NovelToon NovelToon
My Professor, Wo Ai Ni

My Professor, Wo Ai Ni

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dosen / Komedi
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.

Gen 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Katerina Reeves

"Jadi ... kamu mahasiswa baru di sini? Bukankah begitu nanggung karena masuk di semester genap?" tanya Leerant dengan tangan bersedekap. "Apa kamu mahasiswa transfer? Ambil jurusan apa?"

Katerina menatap pria yang terlihat lebih muda darinya dengan perasaan geli. Namun pengalamannya sebagai dosen yang bisa mengontrol emosi, dia hanya memasang wajah datar.

"Aku ... memang pindah kemari," jawab Katerina.

"Ambil jurusan apa? Di situ gedung teknik. Tapi ... menilik dari style kamu, tidak seperti mahasiswa teknik deh!" gumam Leerant sambil memegang dagunya.

Katerina tersenyum. "Sastra Inggris."

Leerant melongo. "Sastra Inggris? Nona Katerina, di sana itu gedung teknik. Gedung sastra beda lagi!" ucapnya sambil menunjuk gedung kampusnya.

"Pantas tadi aku salah masuk," kekeh Katerina. "Ohya, dosen sastra Inggris di fakultas kamu, baik nggak orangnya?"

"Nggak! Sudah tua, bangkotan, tukang nyalahi padahal dia yang salah! Dia yang ...."

"Mr Quan! Anda mau berapa lama tidak konsultasi dengan saya?"

Sebuah suara keras membuat keduanya terdiam dan Leerant menengok ke belakang dengan cepat. Tampak Mr Bao, dosen pembimbingnya yang selalu diajaknya debat dan salah satu faktor yang membuatnya pundung, berdiri dengan berkacak pinggang.

"Judge Bao nongol juga!" gerutu Leerant membuat Katerina cekikikan. "Maaf Katerina, aku harus menemui Judge Bao."

"Senang bertemu denganmu, Leerant." Katerina tersenyum manis membuat wajah Leerant merona.

"A ... aku juga. Ohya, kalau butuh diantar ke gedung kamu, jangan ragu minta tolong sama aku ya!" senyum Leerant langsung merekah.

"Mr Quan!"

"Baik baik! Aku datang! Bye Katerina." Leerant memberikan dadah ke Katerina sebelum menghampiri Mr Bao.

Katerina membalas lambaian tangan Leerant lalu dia mengambil ponselnya. "Oom Timothy, aku sudah bertemu Leerant."

"Bagus! Anak itu harus dijewer! Aku izinkan kamu menjewer telinga dia kalau nakal!" kekeh Timothy.

Katerina berjalan ke arah gerbang kampus. "Kenapa harus dijewer Oom?"

"Bukankah tradisi di keluarga kamu begitu? Jewer telinga?" balas Timothy.

"Iya sih ...."

***

Leerant tidak konsentrasi saat bimbingan tesisnya karena terbayang-bayang wajah Katerina. Mr Bao yang tahu mahasiswa tukang ngambeknya ini tidak konsentrasi, langsung mengeplak bahu Leerant. Tidak perduli jika ayahnya seorang Triad di Taiwan tapi posisinya di sini, Leerant adalah mahasiswa nya dan Timothy Quan sudah bilang tidak akan ikut campur soal perkuliahan anaknya.

"Sakit Judge Bao!" teriak Leerant.

"Hukum tidak mengenal keluarga raja atau bangsawan." Mr Bao menatap tajam ke Leerant.

"Apa?" Leerant menatap dosennya bingung. "Tunggu ...."

"Siang hari mengadili perkara manusia di dunia, malam hari mengadili arwah di akhirat."

Leerant melongo. "Seriously? Anda mengutip kalimat klasik Judge Bao? Literally?"

"Kamu kan yang panggil aku Judge Bao! Sekarang konsentrasi! Kamu mau lulus tidak?" bentak Mr Bao.

"Haaaiiissshhh!" sungut Leerant.

"Konsentrasi, Leerant! Kamu itu cerdas tapi kadang masih keluar gaya anak bontotnya. Ayahmu ingin kamu segera lulus. S1 kamu memang sudah, tapi S2 kamu berantakan," ucap Mr Bao lebih lunak.

"Iya iya. Sekarang, apa yang kurang?" Leerant menatap dosennya. Soal Katerina, nanti dulu. Daripada kepala aku kena papan pengadil Judge Bao!

***

Apartemen Katerina

"Bagaimana di Taipei?" tanya Tristan saat menghubungi Katerina lewat panggilan video.

"Kotanya tidak beda jauh dari Hongkong," jawab Katerina sambil memakan saladnya.

"Dengan Seoul?"

"Mirip-mirip," senyum Katerina.

"Semoga betah ya Kate," senyum Tristan.

"Iya. Jujur aku suka di sini karena tidak ada paparazi, Sasaeng dan Dispatch. Hanya gara-gara kita makan bersama Dae-hyun, aku dikejar-kejar. Padahal kan biasa di keluarga aku kalau cipika-cipiki," sungut Katerina.

"Padahal kamu juga pulang sama aku kan setelah antar Dae-hyun," kekeh Tristan.

"Itulah! Kan plenger mereka! Dae-hyun juga sudah bilang kalau kita sepupu! Mana di kampus dan dunia maya aku juga kena julid! Astagaaa! Aku bingung ... Kenapa orang-orang itu punya banyak energi buat julid ya? Nyaris 24 jam! Apa mereka pengangguran?" gerutu Katerina.

Tristan terbahak. Dirinya sampai harus antar jemput Katerina ke kampus kalau waktunya pas. Kalau tidak, Kaivan sudah mengirimkan pengawal untuknya.

"Mereka itu memang rata-rata hidupnya sudah di bawah tekanan jadi untuk melampiaskan rasa frustasinya, yaaa dikasih ke artis, fans, atau netizen yang bertentangan dengan mereka," jawab Tristan sabar.

"Heran deh! Kadang aku tidak habis pikir. Padahal setelah ngata-ngatain, puasnya sebentar kan? Seluruh dunia menolak bullying tapi ternyata semua manusia di dunia, delapan puluh persen adalah pembully. Benar kan?" Katerina menatap kekasihnya.

"Iya sih. Eh sayang, jujur aku kangen kamu ... sudah tiga hari ditinggal kamu. Nggak ada yang aku ajak makan malam," keluh Tristan.

Katerina cekikikan. "Kenapa emangnya?"

"Aku selalu suka melihat kamu kalau makan. Selalu menikmati," senyum Tristan.

"Bilang saja aku rakus," cebik Katerina.

Tristan terbahak. "Nggak sayang, aku suka cewek nggak jaim."

Katerina tersenyum manis. "Saranghae."

"Love you Kate."

***

Pagi ini Leerant datang ke kampus dengan sikap ogah-ogahan. Dirinya hanya bisa inhale exhale karena harus bertemu dengan dosen menyebalkan itu.

"Sudah mukanya nyebelin, kelakuannya juga sama! Macam film silat saja. Yang mukanya jelek pasti itu penjahat! Persis sama!" sungut Leerant sambil masuk ke dalam gedung kampusnya.

Dia pun masuk ke ruang kuliahnya dan melihat juniornya, Bambam, datang.

"Gege ambil kuliah lagi?" seru Bambam.

"Aku kena D kemarin," jawab Leerant sambil masuk ke dalam kelas. Bambam shock.

"Serius?"

Pintu ruang kuliah terbuka tepat saat jam dinding menunjukkan pukul delapan. Mahasiswa yang tadinya masih sibuk mengobrol langsung mulai kembali ke tempat duduk masing-masing. Leerant ikut merapikan buku catatannya sambil menguap pelan.

"Semoga dosen baru nggak hobi kasih tugas," gumamnya.

Bambam menyenggol lengannya. "Katanya dosennya masih muda."

"Bagus. Biasanya yang muda lebih santai." Leerant terdiam. "Dosennya ganti?"

"Katanya begitu," jawab Bambam.

Leerant mengangkat bahu. "Pokoknya jangan killer."

Suara langkah sepatu hak tinggi terdengar dari koridor.

Tok... tok... tok...

Pintu terbuka. Seorang wanita berambut cokelat panjang masuk dengan blazer krem, kemeja putih, celana panjang hitam dan membawa beberapa buku.

Senyumnya tenang. "Selamat pagi."

Seluruh mahasiswa menjawab serempak. "Pagi, Miss."

Leerant yang masih menunduk membuka pulpen sama sekali tidak melihat wajah dosennya.

Wanita itu menulis namanya di papan tulis.

KATERINA REEVES

"Kita akan bertemu setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat. Saya Katerina Reeves."

Leerant mendongak. Matanya membelalak. Pulpen yang dipegangnya jatuh ke lantai begitu juga dengan bukunya yang tebal.

BRUUKKKK!

"Hah?!"

Katerina yang mendengar suara itu menoleh. Tatapan mereka bertemu. Senyum tipis muncul di wajah dosen baru itu.

"Selamat pagi, Mr Quan."

Seluruh isi kelas langsung menoleh ke arah Leerant.

Bambam berbisik, "Lho... kalian kenal?"

Leerant masih membeku. "Otakku lagi buffering..."

Bambam mengernyit. "Hah?"

Leerant menelan ludah. "Kenapa... kenapa beliau yang ngajar di sini?"

Katerina menutup spidolnya. "Baiklah. Sebelum mulai kuliah, saya senang melihat ada mahasiswa yang wajahnya lebih pucat daripada papan tulis."

Satu kelas tertawa.

Leerant buru-buru menggeleng. "B-bukan, Kate eh ma'am ..."

"Oh? Jadi bukan kaget melihat saya?"

"Justru itu masalahnya!"

Kelas kembali tertawa. Seorang mahasiswa di baris belakang mengangkat tangan.

"Professor, Leerant ini bikin masalah ya?"

Katerina tersenyum santai. "Belum. Tapi ekspresinya seperti baru melihat hasil nilai ujian."

Gelak tawa kembali pecah. Leerant menutup wajah dengan kedua tangan.

"Tolong... bumi, buka pintumu..."

Katerina membuka daftar hadir.

"Leerant Quan." Matanya menatap ke Leerant.

"Hadir..."

"Suaranya kok seperti sedang sidang tesis yang belum selesai," kekeh Katerina.

Mahasiswa lain mulai menggoda. Suasana ruang kuliah langsung riuh.

"Woi, Leerant! Kok grogi?"

"Iya nih, kayak ketemu mantan."

"Atau pernah dihukum?"

Leerant langsung melambaikan tangan panik. "Bukan! Kalian jangan asal bikin teori!"

Katerina menahan tawanya. "Tenang. Saya dosen yang profesional."

Leerant menghela napas lega. "Syukurlah..."

"...asal mahasiswa juga profesional," lanjut Katerina.

Belum sempat napasnya selesai diembuskan, Katerina melanjutkan,

"Kalau ngobrol saat saya menjelaskan, saya beri pertanyaan dadakan. Kebetulan saya sudah hafal wajah beberapa mahasiswa."

Leerant langsung duduk setegak penggaris.

Bambam melirik sambil tertawa. "Wah, selesai sudah hidupmu."

Leerant mendesah panjang. "Semester ini baru mulai... tapi rasanya sudah masuk bab terakhir kehidupan."

Seluruh kelas kembali pecah dalam tawa, sementara Katerina membuka slide pertama kuliahnya dengan senyum tenang, seolah sama sekali tidak terganggu oleh kepanikan yang jelas terpancar di wajah Leerant.

Ya ampun! Dia professorku?

***

Yuhuuu up pagi yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Sayem Sayem
wahhhh luar biasa jahat ny si bibi lintah drt akhirnya mokat jg ..gak perlu mengotori tangan kita ..akhir ny terbalaskan secara instan y kate
awesome moment
lha? kek gitu tok? meninggoynya? nikmat amir yak. hrs.nya jd.in mrk perkedel dlu. buat santapan piranha hitam baru dpt ijin meninggoy
Teuing Saha🙃
Benar² b4ngs4t mereka semua, iblis pun pasti sungkem sama kelakuan mereka
Noey Aprilia
Setan aja sujud sm mreka,scra klakuannya lbh setan drpd setan....😠😠😠....
Hhhmm....aku curigation sih,tp ga ush sbut nma lh y....tkutnya dia bersin2....😁😁😁...
yg pnting 2 orng udh nysul tristan,yg 1 bkln dpt blsn stimpal....
amilia amel
bener-bener definisi keluarga iblis
D_wiwied
wah kurang ajar sekali, bener2 keluarga iblish ini sih ambil keuntungan dr asuransi kematian yg bahkan Tristan Kate tdk tau samsek 😤😤
tp pd akhirnya jd nyawa dibalas nyawa, anak dan ibu matre tewas dg cara yg sama, impas kan yaaa
Meeta Baggio
Pada akhirnya Ma seo -jie mendapatkan balasan nyaa. semoga Kate dan Yelena bisa hidup bahagia dan tenang
awesome moment
leerant dpt banyak do'a baik dri org2. me7 sah n jd. imam
Ita Xiaomi
Wah emaknya Leerant, cantik.
Ita Xiaomi
Samaan dgn aku 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kejauhan mikirnya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Dok Lucky 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kasihan Miu Wai, sport jantung😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 Dok Lucky paket komplit.
Ita Xiaomi
Senangnya punya keluarga besar yg penuh kasih.
Ita Xiaomi
Beda jauh pola pikirnya dgn ortu Leerant.
Ita Xiaomi
Apakah mobilnya disabotase oleh keluarga Tristan?
Ita Xiaomi
Keluarga besar Pratomo takkan tinggal diam klo Katerina dan Yelena disakiti keluarga Tristan. Siap-siap berhadapan dgn Aizen.
Ita Xiaomi
😭😭😭sedihnya
Ita Xiaomi
😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!