NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sang kakek terkejut. “Nak, kamu bisa?”

Arga tersenyum. “Pernah belajar sedikit.”

Arga duduk dan dengan terampil mulai memijat serta membentuk adonan warna-warni itu. Perlahan, sosok seorang wanita mulai terbentuk. Sang kakek menatap takjub; biasanya pemula hanya bisa membuat bentuk hewan sederhana, tapi Arga membuat figur manusia yang rumit.

Dalam sekejap, sebuah boneka mungil yang sangat mirip dengan Sherly muncul—lengkap dengan ekspresi wajah dan pakaiannya.

“Wah!” Seruan kagum terdengar dari orang-orang di sekitar. Tepuk tangan menggema di sudut pasar malam itu. Sherly terpana, matanya berkaca-kaca menatap boneka mini dirinya yang dibuat dengan penuh kasih sayang oleh Arga.

Arga berdiri sambil tersenyum dan hendak mengeluarkan dompetnya.

Namun sang kakek pengrajin boneka adonan itu buru-buru melambaikan tangan dan berkata,

"Nak, aku sudah puluhan tahun membuat boneka dengan tanganku sendiri, tapi hari ini kamu benar-benar membuka mataku! Keahlianmu jauh lebih hebat daripada punyaku. Simpan saja uangmu. Yang terpenting, kelak kamu harus melestarikan keterampilan ini!"

Melihat ketulusan sang kakek, Arga tidak lagi memaksa. Ia mengangguk takzim dan berkata,

"Terima kasih banyak, Kek."

Sang kakek tersenyum lebar sambil mengibaskan tangan. "Tidak perlu sungkan, tidak perlu."

Saat itu, seorang pemuda dari kerumunan maju dan berkata lantang, "Mas, jual boneka itu kepadaku seharga seratus ribu rupiah!"

Di samping pemuda itu berdiri seorang wanita yang menatap penuh harap ke arah boneka adonan di tangan Arga. Begitu satu orang membuka penawaran, para pria lain seakan tersadar. Benda ini adalah senjata ampuh untuk menaklukkan hati wanita!

Dalam sekejap, banyak orang mengacungkan uang kertas sambil berteriak,

"Mas, aku bayar dua ratus ribu! Jual padaku!"

"Tiga ratus ribu!"

"Lima ratus ribu! Aku yang mau! Jangan ada yang merebutnya dariku!"

Tak lama kemudian, harga boneka kecil itu melonjak hingga satu juta rupiah! Perlu diingat, pada tahun 2000, gaji rata-rata penduduk Semarang hanyalah sekitar ratusan ribu hingga satu juta rupiah. Harga itu sudah setara gaji sebulan!

Arga menggeleng pelan, lalu menyerahkan boneka itu kepada Sherly Gunawan yang masih terpaku, sambil berkata lembut,

"Sherly, ini untukmu."

"Lihat! Mirip sekali dengan Mbaknya!"

"Wah, cowok ini benar-benar luar biasa!"

"Romantis banget!"

Para gadis di sekitar berseru penuh iri. Sementara itu, para pacar mereka justru tampak sengsara karena dibanding-bandingkan.

Menatap boneka yang wajahnya benar-benar menyerupai dirinya, mendengar seruan iri orang-orang, Sherly merasa hatinya bergetar hebat—hingga matanya berkaca-kaca.

"Terima kasih, Kak Arga. Ini adalah hadiah terbaik yang pernah kuterima seumur hidupku," ujar Sherly tulus dengan suara bergetar.

"Cium! Cium! Cium!"

Entah siapa yang memulai, teriakan itu menggema dari segala arah. Wajah Sherly langsung merah padam. Ia benar-benar terlalu malu untuk memberikan ciuman pertamanya di depan umum. Arga segera menarik tangannya dan kabur dari kerumunan itu.

"Ayo, aku antar kamu pulang," ujar Arga, seolah sengaja tidak membahas sorakan tadi. Hal itu justru membuat Sherly merasa sedikit kecewa.

Arga memanggil taksi dan mengantar Sherly hingga ke depan gerbang rumahnya. Setelah berpikir sejenak, ia berkata, "Aku sempat menghitung sedikit. Jika besok kamu ikut invest saham denganku, keberuntungan finansialmu akan sangat baik."

"Benarkah? Wah, asyik dong—makan siang sambil cari cuan!" Sherly tertawa. "Kalau begitu, sampai jumpa besok."

Arga melambaikan tangan dan berbalik pergi.

"Kak Arga…" Tiba-tiba, Sherly meraih tangan Arga.

Arga menoleh bingung. Sherly berjinjit dan mengecup pipi Arga dengan lembut. Ia benar-benar menciumnya!

"Terima kasih… karena telah hadir dalam hidupku." Selesai berkata demikian, Sherly berlari masuk ke dalam rumah sambil menutupi wajahnya yang panas. Arga menyentuh pipinya, lalu tertawa bahagia.

......................

Keesokan harinya, di kantor sekuritas bursa saham.

Apa yang dikatakan Arga tentang "keberuntungan finansial" bukanlah bualan. Pasar nikel internasional memang butuh waktu, namun saat ini adalah momentum emas bagi beberapa saham lokal untuk melonjak.

Dalam ingatan Arga, periode 2000 hingga 2008 adalah masa keemasan pasar saham. Mereka yang berani menangkap peluang akan meraih kebebasan finansial, sementara yang ragu hanya akan menyesal seumur hidup.

"Kamu punya modal? Kalau tidak, pakai uangku dulu," tanya Arga pada Sherly.

"Tentu saja punya! Aku menabung 50 juta rupiah dari sisa uang saku dan bonus prestasiku!" kata Sherly bangga. Untuk ukuran lulusan baru tahun 2000, punya 50 juta itu sudah sangat kaya.

"Cukup. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu kaya tujuh turunan," ujar Arga tersenyum.

Sebagai karyawan sekuritas, Sherly punya akun saham sendiri. Namun selama ini ia hanya berani beli kecil-kecilan. Hari ini, karena Arga yang memberi instruksi, ia mengeluarkan seluruh tabungannya tanpa ragu.

"Kak Arga, saham apa yang harus kubeli?"

"Ikuti saja pilihanku. Beli Semarang Properti dan Farma Nusantara. Ambil dua saham itu!" Arga menyebutkan dua "saham gorengan" yang di masa depan ia tahu akan meledak menjadi "saham sultan".

"Arga?" Tiba-tiba, sebuah suara penuh nada meremehkan terdengar. Arga menoleh dan mendapati Tiara serta Yuda Perdana.

"Halo, Non Sherly. Tentang kejadian di restoran kemarin, saya minta maaf. Tolong sampaikan maaf saya pada Pak Hadi," kata Yuda Perdana sambil mendekat dengan wajah memelas.

Setelah kejadian kemarin, Yuda baru sadar kalau Sherly adalah putri Rendra Gunawan, raksasa properti Semarang! Ia menyimpulkan bahwa sikap hormat Pak Hadi pada Arga kemarin pasti cuma gara-gara Arga "nebeng" wibawa keluarga Sherly saja. Arga tetaplah gembel di matanya.

Sherly sama sekali mengabaikan Yuda. Ia menggenggam tangan Arga dan bertanya lagi, "Kak Arga, beli berapa banyak?"

"Nona Sherly, Anda... Anda bertanya soal saham pada pria miskin ini?" Tiara terkejut setengah mati. "Itu bukan urusanmu!" Sherly melotot tajam.

"Nona, Arga ini tidak pernah punya uang buat beli saham. Kalau Anda dengarkan dia, Anda bisa rugi bandar!" Tiara berkata sinis. "Lebih baik dengar Mas Yuda. Dia punya banyak info orang dalam!"

Yuda Perdana menepuk dadanya bangga. "Benar, Non Sherly. Saya kenal banyak orang penting di bursa."

"Mbak petugas, tolong belikan saya saham Semarang Properti dan Farma Nusantara. Masukkan semua! Full position!" Tanpa ragu, Sherly langsung mengisi formulir di depan mata mereka.

Tiara dan Yuda langsung terdiam. Langsung all-in? Ini investasi atau cari mati?

"Nona Sherly memang nekat," sindir Tiara dengan nada iri.

"Tiara sayang, jangan pedulikan mereka. Kita juga beli," ujar Yuda. "Kita beli saham Miras Jati Luhur. Kamu juga masukkan semua modalmu ke sana," bisik Yuda.

"Baik, Mas!"

Mendengar nama saham pilihan Yuda, sudut mulut Arga berkedut menahan tawa. Ia tahu persis nasib saham itu beberapa hari ke depan.

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!