NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:184.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Dia tersenyum melihat Cakra yang masih memegangi tangan Lula.

"Mama, ini anak siapa? Kenapa ada di rumah kita?" tanya Cakra dengan penasaran.

Arini mengelus rambut Lula dengan sayang.

"Perkenalkan anak-anak, ini adik bungsu kalian yang baru, namanya Lula Ayodhya."

Pengumuman mendadak itu membuat ketiga saudara laki-laki itu mematung.

Bastian membetulkan kacamatanya yang hampir melorot.

Cakra membuka mulutnya lebar-lebar saking terkejutnya.

Sedangkan Dewa menatap ibunya dengan tatapan horor.

"Adik bungsu? Sejak kapan Mama hamil dan melahirkan?" teriak Dewa tidak percaya.

"Lula ini anak angkat keluarga kita, Papa kalian sudah setuju mengadopsinya tadi pagi."

"Lula menyelamatkan nyawa Mama kemarin siang dari serangan jantung."

Bastian langsung berjalan mendekati ibunya dengan wajah serius.

"Serangan jantung? Mama serius? Kenapa Mama tidak bilang padaku?"

"Mama sudah tidak apa-apa Bastian, Lula punya keajaiban yang bisa menyembuhkan orang."

"Bahkan tadi pagi Lula menyelamatkan perusahaan Papa dari kontrak jebakan."

Ketiga pemuda itu saling berpandangan.

Sulit dipercaya ada anak berumur lima tahun yang bisa melakukan semua hal mustahil itu.

"Ah sudahlah, yang penting sekarang aku punya adik perempuan!" sorak Cakra gembira.

"Akhirnya aku tidak perlu lagi menjadi kakak dari monster pemarah seperti Dewa."

Dewa mendelik tajam ke arah kakaknya.

"Siapa yang kau panggil monster, dasar kakak bodoh!" umpat Dewa kesal.

Di tengah pertengkaran itu, mata Lula tiba-tiba menatap lekat ke arah perut Dewa.

Lula melihat ada kabut tipis berwarna merah pudar di balik seragam sekolah Dewa.

Itu bukan kabut kematian, tapi itu adalah tanda luka fisik yang sedang ditahan.

Lula berjalan pelan mendekati Dewa yang masih sibuk memelototi Cakra.

"Kakak yang galak, perutnya berdarah ya?" tanya Lula tiba-tiba.

Dewa tersentak kaget dan langsung mundur selangkah sambil memegangi perut kirinya.

"A-apa maksudmu? Jangan bicara sembarangan anak kecil!" sergah Dewa gugup.

Arini dan Bastian langsung menatap Dewa dengan curiga.

"Dewa, kamu berkelahi lagi di sekolah?" tegur Arini dengan suara sedikit meninggi.

"Tidak Ma, mana mungkin aku berkelahi," elak Dewa sambil membuang muka.

Lula memiringkan kepalanya dengan polos.

"Tapi kulit di perut Kakak sobek terkena besi, kalau tidak diobati nanti ada cacing putih yang masuk."

Wajah Dewa langsung berubah pucat pasi mendengar deskripsi mengerikan itu.

Bastian berjalan cepat ke arah adiknya dan langsung menarik paksa kancing seragam Dewa.

Sret!

Kemeja putih itu terbuka dan memperlihatkan luka gores memanjang di perut Dewa yang tertutup perban seadanya.

Darah segar masih merembes dari balik perban itu.

"Astaga Dewa! Luka sedalam ini kenapa kau diamkan saja!" bentak Bastian marah.

Cakra yang tadinya suka bercanda langsung mengubah ekspresinya menjadi serius.

"Siapa yang melakukan ini padamu? Anak dari SMA Garuda lagi?" tanya Cakra dingin.

Dewa menunduk dan menggigit bibir bawahnya menahan sakit.

"Tadi ada yang mendorongku saat di halte bus, perutku terkena ujung pagar besi yang tajam."

Arini menutup mulutnya karena kaget dan panik.

"Cepat bawa ke ruang perawatan, Bastian, tolong obati luka adikmu."

"Ayo ikut aku ke dalam," perintah Bastian sambil menarik lengan Dewa.

Sebelum Dewa berjalan masuk, dia menoleh ke arah Lula yang sedang menatapnya khawatir.

"Kenapa kau bisa tahu kalau aku terluka?" tanya Dewa penasaran sekaligus bingung.

"Lula bisa melihat warna merah di perut Kakak," jawab Lula jujur.

Dewa terdiam sejenak lalu membuang muka untuk menutupi rasa gengsinya.

"Dasar anak aneh, jangan sok peduli padaku," gumam Dewa pelan lalu berjalan mengikuti Bastian.

Cakra tertawa geli melihat kelakuan adiknya yang keras kepala itu.

"Dewa itu memang mulutnya jahat, tapi aslinya dia cengeng, Lula jangan takut padanya ya."

Lula mengangguk mengerti.

"Kak Dewa mirip kucing jalanan yang suka mendesis kalau didekati, padahal dia cuma minta dielus."

Cakra terbahak-bahak mendengar perumpamaan itu sampai dia memegangi perutnya.

"Benar sekali! Mulai sekarang kau adalah adik kesayanganku Lula!"

Cakra kembali mengangkat Lula dan kali ini mendudukkannya di atas bahunya.

"Ayo kita masuk, aku akan mengambilkanmu sekotak besar es krim cokelat sebagai tanda perkenalan."

Lula bersorak gembira sambil memegangi rambut Cakra agar tidak jatuh.

Ini pertama kalinya ada orang yang mengajaknya makan es krim seenak itu.

Arini menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cakra yang selalu seenaknya.

Namun ada senyum lega di bibir wanita paruh baya itu.

Ketiga putranya yang biasanya sibuk sendiri kini mulai menaruh perhatian pada kehadiran Lula.

Meskipun dengan cara mereka yang aneh dan canggung.

Malam itu meja makan keluarga Ayodhya terasa lebih ramai dari biasanya.

Baskoro dan Adrian belum pulang dari kantor karena masih mengurus sisa masalah kontrak.

Hanya ada Arini, Bastian, Cakra, Dewa, dan Lula.

Dewa duduk di ujung meja dengan perut yang sudah diperban rapi oleh Bastian.

Wajah Dewa masih terlihat sedikit pucat, tapi dia terus melirik ke arah piring Lula.

Lula sedang kesulitan memotong daging ayam di piringnya menggunakan pisau kecil.

Tangan kecilnya tidak cukup kuat untuk menekan pisau itu.

Lula baru saja mau menyerah dan memakai tangannya saja.

Tiba-tiba piringnya ditarik dari depan wajahnya.

Dewa mengambil piring Lula tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Dengan wajah datar, Dewa memotong-motong daging ayam itu menjadi ukuran kecil yang mudah dikunyah.

Setelah selesai, Dewa menggeser kembali piring itu ke depan Lula.

"Makanlah, jangan menatapku seperti itu," ucap Dewa sinis sambil memalingkan wajahnya.

Lula tersenyum sangat lebar hingga matanya menyipit menjadi garis lengkung.

"Terima kasih, Kak Dewa galak," ucap Lula gembira.

"Berhenti memanggilku galak, dasar bocah cerewet," balas Dewa pelan meski telinganya memerah.

Bastian dan Cakra saling bertukar pandang lalu tersenyum penuh arti.

Dewa yang biasanya paling benci direpotkan kini malah melayani anak kecil dengan sukarela.

Keajaiban Lula rupanya bukan hanya bisa menyembuhkan penyakit dan melihat nasib buruk.

Kehadirannya secara perlahan mulai mencairkan sifat-sifat keras dari para pria di keluarga Ayodhya ini.

1
Sri Wulandari
mulai skrng persiapkan utk menghadapi tantangan d masa depan karna kesatria Ayodya g selamanya bs melindunginya.....bw Luna belajar beladiri agar bs melindungi dirinya apalagi kelompok militer Eropa sdh mengincarnya pasti g akan berhenti mencari Luna utk bahan percobaan mereka sprti janji Arthur yg akan menghancurkan Lula d masa depan
Sri Wulandari
sprtinya kekuatan Arthur mmng hasil percobaan mutasi militer yg sengaja d jadikan petarung & anjing pelacak utk mangsanya yg mempunyai kekuatan sprti Lula ..... sedangkan kekuatan Lula murni sejak dia lahir
Yulya Muzwar
maaf ya kak, sedikit koreksi
pada bab 5, disitu ditulis bastian adalah putra kedua dan statusnya mahasiswa kedokteran, dan dewa adalah putra bungsu status masih smp.
kok disini malah dewa jadi anak kedua 🤔
kiyoe: yaa allah maaf yaa kak othor lupa kak makasih yaa kak atas koreksinya sekali lagi othor ucapkan minta maaf dan terimakasih buat kakak yulya 🥰🙏
total 1 replies
Sri Wulandari
pengen nya buat makanan special buat adik kecilnya yg ada mlh buat dapur kebakaran sprti medan perang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulya Muzwar
kok jadi kak dewa?
bukannya dewa itu anak bontot ya, sebelum adopsi lula?
di bab awal bukannya nama anaknya baskoro dan aruni itu :
adrian(ceo), bastian(mahasiswa kedokteran),cakra(sma),dewa(smp)
Didin Setyawan
bastian itu anak kedua😄
Didin Setyawan
adiknya🤣
Sri Wulandari
apa salahnya menurunkan ego mu sedikit Andrian qm lebih suka membuat dirimu terluka & membuat Lula terus²an sedih & menangis gara² kakaknya yg terus mengurung diri & menghindari smua klrgnya
Sri Wulandari
sikapmu yg overprotektif itu yg akan membuatmu d benci & musuhi oleh adik² mu sendiri Andrian bersikaplah bijak dlm bertindak qm punya klrg yg hangat diskusikan dg mereka smua & cari solusinya jg tanya pendapat Lula klu kalian mmng ingin Lula bahagia & punya banyak teman kalian jg harus tanya apa yg d inginkan Lula bkn mlh mengambil keputusan yg membuat Lula semakin sedih & tertekan karna Lula hanya ingin hidup normal sprti yg lainnya bkn penjagaan & perlindungan yg overprotektif dr kakak²nya smua yg sllu membuat orang takut dekat dg Lula
Sri Wulandari
sebagai guru harusnya menjadi memberikan pengertian & contoh yg baik sm murid²nya bkn mlh ikutan gara² mendengar cerita yg g benar justru anak yg sekecil Elvano yg lebih bijak dlm menilai sifat seseorang tanpa harus mendengarkan berita yg g benar
Novita Sari
ceritanya the best...
Novita Sari
hadir thor
kiyoe: Terimakasih kaka semoga senang dengan ceritanya xixixi
total 1 replies
Sri Wulandari
mereka orang² yg berpendidikan tp cara berpikirnya terlalu dangkal karna yg ada d pikiran mereka hanya bgmn cara mempertahankan status sosial & harta mereka
Sri Wulandari
waktu masih berjaya sj mengajari anaknya utk bersikap sombong & membulli teman sekelasnya skrng jatuh miskin memohon ampun... ternyata sikapmu benar² buruk Hermawan
kiyoe: heheh penyesalan datangnya belakangan kak 🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
Sport jantung Kepala Sekolah ama Bu Risa. Apalah Adrian nih pakai adegan tendang pintu pula.
Ita Xiaomi
Ndak sempat serangga nak gigit. Malah asyik diajak ngobrol ama Lula😁
Sri Wulandari
skrng qm merasakan gmn jd Lula...Manda d jauhi & g punya teman & skrng hanya Lula yg mau bicara & dekat sm qm sedangkan yg lainnya takut dekat² sm qm
Ita Xiaomi
Alhamdulillah ada Lula jd anggrek hitam ndak kesakitan lg😁
Sri Wulandari
klu qm terus diam g mau bicara sm teman sebangku mu yg ada qm akan terus d bulli sm mereka... sekali² qm harus melawan & bersikap tegas Lula... patuh sm kakakmu bkn berarti qm diam sj klu teman² mu terus bersikap buruk pd mu qm harus bs menjaga diri qm sendiri karna g selamanya kakak² mu akan sllu ada utk mu walaupun mereka mengirim pengawal bayangan tp ada area tertentu yg mn pengawal bayangan itu g sllu terus d dekat mu
Ita Xiaomi
Belikan aja boneka kelinci yg imut😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!