Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.
Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.
Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.
dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyewakan Rumah
Ke esoknya Harinya demamnya turun, Hwang zin tak membuka toko hari ini,para warga juga tahu bahwa dia terluka jadi tak ada yg mengendor pintu untuk membeli buburnya.
Hwang zin duduk diruang makan sambil melihat halaman,rasa sakit dilengannya berkurang obat herbal yg diberikan padanya lebih ampuh dari obat seleb yg dia punya.
Saat ini dia mengenakan pakai hangat tapi tak terlalu tebal,dia menghela nafas merasa sangat bosan. Tak terasa sudah 6 bulan di didunia ini.
Semuanya berjalan dengan lancar.
Hwang zin bangun, berjalan' ke arah jendela halaman dan menutupnya,dia masuk ke dalam untuk pergi ke ruang tamu.
Sekarang mungkin pukul 8 pagi,dia membuka pintu depan dan berjalan ke halaman yg tertutup salju,dia benar-benar malas melihat ini.
" Zin an kamu didalam!"teriak suara diluar, Hwang zin segera berjalan menuju pintu keluar,menginjak salju tebal.
"Tunggu sebentar...!"
dia berjalan untuk membuka pintu depan dan melihat Zhang peng dan 2 temannya yg pernah pergi ke kedai nya dulu."Saudara ku masuk lah..."
Saat ketiganya masuk mereka dibuat terkejut dengan salju tebal yg hampir menutupi semua halaman. Ada jejek kaki Hwang zin diatas salju yg tebal.
"Hei begitu banyak salju menumpuk?"Ucap Zhang Peng dengan tak percaya.
Hwang zin menggaruk kepalanya dengan tak berdaya."Ya ..aku kesulitan untuk membersihkannya...."
"....Dimana pengeruk saljunya?" Tanya pria berjenggot Yong Jun pada Hwang zin, anak itu menunjuk bilik kecil diujung halaman." Di sana..."
"Kami akan membersihkannya bersama!"teriak pria dengan mata kecil sambil menaruh tangan pinggangnya."...Adik kecil serahkan saja pada saudara -saudara mu!"
" benar serahkan pada kami ..." Zhang Peng tertawa dengan bangga.Hwang zin menghela nafas lega."Baiklah maaf merepotkan..."
Yong Jun kembali dengan penggaruk salju mereka bertiga segera bergerak.
Hwang zin kembali ke dapur untuk membuatnya ke tiganya makan ringan, tapi dia ingat bahwa banyak makan diruang,jadi dia mengunci pintu Dapur dan pergi ke ruang tokonya.
Dia pergi langsung ke tempat mie instan,dia mengambil 4 bungsu mie kuah,lalu pergi ke arah lain lalu dia ingat susu dikulkas telah habis jadi dia pergi ke arena susu.
Hwang zin membawa empat mie di keranjang bambu pergi ke tempat susu.
Dia mengambil 2 botol besar dan bergegas pergi keluar ruang, Hwang zin kembali ke dapur dan menyalakan api dan merebus air.
Dia membuka pintu dapur dan pergi melihat keadaan 3 orang diluar. Salju cukup tebal dan Zhang peng dan lainnya masih sibuk membersihkan salju.
"...Saudara ku jika lelah istirahat lah aku akan membuat makanan untuk kalian...."ucapnya pada Zhang Peng.
Pria itu berbalik ke arahnya."Hei baiklah -baiklah kamu kembali'lah kedalam diluar dingin...."
dia kuatir adiknya dengan tubuh tipis itu akan masuk angin.
Hwang zin tak memaksanya ,dia kembali kedalam untuk menuangkan air pas ke dalam mie disetiap mangkuk.
Lalu dia mengambil gelas bambu 3 dan mengisinya dengan susu lalu membawanya ke meja makan.
Dia menatanya di meja ,lalu pergi ke depan lagi untuk memanggil ke tiganya masuk untuk makan, Zhang Peng meletakkan kembali disaat Hwang zin memanggil mereka untuk makan.
Zhang Peng,Dong Zi dan Yong Jun masuk ke ruang meja makan, Hwang zin meminta mereka untuk mencuci tangan lebih dulu didapur.
Ketiganya menurut, mereka segera mencucinya dan bergegas ke ruang makan,dia mana bau harum sudah tercium.
Zhang Peng duduk di kursinya begitu pula lainnya,mereka melihat mie dengan kuah dan daging yg terlihat mengugah selera.
"Dimana milik mu?"tanya Zhang Peng saat melihat bahwa hanya ada 3 mie untuk mereka.
"Aku sudah makan tadi,makanlah...."jawabannya sambil minum susu digelas nya.
"Ini susu...!" Seru Yong Jun terkejut.
Dong Zi melihat isi gelas dan tercium bau susu,susu adalah barang langka bisa dibilang semua orang jarang meminumnya.
Selain mahal,sapi lebih sulit dipelihara didaerah mereka. Ini termasuk kota,kebanyak tak ada petani disini jadi tak ada yg memelihara sapi.
Adapun yg menjualnya harganya 1 gelas 30 sen.
"Kamu menghambur-hamburkan uang lagi...." Zhang Peng tak bisa tak menegur kebiasaan Hwang zin yg boros.
"...toko berjalan dengan baik,ini tak masalah...."Bohong Hwang zin dengan senyum kecil.
Zhang Peng hanya bisa menggelengkan kepalanya pada sikap baik anak itu." ...seperti biasanya kamu mengabaikan kata-kata ku...."
Hwang zin hanya tertawa,Ke tiga nya mengangkat sumpit mereka dan mulai makan,suapan pertama mie nya kenyal tak lembek dan supnya sangat enak.
Mereka mengunyahnya dengan mata menyipit.
Enak!
Hwang zin membiarkan mereka makan tanpa menganggu,dia minum susu digelas nya,tubuh anak ini masih remaja jadi dia berusaha memenuhi semua kebutuhan tumbuh kembang nya.
Zhang Peng meletakkan mangkuknya,kuah telah diminum habis. Begitu juga dengan yg lainnya. Mereka kenyang dan puas.
"Kenapa hanya kalian yg datang?" Tanyanya saat melihat mereka selesai makan.
Zhang Peng menyentuh perutnya dan bersendawa."...Dua lainnya pulang kampung jadi kami yg pergi...."
".....Rumahmu cukup besar ...apa yg terjadi dengan rumah didesa?"tanya Dong Hae pada anak itu. Zhang Peng dan Yong Jun ikut mendengarkan.
Walaupun Hwang zin terlihat tak kaya namun Ayahnya seperti meninggalkan bayak biaya hidupnya untuk sebelum meninggal.
Harga rumah di ibukota rata-rata 100 tael sampai 300 tael.
Namun anak ini mampu membelinya langsung saat dia datang ke ibu kota,dan lagi anak ini benar-benar pandai dalam berbisnis.
"....Aku berniat menyewakannya, tapi aku takut mereka akan mengambil barang-barang ayah yg masih ada disana...."
Hwang zin masih meninggalkan banyak barang ayah Hwang dan pemilik asli.melainkan tetep menepatkan nya dalam kamar utama.
Dia tak ingin rumah ini memiliki kenangan dari keduanya,bukan apa-apa hanya saja dia hanya orang asing dan tak bisa masuk dalam kenangan keluarga mereka.
"....Ada berapa kamar disana?"tanya Zhang Peng , pasalnya dia sering masuk ke rumah itu namun hanya sampai meja makan dan tak benar-benar melihat kondisi rumahnya.
"...ada 3 kamar ..."jawab Hwang zin,dia juga mengatakan ada sumur ,dapur dan ruang kerja terpisah.
Zhang Peng merasa kondisi rumahnya sangat bagus,apa lagi itu tepat dijalan utama desa dan lagi disana ada juga toko ,dia bisa meminta istirnya untuk berjualan disana.
" .....Sebenarnya aku ingin membawa istriku kesini tapi aku belum menemukan rumah lebih murah diibu kota jadi aku berniat menyewa lebih dulu....."ucapnya dengan jujur. Zhang Peng sudah menikah 2 tahun lalu.
Mereka belum memiliki anak, istrinya selalu berkonflik dengan para ketua dan membuat istrinya tertekan.
Zhang Peng sebagai suaminya merasa patah hati jadi dia ingin membawa pergi istrinya dikampung gunung untuk kedesa gerbang kota.
"........Baguslah ini akan menyelesaikannya solusinya...." Hwang zin tak mempermasalahkan hal ini,dia justru lega jika Zhang Peng yg mau menyewanya.
"Berapa rata-rata biaya tahun'an didesa...?"tanya Zhang Peng dengannya,Hwang zin berkedip dia tak tau soal ini.
Pasalnya Zhang Peng sendiri hanya bekerja 1 tahun' lalu ke ibu kota dan beberapa kali pergi ke desa gerbang karena mengantar barang.
Di sanalah dia bertemu Ayah Hwang dan menjadi akrab dengan ayah dan anak Hwang. Karena ini Zhang peng selalu memangil Anak itu sebagai saudaranya sendiri.
Dong Hae juga tak tau,Yong Jun penduduk asli desa gerbang berkata pada Zhang zen dan Hwang zin."Ini 3 tael untuk pertahun...."
".... Tak masalah aku akan bicara dengan kakak iparmu dulu...."Pria itu mengangguk.
itu harga yg tak mahal juga tak murah,tapi mengingat hanya butuh waktu 3 jam sampai kota ini sangat lah bagus.
"Baiklah...." Hwang zin mengangguk dengan lega,setidaknya dia tak perlu mencari orang lain untuk mengawasi rumahnya.
Mereka mengobrol beberapa saat sebelum pergi,mereka mendapatkan liburan 2 Minggu dan berniat untuk pulang kampung sebelah kembali bekerja saat musim semi tiba.
Zhang Peng segera pergi kedesa gunung yg yak jauh dari desa gerbang untuk mengabari istrinya.
Hwang zin menaruh mangkuk bersih ke dalam rak ,dia melihat matahari muncul dan membuat suasana tak sedingin tadi.