Novel kali ini menceritakan tentang pertemuan tak sengaja Kania dengan CEO tampan di hotel. Lucu seru jangan lupa like.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan Panjang
Happy Reading 😘
**__**
"Mari silahkan masuk pak Andri dan pak Kevin" Bu Alfi berjalan kedalam lebih dulu.
"Silahkan duduk pak."
"Saya Alfi, saya kepala panti disini, jadi apa ada yang bisa saya bantu?"
"Silahkan ibu baca dokumen ini." Andri menyodorkan sertifikat tanah panti asuhan ke Bu Alfi dan diterima kemudian dibaca.
"Jadi pak Kevin pemilik tanah panti asuhan ini."
"Benar Bu, kami datang kesini sama sekali tidak ada maksud buruk hanya supaya Bu Alfi tahu siapa pemilik tanah ini." jawab Andri.
Kevin menatap sekeliling hingga matanya tertuju pada sebuah bingkai foto seorang gadis yang tak lain dia adalah Kania. Kevin berdiri dan berjalan mendekati bingkai foto itu menatap lama.
"Apakah bapak berdua hendak mengusir kami dari sini?" tanya Bu Alfi mulai cemas.
"Sabar Bu Alfi kita bicarakan baik-baik." balas Andri.
"Ehmm bukannya ini Kania?" tanya Kevin.
Bu Alfi yang mendengar nama Kania disebut pun berdiri dan berjalan menghampiri Kevin diikuti Andri.
"Pak Kevin dan pak Andri kenal dengan Kania?"
"Bisa dibilang seperti itu Bu!" jawab Andri.
"Kania ini anak yatim sama seperti anak-anak disini. Dulu dia diantarkan ke panti asuhan ini saat usia 10 tahun, saya merawat nya hingga dia tumbuh besar. Di usia 17 tahun bisa dibilang masih remaja, Kania nekat meminta ijin untuk meninggalkan panti dan mencoba belajar hidup dan berdamai dengan dunia luar."
"Meski berat tapi niat nya yang kuat dan keras kepalanya, Kania ingin membantu adik-adik nya disini. Akhirnya saya pun mengikhlaskan dia pergi dari sini."
Kevin memandangi foto Kania dan meraba nya sambil tersenyum.
"Setiap bulan Kania mengirimkan uang untuk tambahan biaya hidup adik-adik nya disini, meski jarang datang tapi Kania suka mengirimkan hadiah juga untuk adik-adiknya. Sifatnya yang kuat dan mandiri mampu membuat Kania bertahan dengan kerasnya dunia luar."
"Awalnya saya khawatir Kania akan susah di luar sana, saya pun menolak uang dan hadiah yang Kania berikan, karena saya tidak ingin hidup Kania diluar malah sengsara. Tapi saat dia marah dia datang menjelaskan, bahwa di dunia ini tak ada yang abadi. Hanya kebaikan hati dan perbuatan seseorang yang abadi dan akan selalu diingat. Sampai dia memaksa saya menerima setengah dari gajinya setiap bulan."
"Kania anak yang baik dan ceria, meski jarang berkunjung dia mampu berbaur dengan anak panti lainnya." cerita Bu Alfi.
"Oiya Bu apakah Kania memang bisa ilmu bela diri?" tanya Kevin
"Darimana pak Kevin tau? Kania memang selama disini mempelajari ilmu bela diri, dia bilang untuk perlindungan dirinya dimana pun dia berada."
Ha-ha-ha pantes aja tonjokan dia kemaren berasa dan kuat banget di perut. pikir Kevin sambil tersenyum.
"Cuma nebak aja sih Bu!"
"Ya, Kania belajar ilmu beladiri selama 2 atau 3 tahun lah. Sebenarnya saya yang menyarankan itu, karena begitu tahu dia ingin mencari kerja. Meskipun saya kasian dengan anak itu, tapi saya juga bangga dengan nya."
"Kania benar-benar seperti seorang bidadari." bisik Kevin pelan membuat ibu panti menoleh.
"Ehemm... Apakah kita bisa melanjutkan masalah dokumen?" ucap Andri.
"Oiya, kenapa jadi bahas Kania he-he-he maaf ya pak. Mari silahkan duduk lagi pak Kevin dan pak Andri."
"Jadi menurut sertifikat sudah jelas ya Bu, kalau tanah dimana panti asuhan ini berdiri itu saat ini hingga nanti adalah milik pak Kevin. Dan kami berencana ingin menggunakan tanah ini." kata Andri.
"Apakah ini tidak terlalu cepat dan mendadak pak? tolong kasih saya waktu untuk berpikir dan mencari tempat tinggal baru." jawab Bu Alfi memohon.
"Kami tidak menyuruh Bu Alfi untuk pindah sekarang juga ko, yah paling kami bisa memberikan ibu waktu mungkin sekitar sebulan untuk memikirkan nya." balas Andri.
"Sebulan!! Waktu sebulan mana cukup pak, saya perlu cari tempat tinggal baru untuk anak-anak disini. Kasian mereka pak tak memiliki tempat berlindung jika harus pindah secepat itu. Tolonglah pak, saya minta kebijaksanaan pak Kevin dan pak Andri."
Kevin diam hanya memandang foto Kania.
"Mencari tempat baru itu gak gampang pak, saya juga harus menyiapkan dana besar untuk menyewa tempat baru itu. Selama ini donatur yang mengirimkan uang hanya untuk kesejahteraan anak-anak panti. Dan lagi ini sangat mendadak, saya sama sekali tak ada persiapan dana yang cukup jika harus pindah cepat. Kasihani mereka pak."
"Begini saja Bu Alfi, saya sebagai pemilik tanah ini, tidak menyuruh ibu pergi sekarang-sekarang ini. Dan lagi saya juga masih belum ingin menggunakan tanah ini dalam waktu dekat. Tapi bukan berarti ibu terus santai dan melupakan. Ibu tetap harus pelan-pelan mengumpulkan dana dan mencari tempat tinggal baru. Jadi jika tiba saatnya saya ingin menggunakan ibu juga sudah ada gambaran dan dana. Sementara ibu dan anak-anak masih bisa menempati tanah disini, nanti jika sudah harus pergi saya akan mengabari ibu.!" jelas Kevin.
"Wah benarkah pak Kevin terimakasih anda sungguh bijaksana sekali. Saya sangat berterimakasih untuk ini pak."
Haaaa perasaan tadi perjanjian nya gak gini deh, hadeh sia-sia tadi gue jelasin panjang lebar ke Bu Alfi klo ujung-ujungnya dodol satu ini punya cara sendiri. Hemm taktik apa lagi yang mau Lo lakuin Vin,,,,! pikir Andri melongo.
"Oke, kalau begitu sudah jelas ya Bu apa yang tadi disampaikan pak Kevin, kami masih ada urusan lain, kami mohon pamit!" ucap Andri.
Setelah bersalaman mereka pun keluar.
"Ckckckck apa lagi rencana Lo Vin?" tanya Andri ketika didalam mobil.
"Rencana apa, gak ada rencana" jawabnya sambil senyum.
"Bodo amat lah, terserah Lo aja."
"Gue cuma kasian aja ngeliat si Bu Alfi tadi kebingungan gara-gara ucapan Lo. Gue cuma bantuin ambil jalan tengah nya aja, biar sama-sama enak."
"Ya ya ya,,,, terserah Lo aja deh. Tapi gue yakin Lo pasti merencanakan sesuatu sama Kania kan. Udahlah Vin gak usah main-main sama Kania emang mau kena tonjok lagi? Yah gue sih cuma ingetin aja, mungkin sekarang Lo emang lagi seneng seperti dapet mainan baru tanpa mikir gimana perasaan Kania. Tapi nanti ketika Lo yang ngerasa atau mulai suka sama Kania heemm rasain Lo."
"Astaga Ndri,, Kania itu bukan tipe gue. Dia tuh kelebihannya cuma manis sama imut doang. Lainnya apa pendek, gk seksi, galak, tukang nonjok, apa lagi yah.."
"Hati-hati Vin, hanya Tuhan yang bisa membolak-balik kan hati manusia, sekarang mungkin Lo bilang gak tapi siapa yang tau kalau sebenarnya Lo udah kepincut."
Kevin diam menatap keluar jendela tak menanggapi. Sementara mobil terus melaju di jalan tol.
**__**
to be continued 🤗
Jangan lupa Like, komen nya makasih.