NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:853
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Dungeon: Rumah Hantu (4)

[Aku akan melindungi Kiesha sampai kapanpun]

[Emma]

Desir...

Clae merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ada perasaan halus mengalir di dadanya.

Clae menyipit. Di belakang kertas itu, ada foto dua gadis yang sedang bermain dan seorang kesatria di belakangnya.

Gadis yang paling kecil membawa boneka kelinci merah muda ditangannya, boneka yang sangat familiar. Itu pinky.

Clae memejamkan mata sejenak.

Karena dia menemukan petunjuk pada kertas, harus ada kertas lain disini.

Clae mulai bergerak di sekitar ruangan. Meski belum mendapat petunjuk lain, dia menemukan banyak hal-hal kecil. Dari banyak barang itu, tatapannya terfokus pada dua foto keluarga.

Foto keluarga itu tidak jauh berbeda dengan suasana zaman ini.

Jelas dungeon ini dibangun puluhan ribu tahun yang lalu, bagaimana penampilan orang-orang dalam foto terlihat hampir sama modisnya dengan zaman sekarang.

'Baibai juga bilang bos lantai ini Lich.'

Clae menunduk, tangannya terangkat menyentuh pipinya.

'Apa mungkin anak dan boneka tadi tidak asli dari dungeon.'

Tapi bagaimana mereka bisa ada disini.

Dalam foto itu ada seorang ayah, ibu yang sedang hamil dan satu anak perempuan. Ada boneka kelinci di tangan ibu itu, seperti sedang menjahit. Di belakang merasa, ada seorang Ksatria muda dengan senyum cerah.

Pada foto lain, beberapa bercak darah kering menutup gambar ayah dan dua anak. Namun wajah mereka masih bisa terlihat.

Seorang ayah yang sama namun terlihat lebih tua, ibu yang berbeda dan masih muda, anak yang lebih tua sekitar 8 tahun dan anak yang muda berusia 4 tahun dengan boneka kelinci merah muda di tangannya. Jauh di belakang mereka ada seorang kesatria dengan baju besi memiliki wajah muram.

Aneh, wanita muda yang menjadi ibu di foto terakhir terlihat aneh.

Clae kembali menelusuri ruangan. Lalu dia menemukan banyak barang di rak buku.

Kertas berisi daftar orang hilang.

Beberapa bagian surat kabar.

Sebuah sapu tangan penuh darah dengan tulisan buram jatuh dari tengah tumpukan surat kabar. Jika Clae tidak teliti, dia mungkin mengabaikannya sebagai sapu tangan kotor.

[Buku rak ketiga, Human Anatomy]

[Ambil kacamata hitam dari rak]

[Jangan tekan tombol merah, geser tuas diatasnya]

[Patung kucing di jendela, angkat kedua kakinya]

[Jalan menuju pintu rahasia di ruang utama]

Wajah Clae berubah buruk.

Ada sebuah benang di kepala Clae yang perlu diluruskan. Dia sepertinya mengetahui sesuatu yang buruk lagi.

Clae tidak ingin mengetahui apapun, tidak ingin melakukan apapun. Tapi keadaan saat ini tidak bisa membuatnya malas.

Clae kemudian melihat ke Pinky dan Baibai.

"Baibai, kita mungkin menemukan jawaban jika kita ke ruang rahasia."

[Puu~ kamu, bagaimana kamu tau ada ruang rahasia]

Tepat pada saat itu, pintu yang tadinya tertutup tiba-tiba didorong dari luar.

Braaakkk

"Kyaa~~ Beary, mereka disini. Kakak perempuan itu cantik. Dia sangat cantik seperti Madam!"

Gadis itu menunjuk Clae dengan bersemangat, lalu dia menunjuk Baibai.

"Beary, lihat kucing itu, temanmu disini dia disini."

Itu sang gadis kecil. Ada tengkorak berjalan dan Burnout dibelakangnya.

Clae bisa melihat tengkorak mengubah wajahnya. Dia memiliki senyum di matanya.

Clae tidak berpikir itu mengerikan saat fokusnya ada pada Burnout. Burnout terlihat gemetaran di tangannya. Dia sepertinya siap mengeluarkan pedang kapan saja.

"Aahhh, kakak kakak kakak ayo main, ayo main, ayo main."

Pinky maju kedepan Clae. Clae mengabaikannya. Dia melirik boneka beruang di tangan hadis itu.

Boneka itu bergetar. Ketakutan?

Tidak, sepertinya marah?

'Kenapa?'

Clae tidak yakin.

"Skeleton itu memanggilmu Kiesha, lalu beruang itu... Stephanie? Atau...?"

"BUKAN!!!"

Gadis kecil itu berhenti. Dia melihat ke Clae. Kepalanya yang kecil dimiringkan. Gadis itu perlahan memegang kepala seperi kesakitan.

Dia menunduk dan membenturkan kepalanya pada lantai. Kepala yang seharusnya terbuat dari kapas dan kain itu mengalami retak dan mengeluarkan darah. Clae mengerutkan keningnya.

"Berhenti."

'Mengapa anak ini menyakiti dirinya sendiri?"

Gadis itu berhenti mendengar kata-kata Clae. Dia perlahan melihat Clae dengan mata merah. Sebelum Clae lega, gadis itu berteriak.

Air mata darah keluar dari sana. Dia mengetuk kepalanya dengan tangan. Matanya terlihat kesakitan.

Clae merasa tidak berdaya. Dia benar-benar ingin segera melihat kondisi anak itu dan mengobatinya. Namun, Clae kemudian dia merasa itu tidak perlu.

"Aku tidak suka ini. Aku tidak suka ini. BEARY, AKU TIDAK SUKA INI."

Beary, sang boneka membesar. Semua jahitan di tubuhnya terbuka menjadi mulut dengan gigi runcing.

Tengkorak melarikan diri setelah melihatnya. Namun dia hancur dengan satu tebasan dari Burnout.

Semua menjadi kacau.

Clae memiliki wajah pucat. Dia melihat Burnout yang menghancurkan tengkorak dengan mata tenang. Hanya dia yang tau berapa banyak kepalanya bekerja.

"Meow! Clae, Awas!!"

Clae kembali ke fokusnya hanya untuk menyadari tangan raksasa tiba-tiba mengarah padanya.

Tangan kapas raksasa dengan mulut itu terlihat sangat berat. Clae tidak tau mengapa, dia merasa masih ada kesempatan.

Clae berusaha duduk dan pindah. Saat dia melakukannya, seseorang menggantikannya.

"… Nona Emma."

Clae melihat Burnout menghentikan tangan boneka dengan pedangnya. Tapi Clae menatap tidak percaya pada apa yang dia dengar.

Dia melihat boneka beruang raksasa dengan aneh.

Saat itu, Clae melihat gadis kecil yang berlumuran darah akan terinjak. Tubuhnya bergerak tanpa berpikir. Dia sudah berlari memeluk gadis itu. Tidak memikirkan apakah gadis itu manusia atau hanya boneka.

Clae kemudian merasakan sebuah air menetes dari atas. Ketika dia mendongak, sebuah mulut terbuka lebar diatasnya.

Clae segera memeluk boneka anak itu lebih erat.

Hal terakhir yang Clae lihat adalah Baibai dengan gigi runcing penuh amarah menerkam ke arahnya.

Burnout dan pinky yang juga sama, namun mereka sepertinya mencoba menggapai gadis di lengannya.

Benar, seharusnya dia melempar anak ini ke mereka.

Tapi sepertinya terlambat.

Clae tidak tau apa yang terjadi kemudian, dia hanya merasakan sensasi basah dan lembab.

Mungkin dia sedang di asam lambung dan di cerna.

'Oh, jadi... Inilah akhirnya.'

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!