NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:89.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

"Rin tolong buatkan minuman untuk Rahma ya? Kamu tahu tidak, ternyata Rahma ini penghafal Al-Quran lho"

Hati ini bak di sayat-sayat kala ibu mertuaku memuji wanita itu, apalagi di depan mas Aga,tahukah Ibu dia adalah wanita pujaan Mas Aga. Mereka selalu bertukar pesan bahkan menelfon saat tengah malam, membuat malam ku terasa amat sunyi dan menyakitkan. Hatiku benar-benar hancur berkeping-keping.

"Kog diam saja Rin? Cepat gih ,kasihan nak Rahma belum minum dari tadi"

"Iya Bu"

Aku berusaha menjawab dengan suara yang normal,meski tubuh ini rasanya sudah bergetar hebat,ingin rasanya aku menjerit sekeras-kerasnya, aku ingin menangis dan menghilang dari tempat ini. Ternyata Mas Aga memintaku pulang hanya untuk menjamu tamu istimewanya, aku menengok ke belakang sebelum masuk, hati ini kembali tersayat sembilu melihat ketiga orang di ruang tamu saling tertawa bersama, mereka seperti sedang menertawakan aku, aku merasa jadi orang asing di rumah ini hanya dalam hitungan detik saja,

Setiap tawa mereka bak panah yang terus menancap di hati,makin keras terasa makin dalam, tubuhku terhuyung aku mencoba berpegangan pada gagang pintu kamar, rasanya kaki ini tak kuat menopang tubuh ku, aku masuk ke kamar ku, bukan ini kamar mas Aga,aku hanya menumpang di kamar ini.Aku bahkan tidak di izinkan tidur di ranjang nya.

Ku tutup pintu itu,ku ambil bantal untuk menutupi wajahku dan menangis sekencang-kencangnya di sana. Aku yang sudah aku lakukan? Meski aku sudah melakukan yang terbaik untuk Mas Aga, yang aku dapat hanyalah luka dan luka lagi, aku lelah, aku menyerah, sebesar apapun cintaku pada Mas Aga itu tidak akan ada artinya jika

Dia tidak pernah mau menerima cinta itu, cinta sepihak ini sudah menghancurkan diriku, aku selalu berharap dia bisa luluh, tapi aku baru sadar jika tidak bisa di paksakan. Cinta sepihak ini tidak akan bisa membuat kami bahagia, karena dia punya cinta yang lain, aku tidak pernah mau di madu, jika aku bersedia pun,aku yang akan tersakiti di sini, mereka saling mencintai, aku hanya akan jadi benalu bagi mereka. Mas Aga pasti lebih mencintai Rahma, aku hanya akan menjadi obat nyamuk yang selalu mendambakan cinta tanpa bisa mendapatkan cinta itu. Mungkin sudah waktunya aku berhenti.

Aku juga ingin bahagia,aku ingin terbebas dari rasa sesak ini, aku tak mau luka ku makin dalam. Ku hapus air mataku, aku segera mengambil koper ku, aku merasa sudah tidak ada gunanya lagi aku di sini, kebaikan mas Aga akhir-akhir ini mungkin hanya sebagai tameng agar aku mau menerima wanita pujaan hatinya. Aku sudah lelah, dari pada ada orang lain dalam pernikahan kami, lebih baik aku saja yang mengalah, aku memilih mundur, aku tahu dia akan lebih mencintai wanita itu dari pada aku, sudah waktunya aku sadar diri, sudah waktunya aku mengakhiri sandiwara ini, aku sudah lelah menutupi luka hatiku, aku juga manusia, aku juga ingin seperti wanita lain yang di cintai.

Ku ambil baju ku yang hanya beberapa di sini, Mas Aga bahkan tidak mau baju kami bercampur jadi satu, apalagi mengizinkan tubuh ini menyatu dengannya, itu mungkin hanya akan terjadi dalam mimpi ku saja.

Semua bajuku ada di toko, aku akan mengambilnya nanti. Ku tinggalkan semua barang-barang berharga dari Ibu mertua, sebenarnya aku berat meninggalkan dia, tapi dia akan lebih dekat dengan Rahma dari pada dengan ku. Aku tidak mau terikat dengan keluarga ini lagi. Begitu semua yang aku perlukan sudah masuk, aku segera menutup koperku, aku lempar koper ku dari jendela, aku tidak mau ibu hawatir. Ku tatap kembali kamar ini,dari semua sudut kamar ini,tidak ada sama sekali kenangan bahagia, di bawah jendela itu aku sering menangis tanpa suara, di atas sofa panjang itu aku menghabiskan malam-malam ku yang sunyi, ranjang besar ini, bak luar lebar yang terus membuat mata ini perih, aku hanya bisa menatap suamiku dan tak pernah bisa menyentuhnya, itu adalah siksaan terdalam yang tidak bisa aku lupakan. Aku buru-buru menghapus air mata ini, aku bercermin, ku tutupi wajah yang penuh air mata dengan bedak dan lipstik tipis. Keputusan ku sudah bulat, antara aku dan mas Aga sudah berakhir, aku segera keluar dari kamar mas Aga hanya dengan membawa tas kecil.

"Maaf kan aku Ibu, Arin sudah tidak sanggup di sini" Gumamku pelan.

Aku segera bergegas ke dapur membuatkan minuman untuk Rahma, sebisa mungkin aku mencoba untuk kuat, meski tangan ini gemetar hebat, Aku membawa jus itu ke luar, aku buatkan tiga gelas jus untuk mereka. Aku berpura-pura tersenyum di depan mereka.

"Lo Kog cuma tiga gelas Rin? Buat kamu mana?" Tanya Bu Tina padaku, aku menaruh jus itu di depan mereka satu persatu. Ku duduk di sebelah ibu Tina, aku memeluk lengannya, mungkin ini akan jadi pelukan terakhir kami, aku bersandar di bahunya.

"Bu Arin mau izin keluar, Arin mau pergi, boleh?"

"Mau kemana sayang? Bukankah kamu baru saja pulang?"

"Arin sudah merencanakan ini sejak lama Bu, cuma baru bilang ibu sekarang,mas Aga tahu kog"

"Memangnya mau kemana? Mau pulang kampung?"

Aku mengagguk pelan.

"Boleh Arin memeluk ibu?" Tanyaku pada mertuaku, dia seperti orang tuaku sendiri,dia yang membesar kan aku, dia juga yang membuatku bisa merasakan bagaimana sekolah. Sungguh hati ini berat, tapi aku juga ingin bahagia. Aga menatap ku penuh tanya, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan tentang aku, tapi sudah cukup. Aku tak sanggup.

"Titip salam buat keluarga kamu ya Rin? kalau saja kamu tidak mendadak begini bilangnya, Ibu pasti buatkan kue khusus untuk mereka"

"Tidak perlu Bu, Arin akan buatkan mereka di sana"

"Ya sudah hati-hati"

Aku cium tangan ibu agak lama, aku juga kembali memeluknya erat, ku cium kedua pipinya membuat Ibu tersenyum padaku.

"Sudah-sudah, kamu hanya akan pergi beberapa hari saja kan Rin? kenapa pamit seperti mau pergi selamanya?" Kekeh Bu Tina. Aku hanya bisa tersenyum simpul, karena aku memang akan pergi selamanya dari rumah ini.

"Kalau begitu Arin Pulang dulu Bu"

Akh menyalami Rahma yang masih nampak bingung, Aku juga bersalaman dengan mas Aga meski hanya sebentar. Aku segera pergi lagi, ku ambil koper yang ada di bawah jendela kamar mas Aga.

Mobil yang aku pesan sudah datang, jadi aku harus cepat.

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Mas Aga padaku, aku tak menyangka dia akan menyusul ku, dia bahkan melihat ku membawa koper,

Aku diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil.

"Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar"

"Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu"

"Tamu Istimewa" Imbuh ku dalam hati.

Aku menyerah.

"Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Mas Aga, Aku sempat terkejut namun Aku sudah mati rasa, Aku langsung meminta supir melajukan mobilnya.Aku tak memperdulikan teriakan mas Aga yang terus mengejarku.

1
D_wiwied
si Nana mah terlalu kecintaan sm Dewa, harusnya dikerjain dulu biar si dewa kelimpungan kan seruu 😆😂😂
Balik ke Aga, sekarang saatnya menunjukkan ke Arin kalo kamu sdh berubah, lakukan hal yg terbaik utk awakmu Ga tnp berpikir harus menerima balasan.. ingat Arin menyelamatkanmu dulu sekarang saatnya balas budi bahkan kalo harus dg cara memberikan nyawamu, kalo kakak authornya tega sih pasti dikabulkan tu 😁🤣🤣
D_wiwied
sukuriiiin salahmu sendiri main tuduh sembarangan gagal unboxing kan jadinya, kasian banget batal kan ena enanya 🤣🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gagal jebol gawang km wa😅😅😅
sunaryati jarum
Bu Emi hamil,Aga dan Arin bersatu untuk kesembuhan anak mereka
Susiherawati
lanjut min seru kayanya bkl ada yg salah paham nie 🤣🤣
D_wiwied
haissh pasti bakal ada yg salah paham ini, authornya hobi banget keknya yaa😅😂😂 yuk tebak2 an kira2 jd unboxing gaaaa🤭🤭😆😆😆
sutiasih kasih
bkal ada yg salah faham nich .....🤣🤣🤣
D_wiwied
semoga semua kesalahpahaman sdh mendapat jawaban dan bs berakhir baik utk hubungan kalian berdua, mulai lg semuanya dr awal Aga Arin, mulai dg cara yg baik.. semua utk kebaikan keluarga kalian terutama utk kesembuhan Alif
D_wiwied
walaaah kalah satu set kamu Wa, dilihat dr gelagatnya kamu bakal punya adek lg ini 🤭🤭🤣🤣🤣
sutiasih kasih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
bukan dewa yg ksih mmnya cucu nich....
tpi dewa yg bkalan di ksih adek bayi🤣🤣
astagaaaaa dunia rmh tangga dewa n nana kocak 🤣🤣
sutiasih kasih
baguslah klo km sadar diri Aga ...
km itu laki" payah🙄🙄
Ibah Ibah
Tidak kakak
Moreno
Arin bukannya di Belanda?
sutiasih kasih
dewa sdh bahagia arin.... ada sahabatmu yg mmpu mmbuat dewa jatuh cinta....

skrg fokuslah untuk ksembuhan ankmu arin....
D_wiwied
jangan egois Rin, pikirkan sj kesembuhan anakmu gausah mikir yg lain2.. dan sepertinya takdir akan mempertemukan kamu dg Aga lg
Dwi Alfareza
bukannya di awal masih suci

kok udah brojol aja thor😄
Ibah Ibah: Ada di bab berapaa ya othor lupa, di situ saat dewa ingin melamar Arin, justru di kejutkan dengan kehamilan Arin.
Arin hamil di perkaos suaminya sendiri saat ingin meminta tanda tangan cerai. Aga mabuk dan....baca lengkap nya kak, dari awal, jangan di loncat2 pasti paham 🤭🤭😄😊
total 1 replies
sutiasih kasih
kpan sih thorrrr pnderitaan arin berakhir.....😔😔
Amilawati
arin istri menjijikan 🤮👎
sunaryati jarum
Karmamu benar-benar membuatmu menyedihkan Arga,Arin pinter juga semua mengira ke luar negeri seperti perintah ibunya Dewa,eee pulang kampung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!