agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bunda hilang
waktu menunjukkan hampir tengah malam, tapi sang bunda tak kunjung pulang, aunty kenapa bunda belum pulang? kedua bocah itu gelisa, perasaan mereka tak tenang, sepertinya bundanya tidak baik-baik saja.
"tunggu kita telpon bunda lagi hm" aunty sisi berusaha menghubungi tapi tak bisa tersambung
bagaimana aunty, hanya di jawab gelengan oleh aunty sisi
bagsimana jika kita menyusul ke restoran aunty? agler mencoba memberi solusi
apa tidak akan selisih d jalan nantinya, kalian istirahat saja, biar aunty yang menunggu bunda
"bagaimana kami bisa tidur jika bunda belum kembali", ucap agler lesuh
🌻🌻🌻
sementara itu bunda lea yang kehabisan baterai handphonenya tak dapat menghubungi siapapun, apalagi mobilnya mogok di jalanan yang lumayan sepi, rasa khawatir menghinggapi dirinya bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk padanya.
lea tetap berada didalam mobil, berharap ada yang lewat membantunya, tapi naas begitu ada mobil yang melintas dan berhenti di samping mobilnya, bukannya menolong, mereka meminta harta benda yang lea bawa, karna ketakutan leapun memberikannya, berharap setelah itu mereka akan segera pergi.
tapi diluar dugaan mereka menatap lea dengan intens dari atas sampai bawah, seperti ingin melahap santapan manis yang sangat menggiurkan dan sayang jika dilewatkan.
mereka terdiam memandang lea, dan preman itu saling menatap satu sama lain, seakan mengerti arti tatapan keduanya mereka ingin menarik lea kedalam mobil mereka.
tidak, jangan mendekat, apa mau kalian bukankah kalian mau uang, aku sudah memberinya bukan, jadi tolong lepaskan aku", lea memohon sambil memundurkan langkahnya, dan terhenti karna badannya telah bersandar dimobil, leapun berinisiatif masuk mobil, tapi belum sempat tangannya sudah diraih oleh preman itu.
hahaaa cantik kamu bisa menemani kami, jangan takut, kami akan memuaskanmu" ucap salah satu preman itu
lea ketakutan, apa yang harus dilakukannya, anak anaknya pasti sekarang sangat menghawatirkannya, bagaimana ini, dalam kalut pikirannya salah satu preman sudah tidak sabar lagi, langsung bergegas meletakkannya di pundaknya dan memasukkannya ke dalam mobil mereka.
lea yang terus teriak di dalam mobil, membuat preman murka akhirnya memukul tengkuk lea, leapun tak sadarkan diri.
sisi melajukan mobilnya menuju restoran lea bersama si kembar tentunya, jam menunjukkan jam 01.00 dini hari, tapi mereka belum menemukan bundanya, "kak dadaku sesak, aku merasa sesuatu yang buruk menimpa bunda". ucap agler sambil meremas dadanya yang terasa sakit.
agam menatap lurus kedepan tanpa ekspresi "kita berdo'a semoga bunda baik baik saja".
ya kita do'akan ya, aunty sisi menimpali obrolan
agam menatap kesamping kanan, sekilas dia melihat mobil bundanya, "aunty bisa kita putar balik, aku seperti melihat mobil bunda disana" agam menunjuk dengan jarinya.
baiklah kita putar balik, mobil terhenti tepat disamping mobil bundanya, "aunty ini benar mobil bunda" apa bunda diculik, agler panik takut sesuatu hal yang buruk menimpa bundanya, agam mengertakkan giginya, "aunty kita pulang" kita harus berpikir tenang dan menyusun rencana, mempersiapkan semuanya, tapi sebelum itu kita harus mencari lokasi dimana bunda berada, jelas agam
bukannya kamu hanya memasang pelacak hanya di handphone dan mobil ini?
kita lihat dirumah apa bunda mengenakan liontinya, semoga dia mengenakannya, liontin itu sudah aku lengkapi dengan pelacak.
"baiklah sekarang kita pulang, semoga bunda kalian mengenakan liontinnya". sisi berharap juga demikian