NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

.

Alena baru saja kembali ke ruang kerjanya setelah mengantarkan kopi Nathan, dan memastikan bos nya itu tidak membutuhkan apapun lagi. Gadis itu meletakkan tablet di atas meja, kemudian duduk sambil memeriksa beberapa agenda yang masih harus diselesaikannya sebelum makan siang.

Baru saja tangannya hendak meraih salah satu berkas, ponsel yang berada di atas meja tiba-tiba berdering. Alena mengerutkan kening ketika melihat nama Nisa, sahabatnya, yang muncul di layar. Alena pun segera mengangkat panggilan tersebut.

"Iya, Nis. Ada apa?"

Namun bukannya langsung menjawab, suara Nisa di seberang sana justru terdengar begitu cemas.

"Len, kamu baik-baik saja?"

"Aku?" tanya Alena dengan kening semakin berkerut. “Memangnya aku kenapa?"

"Kamu belum membuka ponselmu?"

"Ini aku sedang buka ponselku. Ada apaan sih?"

"Maksud aku lihat medsos, dodol…” di seberang telepon Nisa menggeram sambil menggerakkan tangannya seolah ingin mencakar.

“Memangnya ada berita heboh apa sih? Cha Eun Woo nikah? Kamu patah hati? Duh, kasiaaaann."

“Alena…” Nisa menggeram tertahan. "Bisa tidak seriusan dikit? Aku itu lagi khawatirin kamu.”

"Iya khawatirnya kenapa? Ngomong dong.”

Nisa menghela napas panjang. Ia lupa kalau sahabatnya itu memang bukan tipe orang yang gemar menghabiskan waktu dengan media sosial. Alena hanya membuka ponsel jika ada pekerjaan atau sesuatu yang benar-benar dianggapnya penting. Bahkan terkadang pesan dari teman sendiri baru dibalas beberapa jam kemudian karena gadis itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

"Len..." suara Nisa terdengar lebih pelan. "Media sosial sedang ramai membicarakanmu."

"Aku?”

"Iya." Nisa kembali menarik napas. Sepertinya ia masih ragu apakah harus mengatakan semuanya atau tidak. "Lebih baik kamu lihat sendiri. Tapi apa pun yang dikatakan orang-orang di luar sana, aku tahu itu tidak benar. Jadi jangan terlalu memikirkannya, ya?"

Alena terdiam, tapi sedikitnya ia mulai paham apa yang membuat Nisa khawatir.

"Baiklah. Nanti aku lihat."

"Abaikan apapun komentar mereka. Yang penting kamu bukan orang seperti itu.”

"Iya." Alena tersenyum tipis. Ia merasa bahagia memiliki teman yang begitu perhatian padanya.

"Dan kalau kamu butuh aku, telepon saja."

"Iya, iya, bawel…” Alena merasa gemas. "Tenang aja. Sahabatmu ini bukan orang selemah itu.”

Setelah sedikit obrolan saling melepas rindu karena memang jarang bertemu, panggilan itu akhirnya berakhir.

Alena masih menatap layar ponselnya selama beberapa detik sebelum kemudian jarinya bergerak untuk membuka salah satu aplikasi media sosial yang jarang disentuhnya.

Begitu halaman utama terbuka, Alena langsung terdiam. Matanya bergerak membaca beberapa judul yang memenuhi layar.

"Asisten Pribadi Nathan Wijaya Diduga Punya Hubungan dengan Banyak Pria?"

"Dari Mana Alena Mendapatkan Posisi di Wijaya Kusuma Group?"

"Benarkah Kedekatan Alena dengan Bos Besar Bukan Sekadar Hubungan Profesional?"

Alena membuka salah satu unggahan yang sudah dibagikan ribuan kali. Di sana terdapat beberapa foto dirinya bersama beberapa pria. Ada foto ketika dirinya sedang berbicara dengan seorang pria di sebuah acara perusahaan. Ada pula foto ketika dirinya berjalan bersama Nathan. Bahkan terdapat sebuah potongan video yang seolah-olah memperlihatkan dirinya sedang bersikap mesra dengan seseorang.

Namun Alena tahu persis bahwa foto-foto itu telah dipotong dari konteks sebenarnya. Beberapa foto bahkan ia sendiri tidak pernah ingat pernah berada dalam posisi seperti itu.

Alena membaca komentar yang terus bertambah.

“Pantas bisa langsung diterima jadi asisten pribadi Tuan Nathan.”

“Cantik memang modal utama sekarang.”

“Kalau benar hanya karena kemampuan, kenapa langsung dapat posisi penting?”

“Jangan-jangan ada hubungan khusus dengan bosnya.”

“Kasihan Tuan Muda Sebastian. Untung tidak jadi menikah.”

“Katanya dekat dengan beberapa pria sekaligus?”

Semakin ia membaca, semakin banyak komentar buruk yang memenuhi layar.

Alena terdiam beberapa detik, lalu menghembuskan napas panjang.

"Selena..."

Nama itu keluar begitu saja dari bibirnya.

Tidak perlu menjadi seorang detektif untuk mengetahui siapa yang berada di balik semua ini. Alena sudah terlalu mengenal kakaknya itu. Selena tidak pernah benar-benar menerima kenyataan bahwa Alena berhenti mengejar Reno. Dan sekarang Selena pasti marah karena dirinya berada di sisi Nathan, pria yang ia idolakan.

Alena mengusap pelipisnya pelan. "Jadi ini caramu?" gumamnya sambil tersenyum tipis. “kamu pikir Dengan menyebarkan berita bohong seperti ini kamu bisa menghancurkanku? Konyol!"

Gadis itu kembali membaca salah satu foto yang terpampang di layar. Ia bahkan bisa menemukan beberapa bagian yang tampak tidak wajar. Bayangan seseorang terlihat sedikit berbeda, sudut pencahayaan tidak sesuai, dan bagian wajah pada salah satu foto terlihat terlalu halus dibandingkan bagian tubuh lainnya.

"Foto editan..." cibirnya sambil menggeleng pelan. "Setidaknya kalau mau menjatuhkanku, gunakan sesuatu yang lebih pintar."

"Ish… aku pikir ada apaan. Dasar Nisa, kamu mengkhawatirkan orang yang salah. Tapi aku bahagia memiliki teman seperti kamu.”

Alena hanya mematikan layar ponselnya kemudian meletakkannya kembali di atas meja. Wajahnya yang sempat serius perlahan kembali tenang.

Baginya rumor seperti itu bukan masalah besar. Hanya kerikil kecil yang akan mencelat jika ditendang. Bahkan bisa diinjak dengan mudah di bawah kakinya.

*

Sementara itu, di dalam ruang kerjanya, Nathan baru saja menerima laporan dari salah seorang kepercayaannya mengenai berita yang sedang ramai beredar tentang Alena.

Pria itu membaca beberapa tangkapan layar yang dikirimkan kepadanya. Rahangnya perlahan mengeras, sementara tangannya mengepal di atas meja.

"Berani sekali dia mengusik orangku.." gumamnya rendah. “Apa dia sudah bosan hidup?"

Kedua tangannya terkepal erat karena berita itu juga telah menyeret namanya. Namun bukan itu yang membuat Nathan marah. Pikirannya justru tertuju pada Alena. Bagaimana keadaan gadis itu setelah membaca semua berita tersebut? Apakah Alena merasa tertekan? Apakah dia menangis?

Nathan menghembuskan napas panjang lalu mengambil telepon kantor lalu meraih gagang telepon kantor yang ada di atas meja kerjanya.

*

Kembali ke ruangan Alena. Gadis itu sedang mengambil sebuah dokumen dari atas meja kemudian membukanya kembali. Matanya mulai membaca setiap baris dengan teliti. Begitu tenang, begitu profesional. Seolah-olah dia tidak mengetahui bahwa dirinya baru saja menjadi perbincangan di media sosial.

Namun baru beberapa halaman dibaca, telepon di atas meja kerjanya berdering. Dengan mata yang masih menatap ke arah dokumen Alena menggerakkan tangannya mengambil gagang telepon lalu mendekatkannya di telinga.

"Ke ruanganku sekarang." Suara Nathan terdengar dari seberang.

"Baik. Saya akan segera ke sana."

Alena menutup dokumen, mengembalikan gagang telepon pada tempatnya, mengambil tablet, lalu berdiri dari kursinya. Tidak ada sedikitpun perubahan pada ekspresi wajahnya.

1
Hary Nengsih
tambah gak bisa leoas alena 24 jam🤭
Sri Rahayu
Nathan...Nathan modus kamu biar Alena 24 jam mengurus mu sampe mau bayar 3x.lipat gaji nya....cemburu bilang aja 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
benar kt tuan Richard kl Reno bodoh tdk layak utk jd pemimpin Sebastian Group... otak nya lemot🤩🤩🤩🤩🤩
Anonim
kok kesal Pen......15
Oma Gavin
nathan.... nathan gengsi mu setinggi langit aku sumpahin orang kantor ada yg naksir alena biar kamu dapat saingan
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!