NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilangnya Arabella

Pagi pagi sekali Dylan sudah ada di rumah Arrabella, dia akan mengantar sahabatnya itu ke bandara.

"Kabari aku yah, nanti aku menyusul."

"Tidak perlu! Kamu kan banyak kerjaan di sini, toh aku juga nggak lama. Kita masih bisa ketemu." Celetuk Bella sambil menyiapkan kopernya.

Tangan Dylan menahan tangan Bella yang menutup kopernya. Bella menoleh ke arah Dylan dan mengernyitkan dahinya "Kenapa?"

"Tunggu aku disana!" Jawab Dylan tak terbantahkan.

Dylan yang tipikal pria yang tak ingin dibantah tidak mau kalah ketika berdebat dengan gadis yang di cintainya. Bella yang sudah sangat paham sifat sahabatnya ini juga tak mau kalah.

"Terserah! Tapi jangan ganggu pekerjaanku, atau burungmu aku sunat." Jawabnya dengan sorot mata tajam.

"Hahaha kejam sekali gadis cantik ku!"

Orang tua Bella memantau obrolan anaknya dibalik tembok pintu kamar itu. "Friend zone." Ucap Lorraine.

"Aku akan menikahkan mereka honey." Celetuk Dave dengan senyum simpulnya.

Lorraine menoleh ke suaminya Dan mengangguk pelan setuju dengan ide brilian sang suami. "Kapan?"

"Secepatnya!"

-

-

Keduanya turun ke bawah sementara Bella dan Dylan masih di atas. "Done! Huft banyak juga ternyata. Untung saja sisanya sudah aku kirim ke hotel disana." Ucap Bella.

Dylan menarik Bella kedalam pelukannya dan juga mengusap pemilik rambut panjang bergelombang itu. "Kamu ini kenapa?" Tanya Bella.

"Bad feeling! Lebih baik kamu batalkan! Atau jadwal ulang saja. Aku akan menemanimu."

"Jangan aneh aneh! I'm fine, Dylan. Udah ah nanti aku telat." Bella segera melepaskan pelukan yang selalu ia rindukan.

TOK TOK TOK

"Guys! Come on!" Teriak Natasha dari luar pintu. Dylan dan Bella menoleh ke arah suara.

Dylan membawa koper Bella ke bawah. Kedua wanita itu mengekor dari belakang. "Aku titip butik yah, Nat. Kabari aku kalau ada apa-apa." Ucap Bella khawatir.

"Jangan cemas, selama ada aku aman." Sahut Nat tersenyum manis.

Bella pamitan pada orang tuanya, dia juga diantar Dylan dan Jay asisten daddy-nya ke bandara. Natasha tidak ikut dia kembali lagi ke butik.

-

-

-

Pesawat pribadi milk keluarga Dirgantara terbang menuju Italy. Deburan angin dari luar pesawat terasa di hati Bella. Dia memejam kan matanya, rasa kantuknya sudah tak tertahankan.

Setelah menempuh perjalanan panjang Bella sampai di kota Catania, Italy. Kota yang penuh dengan sejarah. Bella sendiri nantinya akan ditemani tour guide selama di sana.

Ketika sampai di hotel Bella menuju restoran dulu, cacing diperutnya sudah meminta makan.

BRUK

Bella bertubrukan dengan seorang pria disana. "Ehm sorry, are you okay?" Celetuk lelaki yang menubruknya.

"Ck, kau tidak punya mata atau bagaimana? Basah kan mantelku." Rengek Bella sambil mengusap ngusap mantelnya. Dia sama sekali tidak menatap pria yang ada di depannya.

Lelaki itu memberikan kartu namanya. Bella mendongakkan kepalanya menatap pria dengan jambang tipis di sekitar dagu. Seketika matanya terpanah. Namun dia menggelengkan kepalanya cepat.

"Aku buru buru...kamu bisa menghubungiku besok untuk mengganti mantelmu. Permisi."

Pria itu pergi dari hadapannya. "What!! Main pergi gitu aja! Syalan sudah merusak mood ku!"

Bella buru buru pergi dari sana menuju restoran. Dia segera memesan makanan. Ketika menunggu makanannya datang, pandangannya tak sengaja melihat pria yang tadi bertubrukan dengannya.

"Hmm pantas saja dia pergi, rupanya dia mau ketemu pacarnya." Ucapnya, sambil menaikan kedua bahunya. Dia membuka ponsel Dan menghubungi kedua orang tuanya juga Dylan.

Selesai makan Bella ke kamarnya. Begitu melelahkan perjalanan yang dia tempuh kali ini. Namun ini menjadi pengalaman baru baginya. Matanya lama lama terpejam.

-

-

Keesokan harinya Bella dengan semangat membawa kamera untuk memotret keindahan kota Catania. Senyumnya nampak begitu ceria. "Wahh kota yang indah."

Namun keindahan yang ia nikmati hanya sekejap. Baru dua hari menginjakan kakinya disana, tapi sepertinya Bella sudah terkena sial. Pasalnya dia tak sengaja memotret kejadian dimana ada seorang pria tengah di eksekusi di bawah lorong.

Bella refleks menutup mulutnya berusaha tak mengeluarkan suara apapun. Sialnya suara ponselnya sangat nyaring. Membuat orang orang disana menoleh dan curiga.

"Siapa disana?" Ucap seorang pria yang masih memegang senj*ta. "Kalian cek kesana."

"Baik boss!"

Dengan perasaan takut setengah mati. Bella melangkah sepelan mungkin mencari celah agar bisa kabur dari sana.

"Ya Tuhan tolong aku, astaga! Kenapa juga aku harus melihat kejadian mengerikan tadi."

Dirasa tak ada orang, segera mungkin Bella lari dengan cepat dari sana. Namun anak buah pria itu melihatnya dan mengejar Bella.

Aksi kejar kejaran itu membuat nafas Bella tersengal. "Syalan...aku harus kemana! Oh come on Bella, berpikir!"

"Itu dia kejar!" Teriak salah satu pria yang mengejar Bella.

Dengan sekuat tenaga Bella berlari kencang tanpa arah dan tak disangka ada tangan yang menariknya lalu membekapnya. Bella pingsan saat itu juga.

"Aku sudah katakan pada kalian, jangan gegabah brengsek! Bawa gadis itu. Dan juga barang barangnya!" Ucap pria yang diyakini boss besarnya.

Bak karung beras Bella diangkut dengan mudahnya dan dimasukan ke dalam mobil tuan besar itu.

"Sepertinya kita pernah bertemu!" Ucapnya.

Bella masih dalam keadaan pingsan Dan tangan yang terikat. Pria itu membuka kamera yang dipakai Bella, dia mengecek semua data disana.

Tidak ada yang mencurigakan memang hanya photo dirinya dan juga pemandangan selama di Catania.

"Cari tahu siapa dia! Bisa jadi mata mata Rudolf!"

" Baik boss!"

-

-

Nina seorang tour guide yang akan menjadi pendamping Bella masih menunggu di lobby berharap kliennya itu segera datang. Namun Bella tak kunjung datang, ponselnya tidak aktif. Rasa cemas dan khawatir jadi satu.

Dengan terpaksa Nina menghubungi Jay, dia mengatakan kalau seharian ini Bella tidak ada kabar dan ponselnya mati. Betapa terkejutnya Jay mendapati kabar itu. Dia akan mencari tahu dulu apa yang terjadi sebelum tuan besarnya tahu.

"Baik, Nina. Aku akan menghubungimu lagi."

Jay tak ingin menunggu lebih lama lagi saat itu juga dia menghubungi pihak bandara untuk menuju Italy.

"Sebaiknya tuan Dave jangan dulu tahu. Arabella kamu dimana? Apa kamu baik baik saja?" Gumamnya.

Di pesawat Jay menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan nonanya. Dia sendiri tidak perlu meminta ijin pada tuannya untuk menggunakan gagak terbang itu. Karena Jay sendiri adalah orang kepercayaan keluarga Dirgantara.

Sementara di kediaman Dave, istrinya Lorraine sedang uring uringan karena Bella sama sekali tidak bisa di hubungi. "Kamu kemana sih nak? Kenapa tidak aktif?"

"Ada apa mom?"

"Bella, dad. Seharian ini tidak aktif ponselnya aku khawatir. Jay juga sama tidak bisa di hubungi." Lirih Lorraine yang sudah terduduk lemas.

Dave menghubungi beberapa anak buah yang lainnya untuk mencari Jay dan Bella. "Tenang, aku yakin Bella baik baik saja. Jay sepertinya bertindak sendirian."

"Aku khawatir, dad. Tidak biasanya Bella seperti ini."

Baru beberapa menit Dave mendapat kabar dari pihak bandara, jika Jay pergi ke Italy menyusul Bella.

Jujur saja Dave sedikit lega walau hatinya masih gusar. Tapi setidaknya Jay ada disana. Lorraine hanya terdiam mendengarnya.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!