NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 — Kematian dan Kelahiran Kembali

Hujan turun deras malam itu, membasahi aspal jalanan kota yang basah dan mengilap memantulkan cahaya lampu jalan. Ryden Vale, seorang remaja berusia tujuh belas tahun, baru saja keluar dari toko buku langganannya, memeluk erat novel bergenre petualangan yang baru saja dibelinya. Ia tersenyum kecil, membayangkan malam yang akan dihabiskannya membaca di kamar sambil ditemani secangkir teh hangat.

Namun takdir punya rencana lain.

Sebuah truk kontainer yang kehilangan kendali karena rem blong meluncur deras dari tikungan, tepat ke arah penyeberangan tempat Ryden berdiri. Semuanya terjadi dalam hitungan detik—suara klakson yang memekakkan telinga, jeritan orang-orang di sekitar, dan kilatan lampu yang menyilaukan matanya.

Lalu semuanya gelap.

Ryden tidak merasakan sakit. Yang ia rasakan hanyalah sensasi melayang, seolah tubuhnya kehilangan berat sepenuhnya. Kesadarannya perlahan menghilang, dan pikiran terakhirnya sebelum kegelapan total adalah penyesalan—ia belum sempat mewujudkan mimpinya untuk berkeliling dunia, belum sempat merasakan petualangan sesungguhnya yang selama ini hanya bisa ia nikmati lewat halaman-halaman buku dan layar televisi.

Andai saja aku bisa hidup di dunia seperti One Piece...

Suara ombak yang memecah karang menjadi hal

pertama yang menyapa kesadaran Ryden. Ia membuka matanya perlahan, disambut oleh birunya langit yang begitu cerah, jauh berbeda dari langit mendung kota tempatnya tinggal.

Ia bangkit dengan sempoyongan, merasakan pasir putih halus di bawah telapak tangannya. Ketika ia menoleh ke arah air yang tenang di dekatnya, sebuah pantulan wajah asing menatap balik kepadanya—rambut putih sepucat salju, mata merah semerah darah segar, kulit pucat namun tampan, mengenakan jubah putih panjang bersulam lambang bulan sabit terbalik di bagian dada.

"Ini... bukan wajahku," gumam Ryden, suaranya sendiri terdengar asing di telinganya.

Ingatan mengalir masuk seperti banjir—bukan hanya ingatannya sendiri sebagai remaja yang tertabrak mobil, tetapi juga serpihan ingatan pemilik tubuh ini: seorang anak yatim piatu dari sebuah desa kecil di East Blue yang tenggelam saat badai melanda kapal nelayan tempatnya bekerja. Kedua ingatan itu bertaut, menyatu, membentuk satu kesadaran baru: Ryden Vale, kini hidup di dunia One Piece.

"Dunia One Piece..." bisiknya, campuran antara tidak percaya dan gairah yang membuncah. Ia mengingat setiap detail cerita yang pernah ia baca—Grand Line, Yonko, Shichibukai, harta karun legendaris bernama One Piece, dan seorang bocah bertopi jerami yang akan mengguncang dunia.

Belum sempat ia mencerna sepenuhnya situasi ini, matanya menangkap sesuatu yang aneh di dekat sebuah pohon tumbang tidak jauh darinya—sebuah buah berwarna ungu gelap dengan pola retakan seperti kaca pecah menghiasi permukaannya, memancarkan aura ganjil yang membuat bulu kuduknya berdiri.

Buah iblis?

Tanpa ragu, Ryden mendekat. Sebagai seseorang yang mengenal dunia ini dari cerita, ia tahu betul betapa berharganya kesempatan semacam ini. Ia mengambil buah aneh itu, memeriksanya sejenak—bentuknya tidak pernah ia kenali dari kanon cerita manapun yang ia ingat.

"Buah yang belum pernah kulihat... berarti dunia ini sudah berbeda dari yang kuketahui," pikirnya. Sebuah kesadaran mulai tumbuh dalam dirinya: kehadirannya sendiri di dunia ini mungkin sudah cukup untuk mengubah alur takdir yang ia kenal.

Dengan tekad bulat, ia menggigit buah itu. Rasanya mengerikan, seperti mengunyah karet yang dicampur air laut. Namun sesaat setelah ia menelannya, tubuhnya bergetar hebat, dan sebuah suara datar—bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam benaknya sendiri—tiba-tiba bergema.

[SISTEM LOGIN HARIAN TELAH DIAKTIFKAN]

[Selamat datang, Pengguna: Ryden Vale]

[Buah Iblis Terdeteksi: Rift Rift no Mi — Tipe Logia/Khusus]

[Kemampuan Awal Telah Terbuka]

Retakan ruang : menciptakan retakan untuk menyerang lawan

Teleportasi : berpindah ketempat yang diinginkan

Ryden terpaku. Sebuah sistem, persis seperti dalam novel-novel yang pernah ia baca di kehidupan sebelumnya. Sebuah layar transparan kebiruan muncul di hadapan matanya, menampilkan status dan menu yang bisa ia sentuh.

Ryden menatap layar itu dengan campuran kagum dan waspada. Ini bukan permainan—jika ia mati di sini, tidak akan ada tombol restart. Namun ia juga menyadari, dengan kekuatan seperti ini, bersama pengetahuannya tentang dunia yang akan datang, ia memiliki peluang untuk benar-benar hidup—bukan sekadar bertahan, tetapi menjelajah, bertarung, dan menulis kisahnya sendiri di lautan yang luas ini.

Ia mencoba kekuatannya untuk pertama kali, mengulurkan tangan ke udara kosong. Sebuah retakan tipis, seperti kaca yang pecah, muncul melayang di hadapannya. Dari celah retakan itu, ia bisa mengintip pemandangan lain—sebuah bagian hutan di pulau yang sama, sekitar sepuluh meter dari tempatnya berdiri.

"Luar biasa,"gumamnya, seulas senyum tipis terukir di wajahnya. Rasa sakit fisik yang menguras staminanya menyusul tak lama kemudian, membuat lututnya lemas. Ia jatuh terduduk di pasir, terengah-engah.

Jadi ini kelemahannya. Aku harus berlatih dengan hati-hati.

Ryden menatap horizon laut yang membentang tanpa batas, hatinya dipenuhi tekad. Di dunia sebelumnya, ia hanya seorang remaja biasa. Namun di sini, di dunia bajak laut dan petualangan tanpa akhir ini, ia akan menjadi seseorang yang jauh lebih besar.

"Baiklah," bisiknya pada angin laut,

"petualanganku dimulai dari sini."

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!