NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:37k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Iblis Hitam Bag.2

Di saat yang sama, Iblis Hitam juga menyadari keberadaan Banyu. Dengan ringkikan kemarahan yang memekakkan telinga, kuda buas itu mengubah arah dan menerjang lurus ke arah Banyu! Hari ini, kawanan yang dipimpin Iblis Hitam baru saja diusik dan diusir paksa oleh sekelompok manusia. Dalam kekacauan itu, Iblis Hitam terpisah dari kawanannya saat menerobos barikade pengepungan, membuatnya berkeliaran tanpa arah di padang rumput ini. Suasana hati sang Raja Kuda sedang sangat hancur dan dipenuhi amarah. Menemukan Banyu yang sedang sendirian ibarat menemukan samsak tinju untuk melampiaskan emosinya. Tentu saja, ia tak berniat memberi ampun.

"Wah, emang galak beneran rupanya!" Banyu sedikit terkejut melihat kuda itu benar-benar berniat menyerangnya secara frontal.

Lucy yang malang juga ikut panik melihat Iblis Hitam menerjang. Kuda betina itu gelisah, melangkah mundur, dan instingnya menyuruhnya untuk segera putar balik dan kabur menyelamatkan diri. Namun, Banyu memegang tali kekangnya dengan sangat kuat, mengunci posisi Lucy agar tidak bisa berbalik. Lucy hanya bisa mendengus keras, mengekspresikan protes dan teror yang melandanya.

Kecepatan Iblis Hitam sungguh di luar nalar. Dalam sekejap mata, ia sudah berada tepat di depan Banyu. Kuda raksasa itu berdiri dengan kedua kaki belakangnya, mengeluarkan ringkikan panjang yang menggetarkan udara, lalu menghantamkan kedua kuku kaki depannya yang sekeras besi lurus ke arah Banyu!

Tentu saja Banyu tidak akan diam saja membiarkan dirinya diinjak. Dengan gerakan setenang air, ia menarik tali kekang Lucy sedikit ke samping. Lucy bergeser mundur, dan hantaman mematikan Iblis Hitam hanya membelah angin kosong di depan wajah Banyu.

Sadar serangan pertamanya meleset, Iblis Hitam langsung mengubah taktik. Ia merendahkan kepalanya yang besar, membuka rahangnya lebar-lebar, dan berusaha menggigit paha Banyu! Jangan remehkan kekuatan gigitan hewan herbivora; gigi kuda liar yang sedang dalam puncak masa jayanya ini sanggup mengoyak segumpal besar daging manusia hingga ke tulang dalam sekali gigitan!

Namun, momen inilah yang ditunggu-tunggu oleh Banyu. Saat kepala Iblis Hitam mendekat dengan rahang terbuka, Banyu menjejakkan kedua kakinya kuat-kuat pada pijakan pelana Lucy, menekan kedua tangannya di atas tumpuan pelana, lalu melompat tinggi ke udara. Dengan akrobatik yang menentang gravitasi, Banyu melayang melewati rahang kuda buas itu dan... HAP! Ia mendarat sempurna tepat di atas punggung si Iblis Hitam!

Sejak ia dilahirkan di alam liar hingga tumbuh menjadi raja penguasa padang rumput, Iblis Hitam belum pernah mengalami penghinaan sehina ini dijadikan tunggangan oleh manusia lemah! Harga dirinya tercabik-cabik. Iblis Hitam seketika mengamuk seperti kerasukan setan. Ia meloncat-loncat gila, melentingkan kaki belakangnya tinggi-tinggi ke udara (bucking), dan memelintir tubuhnya dengan brutal, mengerahkan segala cara untuk melempar manusia kurang ajar ini dari punggungnya.

Ajaibnya, tubuh Banyu seolah sudah dipaku dan dibeton pada punggung Iblis Hitam. Ia mengunci perut kuda buas itu dengan jepitan kedua pahanya yang sekuat catok baja, sementara kedua tangannya mencengkeram erat surai tebal di leher Iblis Hitam. Sebrutal apa pun Iblis Hitam meronta dan mengempaskan tubuhnya, Banyu sama sekali tidak goyah!

Belum pernah menghadapi kebuntuan seperti ini seumur hidupnya, Iblis Hitam benar-benar murka hingga ke ubun-ubun. Dengan satu ringkikan penuh amarah, ia tiba-tiba melesat ke depan, memacu kecepatannya hingga batas maksimal, berlari membabi buta menuju arah Pegunungan Stone.

Banyu sudah membulatkan tekad: ia tidak akan turun apa pun yang terjadi! Mau kuda ini kayang, salto, atau menggigit sekalipun, pantang baginya untuk melepaskan cengkeramannya. Iblis Hitam terus berpacu, kecepatannya semakin menggila, meninggalkan Lucy jauh di belakang hanya dalam hitungan detik. Lucy yang kehilangan penunggangnya tampak kebingungan sejenak. Ia berdiri mematung di tempatnya, sebelum akhirnya memutuskan untuk berjalan perlahan menyusuri rute awal mereka kembali ke peternakan.

Sementara itu, pertarungan sengit antara Banyu dan Iblis Hitam terus berlanjut di atas arena padang rumput. Kuda jantan liar nan arogan itu mengerahkan seluruh manuvernya melompat zigzag, menggigit angin, hingga meringkik beringas. Namun strategi Banyu hanya satu, dan sangat sederhana: Bertahan bagai benalu!

Karena semua upaya brutalnya gagal total membuahkan hasil, Iblis Hitam akhirnya menggunakan senjata pamungkasnya: Kecepatan absolut. Ia berharap dengan berlari secepat kilat, manusia di punggungnya akan kehabisan tenaga, panik, dan akhirnya terlempar jatuh.

Kecepatan lari Iblis Hitam saat sprint maksimal benar-benar mengerikan; lajunya berkali-kali lipat lebih cepat dibanding Lucy. Banyu merendahkan tubuhnya, menempel rapat pada punggung si kuda, dan bukannya panik, ia malah punya waktu luang untuk menikmati sensasi adrenalin dari kecepatan super tersebut! Jika bukan karena fisik Banyu yang sudah berada di luar nalar manusia, orang biasa pasti sudah mati ketakutan. Jika jatuh dari kuda dengan kecepatan segila ini, cedera tulang belakang adalah skenario terbaik; mati patah leher adalah hal yang paling masuk akal. Belum lagi, mengingat reputasi Iblis Hitam yang pendendam, jika Banyu terjatuh, kuda buas ini pasti akan berbalik arah dan menginjak-injak kepalanya hingga hancur berkeping-keping.

Iblis Hitam berpacu tanpa henti melintasi hamparan padang rumput yang luar biasa luas, nyaris mencapai kaki Pegunungan Stone. Saat sudut mata Banyu menangkap bayangan deretan tiang pancang kayu yang belum dipasangi kawat berkelebat melewatinya, ia sadar bahwa mereka telah keluar dari teritori Peternakan Lilian. Segagah dan sekuat apa pun Iblis Hitam, ia tetaplah makhluk biologis yang tersusun dari darah dan daging, bukan mesin V8 pembakar bensin. Setelah berlari sekencang itu menempuh jarak sejauh ini, stamina si Raja Kuda akhirnya mulai jebol. Seluruh bulu hitam legamnya telah basah kuyup oleh keringat, dan dengus napasnya mulai terdengar berat dan tersengal-sengal.

Insting Banyu yang tajam langsung menyadari bahwa energi Iblis Hitam sudah mencapai ambang batas. Ini adalah saatnya ia mengambil alih dominasi! Banyu memperketat jepitan pahanya pada perut kuda dengan tenaga ekstra, sementara kedua lengannya merangkul leher Iblis Hitam dan mulai memberikan cekikan perlahan. Merasakan pasokan oksigennya mulai tercekik, Iblis Hitam kesulitan bernapas. Langkah kakinya yang tadinya secepat angin kini mulai melambat drastis. Semakin kuat Banyu mencekiknya, semakin lemah perlawanan sang kuda liar. Akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga yang menguap, Iblis Hitam benar-benar berhenti. Ia berdiri mematung di tempat, kepalanya tertunduk lemas, pasrah tanpa perlawanan sedikit pun.

Menyadari bahwa kuda buas itu telah sepenuhnya menyerah, Banyu akhirnya mengendurkan kuncian tangannya dan melompat turun dari punggungnya dengan gerakan backflip yang mulus. Ia menepuk leher berotot Iblis Hitam dengan keras namun bersahabat, lalu berbisik pelan, "Pulanglah ke gunungmu, Kawan. Dan ingat, jangan pernah berani bikin masalah lagi di tanahku, paham?!"

Ajaibnya, meski kini sudah terbebas dari cengkeraman manusia, Iblis Hitam sama sekali tidak berusaha kabur atau kembali menyerang secara membabi buta. Kuda liar itu justru berdiri diam di belakang Banyu dengan sangat patuh. Sesekali, ia bahkan menundukkan kepalanya yang besar dan menggesek-gesekkannya ke tubuh Banyu, menunjukkan sikap manja dan penuh kasih sayang. Kuda liar paling arogan dan mematikan di seluruh penjuru Wharton itu telah sepenuhnya ditundukkan oleh Banyu, dan kini ia mengakui pemuda Asia itu sebagai Tuan dan Raja barunya!

1
Noor hidayati
kayaknya authornya ini memang menyukai free sex
Sri Murtini
Sesuai takdir Siska adalah isteri pertamamu banyu ...mslh dayang lainya ikuti mengalir saja tp dgn pertimbangan istri pertama ya !!
Yusup Surya
sialan plot twist dalam plot twist
Sri Murtini
Banyu segera nikahi Siska siapa tahu ada banyu yunior yg singgah dirahim siska sblm zina berlanjut💪😍😍
wan auw
ahhh kurang bnyak thorrr
isnaini naini
stlh beratus ratus episode...akhirnys....emang author satu ini pnuh kjutan
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎. 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗄𝖺, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗉𝗅𝖺𝗒𝖻𝗈𝗒 𝖼𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗄.
Hardware Solution
akhirnyaaaa.....
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒, 𝗒𝗎𝖽𝗈 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝗂𝗆𝗉𝖺𝗅
Gege
akhirnya banyu pecah prewi...dan ular kadutnya pun berevolusi bukan buat kencing ajah...🤭🤣
Cui Lan Seng
hahaha emang benar novel terjemahan berarti emang indonesia bukan asia ya
Zamo: Anjirr, aku ampe mikir apa maksudnya ini? tapi bener juga ya, dikiranya Indonesia benua sendiri🤭
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
lalu crita ditangkep polisi gmn kelanjutannya ???
Riyanganz
seperti biasa dramanya 4 chapter ga selesai selesai😄
Was pray: biasa .... muter2 kayak gangsing, satu konflik gak kelar2.. .. 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝗉𝖾𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖺𝗌𝗂𝖺. 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗌𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋.
asammanis
wkwk bosen hidup🤣🤣
BaksoEnak
hahahah kayaknya ini novel terjemahan Da Xia yaa ketahuan kamu🤭🤭🤭
Was pray
jadi tersangka penganiayaan itu Rendi biar banyu mikir dulu kalau mau bertindak, udah jelas menganiaya Rendi di tempat publik( rumah sakit)itu udah veruko tinggi
Gege
othor berusaha membuat konflik yang memicu emosi pembacanya, ..🤣
asammanis
wkwk kekuatan amplop emang paling top🤣
asammanis
wkwk susternya kena mental 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!