Warning!!!!!!
Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.
Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.
Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.
Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.
Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.
Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Drew meledek. "Ahhh... Kau payah. Naik kora-kora saja sudah mau mati".
"Auu...."
Drew berteriak kesakitan. Shena mencubitnya cukup keras. "Drew jangan keterlaluan. Arsen sedang ga baik-baik aja. Cepat belikan minum" perintah Shena.
Drew cemberut namun tetap berjalan membelikan minum. Arsen tersenyum senang mendengar Shena membelanya. Shena memapah Arsen dan mendudukkannya. "Tunggu Drew beli minum baru kita pulang ya" ucap Shena.
Arsen mengangguk dengan kepala yang masih menempel di pundak Shena. Kalau Shena mode baik dan perhatian seperti ini hati Arsen jadi tak karuan.
"Ini" ucap Drew menyerahkan botol minum kepada Shena. Shena membuka botol itu dan menyuruh Arsen minum. Ia bertanya. "Arsen, sudah merasa lebih baik?".
"Iya" jawab Arsen lemas.
"Kita pulang, ya" ajak Shena. Arsen mengangguk.
.
.
.
Shena berdandan sangat cantik. Ia memakai dres lengan pendek sepanjang lutut dan memakai sepatu sneaker. Rambutnya tergerai bergelombang. Ia berdandan cantik malam ini karena hari ini adalah hari dimana Ello akan mengajaknya kencan. Ini kencan pertama mereka setelah 2 tahun tak bertemu. Shena sangat bersemangat.
Shena sudah siap. Ia ada di taman dekat gedung apartemennya. Ello berjanji akan menjemputnya disini. Ello belum tiba di taman, Shena memutuskan untuk menunggu.
"Drett... Drett..."
Ponsel Shena bergetar. Arsen menelponnya. "Halo" ucap Shena.
"Shena, kau dimana?" Tanya Arsen.
"Aku di taman menunggu Ello, kami akan berkencan" jawab Shena tersenyum senang.
"Taman dekat apartemen mu?" Tanya Arsen.
"Iya, kenapa?" Tanya Shena.
"Tidak apa. Hanya bertanya" jawab Arsen. Ia lalu menutup telponnya.
"Aneh sekali" ucap Shena bingung.
"Bagaimana?" Tanya Drew pada Arsen. Mereka sedang ada di cafe tempat mereka mengerjakan tugas presentasi Minggu lalu.
"Shena ada di taman, sedang menunggu Ello" jawab Arsen.
"Akhh... Bajingan. Berarti benar yang kita lihat tadi bersama Ello bukan Shena" kesal Drew. Arsen juga ikut kesal dan marah dibuatnya.
Jangan tanya sedang apa Arsen dan Drew bersama. Semenjak mengerjakan tugas presentasi Minggu lalu, Drew, Arsen dan Shena menjadi akrab. Mereka bahkan punya grup bertiga Nana kiyowo. Di ambil dari plesetan nama Shena.
Arsen dan Drew bertemu hari ini karena mereka berencana membuat kejutan ulang tahun untuk Shena. Hari ini Shena berulang tahun. Namun ketika di toko kue tadi, Drew dan Arsen tak sengaja melihat Ello yang datang mengambil kue. Ia bersama wanita. Itu bukan Shena karena wanita itu cukup tinggi. Shena pendek, jadi mereka mengenalinya. Namun mereka sedikit ragu, itulah kenapa Arsen menelpon Shena untuk bertanya dimana Shena.
Arsen berdiri dengan kesal dan pergi. Drew terkejut dan mengikuti Arsen. "Kau mau kemana?" Tanya Drew.
"Memberi pelajaran pada bajingan itu" ucap Arsen marah.
Drew menarik tangan Arsen. "Nanti urusan menghajarnya. Sebaiknya kita temui Shena. Jangan sampai dia terluka". Arsen mendengarkan dan ia setuju. Mereka pergi ke taman.
.
.
.
Sekitar 15 menit Shena menunggu namun Ello belum datang juga. Shena mengirim pesan sedari tadi menanyakan keberadaan Ello tapi Ello belum membalas.
"My Hero" teriak Drew antusias melihat Shena. Sementara ekspresi wajah Drew dingin.
Shena senang melihat mereka. "Drew, Arsen. Kenapa kalian kemari?" Tanya Shena.
"Tentu saja ingin bertemu denganmu" ucap Drew.
"Ahh... Sudah ku bilang aku akan berkencan dengan Ello hari ini" ucap Shena.
Arsen ingin buka mulut namun Drew menahannya. Drew menggelengkan kepalanya pada Arsen. Arsen kesal dan buang muka. Shena bertanya. "Arsen, kau ada masalah? Kenapa ekspresi mu tidak biasa?"
"Dia pms, hiraukan saja dia , my Hero" ledek Drew. Shena terkekeh namun Arsen tidak bereaksi.
Hujan tiba-tiba turun. "Ahhh.... Kenapa turun hujan sekarang. Ello bahkan belum sampai" keluh Shena kesal. Arsen menarik tangan Shena berlari menuju cafe tak jauh dari taman. Drew ikut mengejar.
Wajah Shena cemberut. Melihat hujan begitu lebat. Drew menarik Arsen ke belakang dan berbisik. "Jangan bilang sekarang pada Shena. Dia tidak akan percaya karena tak ada bukti. Lebih baik kita rayakan saja ulang tahunnya agar dia terhibur malam ini".
Arsen merasa itu masuk akal. Yang terpenting adalah Shena. Ini adalah hari ulang tahunya. Arsen tidak ingin merusak hari spesial Shena.
"My Hero, ayo duduk" ajak Drew. Shena patuh dan duduk. Ia kedinginan. Shena tak memakai jaket malam ini agar dress cantiknya tidak tertutupi. Sekarang ia basah dan kedinginan. Arsen melepaskan mantelnya dan memasangkannya pada Shena. "Terimakasih" ucap Shena.
Drew mengeluarkan kotak berisi kue. "Selamat ulang tahun, my Hero" teriaknya antusias.
Shena terharu dan sangat senang. "Kalian tahu ini hari ulang tahunku?" Tanya nya tak percaya.
"Tentu saja" ucap Drew bangga. "Ayo hidupkan lilinnya" pinta Drew.
Arsen menghidupkan lilinnya. Mereka bernyanyi lagu selamat ulang tahun dan bertepuk tangan. Suasana menjadi hangat.
Shena memejamkan matanya untuk membuat permintaan lalu meniup lilinnya. Arsen dan Drew bertepuk tangan dengan meriah. "Wuuhh.... Selamat ulang tahun, my Hero" ucap Drew bersemangat.
"Selamat ulang tahun, babu" ucap Arsen tak kalah semangat.
"Aaa... Terimakasih. Aku ingin menangis" ucap Shena senang.
Drew mengeluarkan kotak kecil dari sakunya. "Ini hadiah ulang tahunmu dariku"
"Wahh... Drew terimakasih" Shena menerimanya dan membuka kado dari Drew. Itu sebuah gelang perak. Ada berlian pada gelang itu. Arsen tahu itu asli tapi Shena tidak. "Sini biar ku pakaikan" pinta Drew. Shena mengulurkan tangannya pada Drew.
Shena memandangi gelang itu. "Woahh... Apa gelang ini sangat mahal?" Tanya Shena penasaran.
"Hais, mana mungkin anak SMA seperti ku sanggup membelinya kalau sangat mahal" ucap Drew rendah diri. Arsen terkekeh merasa lucu melihat Drew menipu Shena.
Shena mengulurkan tangan ke arah Arsen sambil meminta. "Mana kado ku".
"Ahh sebentar" Arsen merogoh saku celananya dan memperlihatkan sebuah kalung round diamond pendant.
"Woahhh... Apa ini barang mahal? Apa bisa di jual" ucap Shena melongo.
"Auu..." Teriak Shena kesakitan usai Arsen menjentik keningnya. Shena mengelus keningnya dan berkata kesal. "Arsen, ini hari ulang tahunku. Bisakah sehari saja kau tidak main tangan"
Arsen terkekeh. "Itu peringatan. Jika kau berani menjual hadiahku ku anggap kau menukarnya dengan dirimu".
"Aku bercanda" Shena memberengut. Arsen berdiri dan memakaikan kalung itu di leher Shena. "Ini sangat cantik, terimakasih" ucap Shena tersenyum manis pada Arsen. Arsen mengacak puncak kepala Shena.
*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏