NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:175
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Misi Tambang Tua dan Anggota Ketiga

Pagi-pagi sekali, kabar tentang ditundukkannya Gao Shan dan kelompok seniornya oleh dua murid baru dari klan bawah menyebar bisik-bisik di sekitar Lembah Bawah. Namun, alih-alih bangga, Cheon Ryeon justru memanfaatkan momentum itu untuk mengumpulkan seluruh penghuni Asrama Bangsal.

​Di halaman belakang yang terisolasi dari jangkauan para pengawas Akademi, dua puluh anak baru berbaris rapi. Di depan mereka, Ryeon berdiri dengan tenang bersama Tang Jin-Bao.

​"Kalian dilempar ke sini karena klan kalian dianggap lemah, miskin, atau tidak punya pengaruh," suara Ryeon bergema tenang tapi menusuk sampai ke dada mereka. "Di mata murid elit di Puncak Bukit, kalian cuma calon pekerja tambang atau daging umpan di garis depan pertempuran. Tapi mulai hari ini, pilihan ada di tangan kalian."

​Ryeon melemparkan sebuah peta usang—peta jalur tambang tua di belakang asrama—ke atas batu besar.

​"Siapa pun yang mau ikut denganku ke Tambang Tua hari ini, kalian bakal dapat jatah perbekalan dan teknik sirkulasi Ki yang jauh lebih efisien dari apa yang diajarkan di kelas umum. Yang tidak mau, boleh tetap diam di barak dan berharap tidak diperas lagi oleh senior lain."

​Anak-anak itu saling pandang dengan cemas. Tambang Tua dikenal sebagai zona berbahaya yang dipenuhi gas beracun dan serangga besi (Iron-Beetles). Tapi menatap mata Ryeon yang dingin dan penuh keyakinan, tiga orang anak perlahan melangkah keluar dari barisan.

​Salah satu dari mereka adalah seorang gadis bertubuh tinggi tegap dengan kulit agak gelap dan tangan berpundak lebar. Di punggungnya terikat sebatang palu besi tua bertangkai kayu tebal.

​"Namaku Gong Son-mi," kata gadis itu dengan suara tegas tanpa keraguan. "Klanku dibantai karena menolak menjual zirah ke Aliansi Ortodoks, dan aku dijual ke Kultus sebagai tawanan. Kalau kau bisa memberiku kekuatan buat membalas dendam dan melindungi sisanya, aku ikut!"

​Ryeon mengamati struktur tubuh Son-mi dengan mata analitisnya.

​Tulang panggul dan struktur otot punggungnya sangat tebal, batin Ryeon. Di Murim, dia dianggap kaku dan tidak berbakat buat ilmu pedang cepat. Tapi dengan biomekanika tumpuan beban yang benar... dia adalah benteng pertahanan terbaik.

​"Pilihan yang bagus, Son-mi," kata Ryeon mengangguk pelan. "Dua orang lainnya, siapkan kantong penampung material. Kita berangkat sekarang."

​Satu jam kemudian, rombongan kecil itu tiba di mulut Tambang Tua Nomor 7.

​Udara di sekitar mulut gua terasa sangat pengap, berbau belerang menyengat dan asam yang pekat. Vegetasi di sekitarnya mati mengering, berwarna hitam keabu-abuan.

​"Aduh... baunya bikin mual," keluh Jin-Bao sambil menutup hidungnya.

​"Pakai ini," Ryeon membagikan masker kain tebal yang sudah diolesi campuran arang aktif dan racikan minyak kayu putih buatan Jin-Bao kemarin malam. "Masker ini bakal menyaring partikel gas asam supaya tidak merusak jaringan paru-paru kalian."

​Son-mi memakai masker itu, lalu menatap Ryeon dengan heran. "Kau tahu cara menetralkan gas beracun ini?"

​"Itu cuma reaksi kimia dasar," jawab Ryeon datar sambil menyalakan obor khusus berpenutup kaca tahan panas. "Ikuti langkah kakiku. Jangan menyentuh dinding gua yang berwarna hijau keemasan tanpa sarung tangan."

​Mereka melangkah masuk menyusuri lorong tambang yang gelap dan lembap. Suara tetesan air dan cicitan aneh bergema dari kedalaman gua.

​Dengan pemahaman geologi dan sains materialnya, Ryeon tidak hanya berjalan asal-asalan. Dia mengetuk-ngetuk dinding batu dengan ujung tongkat besinya, mendengarkan getaran resonansi tanah untuk mengidentifikasi keberadaan rongga dan jenis endapan mineral.

​TAK! TAK!

​Ryeon berhenti di sebuah persimpangan lorong yang tertimbun reruntuhan batu.

​"Di balik dinding ini ada rongga endapan Batu Kristal Sulfida dan bijih besi kualitas tinggi," tunjuk Ryeon ke arah dinding batu yang tebal.

​Son-mi melangkah maju, memegang palu besinya dengan kedua tangan. "Biarkan aku yang menghancurkan batunya!"

​Dia mengangkat palunya tinggi-tinggi, memadatkan Ki ke tangannya, lalu mengayunkannya dengan sekuat tenaga ke arah dinding batu.

​TRANG!

​Bunga api memercik keras, tapi dinding batu itu hanya tergores sedikit. Tangan Son-mi justru bergetar hebat akibat efek pantulan gaya yang salah, membuat telapak tangannya memerah kesakitan.

​"Sakit!" ringis Son-mi, mendesis menahan perih.

​Ryeon menggeleng pelan, melangkah mendekati Son-mi. "Gaya mengayunmu salah total. Kau memaksa Ki untuk menahan beban pantulan di pergelangan tangan, makanya energimu terbuang sia-sia."

​Ryeon memegang bahu dan siku Son-mi, membetulkan sudut tumpuan kakinya.

​"Buka kakimu sejelajah lebar bahu," instruksi Ryeon dingin. "Jangan salurkan Ki ke telapak tangan, tapi alirkan melalui perputaran pinggul menuju titik berat palu. Manfaatkan momentum gravitasi saat palu jatuh, lalu lepaskan Ki tepat dua sentimeter sebelum benturan."

​Son-mi menelan ludah, mencoba merasakan perubahan tumpuan tubuhnya sesuai petunjuk Ryeon. Ajaibnya, beban palu berat yang biasanya membuat punggungnya cepat pegal mendadak terasa jauh lebih ringan!

​"Coba lagi," perintah Ryeon.

​Son-mi menarik napas dalam-dalam. Dia memutar pinggulnya, membiarkan palu besinya mengayun jatuh mengikuti garis lintasan gravitasi yang diajarkan Ryeon.

​BOOM!

​Suara dentuman keras menggelegar di dalam lorong!

​Dinding batu yang tebal itu retak seribu dan hancur berkeping-keping! Berkilau-kilau di balik reruntuhan, kristal-kristal berwarna biru keemasan memancarkan cahaya yang memanjakan mata.

​Son-mi menatap tangannya sendiri dengan mata terbelalak lebar. "T-tidak sakit... tanganku sama sekali tidak bergetar! Daya hancurnya naik tiga kali lipat?!"

​"Itu hukum distribusi beban kinetik," jawab Ryeon santai. "Otot dan tulangmu itu diciptakan buat menahan tekanan besar. Kau cuma butuh cara yang benar buat mengarahkannya."

​Son-mi menatap Ryeon dengan tatapan penuh rasa kagum dan hormat yang sangat dalam. Di matanya, anak delapan tahun ini bukan lagi sekadar sesama murid... melainkan master sejati yang memahami rahasia tubuh manusia melebihi siapa pun.

​Namun, sebelum mereka sempat mengumpulkan kristal-kristal indah itu, suara desisan tajam bergema dari atap gua yang gelap.

​HISSST! HISSST!

​"Awas! Atas kita!" teriak Jin-Bao panik.

​Dari kegelapan atap gua, belasan monster serangga berukuran sebesar anjing dewasa melompat turun! Tubuh mereka dilapisi cangkang hitam keras bagaikan besi tempa, dan rahang mereka memancarkan cairan asam yang menetes membakar lantai batu.

​Serangga Besi (Iron-Beetles)!

​Dua anak baru dari klan bawah langsung ketakutan dan jatuh terduduk di tanah.

​"Cangkang mereka terlalu keras! Senjata biasa tidak bakal mempan!" jerit salah satu anak panik.

​Son-mi mengangkat palunya, bersiap memasang kuda-kuda bertahan di depan Ryeon. "Ryeon, berdiri di belakangku! Aku bakal tahan mereka!"

​Tapi Ryeon justru melangkah santai ke paling depan, memegang sebatang jarum tipis dan dua botol tanah liat kecil racikan Jin-Bao.

​"Cangkang luar mereka memang keras karena mengandung lapisan karbon," kata Ryeon dengan suara tetap tenang, tak ada sedikit pun rasa takut di matanya. "Tapi persendian di pangkal leher dan organ pernapasan mereka terbuka bebas tanpa pelindung."

​Ryeon melempar satu botol tanah liat ke udara tepat di atas kawanan serangga itu, lalu menjentikkan jarum tipisnya dengan kecepatan tinggi.

​CTAK!

​Botol itu pecah di udara, menyiramkan cairan minyak dan racikan asam konsentrasi tinggi tepat ke arah celah cangkang serangga-serangga tersebut.

​CZZZZZ!

​Cairan kimia itu bereaksi instan dengan lapisan asam organik tubuh serangga, menciptakan kepulan asap panas yang membakar jaringan saraf internal mereka dari dalam!

​KREEEEK!

​Belasan serangga besi itu menjerit histeris, berguling-guling di tanah sebelum akhirnya mati kaku dalam hitungan detik!

​Seluruh pertarungan selesai tanpa perlu Ryeon mencabut pedang atau mengeluarkan Ki dalam jumlah besar.

​Son-mi dan dua anak baru lainnya membeku di tempat dengan mulut terbuka lebar. Mereka baru saja menyaksikan sekawanan monster yang ditakuti para penambang veteran... dibantai dalam waktu kurang dari setengah menit hanya dengan memanfaatkan reaksi kimia sederhana!

​"Kumpulkan kristal-kristal ini dan bawa kembali ke barak," perintah Ryeon mengibaskan debu di jubahnya. "Malam ini, kita mulai membangun senjata dan zirah pertama untuk kelompok kita."

​Son-mi berlutut di hadapan Ryeon dengan satu kaki, mengepalkan tangannya di dada.

​"Mulai hari ini, palu dan nyawaku resmi jadi milikmu, Bos Cheon Ryeon!" seru Son-mi tegas.

​Ryeon menyunggingkan senyum tipis. Pilar ketiga dari kelompoknya resmi berdiri. Langkah mereka untuk merebut kekuasaan di Akademi Kultus Iblis... kini makin tak tertahankan.

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!