NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 Lebih cocok jadi pelayan

Bisik-bisik lirih mulai terdengar ketika Ervana menarik sebuah kursi lalu duduk di meja bundar milik para pelayan.

"Kata Ibu, aku harus bergabung dengan para pelayan". Gadis itu menunduk takut karena beberapa pasang mata yang memberinya tatapan menghakimi dan mencemooh.

"Memang seharusnya seperti itu". Seorang pelayan menatap putri kandung majikannya dengan jijik.

"Kau lebih pantas menjadi pelayan daripada tuan putri. Dilihat dari sudut manapun, hanya Nona Renata yang pantas menjadi bagian keluarga ini". Ervana menunduk takut. Setiap tatapan selalu menghunus tajam seolah menikam jantungnya. Posisinya pelan-pelan direbut oleh anak angkat keluarga itu. Lima tahun lalu, Renata dibawa pulang oleh ayahnya ke tempat ini. Gadis itu adalah putri dari seorang teman dekat Efendi yang meninggal karena kecelakaan.

"Hei jangan asal bicara! Bagaimanapun juga Nona Ervana adalah putri kandung keluarga ini". Seorang pelayan berbisik mencemooh.

Ervana diam, hatinya sakit sekali tapi ia tidak bisa bertindak lebih jauh. Lukanya sendiri bahkan belum sembuh. Pelayan keluarga Moses seolah tak mempedulikan statusnya sebagai putri kandung majikannya. Ervana mengambil sarapannya lalu memilih pergi dari tempat itu dengan perasaan gamang. Tempat yang ditujunya sekarang adalah kamarnya, ruangan sempit paling menenangkan.

"Semakin ke sini, kurasa semua orang semakin aneh. Gadis itu menutup pintu kamarnya rapat-rapat lalu menaruh sarapannya di atas meja kecilnya. Selera makannya benar-benar hilang sekarang. Dipandanginya setiap sudut ruangan itu. Ah, foto wisudanya menempel sempurna di dinding putih kamarnya. Itu foto kebanggaannya yang tidak pernah diizinkan untuk dipajang di ruang tamu keluarganya.

"Busanamu aneh sekali! Fotomu hanya merusak pemandangan", Ucap ibunya kala itu saat ia ingin memajang fotonya di tamu. Ervana menutup matanya rapat-rapat, mencerna setiap kejadian luar biasa yang mengejeknya setiap hari. Beberapa orang menganggapnya sebagai sampah keluarga itu padahal ia tidak pernah melakukan hal apapun yang merugikan keluarga besarnya.

"Sebenarnya aku ini anak siapa?" Ditatapnya wajah lusuh miliknya di depan cermin usang kamarnya. Ervana bekerja sebagai seorang karyawan di perusahaan milik keluarga sahabatnya, namun semua gajinya direbut paksa oleh ibunya. Wanita itu beranggapan bahwa sudah seharusnya Ervana membalas jasa keluarga Moses yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

"Semakin ke sini aku semakin tidak mengenali diriki sendiri". Ervana mendesah putus asa. Sudahlah, tidak ada gunanya ia menyesali semua hal yang telah terjadi. Lebih baik ia memakan sarapannya lalu melanjutkan membasuh tubuhnya sebelum ke kantor.

Ditatap sekali lagi gaun mewah yang akan dipakainya di malam peresmian Moses group nanti. Gaun berwarna biru gelap itu adalah hadiah pemberian Clara Aston, putri keluarga Aston sekaligus adik dari Morgan Aston, bos Ervana.

"Haruskah aku menghadiri acara besar itu? Aku tidak suka keramaian dan kurasa ayah dan ibu tidak akan keberatan jika aku tidak hadir. Bukankah ini adalah ajang bergengsi yang pastinya dimenangkan oleh Renata? Sampai kapanpun aku tidak mungkin menang dari putri kesayangan keluarga ini". Merenungi nasibnya yang buruk seperti sebuah hobi bagi Ervana. Hah, harus dengan cara apa lagi ia merebut cinta dan perhatian keluarganya? Lihatlah, terhitung sudah berapa tahun Efendi Moses menatapnya dengan sorot mata jijik.

"Ckkkk, mandi Ervana! Bos gilamu itu pasti akan mencecarmu habis-habisan jika kau tepat". Gadis itu menarik handuknya lalu masuk ke kamar mandi. Mandi kilat versi Ervana berjalan sukses. Saat ini, gadis itu berdiri di depan cermin usang milik keluarganya. Tubuh mungilnya berbalut setelan pakaian kerja yang warnanya terlihat pudar. Lagi-lagi ini menyedihkan! Gajinya tks pernah dinikmati oleh gadis itu karena keserakahan ibunya. Clara, sang sahabat kerap protes setiap kali ia menolak diajak berbelanja.

"Kau gila atau bagaimana, Vana? Uangmu bahkan lebih dari cukup untuk membeli kebutuhan pribadimu, tapi kau selalu menyimpannya. Aku sudah menawarkan agar kau memakai uangku saja namun kau beralasan macam-macam. Rasanya aku nyaris gila menghadapi sikap keras kepalamu ini. Kau benar-benar mirip sekali dengan Kak Morgan. Sama-sama keras kepala dan susah diatur", ucap Clara kala itu ketika untuk ke sekian kalinya Ervana menolak ajakannya untuk menyenangkan dirinya dengan berbelanja sepuas hati. Ervana takut jika sang ibu mengetahui tentang hal itu dan mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan yang tidak ingin didengarnya. Ini menjengkelkan! Bahkan ia harus takut membelanjakan uangnya sendiri karena baktinya pada sang ibu.

"Aku lebih mirip seorang pekerja daripada anak kandung keluarga ini". Gadis itu mendesah putus asa di depan cermin lusuhnya. Tidak sekali dua kali ia merasa cemburu pada Renita yang begitu gampang menginjakkan kakinya ke perusahaan besar milik keluarganya. Tak tanggung-tanggung, ayahnya bahkan memberikan 15 persen saham perusahaan pada Renita yang bukan darah dagingnya. Sementara Ervana? Ah, ia bahkan tidak pernah peduli dengan itu semua. Rasanya ia merasa begitu bersyukur karena sang ayah tidak mengusirnya dari rumah besar milik keluarganya.

Sebenarnya, apa yang yang membuat keluarga Baskara akhirnya mau mempersunting Renita untuk menjadi pasangan Kevin Baskara? Beberapa tahun lalu, Kevin Baskara nyaris mati karena jatuh ke jembatan terbesar di kota itu saat ia tengah mengawasi proyek besar keluarganya. Kepalanya terbentur keras dan ia nyaris mati jika tidak ada yang menolongnya. Saat itu, Kevin tidak mengingat apapun perihal kecelakaannya. Beberapa hari kemudian ia tersadar dari tidur panjangnya. Pria itu mendapati dirinya terbaring lemah di ranjang pasien milik rumah sakit kota. Di sebelahnya, Renita tersenyum hangat sambil menggenggam erat tangan kanannya.

"Kenapa kau ada di sini", Kevin bertanya dengan suara lemah.

"Aku yang menolongmu! Kau nyaris mati di sungai besar itu jika aku tak cepat-cepat datang. Walaupun kau harus koma selama beberapa hari setidaknya kau selamat. Aku begitu lega sekarang", Ucap Renita kala itu sambil mengulas senyum. Sebuah senyuman yang sarat akan rencana jahat dan kemunafikan.

"Aku berutang budi padamu, Renita. Katakan apa yang harus aku lakukan untuk membalas jasamu",

"Aku ingin menikah denganmu", Ucap Renita tanpa ragu. Gadis itu bahkan merekam semua isi pembicaraan mereka, membuat seorang Kevin Baskara mati kutu. Saat itu, putra kebanggaan keluarga Baskara itu tak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan sang dewi penyelamatnya. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Kevin mengutarakan niatnya untuk melamar Renita. Keluarga Moses tentu saja menyambut bahagia kabar baik itu. Keluarga Baskara adalah salah satu keluarga yang begitu diperhitungkan di kota ini. seperti sebuah kebanggaan jika Kevin Baskara memilih putri dari keluarga Moses sebagai pasangannya. Efendi Moses bahkan bersikap angkuh dan menganggap bahwa Kevin Baskara telah jatuh ke dalam pesona anak angkatnya yang penuh racun itu.

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!