NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi

"Selir Yu, kau sangat kejam. Bahkan lebih kejam dari binatang." Selir Jing berkata dengan gertakan.

Selir Yu mendengar itu hanya menatap dengan senyuman.

Kaisar Xiao Chen bangkit dari tahtanya. Jubah emas yang ia kenakan jatuh menjuntai kelantai. Dia berjalan pelan dengan tatapan dingin tanpa kehangatan. Hunusan pedang membuat kilatan tajam.

Sreenggg...

Di saat melangkah ujung pedang membuat gesekan pada lantai.

Pria yang masih bersujud semakin ketakutan.

Selir Jing juga berusaha merangkak mundur. Namun di hadang Selir Yu yang sudah menanti di belakangnya. Senyuman Selir Yu yang mengerikan membuat tubuhnya bergetar hebat. Dia meraih gaun wanita itu. "Selir Yu, aku mohon selamatkan aku."

Tapi Selir Yu hanya menatap diam dengan kepuasan memenuhi batinnya.

Drakk...

Ketua penjaga gerbang kota di tendang kuat. Kedua mata Kaisar Xiao Chen menghitam. "Kematian hanya akan mempermudah hidupmu."

Sreettt...

"Aaaaaaa..."

Ketua penjaga kota berteriak kuat merasakan sakit yang luar biasa pada area selangkangannya.

Darah mengalir deras di satu tebasan pedang. Pria itu menekan kuat kejantanannya yang telah di tebas habis tanpa sisa.

"Buang dia di wilayah hening. Pastikan dia tidak akan mati sampai semua rambutnya memutih," ujar Kaisar Xiao Chen.

"Baik."

Dua prajurit pengawal Kekaisaran segera menyeret pria itu keluar dari aula istana utama.

"Dan kau." Kaisar Xiao Chen mendekati Selir Jing.

"Yang Mulia hamba mohon ampun." Selir Jing merangkak kembali mencoba mendekat kearah Kaisar Xiao Chen.

Namun,

Sreettt...

Belum sempat dia meraih jubah megah suaminya. Selir Jing telah mendapatkan satu tebasan menyilang di wajahnya. Darah yang keluar dari luka yang mengangga menyiprat kearah jubah emas pria di depannya. "Aaaaaa... Wajahku. Aaaa..." Dia tersungkur.

"Jual dia sebagai budak buangan," kata Kaisar Xiao Chen tegas.

"Baik."

Dua Prajurit Pengawal Kekaisaran segera menyeret Selir Jing yang kini telah menjadi budak buangan.

Setelah ruangan itu kembali sunyi, Kaisar Xiao Chen berjalan kembali menuju tahtanya.

Sedangkan Selir Yu mengikuti dari belakang dengan sangat setia. "Yang Mulia." Wanita itu berusaha untuk mengejar. Baru saja ia akan meraih lengan jubah suaminya. Tangannya di tepis cukup kuat. "Hukuman itu terlalu ringan untuk mereka. Kenapa Yang Mulia tidak menguliti wajah Selir Jing sebelum di buang. Bukankah ini akan lebih membuat Yang Mulia puas."

Kaisar Xiao Chen duduk di atas tahtanya. Tatapan dingin di kedua matanya itu masih saja sama. Bahkan tatapan itu jauh lebih dingin dari sebelumnya. "Merasa puas!" Kedua matanya menghitam. "Kau yang seharusnya merasa puas dengan semua penyiksaan yang telah kau pikirkan." Tangannya ia gunakan untuk menopang kepalanya. "Tanpa perintah dariku, kau bahkan berani menerobos masuk kedalam aula istana. Selir Yu, sekarang waktunya untuk menentukan hukuman yang pantas untukmu."

Wajah Selir Yu terlihat biasa saja. Bahkan dia masih dapat tersenyum dengan bahagia. Langkahnya lembut menapaki setiap tangga menuju kearah Kaisar Xiao Chen. "Yang Mulia, aku hanya merindukanmu. Apakah ada kejahatan untuk seorang istri merindukan suaminya."

"Berhenti. Apa yang kau inginkan sebenarnya?" Kaisar Xiao Chen mengerutkan keningnya. Dia sendiri tahu dan sadar jika dirinya tidak bisa menyentuh langsung wanita di depannya. Kekuasaan yang keluarga Yu miliki terlalu kuat dan sulit untuk di jatuhkan.

Selir Yu menghentikan langkahnya. "Malam ini datanglah ke kamarku. Aku ingin menghabiskan malam ini bersama Yang Mulia."

"Baik." Kaisar Xiao Chen menyetujuinya.

"Yang Mulia telah berjanji. Jika Yang Mulia mengingkarinya. Jangan salahkan aku jika terus mengikutimu tanpa henti," Selir Yu memberikan ancaman halus.

Kaisar Xiao Chen mengangguk pelan.

Melihat itu Selir Yu segera melangkah pergi dari aula istana. "Siapkan gaun terindah yang aku miliki. Malam ini Yang Mulia akan datang ke kamarku," ujarnya penuh kebahagiaan.

"Baik." Para pelayan wanita istana menjawab serentak lalu mengikuti setiap langkah Selir Yu.

Persiapan di lakukan sampai memasuki waktu malam. Wanita dengan gaun merah tembus pandang masih mondar-mandir tanpa henti.

"Percikkan minyak wangi keseluruh ruangan. Aku ingin semua sudut bagian terdalam juga mendapatkan bagiannya." Senyuman di wajah Selir Yu terlihat semakin merekah lebar. Dia memandangi setiap jejeran lilin yang ada di empat sudut ruangan kamarnya.

Para pelayan wanita terus melakukan kesibukan mereka tanpa henti. Beberapa dari mereka masih memercikkan minyak wangi pada kelambu dan juga tempat tidur. Bahkan di bagian terbawah pada tempat tidur juga mendapatkan bagiannya.

Selir Yu berlari kearah cermin yang lebih tinggi dari tubuhnya. "Bagaimana? Apa aku sudah sempurna?"

Pelayan utama Selir Yu berkata. "Anda wanita sempurna yang pernah saya lihat selama hidupku."

Wanita itu memutar tubuhnya membuat rambut panjang tergerai melambai indah. "Benar, di dunia ini hanya aku wanita tercantik. Malam ini aku harus mendapatkan malam pertama dengan Yang Mulia. Agar semua wanita di dunia ini merasa iri denganku. Keperjakaan Yang Mulia hanya akan menjadi milikku seutuhnya."

Sebelum memasuki tengah malam. Kaisar Xiao Chen datang dengan wajah datar. Tidak ada ekspresi yang di tunjukkan.

Krekkkk...

Baru saja pintu kamar di buka. Bau wangi menyebar seperti kilatan mematikan yang menyumbat kedua lubang hidungnya. "Ah, bau apa ini?" Berusaha menutup hidungnya.

Di saat kedua kakinya melangkah lebih dalam. Dia melihat Selir Yu sudah berbaring di atas ranjang. Tubuh halusnya hanya di tutupi lapisan gaun tipis yang telah memperlihat seluruh lekuk tubuh yang indah.

"Yang Mulia, aku sudah menunggumu sejak tadi." Selir Yu bangkit dari atas tempat tidur. Dia berjalan mendekati suaminya. Senyuman indahnya ia gunakan sebagai pemikat yang sempurna.

Sreettt...

Sllpp...

Di saat jari jemari lentiknya hampir menyentuh tangan suaminya. Panah melesat kuat menembus jantungnya.

Buurrr...

Darah menyembur dari mulutnya. Dia jatuh tersungkur kelantai. "Aaa..." Dadanya ia tekan kuat. "Tolong aku. Suamiku."

Kaisar Xiao Chen menatap dingin. Dia berlutut.

"Suamiku." Selir Yu berusaha meraih tubuh suaminya. Tapi pria itu bahkan tidak mengulurkan tangannya. Wajah tanpa ekspresi itu telah membuat pasak mati di hatinya. Panah yang menembus jantungnya bahkan menjadi tidak terlalu sakit lagi. "Aku lakukan segalanya untukmu. Tapi kenapa kau hanya diam melihatku sekarat."

Buurrr...

Darah menyembur semakin banyak dari mulutnya.

Bruukk...

Kedua tangannya tidak lagi dapat menopang tubuhnya. Kedua mata penuh keangkuhan itu luntur di gantikan tatapan iba. Iba kepada dirinya sendiri, yang telah mencintai dan terobsesi dengan pria yang bahkan tidak pernah melihatnya dengan tatapan cinta. Hanya kebencian juga tatapan jijik yang Kaisar Xiao Chen tunjukkan.

Kaisar Xiao Chen bangkit. Dia berdiri tegap menatap kearah Selir Yu. Di saat napas wanita itu hampir mencapai batasnya. Seringaian halus penuh kepuasan terlihat jelas memenuhi wajah pria itu.

Darah terus keluar dari mulut juga luka yang menganga di bagian jantung. Wanita yang telah mencurahkan seluruh hatinya juga hidupnya untuk satu pria. Kini meninggalkan penyesalan dalam di hatinya.

Selir Yu menghembuskan napas terakhirnya.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!