Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.
Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.
Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membangunkan singa tidur
Acara peresmian bangunan kecil katanya markas sang istri dan kawan-kawannya itu akhirnya selesai. Meski berlangsung penuh drama, Jeremy bisa bernafas tenang sekarang. Teman-teman Claire sudah pulang dari setengah jam yang lalu. Sebenarnya mereka tidak terlalu berisik seperti Claire, tapi kalau ada mereka dan sudah bergabung dengan Claire, melihat saja Jeremy sudah sakit kepala.
Apa yang dilakukannya di dalam sana. Dia mandi atau konser?
Gumam Jeremy dalam hati sambil pandangannya terus menatap ke toilet. Dia lebih dulu mandi dari Claire tadi karena dia yang balik lebih dulu ke kamar. Ia sudah mengenakan kaos dan celana kain, siap-siap untuk tidur. Tapi karena Claire yang sangat ribut di dalam kamar mandi dengan suara cemprengnya, Jeremy jadi terganggu. Jelas tidak bisa tidur.
Sudah lebih dari tiga puluh menit, tapi gadis itu tidak keluar-keluar juga. Kalau dia mandi dengan tenang, Jeremy tidak akan terganggu. Tapi gadis itu ribut sekali. Jeremy yang tadinya berbaring di tempat tidur kini sudah berpindah duduk di sofa. Telinganya sakit dan ngantuknya sudah hilang.
"AKU BAHAGIAAA! OHHHH, WHOAA!"
Ya ampun anak itu. Jeremy menutup matanya dalam-dalam. Ia tidak tahan lagi. Ia pun berdiri, melangkah perlahan ke arah pintu toilet lalu mengetuk pelan.
"Claire,"
Suara nyanyian Claire terhenti. Ia menyahut dari dalam.
"Iya sayang?! Mau mandi bareng?!"
Jeremy mendengus. Gadis gila.
"Hentikan nyanyianmu. Suaramu seperti mau memanggil arwah. Sekarang sudah tengah malam, jangan mandi terlalu lama. Setan bisa muncul dalam bak mandi dan ..."
Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya yang sebenarnya hanya untuk menakut-nakuti Claire, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan Claire langsung menarik tangannya masuk ke dalam kamar mandi.
Jeremy kaget sekali. Apalagi tubuh Claire masih telanjang bulat di dalam sana. Jeremy langsung membalikkan badannya.
Astaga, apa lagi ini?
"Kau apa-apaan?" suaranya tetap tegas tapi sedikit bergetar karena di tarik tiba-tiba dan langsung berhadapan dengan pemandangan yang sungguh menguji imannya.
"Temenin aku di sini sampai habis mandi. Siapa suruh kamu nakut-nakutin aku. Aku kan lemah banget sama cerita hantu."
ujar Claire dengan ekspresi kesal.
"Kok menghadap sana?" tanyanya kemudian dengan polosnya. Jeremy mendengus lagi.
"Kau telanjang, kau ingin aku melihat tubuhmu tanpa busana? Nanti kau tuduh aku sengaja mengambil keuntungan darimu lagi." balasnya tetap balik belakang.
"Loh, kita kan suami istri. Gak apa-apa dong lihat tubuh masing-masing. Tenang aja, aku istri yang baik kok, gak bakal nuduh kamu ambil keuntungan. Kan udah pernah telanjang depan kamu juga."
Okey. Claire memang adalah makhluk terlangka yang pernah dia temui. Jeremy tidak mendengar suara gadis itu lagi. Tapi suara air yang keluar dari shower. Entah apa yang gadis itu lakukan sekarang, tapi dia bisa dengar senandung pelannya. Mungkin gadis itu sedang memakai sabun.
Jeremy masih berdiri membelakangi, tapi lama-lama, dengan perlahan-lahan ia membalik badannya. Matanya menatap sosok tanpa busana yang posisinya juga sedang membelakanginya sekarang. Ia menatap lama tubuh indah Claire dari belakang. Body gadis itu harus dia akui sekali lagi, sangat bagus. Lalu pandangannya makin turun dan berhenti di bokong mulus Claire.
Belahan di tengahnya, yang kini digosok oleh Claire dengan sabun cair sambil bersenandung, Jeremy menelan ludah dengan susah payah, tenggorokannya terasa mendadak kering. Darahnya seketika berdesir panas, jantungnya yang tadinya tenang kini berpacu liar. Sekali lagi, dia hanyalah seorang pria normal. Ia berusaha mengalihkan pandangan, tapi matanya seolah terpaku pada lekuk tubuh Claire yang tampak begitu lembut dan memikat di bawah guyuran air hangat.
Lalu gadis itu berbalik. Pandangan Jeremy langsung jatuh ke buah dada yang kencang itu, putingnya yang menonjol, dan kulitnya yang basah berkilau diterangi cahaya kuning hangat ruangan. Napas Jeremy tercekat di kerongkongan, seluruh pertahanan dirinya runtuh seketika seolah disapu badai. Ia tidak sanggup memalingkan wajah, matanya menelusuri setiap inci lekuk tubuh itu dengan pandangan yang perlahan berubah gelap, penuh hasrat dan nafsu yang tak lagi bisa ia sembunyikan.
Claire seolah tak menyadari guncangan yang sedang dirasakan suaminya. Ia tersenyum polos, lalu mengangkat tangan menyisir rambutnya yang basah ke belakang, membuat garis leher dan bahunya tampak semakin memikat.
Habis menyabuni seluruh tubuhnya, dia sirami dengan air sampai bersih lalu mengambil handuk untuk mengeringkan rambut dan tubuhnya. Claire melakukan semua itu dengan santai seolah Jeremy tak ada di sana. Ia tidak sadar telah membangunkan singa tidur.
Jeremy masih mencoba menahan diri sampai beberapa detik yang lalu. Dia tidak sanggup lagi. Gairahnya benar-benar sudah bangkit. Tanpa aba-aba, pria itu maju dan langsung mengangkat tubuh Claire ala koala, membuat gadis itu kaget dan melingkarkan kedua kakinya di pinggang Jeremy.
"Ya ampun mister Jem! Aku lagi keringin badan tahu! Malah di gendong-gendong aja. Kenapa, udah jatuh cinta ya?" Alis Claire bergerak naik turun.
Jeremy tidak menjawab. Persetan dengan jatuh cinta. Sekarang nafsunya sudah di ubun-ubun. Kalau tidak disalurkan dia bisa gila. Pria itu keluar dari kamar mandi dan meletakkan Claire di atas meja yang berada di sudut kamar, menyingkirkan tumpukan buku dan barang kecil ke lantai dengan satu gerakan tangan. Tubuh Claire yang masih terbungkus handuk tipis terasa hangat dan bergetar di bawah sentuhannya.
"Kau bertanya kenapa?" bisik Jeremy parau, wajahnya mendekat hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. Tangannya meremas lembut pinggang gadis itu, menekannya perlahan ke tepi meja.
"Karena kau terus-terusan menantangku," setelah mengatakan itu, Jeremy langsung menyerang bibir Claire dengan ciuman yang penuh nafsu.
kirain bom rakitan claire berbahaya hanya bikin gosong, mom thalia dan claire dan sahabat-sahabatnya aja🤣
claire nanti ketahuan mister jem dihukum kamu nakal banget, diam-diam keluar dari rumah sama sahabat2 kamu tanpa ijin mister jem😄
mommy thalia bergabung aja geng mafia mommy thalia jadi ketuanya, claire dan teman2nya anak buahnya pasti sangat seru dan menarik🤣🤭
Thalia cocok ni ketemu Claire yg nakal dan unik 🤣🤣🤣🤣bisa bikin group mafia cewe ni🤣🤣🤣🤣