demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"jangan lihat dia, lihatlah aku mas. Fokuslah padaku, setelah ini kita akan bersenang-senang". Putri menarik dagu Arga mengarah padanya, sebuah kecupan mendarat pada bibir Arga kemudian menatap Ariana dengan tatapan mengejek.
Putri kembali menutup pintu kaca mobil tapi sengaja hanya setengah dan memperlihatkan saat dirinya mencium b*bir Arga dengan seksi, kemudian Raka kembali melajukan mobil nya.
Ariana hanya tersenyum miring dan tidak peduli sama sekali. Tak ada air mata ketika melihat suaminya yang terang-terangan selingkuh didepan nya, sebab pernikahannya masih di rahasiakan.
Seakan acuh, Ariana langsung masuk kedalam mobil nya. Tujuan nya saat ini adalah rumah, ingin beristirahat dan merebahkan tubuhnya sejenak.
Hingga sampai dirumah, ternyata Arga belum ada disana, Tapi Ariana tidak peduli sama sekali.
Hingga sampai jam sembilan malam, akhirnya Arga pulang, Ariana sudah selesai mandi dan sedang duduk didepan meja rias memakai serangkaian skincare malam.
Arga menghampiri Ariana dan masih sempat menampilkan senyum nya. "Kamu marah sayang ?". Tanya Arga menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri.
"Marah ku bisa membunuh orang jadi waspada saja". Jawab Ariana dengan wajah datar menatap Arga melalui pantulan cermin.
Arga tertawa pelan, menegakkan tubuhnya. "Saat ini aku sedang bekerja sama dengan perusahaan Darmawan sayang, makanya belakangan ini aku dan Rian Darmawan sering bertemu, putri adalah adik nya, dia selalu ikut dengan Rian karena ingin belajar tentang proyek itu".
Ariana terkekeh pelan mendengar alasan suaminya yang seperti tidak masuk di akal nya.
"Jadi...kalau mas tidak selingkuh dan menemani adik nya, Rian Darmawan akan membatalkan kerja sama kalian ?". Tanya Ariana mendongak menatap Arga.
"Aku tidak selingkuh sayang, tolong percaya padaku. Apa yang kamu lihat tadi hanyalah salah paham". Arga mencoba meyakinkan sang istri.
"salah paham ? Hahahah". Ariana tertawa didepan Arga. "jelas-jelas jal*ng kecil mu itu mencium mu didepan mataku dan mas Arga mengatakan aku salah paham ?".
Arga menyugar rambutnya kasar, laki-laki itu bingung harus berkata apa lagi. "kamu tidak percaya padaku hmmm ?".
"sudahlah mas, aku capek berdebat dengan mu. percuma juga aku berbicara panjang lebar tapi mas Arga menganggap tidak berselingkuh, rasanya tenaga ku terbuang sia-sia. Jadi menyingkir lah, aku ingin tidur". Ariana mendorong tubuh Arga tapi laki-laki itu tidak bergerak sedikit pun, bahkan rahangnya mengeras menatap Ariana.
Arga memegang bahu Ariana, matanya memerah menatap istrinya itu yang memberontak. "Aku pulang cepat bahkan menolak ajakan makan malam klien hanya untuk menjelaskan semuanya. Jadi jangan salah paham lagi yah".
Ariana menepis tangan Arga seakan jijik disentuh. "Tidak perlu repot menjelaskan semuanya mas, penjelasan mu sama sekali tidak masuk akal". Ariana memejamkan matanya sesaat kemudian membukanya. "sebenarnya mas Arga menganggap pernikahan kita ini seperti apa ? Selama ini aku selalu diam saja ketika kamu mengatakan pernikahan kita harus dirahasiakan, apa kita cuma main-main menikah nya ? Suda delapan tahun kita menikah bahkan aku juga ikut turun tangan membantu mu di perusahaan tapi sampai sekarang kamu belum juga mengumumkan pernikahan kita didepan publik, sekarang kamu selingkuh dengan perempuan s*alan itu, apa mas ingin mengejek ku atau ingin membuang ku". Urat leher Ariana terlihat menonjol sebab begitu marah pada Arga.
Ariana kemudian berdiri menatap Arga, nafas kasar keluar dari mulutnya. "Mas Arga...kalau memang mas Arga sudah bosan dengan ku katakan saja, aku bisa mundur jika mas ingin mengganti nyonya dirumah ini".
Arga terdiam dengan tatapan yang begitu tajam mengarah ke Ariana. "Kamu bilang apa ?". Ucap nya pelan tapi dengan suara menekan.
"Aku bilang...kita bercerai saja". Ulang Ariana semakin membuat Arga menatapnya tajam.
Arga maju dua langkah memegang wajah istrinya yang terlihat begitu cantik, elusan tangan Arga membuat Ariana mengerutkan keningnya, tapi tak menyangka ternyata Arga langsung menghimpit kepala Ariana pada cermin.
"Ucapan seperti itu jangan sampai keluar dari mulut mu Ariana, karena jika sampai aku mendengar lagi, maka aku akan mengurung mu di kamar ini". Tekan Arga dengan mata memerah menatap Ariana melalui pantulan cermin.
Ariana memberontak tapi tenaga nya tidak cukup kuat. 'bukan hanya ku ucapkan mas, tapi sudah terlaksana, tinggal menunggu waktu satu bulan aku akan pergi meninggalkan mu bahkan membuang mu dari hidup ku'. Batin Ariana tanpa rasa takut membalas tatapan Arga.
"Kamu tahu sendiri, aku tidak akan melepaskan mu sayang. Kita akan bersama sampai menua bahkan sampai ajal menjemput kita Ariana, jadi jangan mengatakan hal-hal yang membuat aku akan murka. Mengerti ?". Arga menggertakkan giginya.
"Jangan membuat ku pusing dengan tingkah cemburu mu itu, aku hanya mencintaimu". Bisik Arga di telinga Ariana
Tak lama Arga melepaskan cengkraman nya pada kepala Ariana, sebab ponsel nya bergetar. Dengan cepat pria itu merogohnya, ternyata itu telepon dari putri.
"Halo ?".
"Baiklah...aku segera kesana sekarang".
Telepon dimatikan, Arga kembali memasukkan ponselnya didalam saku celananya.
Arga meraih dagu Ariana diikuti senyum kecil. "Aku pergi dulu sayang, jangan macam-macam dirumah". Kata Arga meninggalkan Ariana.
Tangan Ariana terkepal kuat menahan amarah, bahkan mata wanita itu memerah, matanya terpejam dengan nafas memburu.
Hembusan nafas keluar dari mulutnya setelah membuka mata. "Tidak ingin bercerai ? Cihhh!!! Kamu ingin menjadi kan ku pajangan mas ? Bahkan pernikahan kita tidak ada yang tau kecuali ibumu".
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi". Lanjutnya lagi dengan mata tajam.
Apalagi mengingat saat ingin mencuci baju suaminya yang ternyata ada bekas lipstik menempel pada kerah nya.
Tak lupa juga beberapa notifikasi masuk keponsel sang suami secara beruntun ketika mereka sedang terlelap tidur hingga menganggu Ariana.
Mendengar notifikasi yang terus masuk itu saat itu, Ariana langsung mengambil ponsel suaminya dan melihat pesan Putri disana yang berkata romantis, bahkan sampai merindukan sang suami.
Bahkan di media sosial pun, putri kerap pamer kemesraan dengan Arga, kata-kata yang begitu indah di bubuhkan setiap postingannya.
Lagi-lagi Ariana menghembuskan nafas kasarnya, karena tidak bisa berbuat apa-apa saa seperti itu. Makanya dia memutuskan untuk mengakhiri saja pernikahan yang tidak sehat ini.
Ariana mengambil ponsel nya kemudian menelpon seseorang. "Tolong Carikan aku tempat tinggal secepatnya, aku akan keluar dari rumah ini".
Ariana langsung mengambil koper setelah telepon dimatikan, membereskan semua bajunya kemudian di masukkan kedalam koper.
"Delapan tahun menikah, ternyata aku kalah dari telepon manja pelakor". Ariana menghembuskan nafas nya pelan kembali memasukkan pakaian nya dengan cepat.
"Arga Prasetyo, aku akan pastikan perceraian ini akan terjadi dan akan membuat mu menyesal". Tekad Ariana.
Bersambung...