NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:622.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Lorenzo berdiri tegak, seolah baru saja memberikan pernyataan penting dalam konferensi pers. "Aku tidak pernah melakukan itu dengan Bianca."

Alina masih diam. Lorenzo menunggu. Tidak ada reaksi. Dia menunggu lagi. Tetap tidak ada.

Akhirnya Alina bertanya dengan wajah polos, "Gunanya kamu bilang masih perjaka kepada aku, buat apa?"

Lorenzo membeku. Senyumnya hilang. Rahangnya turun sedikit. Kalimat itu terasa seperti pukulan telak.

Benar juga. Untuk apa aku menjelaskan hal tersebut kepada Alina? Bukankah Alina tidak pernah menanyakannya?

Lorenzo menatap istrinya dengan wajah tidak percaya. "Ka-kamu!"

"Ya." Wanita itu masih menatap Lorenzo dengan ekspresi wajah polos.

Lorenzo mengangguk pelan. "Iya, biar kamu tahu kalau aku tidak pernah menyentuh Rose."

Alina menatap Lorenzno selama beberapa detik. Kali ini wajahnya benar-benar berubah. Rasa curiga yang sejak tadi mengganjal pikirannya perlahan menghilang. Kalau Lorenzo tidak pernah tidur dengan Rose, berarti bayi yang dikandung sekretarisnya itu bukan anak suaminya.

Alina mengembuskan napas lega. Untung saja. Tadi dia sudah sempat membayangkan hal-hal yang macam-macam.

Namun, Lorenzo belum selesai. "Dan satu lagi," katanya tegas. "Aku juga tidak pernah tidur dengan Bianca."

Alina kembali mengangkat wajah. "Benarkah?"

"Benar."

Jawaban Lorenzo terdengar begitu yakin, tanpa keraguan sedikit pun. Alina terdiam. Entah mengapa, kali ini justru ada rasa kagum yang muncul dalam dirinya. Jadi selama bertahun-tahun berpacaran dengan Bianca,

"Lorenzo ternyata tidak pernah melakukan hal itu? Padahal Bianca memang sangat cantik."

Alina sendiri harus mengakui bahwa wanita itu memiliki daya tarik yang sulit diabaikan. Banyak pria yang terang-terangan berusaha mendekatinya. Namun, Lorenzo ternyata mampu menahan diri.

"Hebat juga. Berarti dia kuat menahan godaan."

Alina tanpa sadar melirik tubuh Lorenzo dari atas sampai bawah. Pria itu memang tampan. Tubuhnya juga bagus. Kalau dirinya menjadi seorang pria dan memiliki kekasih secantik Bianca, mungkin godaannya akan sangat berat. Namun, Lorenzo tetap tidak melakukannya.

"Pantas saja dia masih perjaka. Hebat juga si kulkas ini. Bisa tahan godaan Bianca selama itu."

Lorenzo yang mendengar pujian tersebut sempat terdiam. Untuk sesaat, kemarahannya menguap begitu saja. Ada rasa bangga yang diam-diam muncul di wajahnya. Setidaknya, untuk kali ini istrinya menganggap dirinya pria yang mampu menjaga batas. Sayangnya, pujian itu harus ditutup dengan julukan kulkas.

"Kulkas lagi," gumam Lorenzo pelan.

"Apa?" Alina langsung menatapnya.

"Tidak ada."

Lorenzo berdeham, lalu kembali memasang wajah serius. "Aku tidak pernah tidur dengan Bianca," ulangnya dengan suara lebih rendah. "Jadi jangan pernah berpikir anak Rose adalah anakku."

Alina mengangguk cepat. "Iya. Sekarang aku percaya."

Lorenzo mengembuskan napas lega. Akhirnya, satu masalah selesai. Namun, baru beberapa detik merasa lega, dia kembali mendengar suara hati istrinya.

"Untung saja bukan anaknya. Kalau benar anak Rose anak Lorenzo, aku bisa pusing tujuh keliling. Ternyata dia ...."

Alina terdiam sejenak, kemudian melirik Lorenzo lagi.

Lorenzo langsung memperhatikan Alina. "Kenapa berhenti? Aku ingin tahu kelanjutannya."

"Aku harus mengakui, kalau ternyata suamiku setia sama Bianca."

"Apa?! Kok, bisa-bisanya dia berpikir begitu!" batin Lorenzo meronta.

"Rupanya selain punya bentuk tubuh yang bagus, Lorenzo tipe laki-laki tak mudah tergoda."

Lorenzo langsung menegakkan punggung. Kali ini dia benar-benar merasa bangga. Setelah sekian lama mendengar dirinya disebut kulkas, akhirnya ada juga pujian yang membuat harga dirinya sebagai seorang pria kembali naik.

Namun, Alina buru-buru mengalihkan pandangan.

"Kalau dipikir-pikir, wajah Lorenzo memang lumayan. Tubuhnya juga ...."

Dia menghentikan pikirannya sendiri sebelum semakin jauh.

"Sudahlah."

Lorenzo mengangkat alis. Dia hampir saja protes karena Alina tiba-tiba menghentikan pikirannya. Sayangnya, wanita itu sudah kembali memikirkan persoalan lain.

"Kalau begitu ...." Alina mengangkat wajah. "Kalau bukan kamu, siapa ayah dari anak Rose?"

Ekspresi Lorenzo kembali serius. "Itu yang sedang ingin aku cari tahu."

"Kasihan juga Rose kalau memang dia sedang mengalami masalah kehamilan," ujar Alina sambil menundukkan wajah. Meskipun tadi sempat mencurigai Rose, dia tetap merasa iba melihat wanita itu harus menghadapi masalah kehamilan seorang diri.

Lorenzo memperhatikan perubahan wajah istrinya. "Kenapa kamu terlihat sedih?"

"Aku hanya kasihan."

"Padahal tadi kamu curiga anak itu anakku."

Alina langsung mengangkat kepala. "Itu karena kamu sekretarisnya."

"Jadi?"

"Ya, orang terdekat biasanya yang pertama dicurigai."

Lorenzo mendengus. "Jadi suamimu sendiri kamu curigai?"

Alina tersenyum canggung. "Sedikit."

"Sedikit?" Lorenzo menatapnya tidak percaya.

Alina mengangkat bahu. "Namanya juga manusia."

Lorenzo ingin membalas, tetapi akhirnya mengurungkan niat. Daripada memperpanjang perdebatan, lebih baik dia mencari tahu siapa sebenarnya pria yang menghamili Rose. Sebab satu hal kini sudah jelas. Bayi itu bukan anak Lorenzo.

Sementara itu, Alina hanya memikirkan satu hal. Setidaknya satu masalah sudah selesai. Dia tidak perlu lagi khawatir suaminya mempunyai anak dengan sekretarisnya. Dan diam-diam, Alina merasa sedikit kagum kepada pria yang selama ini dia juluki sebagai kulkas.

"Ternyata kulkas itu punya pertahanan yang cukup kuat terhadap godaan wanita cantik."

Sejak pertengkaran itu dimulai, sudut bibir Alina bergerak ke atas sedikit. Lorenzo mengangkat kepala. Dia melihat senyum kecil itu. Namun, sebelum suasana berubah terlalu ringan, pikirannya kembali pada satu hal, Rose.

Lorenzo belum mendapatkan jawaban mengenai siapa ayah anak itu. Dan sekarang dia punya pertanyaan baru yang jauh lebih penting.

Jika bukan dirinya, lalu siapa pria yang sebenarnya menghamili Rose?

Tatapan Lorenzo berubah tajam. Dia tidak tahu bahwa jawaban atas pertanyaan itu mungkin akan membuka rahasia yang jauh lebih besar daripada perselingkuhan Bianca.

1
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
Pa Muhsid
gak tau bakal dikibulin Sama nyonya muda mu Antonio
Muft Smoker
semoga semua baik2 aj ,, baik Lorenzo atau pun Alina ,,
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,
"wongwaras"
jangan² yg hamilin rose🫢
Inooy
aduh Aaal kamu jangan nekad deeeh, ingat!!! kamu lg hamil..bagaimana cerita nya klo tiba2 kamu harus menghajar para penculik nya, sementara kamu harus menjaga kehamilan mu, Al.....
Inooy
iya Al dengerin apa kata papa Alessandro, kamu lg hamil anak Lorenzo jangan sampai kamu nekad dn terjadi apa2 terhadap kamu dn debay nya..percayakan smua nya ama papa Alessandro, okee!!!
Inooy
kaya nya Lorenzo udh merasakan satu firasat klo akan terjadi sesuatu pd diri nya..🥺
kamu harus kuat Al, karena klo kamu ikut2an nge-drop..kasian bayi yg lg kamu kandung, karena bagaimana pun perasaan seorang ibu akan langsung d rasakan oleh bayi dlm kandungan..jd kamu harus tenang dn selalu jaga emosi Al, demi bayi dalam kandungan dn sang ayah yg lg berjuang menyelamatkan diri dr sekapan 'orang gila'...🥹
Inooy
masalah seakan akan datang bertubi tubi menyerang kluarga Romano,,setelah penyerangan lewat video..kini penyerangan nya lewat penculikan Lorenzo..satu masalah terselesaikan, kini satu masalah harus cepat2 d bereskan karena menyangkut nyawa sang pewaris Romano...lebih miris lg Alina mendengarkan smua intruksi yg papa Alessandro perintahkan k para bodyguard nya....
pernikahan Alina benar2 sedang d uji..🥺

d tengah makin rumit nya permasalahan,,masih ada seorang Roberto yg bisa d andalkan..dengan kegercepan nya, om Roberto langsung mengkoordinir anak buah nya utk menyelamatkan Lorenzo....
om Roberto emg g ada tandingan nya dalam melindungi tuan nya..terlebih lebih terhadap Lorenzo yg udh d lindungi dr kecil.....
Atik Kiswati
alina terlalu gegabah.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!