"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurangin dikit dong.
Nicholas dan lelaki bertubuh gendut yang bernama Gema, saling tatap. Sesekali mereka berdua mencuri pandang pada wanita yang saat ini tengah duduk di samping Kaisar.
"Lu, nggak lagi bercanda, kan?" tanya Nicholas mencoba mencari tahu lebih dalam. Dia benar-benar penasaran karena selama ini Kaisar tampak tak terlalu tertarik pada wanita. Beberapa kali Nicholas pernah mengenalkan Kaisar pada wanita cantik pun, Kaisar selalu menolak. Yah, Nick akui hubungannya dengan Kaisar memang tak begitu dekat, tapi lelaki mana sih yang menolak di sodori cewek cantik? selain Kaisar tentunya.
Kaisar tersenyum, "Kenapa kau penasaran sekali, Nick?" jawabnya dengan santai.
Tepat saat Nicholas akan menjawab ucapan Kaisar, makanan pembuka datang. Para pelayan meletakkan sepiring kecil kubis gulung kukus yang di siram bumbu kacang.
"Silahkan menikmati hidangan pembuka, Tuan dan Nyonya," ucap pelayan kemudian dia bergegas pergi.
Kiara melirik Kaisar, bingung. Masa makan di hotel bintang lima, cuma di kasih kubis kukus yang biasa di jual abang siomay keliling. Cuma satu biji lagi! mana kenyang.
Kaisar yang menyadari kebingungan Kiara, mendekatkan bahunya dan berbisik, "kamu mau makan yang lain? nggak suka?"
Kiara menggeleng dan tersenyum malu, "suka, kok." jawab Kiara singkat.
Kiara mengambil garpu dan menancapkannya pada kubis gulung itu lalu melahapnya dalam satu suapan. Yah, rasanya persis sama dengan siomay yang di jual keliling itu.
Wanita seksi yang duduk di sebelah Nicholas langsung berbisik-bisik dan terus memperhatikan Kiara. Dan Kiara hanya membalasnya dengan tatapan tajam.
Setelah beberapa menit berlalu, para pelayan kembali muncul. Mereka mengambil piring kosong wadah kubis gulung tadi, lalu menyajikan makanan baru.
Kali ini piring berbentuk persegi panjang, dengan beberapa potong daging rendang dan di sampingnya ada seonggok nasi dan sambal cabe hijau dan beberapa potong wortel rebus. Lagi-lagi Kiara mendesah. lalu kali ini dia yang mendekatkan tubuhnya ke arah Kiara, "memangnya perut Pak Kaisar nggak menjerit cuma di kasih makan porsi anak TK begini?"
Kaisar tergelak lirih, "memangnya kamu nggak kenyang? habis ini masih ada makanan penutup loh," balasnya.
"Halah, makanan penutupnya paling ice cream, atau puding, ya kan?"
Kaisar mengangguk beberapa kali, "biasanya begitu."
"Nggak bisa! aku nggak cocok makan di hotel bintang lima begini! mending aku ke warung nasi padang!" gerutu Kiara.
Kaisar kembali terkekeh, "makan saja dulu, untuk mengganjal perut. Setelah selesai meeting, nanti Saya ajak kamu makan di mana pun kamu mau," lanjutnya sambil menyerahkan pisau dan garpu yang sudah dia lepaskan dari pembungkusnya -pada Kiara.
Kiara menghela, "baiklah," jawabnya pasrah.
Nicholas yang masih penasaran dengan Kiara, terus memperhatikan gerak gerik wanita berpenampilan sangat sopan itu. "namamu siapa tadi? Kiara, ya?"
Kiara mendongak untuk menatap Nicholas, "Ya?" jawabnya sambil melahap nasi yang hanya segenggam itu -dalam satu suapan.
"Bagaimana kamu mengenal Kaisar?" tanyanya.
"Kiara ini salah satu karyawan di kantorku, kenapa?" jawab Kaisar santai, kemudian menyerahkan nasinya ke piring Kiara. Kiara menoleh dan menatap Kaisar dengan tatapan penuh rasa terima kasih.
"Wah, ternyata kamu bisa juga jatuh cinta pada karyawanmu sendiri? aku kira kamu itu orang yang dingin saat di kantor."
"Shhh... hahh... shhh..." Kiara mendesis kepedesan saat mencicipi sambal cabe hijau yang ada di piringnya. Dengan gesit Kaisar mengulurkan gelas berisi air dan Kiara pun segera meminumnya.
Nicholas tersenyum melihat interaksi antara Kaisar dan Kiara. Dia yang tadinya menganggap Kaisar sedang membohonginya, kini mulai percaya jika mereka berdua memang memiliki hubungan yang spesial. Jujur saja, baru kali ini Nicholas melihat Kaisar yang full act of service untuk seorang wanita.
"Apa tadi kamu bilang, Nick?" tanya Kaisar, tadi dia terlalu fokus pada Kiara hingga tak ingat ucapan Nicholas.
Nicholas tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "lupakan saja, aku sudah mendapatkan jawabanku."
...
"Sudah jam tiga, KIa," ucap Kaisar saat berjalan menuju mobilnya yang terparkir di basement.
"Kenapa memangnya, Pak? Pak Kaisar masih ada jadwal meeting lain?" tanya Kiara sambil menyamakan langkahnya dengan langkah panjang kaki Kaisar.
"Bukan, siapa tau kamu nggak mau balik ke kantor, cuma tinggal satu jam lagi sampai jam pulang kantor, loh."
"Memangnya kalau nggak ke kantor, kita mau ke mana?" tanya Kiara polos.
kaisar tersenyum sambil melirik Kiara, "kita beristirahat di hotel, short time aja," bisik Kaisar sambil tersenyum tipis..
"Apa sih, Pak Kaisar! janjinya mau ngajak makan, loh!" ingat Kiara. Lagian, bosnya ini, sejak kapan sih jadi mesum kaya si Fero!
"Oh iya, kamu masih lapar, ya? mau makan apa?" tanya Kaisar. Dia membuka pintu mobil agar Kiara bisa masuk.
Kiara duduk di kursinya sambil berpikir, "aku ingin sekali makan mi ayam! Mi ayam abang gerobak dorong," Ucapnya sambil menoleh ke arah Kaisar yang tampak menghela napas di kursinya.
"Kebanyakan makanan seperti itu, nggak higienis, Kia. Nggak pengen yang lain? Atau kita cari restoran yang ada menu mi ayamnya aja?" Ajak kaisar sambil mulai menyalakan mobilnya.
Kiara mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.
Saat tak sengaja mobil Kiara melewati gerobak mi ayam yang sedang mangkal di pinggir jalan, Kiara terus melihat keluar hingga kepalanya memutar 90 derajat, karena terus memperhatikan gerobak mi ayam yang di padati pembeli.
"Sepertinya itu enak, buktinya yang beli banyak," gumam Kiara.
kaisar mendengus. Lalu tanpa babibu, dia memutar setir mobilnya dan berbelok untuk kembali. Setelah itu, Kaisar menghentikan mobilnya tepat di samping gerobak mi ayam.
"Belilah," Titahnya.
Kiara membola sambil tersenyum cerah. Setelah itu dia keluar dari mobil untuk memesan satu porsi mi ayam.
"Pak," tiba-tiba Kiara mengetuk kaca jendela mobil Kaisar, "di dekat sini ada taman, kita makan mi ayam di sana, yuk," Ajaknya.
Kaisar mengangguk lalu keluar dari mobilnya.
"Aku nggak usah, ya. Kamu makan sendiri saja," ucap Kaisar saat berada di dekat Kiara.
Saat ini, Kaisar tengah duduk lesehan di bawah pohon rindang di temani Kiara yang asyik menikmati mi ayamnya.
Untunglah, penjual mi ayam tadi menggelar tikar agar Kaisar dan Tiara bisa duduk dengan nyaman di bawah pohon.
"Hufft, ternyata enak juga duduk di sini," desah Kaisar sambil menyandarkan punggungnya ke batang pohon yang cukup besar itu.
"Mi ayamnya juga enak sekali, Pak! Wah ini namanya hidden gem nih, beruntung sekali Saya!" Ungkap Kiara dengan menggebu-gebu.
Kaisar menatap Kiara, "masa?"
"Iya, Pak Kaisar mau coba?"
"Boleh?"
"Boleh dong," Jawab Kiara sambil memutar mi dengan garpu dan mengangkatnya mendekat ke mulut Kaisar. "Aaa..."
Kaisar tersenyum tipis. Dia meraih tangan Kiara yang akan menyuapinya lalu membuka mulutnya untuk melahap mi ayam itu, dengan tatapan mata tak teralihkan sekejap pun dari netra hitam legam Kiara.
Entah kenapa, di tatap begitu intens oleh Kaisar membuat jantung Kiara jumpalitan tak karuan. Saking gugupnya Kiara terus menelan salivanya tanpa bisa mengalihkan pandangannya yang terkunci oleh tatapan Kaisar yang begitu dalam.
"Pak..." Desah Kiara.
"Hmm?"
"Bisa di kurangin dikit nggak?" Lanjut Kiara.
"Apanya?" Bingung Kaisar.
"Gantengnya! Saya jadi grogi nih!" Celetuk Kiara sambil nyengir, diikuti tawa Kaisar yang tiba-tiba pecah karena candaan Kiara.
Di rukyah sklian mreka bertiga😄
semangt kk 💪 ak kasi pote dah 🤭🤣🤣🤣🤣
kirain dari nt lagi trobel kok dari semua karya" gog" ngak ada up sama sekali ✌
😭😭😭😭
aihhh Thor ini kisah nyata ada loh dulu pas th 1998 anak SMA di bawa masuk ke losmen di jakarta tapi aku lupa cuma inget Deket universitas
hilir mudik masih pakai seragam sekolah