NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 Memastikan Pelakunya

Zena dan Anggi saat ini sedang bertemu.

"Jadi Samudra mengajak untuk berdamai?" tanya Anggi.

"Benar! Aku juga tidak tahu apa yang membuatnya tiba-tiba saja kesambet dan berbicara semanis itu kepadaku," jawab Zena.

"Lalu kamu setuju begitu saja?" tanya Anggi.

"Beliau tidak terlalu menuntut untuk harus menjawab iya atau tidak, beliau mengatakan aku harus menenangkan diri dulu dan jika benar-benar siap harus menceritakan kepadanya yang terjadi yang sebenarnya," jawab Zena.

"Lalu kamu sendiri bagaimana?" tanya Anggi.

"Aku bingung, di sisi lain orang yang melakukan tindakan biadab itu sudah mulai tergambar di pikiranku, tetapi bagaimana jika sebenarnya dugaanku benar dan aku takut justru ini akan menjadi masalah yang jauh lebih besar lagi dan sepertinya pernikahan itu juga tidak akan bisa berlanjut jika dugaanku benar," jawab Zena.

"Kamu sudah menemukan siapa pelakunya?" tanya Anggi.

Zena menatap sahabatnya itu begitu dalam yang sejak tadi Anggi sudah pasti sangat penasaran.

"Anggi bagaimana jika orang yang telah melecehkan aku adalah Rain?" tanya Zena.

Mata Anggi melotot mendengar perkataan Zena.

"Zena maksud kamu bagaimana?" tanya Anggi benar-benar schok.

"Kamu tenang dulu, aku aku tidak menuduhnya sembarangan, Anggi kamu lupa dengan apa yang kukatakan bahwa satu-satunya menjadi kunci dari pria itu adalah aroma parfumnya, dan sewaktu kemarin Rain memberikan parfum itu kepadaku, sungguh aku benar-benar mengingat kejadian itu, dan disaat malamnya aku kembali ke gedung itu, Rain ada di sana, kejadian itu benar-benar kembali menjadi bayangan hitam di kepalaku," ucap Zena menjelaskan secara tenang kepada sahabat yang pasti masih kaget karena bagaimanapun laki-laki itu akan menikah dengannya.

"Astagfirullah.....," Anggi mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya.

"Aku juga tidak yakin tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya untuk membuktikan bahwa dia adalah pelakunya," jawab Zena.

"Oke-oke, kamu tenang dulu, kamu benar akan menjadi masalah besar jika sebenarnya dia adalah pelakunya, abaikan dengan hubunganku dengan dia tetapi dia adalah sahabatnya Samudra, dan apalagi ada Khaira yang menjadi hubungan diantara kalian,"

"Begini saja, jika kamu ingin mencari tahu yang sebenarnya, kamu coba saja selidiki Rain untuk memastikannya dan aku akan melakukan tes DNA secara diam-diam," ucap Anggi.

"Tes DNA?" tanya Zena.

"Itu adalah cara satu-satunya untuk membuktikan apakah Rain orang yang telah kamu duga adalah pelakunya atau tidak," jawab Anggi.

"Baiklah....." sahut Zena ternyata setuju dengan saran dari sahabatnya itu.

*******

Zena baru saja sampai rumah, tampak begitu lelah dengan memasuki kamarnya dan duduk di pinggir ranjang. Zena membuka laci dan mengambil pecahan mainan kalung yang dia temukan di tempat lokasi.

"Ya Allah, satu-satunya bukti siapa laki-laki itu sebenarnya, sebaiknya aku tanyakan pada Rain mengenai kalung ini. Hamba serahkan semua kepadamu ya Allah, jika memang ini sudah menjadi takdirmu, hamba tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin ini yang terbaik," batin Zena dengan mata terpejam.

Zena kembali membuka matanya dan melihat layar ponselnya, ternyata wallpaper di ponselnya masih wallpaper pernikahannya dengan Samudra, entah mengapa tiba-tiba Zena harus mengingat masa-masa indah saat bersama dengan Samudra.

Entah mengapa Zena tiba-tiba saja jadi sedih, dulu mereka begitu dekat, saling menyayangi dan Zena tahu bahwa Samudra sangat menyayanginya dan semuanya benar-benar hancur lagi akibat orang yang tidak bertanggung jawab.

Ting.

Ponselnya tiba-tiba saja berdering membuat Zena melihat pesan yang masuk.

..."Saya pulangnya mungkin sedikit larut, ada pertemuan dengan pimpinan negara, saya tadi lewat restaurant ayam goreng, saya membeli beberapa potong dan mengirimnya lewat gojek, jangan lupa makan," tulis Samudra....

Melihat pesan tersebut justru membuat Zena semakin haru, Samudra mungkin sungguh-sungguh ingin melanjutkan pernikahannya dan berusaha untuk memperbaikinya.

"Kenapa baru sekarang?"

"Ya Allah apakah hamba harus menghentikan pencarian ini untuk tetap menjalani rumah tangga ini atau harus mengakhiri pernikahan ini?" ucap Zena kembali dipenuhi dengan rasa kebimbangan.

Wajar saja Zena bimbang, disaat detik-detik dia akan menemukan laki-laki tersebut Dan di saat itu suaminya ingin berdamai dengan.

Tinnong.

Suara bel kembali berbunyi yang membuat Zena melihat ke arah pintu, mungkin saja itu gojek yang baru saja dikatakan suaminya membuat Zena membuka pintu apartemen dan ternyata benar.

Zena tidak lupa memberikan tips pada super go-jek tersebut dan kemudian kembali menutup pintu. Aroma ayam goreng yang terasa nikmat membuat perut Zena keroncongan karena memang sejak tadi dia belum makan.

Banyaknya pekerjaan dan pikiran yang Zena terkadang melupakan perutnya yang harus diisi makanan.

Zena kemudian meletakkan ayam goreng tersebut di atas meja, membuka kotaknya dan aromanya semakin lezat membuatnya tidak bisa untuk tidak memakannya.

Flashback

Hujan rintik-rintik, Zena yang saat ini duduk di depan gerbang sekolah yang terdapat salah satu bangku yang memiliki atap untuk tempat berteduh. Zena baru saja merayakan hari kelulusan bersama teman-temannya.

"Kakak dimana?" Zena terlihat lesu saat berbicara dengan seseorang di telepon.

"Kakak pasti akan datang, kamu tahu tidak sekarang berada di mana?" Samudra yang ternyata berada di dalam mobil menghentikan mobil tersebut di depan salah satu Restoran.

"Dimana?" tanyanya.

"Restoran Nowori," jawabnya.

"Kakak ingin membeli ayam goreng yang banyak?" tebak Zena.

"Sudah pasti, tetapi kamu harus menunggu sedikit lebih lama, kamu tahu sendiri antrinya sangat panjang, tetapi perjuangan mengikuti antri akan terbayarkan dengan banyaknya ayam goreng yang akan kita makan bersama," ucap Samudra menjanjikan hal yang besar kepada Zena.

"Baiklah kalau begitu, Zena akan menunggu di tempat ini, Zena akan mengabari bunda dan ayah dan mengatakan kalau Zena akan pulang bersama kakak," ucap Zena.

"Baiklah Zena," sahut Samudra

Flashback of.

Zena tiba-tiba saja meneteskan air mata, Samudra sangat mengetahui bahwa ayam goreng itu adalah kesukaannya.

Zena merasa sedih karena mereka sudah lama tidak menikmati bersama, jika dulu Samudra pergi dan jika kembali bertemu dengannya sudah pasti yang pertama kali dia bawa adalah ayam goreng kesukaan Zena.

Ternyata kenangan indah itu benar-benar tidak pernah terulang dan saat ini Samudra tiba-tiba saja kembali membelikan ayam goreng untuknya.

*****

"Tolong jangan....."

"Tolong pergi....."

"Pergi....."

Samudra yang berada di atas sofa kembali dihantui mimpi buruk dengan kepalanya yang ke kiri dan ke kanan.

"Samudra!"

"Samudra!"

"Samudra!"

"Aaaaaaaaaa!'

Samudra tersadar dari mimpi buruknya yang membuatnya langsung duduk ketika dibangunkan Rain.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Rain.

Samudra tidak menjawab dengan nafasnya naik turun dan mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya.

"Kamu kembali mimpi tentang wanita itu?" tebak Rian.

Samudra menganggukkan kepala.

"Aku tidak tahu kenapa belakangan ini terus saja memimpikannya, anehnya aku tidak bisa melihatnya, tetapi suaranya semakin dekat dan bahkan tidak asing," ucap Samudra dengan nafasmu turun.

"Di saat kamu ingin memperbaiki rumah tangga dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu dan mimpi itu ternyata kembali menghantui kamu," ucap Rain geleng-geleng.

"Kamu benar....." sahut Samudra kembali mengatur nafasnya.

Samudra melihat ke arah luar dan ternyata hujan turun.

"Aku ketiduran di rumahmu, aku harus pulang," ucap Samudra.

"Ya sudah kalau begitu! Kasihan juga Zena pasti sendirian di rumah," sahut Rain.

"Baiklah, kalau begitu aku langsung saja balik," ucap Samudra.

Rain menganggukkan kepala dengan menepuk bahu Samudra dan kemudian mengambil kunci mobilnya dan langsung pergi.

"Hubungan kalian berdua benar-benar rumit, tetapi semua kesalahan samudra yang seharusnya tidak menuntut terlalu banyak Zena, andai saja awalnya dia Zena apa adanya harian pasti hal ini tidak akan terjadi padanya," ucap Rain geleng-geleng kepala.

Samudra akhirnya memasuki mobil dan melewati hujan deras, Karena bagaimanapun dia harus pulang. Samudra sudah memberi Zena bahwa dia tadi bertemu dengan pemimpin negara. Karena keasikan mengobrol dengan Rain banyak hal yang harus mereka bicarakan dan misi yang harus dilakukan dan ternyata membuat Samudra ketiduran.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
Zena ini bodohnya kebangetan yah, demi menjaga mental Khaira, samudra disuruh meninggalkan Zena dan Khaira, dan kembali bersama Ariana? istri macam apa kamu yah? itu bukan solusi, tapi mencari masalah baru, dasar bodoh
Uthie
Walau bagaimanapun, harusnya Zena lebih bisa paham aturan, dirinya masih bersuamikan Samudera, dan harus jaga hubungan yg tidak disukai oleh suaminya saat ini ..
Uthie
Nasihat Rain betul itu... sekeras apapun Zena menentang nya, namun Takdir Tuhan lah yg menentukan untuk mereka tetap bersatu lewat anak 👍
Uthie
itulah... Zena jangan jadi egois makanya
Uthie
Wahhh.. si Samudera tohhh itu 😡
Uthie
Wahhh.. Zena parah juga dehh kayanya .. punya anak tapi di titip kan... udah gtu gak ada cerita atau merahasiakan semuanya dr orang tua angkatnya?! 🤨
Uthie
Dasar Egois 😡
Uthie
Memang salah Zena juga yg gak terus terang sedari awal 😌
Uthie
penasaran siapa yg sdh menodai Zena dulu?!???
Uthie
nexxxttt
Uthie
coba mampir 👍
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, lebih baik kamu itu dibunuh
Ariany Sudjana
harusnya Zena tetap tenang, jangan terpancing emosi karena si pelacur murahan itu. kalau kamu seperti itu, Khaira akan jadi sasaran tembak Ariana. Ariana kan ga tahu peristiwa sebenarnya seperti apa, jadi kamu jangan bodoh
Ariany Sudjana
banyak typo kak
Ariany Sudjana
kalau gini ceritanya, Khaira akan meninggal, makanya terus kasih pesan seperti itu ke orang tuanya
Ariany Sudjana
terlalu lama si pelacur murahan ini buat ulah, kenapa ga langsung saja dibawa ke jalur hukum ? dia sudah mencemarkan nama baik dan karirnya harus habis atau kalau perlu dibunuh saja si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
kamu jangan egois Zena, dengar dulu penjelasan samudra.
dan Ariana kamu salah cari lawan, kamu harus dibinasakan
anamika
the best pokoknya, semangat berkarya terus Thor👍💪
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, kamu itu harusnya dibunuh saja
Ariany Sudjana
Anggi dan Zena ini sama-sama keras kepala dan bodohnya kebangetan, apalagi Zena itu egois, hanya peduli sama Khaira, tapi ga peduli sama samudra.
nah samudra mau jalankan tugas negara kan? kak penulis buat saja ceritanya samudra dan rain itu kena tembak gitu dan koma atau buat saja meninggal sekalian, apa kedua perempuan sombong itu masih tetap sombong dan angkuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!