NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:165.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Daging tikus

"Makan lah." Mbah Bedu menyuruh Pakde Parto memakan apa yang ada di atas talam.

Pakde Parto menoleh sesaat kepada Rahman karena terlihat dia ingin memberi kepada keponakan nya itu tapi cepat di tahan oleh Mbah Bedu, jadi Pakde Parto tidak lagi ingat dengan Rahman dan dia mengambil sesuatu yang menurutnya sangat lezat dan juga nikmat.

Paha ayam itu terasa sangat nikmat di mulut Pakde Parto dan bahkan sudah sampai umur segini dia tidak pernah dapat makan ayam goreng yang terasa sangat nikmat seperti sekarang, jadi Pakde Parto memakan dengan sangat lahap dan seolah tidak ingat apa lagi tujuan datang ke tempat ini.

Mbah Bedu yang melihat Pakde Parto makan dengan lahap tentu saja menjadi sangat senang dan dia tersenyum misterius sambil sesekali mata dia menatap kepada Rahman yang menunduk karena ketakutan, sejak awal datang ke sini Rahman sudah merasa tempat ini sangat tidak nyaman untuk manusia biasa yang tidak mengerti tentang hal gaib.

Bila tidak berhati-hati maka yang ada akan terjadi celaka yang tidak bisa di terima oleh akal sehat karena mereka semua memiliki kemampuan yang tidak biasa, terlebih sekarang Rahman sendiri menyaksikan sesuatu yang sangat tidak dia duga sehingga nyali pemuda ini terasa begitu ciut dan tidak sanggup untuk mengangkat kepala.

"Ya Allah kenapa Pakde makan seperti itu?!" Rahman ingin menjerit namun dia tidak berani.

Kraaaauuk.

Kraaaauk.

"Aku ingin pulang saja dari sini, aku ingin pulang secepatnya." jerit batin Rahman.

"Hemm enak sekali masakan ini, aku tidak pernah makan ayam goreng yang sangat lezat seperti ini." Pakde Parto terus mengunyah dengan sangat lahap.

"Ya makan saja bila menurutmu itu sangat lezat." Mbah Bedu mengganggu sambil tersenyum.

"Wah saya mengucapkan terima kasih yang sangat banyak karena sudah di jamu dengan makanan yang begini lezat." Pakde Parto berkata dengan mulut penuh.

"Tidak masalah, ini adalah salah satu ritual agar nanti keinginanmu bisa tercapai." jawab Mbah Bedu.

Pakde Parto kian senang karena keinginan dia untuk menjadi kepala desa akan segera terwujud setelah mendatangi dukun yang ada di Gunung Kawi ini, selama ini sudah banyak orang yang mengatakan bahwa dukunnya ada di Gunung Kawi bisa menuruti keinginan kita bila kita sendiri sanggup melakukan ritual.

Bukan dukun itu yang menuruti tapi melainkan iblis yang ada di sana karena mereka akan dipaksa untuk melakukan perjanjian dengan iblis tersebut, Rahman sendiri saat ini dia tidak melihat keberadaan iblis itu karena bisa dibilang dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat para makhluk gaib yang ada di tempat ini.

"Tolong aku Ya Allah, aku sudah tidak sanggup untuk menyaksikan hal yang mengerikan seperti ini." Rahman sampai ingin menangis.

"Kau makan dulu dengan lezat di sini ya, ada yang ingin aku bicarakan dengan keponakan mu itu." pamit Mbah Bedu segera berdiri.

"Oh iya, jangan terlalu galak sama dia ya Mbah." pesan Pakde Parto karena dia tahu Rahman sangat penakut.

"Kau tenang saja karena aku tidak akan menyakiti pasien yang datang ke sini." Mbah Bedu berkata sambil menghisap cerutu yang ada di tangan itu.

"Le, ikut Mbah dulu untuk di ajak bicara ya." Pakde Parto menoleh kepada Rahman.

Saat Pakde Parto menoleh dan Rahman juga mengangkat kepala sehingga pandangan mereka bertemu dan Rahman menjadi tambah mual ketika menyaksikan sendiri mulut Pakde Parto penuh dengan darah, apa yang dia lihat pertama kali tadi bukanlah kesalahan tapi memang fakta bahwa Pakde Parto sedang memakan daging tikus dalam keadaan hidup dan masih terus bergerak sampai saat ini.

Namun Pakde Parto sendiri tidak menyadari bahwa itu adalah daging tikus, menurut Pakde Parto itu adalah daging ayam goreng yang begitu lezat sehingga dia terus saja memakan tanpa menyadari bahwa Rahman begitu mual dan ingin muntah saat ini juga karena tidak sanggup melihat Pakde Parto menyantap daging tikus dalam keadaan hidup.

"Ayo kita bicara dulu, biar Pakde makan dengan tenang di sini." Mbah Parto agak menarik Rahman karena dia tahu pemuda ini agak syok.

"Ta..tapi." Rahman tidak sempat membantah karena tangan Mbah Bedu begitu kencang.

"Ayo, kalau kamu terus menolak seperti itu nanti yang ada Pakde mu akan celaka." Mbah Bedu berkata dengan sedikit ancaman.

Rahman tidak punya pilihan mendengar ucapan Mbah Bedu barusan karena dia juga tidak mau bila Pakde Parto menjadi celaka, sudah cukup kehilangan orang tua saja seperti kemarin jadi kali ini Rahman tidak ingin bila sampai kehilangan Pakde Parto juga di tempat ini.

"Apa yang kamu lihat tadi?" Mbah Bedu berkata sambil menatap Rahman tajam.

"A...i..ini." Rahman gugup sekali ingin menjawab karena dia sangat ketakutan.

"Dia memang makan daging tikus dalam keadaan hidup, tapi jangan pernah kau katakan kepada dia." Mbah Bedu berkata serius.

"Hah! tapi Pakde bisa saja dia tidak tahu bahwa itu adalah daging tikus." Rahman agak protes karena dia tidak ingin Pakde Parto nanti celaka.

"Memang dia sama sekali tidak tahu, tapi bila dia tahu nanti maka yang ada nyawa dia akan segera melayang!" ujar Mbah Bedu sambil tersenyum.

"Ke..kenapa?" Rahman kian syok di buat oleh dukun tua ini.

"Kau tidak perlu tahu tentang semua itu Karena yang perlu kau lakukan adalah tutup mulut dan tidak perlu mengatakan kepada semua orang, tapi bila memang kau ingin orang itu celaka maka silahkan katakan saja." Mbah Bedu tidak melarang namun memberikan ancaman.

"Ya Allah ini sangat rumit." batin Rahman.

Mbah Bedu tersenyum karena dia tahu pikiran pemuda ini sedang guncang dan tidak bisa mengambil keputusan saat ini juga, Rahman pasti tidak ingin kehilangan Pakde Parto dan dia juga merasa tidak tega bila melihat Pakde Parto memakan daging tikus seperti itu tanpa mengetahui secara pasti apa yang telah dia makan.

"Bila kamu diam akan nanti juga akan bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang mewah." ucap Mbah Bedu.

"Pakde mu sangat ingin menjadi kepala desa, tapi bila kau tidak ingin dia bahagia maka silakan saja katakan kepada dia sekarang bahwa yang sedang dia makan adalah daging tikus." suruh Mbah Bedu.

Masih ingat dalam pikiran Rahman bahwa selama ini memang Pakde Parto telah berjuang keras untuk menjadi kepala desa, namun sempat gagal beberapa kali karena kalah saing dan saat ini dia maju lagi sehingga memutuskan untuk melakukan ritual yang konon bisa mengabulkan apa saja permintaan dari seseorang yang berani datang ke Gunung Kawi.

Hallo besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
Cindy
lanjut kak
Eli Rahma
keren gas..
Safitra
lanjut kak
nara
wih bagas langsung tebas kepala gendruwo tanpa ba bi bu 😄😄
NoviTa jungkook: crash aja🤣
total 1 replies
Nurr Tika
keren bagaskara
Itel A70 4/128
Sore thor
NoviTa jungkook: 🥰 🥰 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!