bercerita tentang dua gadis yang hamil di luar nikah dan menyembunyikan putra putri kembar mereka dari keberadaan sang ayah.
1. HAZIA AZURA' ASIXA QEY RAYSA.
2. HAZIA AZURA' ASIHA QEY RAYSA.
3. HAZIA AZURA' ASILA QEY RAYSA.
4. HAZIA AZURA' ASIRA QEY RAYSA.
5. HAZIA AZURA' ASIVA QEY RAYSA.
6. HAZIA AZURA' ASIKA QEY RAYSA.
7. HAZIA AZURA' ASIZA QEY RAYSA.
PUTRI KEMBAR DARI QUE’EN DAN ALVARO YANG LAHIR PADA 14 JUNI 2*** MEMILIKI KEUNIKAN MASING MASING SEPERTI SIXA YANG JENIUS KOMPUTER , SIHA JENIUS ILMU KEDOKTERAN TERMUDA TERUTAMA YANG IYA SUKAI ADALAH OPERASI BERAT, SILA JENIUS OBAT OBATAN DAN RACUN, SIRA JENIUS BERBAGAI BAHASA DAN JENIUS MATEMATIKA, SIVA JENIUS ILMU BELA DIRI TERMUDA, SIKA JENIUS BISNIS LUAR DAN DALAM NEGERI, DAN SIZA ANAK YANG JENIUS DALAM MERAKIT RAKIT BAHAN BERBAHAYA.
JUGA
1. DELIAN AL QINAN MEDICARE'S
2. DELIAN AL QIVAN MEDICARE'S
3. DELIAN AL QIHAN MEDICARE'S
4. DELIAN AL QIRAN MEDICARE'S
5. DELIAN AL QIZAN MEDICARE'S
PUTRA KEMBAR DARI QAIRA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16. INI KEMARAHAN ATAU CANDAAN KELUARGA WIJAYA?
“Ber… berlutut? Pa… papi ini serius?”
Arif menatapnya datar-datar sadis.
“Serius, Ver. Yang kamu rusak itu bukan barang. Itu masa depan orang.” ucap papi nya lagi yang rasanya sudah ingin melempar alvero dengan gelas oopi yang masih ada dalam nya.
“Tapi… papi… dia marah banget… al mendekat aja kayaknya al ditempeleng pakai kursi!”
“Kalau ditempeleng ya sabar! Kamu pantas!”
Rayya malah nyengir tipis sambil mengipas-ngipas wajahnya pakai tangan.
“Gimana kalau kita kirim cincin lamaran dulu? Biar soft sedikit gitu,” usulnya.
“Rayya. Ini bukan lamaran nikah selebriti,” balas Arif tak sabar.
Rayya nyelutuk lagi, “Tapi keluarga mereka kaya, perusahaan besar, cantik… masa nggak cocok jadi menantu kita?”
“Rayy.” ucap sang suami yang benar benar di buat kesal.
“Oke, oke, aku diam,” Rayya mengangkat tangan menyerah.
Arif kembali menatap seluruh anak-anaknya dan azka juga arka langsung meletakan handphone mereka ketika melihat tatapan tajam arif.
“Aku nggak mau ada satupun dari kalian yang berurusan buruk dengan keluarga Hazian dan Medicare’s. Mereka orang baik, tapi kalau kalian bikin masalah… kita selesai.”
Semua mengangguk cepat keciali Alvaro yang melamun memikirkan bagaimana agar iyabisa menemukan informasi gadis yang bersama nya sebab tak ada satu pun informasi yang di dapatkan oleh anak buah nya.
Arif menatap alvero lagi.
“Kamu mulai malam ini juga pergi cari mereka. Jelasin apa yang terjadi. Kamu bukan binatang, Ver. Kamu harus minta maaf.”
“Tapi papi… kita kan ngak tau mereka tingal di mana... gimana kalau mereka usir al lagi?”
“Ya suruh orang cari dong info nya, kau kan aktris besar, kalau di usir ya kamu ketok pintunya lagi sampai di bukain!”
“Kalau dilempar sepatu?”
“Arahkan kepala sedikit biar nggak kena mata!”
Alvero benar-benar pengen pingsan mendengar jawaban sang ayah yang juga d8 luar pikiran nya.
Tapi Arif belum selesai bicara hanya berhenti sejanak memberi alvero napas lalu kembali bicara.
“Dan satu lagi.”
Alvero mengangkat wajahnya pelan menatap sang ayah dengan pasrah dan lemah.
“Kamu jangan pernah biarkan gadis itu beneran melakukan hal bodoh seperti menggugurkan kandungan. Itu tanggung jawab kamu juga, kalau papi sampai tau dia gugurin kandungan nya maka kamu bakalan papi usir dari silsilah keluarga wijaya kusuma .” ucap arif dengan tegas.
Alvero menunduk kan kepala lalu menjawab dengan pasrah.
“A-al ngerti, pi…”
“Bagus. Sekarang pergi ke kamar, siap-siap. Kita akan cari alamat mereka.” ucap arif lagi yang langsung berdiri.
“Hah? Papi ikut?”. Tanya alvero lagi dengan kepala mendongak ke arah sang ayah.
“Apa kamu pikir aku percaya kamu berangkat sendiri? Nanti kamu malah kabur ke Bali lagi!”. Jawab hajian yang benar benar membuat malu wajah aktris besar itu.
A-al nggak mungkin kabur pi…”
Arka langsung nyeletuk pelan, “Kemaren mau beli bubble tea aja nyasar dua jam, apalagi cari rumah orang.”
“Diam kamu!” ucap alvero menyenggol pelan tangan adik nya itu dan azka yang mendengar hampir tertawa.
"Aku kan artis besar, ya maklumin aja nyasar". Ucap alvero dengan kesal dan alvero yang mendengar mereka semua akhirnya tersadar.
"Pi, mi Alvaro mau balik ke kantor". Ucap alvaro dan langsung pergi begitu saja tanpa di iyakan oleh orangtua nya.
"Anak itu satu nya, kalian ini sama aja bikin pusing, lagi ada hal penting juga malah mau pergi.
Ucap arif ketika tadi melihat arka dan amirun ingin pergi menyusul Alvaro dan kedua putra nya itu langsung duduk kembali ketika melihat tatapan tajam sang ayah.