seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Satu Bungkus Roti Di Anggap Mutiara
Yuda memejamkan mata seolah sudah pasrah dengan apapun yang akan terjadi. “Hidup ku cuman menjadi hinaan orang, mungkin ini sudah takdir nya.”
“Tuan akan menjadi pemilik tubuh seorang pemuda yang sama dengan tuan di zaman kuno..!”
Suara itu kembali terdengar tapi Yuda hanya menganggap kalau itu bisikan kematian yang sebentar lagi akan ia rasakan, tanpa sadar kalau dirinya sedang melayang dan keluar dari portal dimensi lalu.
Jlepp..!!,
“Hiks!!.. Hikss..!, ampun,, suami ku, sakitt..!”
samar-samar Yuda mendengar suara wanita merintih sambil menangis, awal nya Yuda tak mau membuka mata dan membiarkan dia mati, tapi suara tangis itu malah semakin terasa pilu di telinga Yuda.
Degh.!!,
Yuda terkejut secara spontan membuka mata dan melihat di depan nya seorang wanita sedang menunduk sambil menangis, pipi gadis itu sembab seperti bekas pukulan.
Yang semakin membuat kaget saat melihat ke sekeliling rumah kayu dengan atap yang sudah bolong-bolong, di tambah jaring laba-laba di setiap juru rumah. Melirik tangan nya yang sedang di angkat seperti hendak memukul sesuatu.
beberapa saat Yuda masih bingung dengan apa yang terjadi, sampai sebuah gambar hologram muncul di depan nya. “Selamat tuan sudah melintasi zaman, ke zaman kuno, ingatan pemilik tubuh di transfer kepada tuan.”
Arghhh.!!,
Sakti mengangguk kepala nya, yang tiba-tiba terasa sakit, berbarengan dengan itu semua hak yang tubuh ini lewati masuk ke dalam ingatan Yuda, bayangan pemuda ini yang dulu nya seorang penjudi dan pemabuk, barusan saja pemilik tubuh sedang menyiksa istri nya sebelum mendapat kutukan langit.
“Tapi kenapa tubuh dan wajah orang ini, sangat mirip dengan ku,” gumam Yuda dalam hati.
“Sistem mengatur semua nya agar tubuh dan wajah nya mirip dengan tuan,.. Selesaikan misi dan tingkat kan point kesukaan orang lain, dan perbaiki nama pemilik tubuh agar kembali di percaya orang lain dan semua orang di zaman ini.. Serta temukan semua wanita-wanita tuan di zaman ini.”
Deghh.!!,
Plakk..!!
Aaa...!!
Yuda memukul pipi nya sendiri Dengan begitu keras hingga membuat wanita di depan nya langsung berteriak ketakutan. “Ini ternyata bukan mimpi.”
“Mass Yuda, jangan sakiti dirimu, pukul aku saja,” ucap gadis itu dengan wajah lemah dan juga pucat.
Yuda yang sudah sadar dengan posisi nya, buru-buru mendekati gadis istri nya itu dengan pelan-pelan menyuruh gadis itu untuk bangun. “Ayo bangun, kamu terluka kenapa malah berlutut seperti itu.”
“Bu-bukan nya, mas Yuda yang menyuruh,” jawab gadis itu dengan takut takut.
Mendengar itu Yuda sedikit tersenyum getir lalu berkata di dalam hati. “Astaga!! Pemilik tubuh ini benar-benar keterlaluan dia memiliki istri secantik dan sebaik ini, malah di siksa,” Yuda benar-benar tak habis pikir.
“Ah...! Sudahlah ayo aku obati dulu luka mu, mulai sekarang aku tidak akan pernah memukul mu lagi,” janji Yuda, lagi pula memang ada lelaki yang memukul wanita nya, itu adalah kejahatan yang sangat kejam.
istri Yuda hanya mengangguk walau belum merasa yakin dengan ucapan suami nya, karena jika sedang marah suami nya tidak memandang apapun.
“Tapi kenapa kamu ini dia seperti bersikap aneh, biasa nya untuk menyentuh ku saja dia merasa jijik,” ucap Istri Yuda merasa heran dan juga senang.
Leni sosok gadis berusia 20 tahun, perawakan langsing yang telah menikah dengan sosok Yuda di zaman kuno selama tiga tahun, namun selama itu pula gadis itu sangat jarang menerima makanan yang layak dan perlakukan yang layak nya manusia.
“Sini..!” ucap Yuda menyuruh istri nya duduk di kursi agar ia bisa mengobati nya.
“Eumm... Eee” tapi Leni menggeleng merasa takut, dirinya tidak pernah di izinkan untuk duduk di kursi dan selalu duduk di lantai.
“Huh..! Tidak papa, atau aku akan marah kalau kau tidak mau,” ucap Yuda di sertai ancaman, Yuda paham orang yang biasa hidup dalam ancaman pasti akan terasa aneh saat di suruh dengan lembut.
terbukti karena Leni langsung mendekat dan duduk di samping nya. Walau masih agak jauh Yuda tidak memaksa sama sekali. Di tempat ini tidak ada kotak p3k jadinya Yuda hanya akan membersihkan luka nya dengan air dan kain yang di temukan nya.
Krukk.!!,
perut Leni yang merasa sudah tak sanggup untuk bertahan memberi tanda kalau ia harus segera mengisi perut. “Mas Yuda, maaf... Aku sungguh tidak laparr,, aku hanya sakit perutt..”
Deghh.!!,
Yuda terkejut bukan main, karena tiba-tiba gadis itu langsung turun dan berjongkok sambil menunduk di hadapan nya.
Menatap wajah gadis itu, tapi Leni sama sekali tidak berani menatap nya hanya menunduk dengan perasaan takut. “Apa kamu lapar?” tanya Yuda dengan lembut.
“Ti-..”
“Jangan bohong! Apa kamu sudah makan hari ini..!” bentak Yuda.
“Belum!,” dengan perasaan yang sudah tak menentu melihat suami nya mulai menaikkan nada suara seperti itu.
“Kenapa belum makan hemm..”
“Stok persediaan makanan sudah habis, bahkan rumput liar yang biasa kita makan sudah habis di cabuti warga lain, untuk belalang kaleng dari pemerintah.. Su-sudah kamu pakai ber-judi,” jelas nya.
“pemberitahuan. Di zaman ini sumber daya sangat berharga, bahkan orang-orang saling membunuh hanya berebut satu kilo beras busuk,”
“astaga..! Kenapa begini, aku kira bakal enak pindah zaman, rupanya tetap harus jadi pemulung barang bekas,,” Yuda menjerit di dalam hati karena di zaman ini kelihatan akan jauh lebih sulit bertahan hidup.
tapi saat Yuda merogoh saku nya roti yang sebelum nya ia beli terbawa ke zaman ini. “Sudahlah, yang penting ada buat ganjal dulu nanti nya cari cara buat makan.”
“Ini..! Kamu bisa ganjal dulu pakai ini, maaf aku hanya punya ini yang bisa di makan,” ucap Yuda sambil menyodorkan roti itu kepada istri nya.
Deghh!!,
“In-inii roti,,,, glukk..!” bukan nya mengambil Leni malah mematung sambil menatap roti itu tanpa berani mengambil nya.
“Dia kenapa, inikan cuma roti kok, kayak kaget,” pikir Yuda. “Ohya, pasti satu roti ini di anggap mutiara yang berharga oleh nya, karena ini di zaman sulit sumber daya,”
“Ak-aku gak bisa menerima sumber daya seberharga ini,” tolak Leni tapi Yuda dapat melihat dari sorot mata nya, gadis itu sangat menginginkan nya.
“Aku akan minum air saja supaya perut tidak berbunyi lagi..!!” gadis itu hendak beranjak dari tempat duduk nya untuk mengambil air.
Yuda terenyuh mendengar hal itu, ternyata hal yang pernah ia lakukan di zaman modern untuk menahan lapar juga sudah dari zaman kuno, tapi gadis ini begitu tulus kepada pemilik tubuh ini.
“Tunggu,” Yuda menarik tangan Leni sehingga gadis itu tertarik.
“Makan ini,” sekali lagi Yuda menyodorkan roti kali ini Yuda sudah membuka nya lebih dulu.
Tapi gadis itu kembali menolak dengan menggeleng pelan. “AKU BILANG MAKAN..!!”
Leni tersentak langsung mengambil roti itu, menggigit nya, terlihat raut wajah gadis itu sangat senang. Yuda melihat itu juga tersenyum senang laku ia melanjutkan membersihkan luka di wajah Leni.
“Enak?”
Leni mengangguk lalu menyodorkan bekas gigitan nya, berniat menawari Yuda. Yuda sendiri merasa terharu dengan gadis itu. “Buat kamu aja, habiskan.”
tentu saja Leni mengangguk kesenangan dengan lahap gadis itu memakan itu yang di beli oleh Yuda dengan harga dua ribu di warung.
Tak lama Yuda selesai membersihkan luka itu, dan Leni juga sudah selesai makan kini terlihat wajah gadis itu tidak se lemas sebelum nya, dan tidak pucat yang paling penting kini Leni tersenyum ke arah Yuda.
“Makasih mas Yuda, aku sudah lama tidak makan, makanan seperti ini.”
Yuda tersenyum getir, tapi mengangguk sambil berkata. “Aku berjanji setelah ini tidak akan membuat mu menderita lagi.”
“Selamat kepada Tuan karena membuat Leni terharu hadiah, koin F 20 koin.”
Degh.!!,