satu hal, sebaiknya, kamu tidak terlalu dekat dengan Mika. Jika tidak, kita akan dapat masalah besar karna kedekatan kamu itu," ucap kak Ryan.
"Apa maksud kakak? Bukan itu yang ingin aku ketahui dari kakak," ucapku sangat kesal.
"Nino, kamu adalah laki-laki, sedangkan Mika adalah perempuan. Jika kamu terlalu dekat dengan Mika, maka pacarnya akan mencari masalah dengan kamu. Kakak tahu, kamy penasaran sama hubungan kakak dengan Mika kan. Asal kamu tahu, Mika adalah mantan pacar kakak yang direbut oleh Mulya Handoko."
"Apa? Mulya Handoko itu siapa?"
"Mulya Handoko itu adalah adik ipar papa kamu. Yang artinya, ia adalah adik dari mama tiri kamu."
"Jadi ... direktur perusahan inti papa saat ini adalah adik wanita simpanan papa?" kataku sangat kaget.
"Tepat sekali, adik ipar papa kamulah yang sangat berkuasa didalam perusahaan inti milik papa kamu. Makanya, kamu harus waspada dan selalu hati-hati saat berada diluar rumah. Kakak ada di sini, juga karna kamu Nino. Jika tidak, mungkin tidak akan pernah menjejakkan kaki kekantor itu."
"Apakah kakak sudah tahu sebelumnya, kalau Mika ada didalam perusahan inti milik papa?"
"Iya, kakak sudah tahu kalau Mika ada di perusahaan papa kamu. Tapi yang kakak tahu, ia tidak berada di perusahaan inti. Ia berada di perusahaan cabang. Dan tidak kakak sadari, ternyata, kamu sangat dekat dengan gadis ja*lang itu."
hehhehe
saking ngebut ya maaf sampe ga sempet komen hehehe