NovelToon NovelToon
The Reasons

The Reasons

Status: tamat
Genre:Angst / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik gemerlapnya Los Angeles, Lara Giger (24) terjebak dalam neraka pernikahan bersama suaminya yang posesif dan manipulatif, Billy Davidson (29). Setiap malam tubuhnya disiksa, namun Lara memilih pasrah.
Alih-alih melarikan diri, Lara memilih bertahan di bawah siksaan suaminya demi menghindari caci maki keluarga besarnya yang sejak lama melabelinya sebagai "Anak Sial" dan pembawa petaka jika ia bercerai.

Namun, rahasia masa lalu perlahan mengusik belenggu pernikahan itu.

Di universitas tempatnya belajar, Lara harus berhadapan dengan Darion Vale Knight (25), dosen hukum muda sekaligus pria masa lalu yang memegang komitmen dengannya.

Darion, yang menyadari luka-luka fisik dan batin Lara, bertekad menggunakan keadilan hukum untuk membebaskannya. Sementara itu, Lara terus berjuang mendorong Darion menjauh demi melindunginya dari "kesialan" dirinya.

Di antara jeratan obsesi kejam sang suami dan perlindungan tulus sang mantan kekasih, mampukah Lara merobek sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Enam bulan berlalu sejak ketukan Palu Hakim Agung Thomas Vance mengakhiri babak kelam dalam kehidupan Lara Giger.

Musim semi di Los Angeles hadir membawa kesejukan yang menyegarkan, menyapu bersih sisa-sisa kenangan buruk dan menggantinya dengan aroma bunga mawar yang mekar sempurna di sepanjang pelataran kediaman utama Vale-Knight.

Pagi itu, suasana di balik pintu utama ruang aula besar begitu sibuk namun dipenuhi oleh tawa dan kehangatan.

Hari ini bukan sekadar hari biasa. Hari ini adalah hari pembukaan resmi gedung pusat layanan Lara Hope Foundation sekaligus perayaan pendaftaran resmi Lara sebagai mahasiswa magister hukum spesialisasi perlindungan perempuan dan anak di University of Southern California.

Di dalam kamar rias yang dipenuhi cermin berbingkai ukiran emas, Lara berdiri di hadapan cermin tinggi. Ia mengenakan gaun malam berpotongan anggun berwarna putih gading dari bahan sutra halus, melingkar sempurna memeluk lekuk tubuhnya yang kini kembali berisi dan sehat.

Rambut panjangnya disanggul rapi dengan sisa helaian lembut yang dibiarkan jatuh mengitari leher jenjangnya. Tidak ada lagi bekas luka, tidak ada lagi memar, dan yang paling utama—tidak ada lagi bayangan ketakutan di dalam manik matanya.

Tok, tok, tok.

Pintu kamar rias terbuka pelan. Mommy Suzzy melangkah masuk membawa sebuah kotak beludru merah di tangannya.

Matanya berbinar haru menatap wanita muda yang kini telah secara resmi dianggap sebagai putrinya sendiri.

"Lara, sayang... kau tampak sangat menakjubkan," bisik Suzzy dengan suara bergetar tahan tangis. Ia mendekati Lara dan membuka kotak beludru tersebut, menampilkan sebuah kalung mutiara putih yang sangat langka.

"Ini adalah kalung milik nenek Darion," ujar Suzzy seraya memasangkan kalung itu ke leher Lara. "Beliau berpesan bahwa kalung ini hanya boleh dikenakan oleh wanita yang memiliki ketangguhan jiwa sejati. Dan kau pantas mengenakannya, Lara."

Lara menyentuh mutiara dingin namun hangat di dadanya. Air mata keharuan menggenang di sudut matanya. Ia berbalik dan memeluk Suzzy dengan erat. "Terima kasih, Mommy... Terima kasih karena telah memberiku rumah dan keluarga yang sesungguhnya."

"Keluarga ini selalu menjadi rumahmu, sayang," balas Suzzy lembut, mengusap punggung Lara sebelum melepaskan pelukannya. "Sekarang, siap-siaplah. Calon suamimu sudah menunggumu di luar dengan sangat tidak sabar."

Lara tertawa kecil, rasa bahagia yang melimpah ruah memenuhi setiap sudut dadanya.

Di luar ruangan, di aula utama yang megah dan dipenuhi oleh jurnalis senior, jajaran pejabat hukum, serta para aktivis hak asasi manusia, Darion Vale-Knight berdiri tegak.

Pria itu tampil sangat tampan dalam balutan setelan tuksedo hitam buatan penjahit Italia terbaik. Auranya yang biasanya dingin dan dominan kini melunak, digantikan oleh binar kebahagiaan dan kebanggaan yang tidak tertutupi.

Saat pintu ukiran kayu aula terbuka lebar dan Lara melangkah keluar, seluruh percakapan di dalam ruangan seketika terhenti. Keheningan yang sarat akan rasa kagum melingkupi aula.

Darion terpaku di tempatnya berdiri. Pandangannya terkunci sepenuhnya pada Lara yang melangkah anggun ke arahnya.

Bagi Darion, wanita yang berjalan menujunya bukan hanya seorang penyintas yang berhasil lolos dari neraka KDRT, melainkan seorang ratu yang telah merebut kembali takhta kehidupannya sendiri.

Ketika Lara sampai di hadapannya, Darion mengulurkan tangannya. Lara menyambut genggaman hangat itu tanpa sedikit pun keraguan.

"Kau membuat seluruh bintang di langit Los Angeles tampak redup malam ini, my lady," bisik Darion dengan suara baritonnya yang amat dalam, mengecup punggung tangan Lara di hadapan puluhan kamera jurnalis.

Lara tersenyum manis, pipinya memerah halus. "Dan kau tetap menjadi pria paling tampan di ruangan ini, Tuan Vale-Knight."

Acara dimulai dengan pemotongan pita simbolis peluncuran Lara Hope Foundation. Di atas podium, Lara berdiri di samping Darion dan Daddy Kaelor.

Di depan mikrofon, suaranya terdengar jernih, tegas, dan berwibawa—sebuah transformasi sempurna dari wanita yang dulu terkurung dalam ketakutan.

"Yayasan ini dirikan bukan sebagai bentuk dendam pada masa lalu," ucap Lara dengan pandangan menyapu seluruh hadirin, "melainkan sebagai suar berpelindung bagi setiap perempuan dan anak yang merasa suara mereka telah dibungkam oleh kekerasan. Seluruh kekayaan dan aset yang pernah digunakan untuk mengontrolku, kini secara penuh didedikasikan untuk membebaskan orang lain."

Tepuk tangan bergemuruh memekakkan telinga. Para awak media mengambil gambar tanpa henti, mengabadikan momen bersejarah di mana seorang korban berubah menjadi pahlawan bagi ribuan jiwa lainnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam kian larut ketika jamuan pesta secara perlahan selesai. Para tamu undangan mulai berpamitan, meninggalkan kediaman utama keluarga Vale-Knight kembali dalam keheningan yang tenang dan syahdu.

Darion menuntun Lara menuju area taman belakang—tempat favorit mereka, rumah kaca bergaya Victoria. Bunga-bunga mawar malam menyebarkan aroma harum yang menenangkan di bawah naungan sinar rembulan purnama yang membiaskan cahaya keemasan melalui atap kaca.

Di dalam rumah kaca, Darion menarik Lara pelan menuju ke tengah ruangan. Angin malam yang sepoi-sepoi menerobos masuk melalui ventilasi, memainkan gaun putih gading Lara.

"Dokumen perceraianmu dan pembagian surat keputusan pengadilan telah tuntas secara sempurna hari ini, Lara," ujar Darion pelan.

Pria itu merogoh saku dalam tuksedonya dan mengeluarkan sebuah kotak cincin beludru berwarna biru gelap.

Lara menahan napasnya. Detak jantungnya berdebar kencang, bukan karena ketakutan, melainkan karena getaran cinta yang membuncah.

Darion berlutut di hadapan Lara di atas hamparan lantai kayu rumah kaca. Pria anggun dan terpandang itu menengadah, menatap lurus ke dalam mata Lara dengan ketulusan yang teramat murni.

"Aku telah menunggumu selama bertahun-tahun, Lara," tutur Darion, suaranya bergetar oleh kepenuhan emosi. "Aku telah melihatmu terluka, aku telah bertarung bersamamu melewati kegelapan, dan malam ini aku melihatmu berdiri sebagai wanita paling kuat yang pernah kukenal. Aku tidak menawarkan kehidupan yang bebas dari masalah, tapi aku bersumpah akan menjadi bentengmu, teman hidupmu, dan pelindungmu hingga nafas terakhirku."

Darion membuka kotak beludru tersebut, menampilkan sebuah cincin berlian berpotongan emerald yang berkilau indah di bawah sinar bulan.

"Lara Giger... maukah kau menikah denganku dan menjadi nyonya Vale-Knight?"

Airmata kebahagiaan Luruh membasahi pipi Lara. Tanpa ada lagi keraguan, tanpa ada lagi rasa minder atau trauma yang menghalanginya, Lara menganggukkan kepalanya dengan pasti.

"Ya, Darion... Ya! Aku mau!" jawab Lara dengan suara merdu yang dipenuhi keharuan.

Darion menyunggingkan senyuman paling lebar dalam hidupnya. Dengan perlahan dan penuh penghormatan, ia menyematkan cincin berlian itu ke jari manis tangan kiri Lara.

Pria itu kemudian berdiri, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lara, dan mengangkat tubuh wanita itu lalu memutarnya kecil di udara.

Tawa bahagia Lara memecah keheningan rumah kaca. Saat Darion menurunkan tubuhnya kembali, kedua tangan Lara melingkar sempurna di leher Darion.

Darion menundukkan kepalanya, menyatukan bibirnya dengan bibir Lara dalam sebuah ciuman penyatuan yang teramat dalam, manis, dan penuh dengan kepastian masa depan.

Ciuman itu adalah meterai dari janji suci mereka—sebuah tanda bahwa masa-masa penderitaan telah runtuh, dan lembaran baru yang dipenuhi cinta sejati telah resmi dimulai.

Di bawah naungan rumah kaca yang dipenuhi mawar merekah dan disinari rembulan malam, Lara Giger tidak lagi didefinisikan oleh masa lalunya.

Bersama Darion Vale-Knight di sisinya, ia telah melangkah keluar dari kegelapan menuju kebebasan, kedamaian, dan cinta sejati yang abadi.

...— TAMAT —...

1
Mita Paramita
jangan seneng dan bahagia dulu lara🫣 mungkin aja nanti Billy kabur dari penjara terus menculik dan memisahkan lara & dorian🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kak reader paling bisa deh🤭🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Takut banget billy kabur, trus menyakiti lara,, 😬
FoxVault
Cerita nya sangat seru kak 😁
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
Mia Camelia
kenapa kisah cinta keluarga knight selalu ber liku liku berkelok kelok meliuk liuk🤔🤔🤔
jadi gemes nih baca nya thor
Rosdianah 🌷: hihihi maaf ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
keluarga knight , sukses semua ya thor...
ada pebinis, pembalap, doesen muda🥰🥰🥰kalo ini ada di dunia nyata, pasti sempurna banget nih🤔😄
Rosdianah 🌷: Lancar halu Author 🤣
total 1 replies
Mia Camelia
jangan2 billy punya 2 kepribadian kali nih🤔🤔🤔masa gampang banget berubah2 nya🤣🤣🤣haduh kasian lara😔
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ya ampun ini kejam sekali billy😂😂😂
Rosdianah 🌷: Modal gampar🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!