Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.
Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.
Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 : Kultivasi Pertama
Setelah keluar dari ruangan tersembunyi, ia dengan hati-hati merapikan perpustakaan tingkat bawah seperti tidak ada yang terjadi. Rak yang retak ia sembunyikan di sudut gelap, lalu menyusun buku-buku di depannya sehingga tidak terlihat ada pintu tersembunyi.
Setelah selesai dalam pekerjaannya, Lin Feng membawa lentera dan berjalan keluar. Malam ini ia tidak menuju asrama pelayan melainkan ke gua kecil di lereng gunung belakang akademi.
Gua ini tidak besar, hanya cukup untuk satu orang duduk bersila. Lin Feng menemukannya tiga tahun lalu saat melarikan diri dari intimidasi senior, dan sejak itu tempat ini menjadi satu-satunya tempat di mana ia bisa merasa aman.
Saat matahari mulai terbit, Lin Feng masih duduk bersila di dalam gua. Ia masih sangat penasaran karena untuk pertama kali dalam hidupnya ia bisa berkultivasi.
Manual Kultivasi Dasar yang pernah ia baca di perpustakaan mengajarkan langkah pertama untuk berkultivasi..
'Rasakan Qi di udara. Kemudian tarik ke dalam tubuhmu. Pandu Qi itu berputar di dantian mengikuti jalur meridian.'
Ini terdengar sederhana. Tapi bagi Lin Feng yang memiliki Akar Spiritual Kekacauan, langkah untuk "merasakan Qi" saja sudah mustahil.
Tapi sekarang berbeda. Ia segera merasakan pusaran sembilan warna di dantian-nya. Gulungan Naga Kekacauan sudah menyatu sempurna dengan inti spiritualnya, mengubah dantian yang dulunya kacau menjadi sesuatu yang harmonis.
Ia mengikuti instingnya atau mungkin itu adalah pengetahuan dari gulungan yang perlahan menyatu dengan dirinya.
Dan ia merasakan semuanya.
Qi petir dari awan yang berkumpul di atas gunung.
Qi api dari matahari yang terbit.
Qi air dari embun di dedaunan.
Qi tanah dari batu di bawahnya.
Qi angin dari hembusan udara pagi.
Qi cahaya dari matahari.
Qi bayangan dari kegelapan gua.
Qi ruang dari udara kosong.
Dan di bawah semua itu, Qi Kekacauan yang halus, Qi yang tidak terdeteksi yang dapat menghubungkan semua elemen.
Lin Feng tidak menarik satu jenis Qi saja. Ia menarik semuanya sekaligus. Qi itu mengalir masuk ke tubuhnya melalui pori-pori kulitnya, dan mengalir melalui meridian-nya dengan lancar, tidak ada penolakan seperti yang pernah ia alami bertahun-tahun.
Semua Qi itu berkumpul di dantian, di mana pusaran sembilan warna itu berputar. Dan di sana keajaibanpun terjadi.
Qi yang berbeda itu tidak saling bertarung maupun saling menolak. Sebaliknya, mereka berputar bersama dalam harmoni, seperti orkestra yang memainkan simfoni sempurna.
Petir dan api saling melengkapi. Air dan tanah saling menyeimbangkan. Angin dan cahaya saling mendukung. Bayangan dan ruang saling mengisi. Dan kekacauan... kekacauan adalah penghubung yang menyatukan semuanya.
Lin Feng merasakan kekuatan itu tumbuh perlahan tapi pasti. Dantian-nya yang tadinya hanya berisi pusaran kecil mulai mengembang. Qi murni mulai terkumpul dan membentuk fondasi kultivasinya.
Keringat membasahi dahinya. Proses ini lebih melelahkan dari yang ia bayangkan. Setiap siklus menarik Qi dari luar, memurnikannya di dantian dan mengalirkannya melalui meridian,
Lin Feng tidak berhenti. Tidak setelah sepuluh tahun dihina karena tidak bisa melakukan hal yang paling dasar dari kultivasinya.
Matahari sudah bergerak melintasi langit dan Mulai condong ke barat. Dan Lin Feng masih tidak bergerak dalam kultivasi pertamanya.
Saat ia membuka matanya langit sudah mulai gelap. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Lin Feng merasakan kekuatan sejati.
Ia mengangkat tangannya, dan dengan sedikit konsentrasi, percikan kecil petir menari di ujung jarinya. Lalu api. Lalu air. Lalu elemen-elemen lainnya satu per satu semua tunduk pada kehendaknya.
"Ranah Pengumpulan Qi Lapisan Pertama" gumam Lin Feng nyaris tidak percaya. Dalam satu hari ia sudah mencapai level yang membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan bagi kultivator normal.
Tapi tentu saja, ia bukan kultivator normal. Ia adalah pemegang Gulungan Naga Kekacauan.
Lin Feng akhirnya berdiri, kakinya sedikit gemetar karena duduk terlalu lama. Ia perlu memikirkan langkah selanjutnya dengan hati-hati.
Karena meskipun ia sekarang bisa berkultivasi, ia masih hanya Ranah Pengumpulan Qi Lapisan Pertama. Sementara Zhao Ming sudah lapisan ketiga. Bai Yun sudah lapisan kesembilan. Dan itu baru murid dalam. Bagaimana dengan para murid inti yang lebih kuat yang sudah mencapai Ranah Pembentukan Fondasi.
Jika Lin Feng tiba-tiba menunjukkan kemampuan kultivasinya, semua orang akan curiga. Mereka akan bertanya-tanya, dan cepat atau lambat seseorang akan menemukan kebenaran tentang gulungan.
Lin Feng tidak bisa membiarkan itu terjadi, sampai ia cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri.
"Aku harus tetap berpura-pura menjadi pelayan sampah," putusnya. "Setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Berlatih diam-diam, menjadi lebih kuat perlahan, sampai waktunya tiba..."
Tapi bahkan saat ia mengatakan itu, Lin Feng tahu ini tidak akan mudah. Berpura-pura lemah saat kamu sebenarnya kuat... itu membutuhkan disiplin yang luar biasa.
Terutama ketika orang seperti Zhao Ming terus menginjaknya.
Minggu-minggu berikutnya Lin Feng jatuh ke dalam rutinitas baru. Siang hari ia tetap menjadi pelayan biasa. Tapi setiap malam, setelah yakin semua orang tidur, ia menyelinap keluar dan menuju gua rahasianya. Di sana, ia berkultivasi tanpa henti. Dan kemajuan nya luar biasa.
Minggu pertama sudah mencapai Ranah Pengumpulan Qi Lapisan Ketiga. Sama dengan Zhao Ming yang butuh tiga tahun untuk mencapainya.
Minggu kedua: Lapisan Kelima, melampaui sebagian besar murid dalam.
Minggu ketiga: Lapisan ketujuh. Dua lapisan di bawah jenius seperti Bai Yun.
Setiap terobosan membawa pemahaman baru tentang Orkestrasi Sembilan Naga. Pengetahuan dari gulungan membuka diri perlahan, seperti buku yang halamannya bertambah setiap kali ia naik tingkat.
Lin Feng belajar bahwa Orkestrasi bukan hanya tentang menyerap semua elemen. Itu terlalu sederhana. Orkestrasi adalah tentang harmoni, membuat semua elemen bekerja bersama untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.
Setiap elemen punya keunggulan dan kelemahan:
Petir cepat dan destruktif, tapi sulit dikontrol
Api kuat dan agresif, tapi membakar Qi dengan cepat
Air fleksibel dan menyembuhkan, tapi kurang dalam serangan langsung
Tanah stabil dan defensif, tapi lambat
Angin lincah dan bisa membuat ilusi, tapi lemah secara fisik
Cahaya menyucikan dan melindungi, tapi lemah melawan bayangan
Bayangan sempurna untuk gerak tersembunyi dan pembunuhan diam-diam, tapi lemah di tempat terang
Ruang bisa manipulasi jarak dan dimensi, tapi sangat sulit dikuasai
Kekacauan menyatukan semuanya, tapi membutuhkan keseimbangan dari semua elemen dengan sempurna.
Lin Feng berlatih teknik pertamanya yaitu "Harmoni Tuga Elemen Dasar", kombinasi Api, Air, Tanah. Teknik dasar dari kultivasi klasik, tapi dengan sentuhan Orkestrasi.
Hasilnya: membentuk ledakan energi yang lebih kuat tiga kali lipat dibanding kultivator normal di tingkat yang sama.
Ia juga menemukan sesuatu yang menarik, karena ia menyerap semua elemen, ia tidak punya kelemahan elemental yang biasa. Kultivator api lemah terhadap air. Kultivator tanah lemah terhadap kayu. Tetapi Lin Feng? Ia bisa beradaptasi. Jika musuh menggunakan api, ia bisa memperkuat dengan air. Jika musuh menggunakan tanah, ia bisa memperkuat dengan kayu.
Fleksibilitas ini adalah keuntungan terbesar.
Tapi ada harganya.
💪💪💪💪