NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Kehancuran Sang Jenius Bintang

Bayangan kapal perang berbendera Taichu menutupi langit Tianyu. Cahaya dua matahari Primordial terhalang oleh lambung raksasanya, membuat seluruh kota tenggelam dalam bayang-bayang.

Kapal yang dipahat dari tulang belakang naga suci purba itu memancarkan tekanan setingkat Dewa Leluhur. Bahkan udara di sekitarnya terasa berat dan tajam, seolah setiap tarikan napas membawa tekanan yang tak terlihat.

Di alun-alun utama, puluhan ribu Ksatria Emas berlutut dengan wajah tegang. Mereka membentuk barisan luas untuk menyambut rombongan dari Ibu Kota Taichu.

Di antara mereka berdiri pemimpin rombongan, Tetua Agung Cang Ming

Rambut putihnya melayang tanpa tertiup angin, sementara jubah emas yang dikenakannya dipenuhi aksara kuno. Di sampingnya berdiri seorang pemuda bertubuh tinggi dengan mata perak.

Zirahnya hanya menutupi sebagian tubuh, memperlihatkan kedua lengannya yang berkilau seperti ditempa dari emas bintang.

Di seberang mereka, Shen Ziyue duduk di atas singgasana kristal.

Tatapannya dingin dan dipenuhi niat membunuh.

Di sisinya berdiri Lin Xuan dalam jubah Komandan Bintang. Wajahnya tetap tenang. Bahkan ketika memandang pemuda bermata perak itu, ia hanya terlihat sedikit bosan.

"Cang Ming"

Suara Ziyue memecah keheningan.

"Cukup berani kau membawa armada perang ke wilayahku tanpa titah resmi. Jika dalam sepuluh tarikan napas kau tidak memberikan alasan yang layak, aku akan membakar kapalmu menjadi abu."

Xang Ming tersenyum tipis dan memberi salam. Sikapnya tampak sopan, tetapi jelas tidak mengandung ketulusan.

"Tenangkan amarah Anda, Yang Mulia. Majelis Tetua Pusat datang demi keselamatan Anda setelah insiden Iblis Kuno."

Tatapannya kemudian beralih kepada Lin Xuan.

"Namun kami juga mendengar bahwa Anda menjadikan seseorang tanpa lautan Qi sebagai pengawal pribadi."

Ia mengangkat tongkat emasnya.

"Jenderal Lie Yan dihancurkan dari jarak puluhan ribu li. Majelis Tetua tidak percaya seseorang mampu melakukan hal seperti itu hanya dengan kekuatan tubuh."

Mata Xang Ming menyipit.

"Karena itu, menurut hukum Taichu, siapa pun yang berada di sisi keluarga kekaisaran harus menjalani Ujian Darah. Jika dia memang layak menyandang gelar Komandan Bintang, biarkan dia membuktikannya."

Ziyue menghantam sandaran singgasana hingga retak.

"Berani kau menentukan siapa yang boleh berada di sisiku..."

Sebelum amarahnya meledak, Lin Xuan mengangkat tangan.

Ziyue langsung terdiam.

Lin Xuan turun dari dekat singgasana dan berjalan ke tengah alun-alun.

"Ujian Darah?"

Tatapannya tertuju pada Cang Ming

"Bagaimana kalian ingin mengujiku? Haruskah aku meremukkan tulangmu seperti Lie Yan itu?"

Wajah Cang Ming seketika memerah. "Jaga ucapanmu!"

Ia menunjuk pemuda bermata perak di sampingnya.

"Ujiannya adalah... Kau akan menghadapi jenius terkuat dari generasi muda Dewa Kuno. Namanya Shen Wu, Jenius Bintang dari Kuil Suci Taichu!"

Shen Wu melangkah maju.

Krak!

Ubin kristal di bawah kakinya langsung retak.

Cang Ming menaikkan suaranya agar seluruh alun-alun mendengar.

"Shen Wu telah menyempurnakan Seni Fisik Emas Taichu hingga tahap kedelapan. Tubuhnya telah melampaui batas makhluk. Daging dan tulangnya ditempa oleh cahaya bintang."

Ia menunjuk Lin Xuan.

"Ujianmu sederhana. Terima satu pukulan Shen Wu tanpa mati. Setelah itu, Taichu akan mengakui kedudukanmu sebagai Komandan Bintang."

Di dalam Lautan Roh Lin Xuan, Hun Yuan tertawa.

"Level delapan?"

"Berani juga mereka menyebut tubuh seperti itu sebagai puncak."

Lin Xuan menatap Shen Wu.

Berkat Gulungan Asal-Usul yang baru dibacanya, ia dapat melihat dengan jelas fondasi tubuh pemuda itu.

Shen Wu memang telah mencapai tahap kedelapan Tungku Daging.

Di Sembilan Benua, tubuh seperti itu sudah cukup untuk membuatnya tak terkalahkan.

Namun bagi Lin Xuan yang telah mencapai Bintang Kuno, jarak di antara mereka terlalu jauh untuk disejajarkan.

"Satu pukulan?" Lin Xuan menyilangkan tangan di belakang punggung. "Ayo."

Ia bahkan tidak memasang kuda-kuda.

"Gunakan seluruh kekuatanmu. Aku tidak akan menghindar dan tidak akan membalas."

Keributan segera pecah di antara para Ksatria Emas.

Shen Wu mengepalkan tangannya. "Kau benar-benar ingin mati."

Cahaya emas meledak dari tubuhnya.

Aura mengerikan menyapu seluruh alun-alun. Ubin kristal di bawah kakinya retak satu demi satu, sementara tubuhnya memancarkan panas seperti bintang yang baru saja menyala.

Ia menarik tangan kanannya ke belakang.

Kemudian melangkah.

Boom!

Sosok Shen Wu menghilang.

Dalam sekejap, ia telah muncul tepat di hadapan Lin Xuan.

Tinju emasnya menghantam ulu hati Lin Xuan dengan seluruh kekuatannya.

Doom!

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh alun-alun.

Gelombang benturan menyapu ke segala arah. Ribuan Ksatria Emas terlempar, sementara dinding menara di sekitar alun-alun retak.

Debu kristal membubung dan menutupi pandangan.

Cang Ming tersenyum. Namun senyum itu perlahan membeku.

Tidak terdengar suara tulang Lin Xuan patah. Sebaliknya, dari balik debu terdengar jeritan yang mengguncang jiwa.

"Aarghhh!"

Itu bukan suara Lin Xuan.

Debu perlahan tersibak. Lin Xuan masih berdiri di tempatnya.

Tangannya tetap berada di belakang punggung. Jubah putihnya hanya sedikit berkibar. Bahkan kulit di ulu hatinya tidak meninggalkan bekas.

Namun Shen Wu telah berlutut di hadapannya.

Lengan kanannya hancur.

Daging emas dan serpihan tulang berserakan di atas lantai, sementara darah suci mengalir dari bahunya.

Seluruh kekuatan pukulannya telah berbalik menghantam tubuhnya sendiri.

Shen Wu menatap lengannya dengan wajah pucat.

"Ti-tidak mungkin..." Ia menggertakkan gigi menahan rasa sakit. "Aku... tidak mungkin kalah..."

Lin Xuan menatapnya tanpa ekspresi. "Tubuhmu terlalu kaku."

Shen Wu mendongak dengan wajah penuh ketakutan.

"Kau..."

Lin Xuan tidak menjelaskan.

Fondasi tubuh yang ditempa dari cahaya suci memang kuat, tetapi kekuatan itu juga menjadi belenggu. Tubuh seperti itu sulit menahan benturan yang jauh melampaui batasnya sendiri.

Sementara tubuh Lin Xuan telah berada di tingkat yang sama sekali berbeda.

Ia bahkan tidak perlu menyerang. Tubuhnya sendiri sudah menjadi senjata.

Lin Xuan mengangkat pandangan kepada Cang Ming.

"Inikah puncak generasi muda kalian?" Suaranya tetap tenang. "Seni fisik yang hanya mengandalkan cahaya kaku seperti itu ternyata tidak lebih dari ini."

Seluruh alun-alun mendadak sunyi. Tidak seorang pun berani bersuara.

Jenius Bintang yang dibanggakan Taichu bahkan tidak mampu membuat Lin Xuan bergeser setengah langkah.

Shen Ziyue yang duduk di singgasana akhirnya tertawa.

Tawanya semakin keras hingga menggema ke seluruh alun-alun.

"Kalian lihat sendiri."

Ia menatap para utusan Taichu dengan senyum penuh kemenangan. "Beginilah pengawal yang kupilih."

Lin Xuan tidak memedulikannya.

Ia berjalan melewati Shen Wu lalu berhenti di hadapan Cang Ming.

Tekanan berat perlahan menyebar dari tubuhnya.

Wajah Cang Ming berubah.

Jantungnya berdegup keras. Napasnya terasa sesak seolah sebuah gunung sedang menekan dadanya.

Lin Xuan menatapnya dengan tenang.

"Ujian sudah selesai, Tetua."

Cang Ming menggenggam tongkat emasnya erat-erat.

Namun sebelum ia sempat menjawab, Lin Xuan kembali berbicara.

"Sekarang kalian punya dua pilihan." Ia menunjuk Shen Wu yang masih berlutut.

"Bawa jenius kalian kembali ke Taichu." Tatapan Lin Xuan berubah dingin. "Atau tinggalkan mayat kalian di Kota Suci Tianyu hari ini."

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!