NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: tamat
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 2

Tak pernah terpikir olehnya bahwa ada manusia yang bisa beraroma sewangi ini. Bahkan resepsionis tadi saja baunya seperti bahan kimia.

Menatap setiap gerakannya terasa menenangkan. Dokter lain biasanya canggung, kasar, atau terlalu banyak bicara, tetapi pria ini berbeda. Lembut, rapi, halus, namun tetap terasa ... strong.

Pria itu tersenyum.

Dan matanya ungu.

Itu jelas tidak masuk akal.

Rowena sampai menelan ludah untuk meyakinkan diri bahwa sosok di hadapannya hanya ilusi. Namun dia nyata. Sangat nyata. Dan berbeda dari semua orang yang dikenalnya, yang biasanya terlalu ribut, terlalu menyengat, terlalu mengganggu saraf sensitifnya.

Pria itu tidak seperti itu.

Dia membuat Rowena merasa nyaman.

Dan justru itulah yang menakutkan.

“Rowena, sebelum kita mulai, saya ingin mengatakan sesuatu,” ucapnya, nadanya berubah lebih serius. “Saya ada di sini untuk membantu kamu.”

Rowena langsung mengembuskan napas pelan. Inilah momen canggung itu.

“Kamu bisa percaya sama saya. Saya enggak seperti orang lain.”

Dr. Darcel memperhatikan reaksinya, lalu bersandar sambil tetap menatapnya. Rowena malah teralihkan pada setelan yang dikenakannya. Mahal, elegan, dan terlalu sempurna untuk dipakai bekerja sampai larut.

Beberapa detik mereka saling menatap.

Sial.

Pria itu tersenyum.

Senyum percaya diri. Dan dia jelas tahu wajah Rowena sedang memerah.

Tiba-tiba, Dr. Darcel condong ke depan, mengambil salah satu kartu nama di atas meja, lalu menuliskan sesuatu di baliknya. Kartu itu didorong ke arah Rowena.

Nomor telepon.

“Ini nomor pribadi saya. Kamu boleh menghubungi saya di luar sesi terapi.”

Rowena mengambil kartu itu, memperhatikan tulisan tangan yang rapi dan melengkung halus.

“Aku enggak suka telepon,” celetuknya spontan.

Pria itu justru tersenyum miring.

Dan, sialnya lesung pipit itu muncul lagi.

Rowena bisa merasakan pipinya kembali panas. Ia berusaha menepis rasa malu, tetapi warna merah itu justru semakin jelas.

“Kalau kamu enggak suka telepon, kamu bisa chat saja. Saya selalu membalas,” katanya.

Rowena menatap wajahnya dengan bingung, hampir tertawa. Ia harus menelan ludah agar tidak benar-benar terbahak.

“Jadi, apa yang bikin kamu ada di sini?” tanyanya dengan suara lembut dan hangat.

Mata ungunya ... itulah alasan Rowena merasa terhipnotis. Itulah juga alasan mengapa mulutnya akhirnya terbuka, tertawa kecil, lalu mulai menjelaskan kejadian sebelumnya, sambil menyelipkan kartu nama itu ke saku.

“Hmm ... itu sebenarnya bukan penculikan. Sungguh,” ujarnya.

Dr. Darcel hanya tersenyum dan mengangguk. Rowena justru mendapati dirinya memperhatikan tangan kekar pria itu saat ia menyingsing lengan kemejanya.

Lalu pria itu menembaknya dengan pertanyaan, “Anak laki-laki itu ikut sama kamu, kan?”

“Iya. Dia naksir aku,” jawab Rowena.

“Bukannya dia memohon supaya kamu melepaskannya?”

Rowena memutar mata.

“Awalnya, iya. Habis itu aku lepasin dia.” Padahal kenyataannya, bocah itu yang berhasil mengalahkannya lalu kabur. “Cekik-cekikan itu cuma bercanda.”

Namun sebenarnya, ya, Rowena memang sempat mencoba membunuhnya.

“Dan dia kelihatan senang banget naik mobil bareng aku karena ....” Suaranya terhenti. Ia ragu membicarakan bagian itu di depan pria tersebut.

“Karena apa?” tanya Dr. Darcel pelan, sudut bibirnya menahan senyum.

“Yah ....” Rowena menggigit bibir.

“Kalian berhubungan intim?” tanyanya sambil tertawa ringan.

“Itu idenya dia!”

“Kapan semuanya mulai kacau?” Dr. Darcel menatapnya serius. Aneh rasanya, Rowena justru ingin menceritakan semuanya. Toh semua itu sudah terungkap di pengadilan.

Namun sebelum ia sempat bicara, pria itu lebih dulu berkata, “Kamu mencoba menggorok lehernya, kan?”

Jelas sekali dia sudah membaca dokumen kasusnya. Rowena menelan ludah dan mengangguk.

“Rowena, bagian ini penting.”

“Apa?” Rowena mulai gelisah. Pandangannya sempat melirik ke arah pintu.

“Kamu ingin meminum darahnya?”

Rowena langsung membelalak dan mundur. Pipinya terasa sangat panas. Ia hanya mendesis, suaranya bergetar.

Sial.

Ke mana semua rencananya untuk menjadi bad girl?

Ia harus mengatur ulang strateginya.

“Semuanya aman, Rowena. Aku menghargai kejujuranmu. Terutama soal itu.”

“Oke,” jawabnya ragu. Setengah percaya, setengah takut. Namun pria itu terlihat sangat tenang.

Rowena mengusap bibirnya, lalu kembali meletakkan tangan di atas meja. Kalau dia bisa rileks, Rowena juga harus bisa.

“Kamu pernah minum darah manusia?”

“Apa?” serunya sambil tertawa gugup.

Dr. Darcel condong mendekat, jaraknya sangat dekat. Tangannya menyentuh tangan Rowena dengan lembut. Sentuhan itu membuat seluruh tubuhnya terasa panas.

“Pernahkah kamu meminum darah manusia?” ulangnya, matanya menatap lurus ke arahnya.

Rowena menggeleng.

Bagaimana dia bisa tahu?

Siapa yang memberitahunya?

1
Adellia❤
ya darcel rowena... siapa lagi😂😂
Adellia❤
hah... kok Apollo enggak mati😂😂
DityaR 🌾: dia itu serigala kak,
total 3 replies
Adellia❤
hhh ya mana bisa ketawa lah km beracun yah di mana" cogann itu beracun😂😂
Adellia❤: rumus dunia lah semua cewek di dunia ini tau kalo semua cogan itu beracun 😂😂
total 2 replies
Adellia❤
yaah di hapus lagi ingatan rowena padahal itu penting buat rowena..
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR 🌾: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Ziella
Beuhh!
Rainn Ziella
Pelit kali 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!