NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana

Wanita Mantan Narapidana

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Selingkuh / Bad Boy / Chicklit / Tamat
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lembayung Senja, namanya begitu indah, namun, tak seindah nasib hidupnya.

Pernikahannya bahagia, tapi rusak setelah seorang wanita hadir diantara dirinya dan sang suami.

Fitnah yang kejam menghampirinya, hingga ia harus berakhir di penjara dengan tuduhan membunuh suaminya sendiri pada malam pertengkaran terakhir mereka.

Kelahiran bayi yang seharusnya menjadi hadiah pernikahannya bersama Restu Singgih suaminya, justru harus di warnai tangis nestapa, karena Lembayung melahirkan bayinya di balik jeruji penjara. Dua puluh tahun berlalu, Lembayung mendekam di penjara atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.

Setelah bebas, Albiru justru berkata bahwa ia malu memiliki Ibu seorang mantan narapidana.

Akankah Lembayung menemukan kembali kabahagiannya setelah sekian lama menanggung derita tanpa berbuat dosa? Bagaimana Lembayung memperbaiki hubungan dengan Biru yang kini telah sukses? Pembalasan apa yang akan Lembayung lakukan pada orang-orang yang telah mengkhianatinya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Sikap Restu

#1 New

Derik suara jangkrik dan kumbang malam saling bersahutan, sementara di sudut yang lain, nyanyian katak menambah riuh suasana. 

Seorang wanita yang tengah hamil tua, duduk di teras depan rumah, menunggu suaminya yang hingga kini belum pulang ke rumah. 

“Kapan Bapak kau pulang, Nak?” tanyanya pada janin dalam kandungannya. Padahal tubuhnya lelah, ingin segera berbaring, sekaligus mengistirahatkan pikirannya, agar tak mengembara dan berprasangka. 

Bagaimana tak berprasangka, bila beberapa bulan kebelakang, Restu mulai berubah. Pulang di waktu hari sudah tengah malam, entah apa saja yang ia kerjakan. 

Akhirnya Ayu pun menyerah, karena udara malam mulai membuatnya menggigil. Wanita itu masuk kedalam rumah kemudian berbaring di atas dipan ruang tamu, agar nanti ia bisa mendengar bila sang suami mengetuk pintu. 

Di luar rumah, motor milik Restu baru saja memasuki pekarangan, langkah pria itu gontai, wajahnya pun kusut masai. Tiga kali gagal panen membuat pria itu kian frustasi, sementara modal yang ia miliki semakin tipis akibat pernah salah perhitungan. 

Uang simpanan yang seharusnya menjadi tabungan terakhir, justru ia gunakan untuk membantu mantan kekasihnya melunasi hutang. Siapa sangka, setelah itu ujian dan cobaan terus berdatangan. 

Panen gagal tiga kali berturut-turut, mamaknya meminta uang karena berniat membeli lahan sawah baru, ditambah lagi istrinya hamil tua, dan beberapa minggu kedepan harus menyiapkan uang untuk persalinan. Sementara menjual sawah tak semudah menjual kerupuk di rumah tetangga. Karena kondisi ekonomi para petani di desa sedang sama-sama sulit untuk saat ini. 

Brak! 

Brak! 

Restu menggedor pintu beberapa kali, namun, Ayu tak mendengar suaranya. “Kemana lagi si Ayu. Tidur apa pingsan, sampai tak mendengar suara gedoran pintu?” Pria itu bertanya-tanya. 

Brak! 

Brak! 

Sekali lagi Restu menggedor pintu, barulah Ayu terbangun dari tidurnya yang baru saja lelap. 

“Abang,” gumam Ayu, kemudian bangun dan duduk sejenak, karena kepalanya sedikit berputar. 

Kriet! 

Engsel pintu berderit, kala Ayu menarik benda berbentuk persegi panjang tersebut. 

“Kenapa lama sekali! Sampai kenyang nyamuk-nyamuk itu menggigitku,” omel Restu. 

Wajah Ayu kembali sendu, sikap Restu yang sempat berubah manis setelah kabar kehamilannya, kini berubah drastis, bahkan jauh lebih parah dari sebelum Ayu hamil. 

Ayu kembali menutup pintu, pikirannya termangu merenungi apa gerangan yang salah dengan dirinya, hingga Restu bersikap demikian kasar. 

Setelah memastikan pintu telah terkunci, Ayu pun masuk ke kamar mereka. Ia melihat Restu tengah mencari sesuatu di dalam lemari pakaian, “Abang mencari apa?” 

Restu menghentikan gerakan tangannya, “Tidak,” jawabnya singkat, lalu menyambar handuk sebelum ke kamar mandi. 

•••

“Sudah dapat uangnya?”

“Belum,” sahut Anjani sembari melepas antingnya, kemudian mengganti pakainnya yang serba mini dan ketat dengan daster nyaman. 

“Kita butuh uang itu segera!” kata pria itu. 

“Iya, tapi, mendapatkan uang itu jelas tak akan mudah. Kau tahu sendiri, gajiku juga sudah habis, karena Abang tak memiliki pemasukan.” 

Anjani menyalakan rokoknya, kemudian membuka jendela kamar. Tak peduli jika nyamuk-nyamuk akan masuk ke dalam rumah, wanita itu menghisap lalu menghembuskan gumpalan asap putih dari dalam mulutnya. 

Pekerjaannya di bar, yang membuatnya kini jadi pecandu rokok, bahkan sesekali ia ikut menikmati alkohol bersama tamu-tamunya. Sementara pacarnya, Jono, dua bulan lalu dipecat dari Bar, karena berbuat onar dengan tamu. 

“Katamu uang Restu banyak?” dengus Jono. 

“Memang, sawah keluarganya saja berhektar-hektar, senangnya andai aku yang jadi istrinya,” kata Anjani tak peduli dengan perasaan pacarnya. Toh mereka tak seserius itu berhubungan, hanya sekedar mencari pelampiasan kebutuhan, selebihnya bebas-bebas saja. 

Jono pun melakukan hal yang sama dengan Jani, ia mulai menyulut rokok dengan korek api. Bibirnya tersenyum sinis, setelah menghisap benda bernikotin tersebut. 

“Jani— Jani— mimpimu ketinggian.” 

Anjani mengerutkan bibirnya, sejak ayahnya Restu menentang hubungan mereka, otomatis Restu harus patuh, bahkan tak lama kemudian ia menikah dengan gadis muda pilihan orang tuanya. Lembayung Senja. 

Anjani bisa apa? Ia pun tak berdaya melawan, karena status sosial keluarga Restu lebih terpandang jika dibandingkan dengan keluarganya yang serba kekurangan. 

“Lebih baik aku bermimpi, setidaknya aku punya sedikit harapan, daripada pasrah pada keadaan.” 

Anjani mematikan puntung rokoknya, kemudian berbaring tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Bibirnya tersenyum miring karena tanpa sepengetahuan Jono ia telah memiliki rencana sendiri, “Enak saja mau memeras hasil keringatku, sementara dia hanya di rumah jadi pengangguran.” 

•••

Setelah Restu sarapan, Ayu pergi ke warung membeli beberapa lauk ala kadarnya untuk makan siang, tempe, tahu, dan empat butir telur. Hanya itu lauk yang bisa dibeli, karena uang belanja yang tersisa tidaklah banyak. 

Untuk sayuran petik apa adanya di kebun, begitu pula cabai dan tomat. 

Tahun lalu, hidupnya begitu tercukupi, tapi sekarang, secara tiba-tiba kondisi keuangan suaminya berbalik 360 derajat. Gagal panen tiga kali berturut-turut, sumber daya nyaris terkuras habis, karena modal menanam padi sama sekali tak kembali. 

Bukan hanya Restu yang merasakan dampaknya, saat ini hampir seluruh warga desa mengalami krisis pangan, apa mungkin Ayu tega menyalahkan suaminya yang tak memberi nafkah dalam jumlah yang diinginkannya? 

Masih beruntung, jika ada warga yang memiliki kebun palawija di belakang rumah dan ternak ayam. Jika tidak ada ya harus terima makan seadanya. 

Tiba di rumah, Ayu langsung masuk, karena ia tak membawa sepeda. Tapi matanya terbelalak, karena mendapati kondisi rumah yang berantakan. Buku, pakaian, bahkan beberapa perabot diatas meja, semua berhamburan. Entah apa gerangan yang dicari suaminya. 

“Bang, cari apa?” tanya Ayu, kala melihat Restu membolak-balikan halaman buku seolah tengah mencari sesuatu yang mungkin terselip di dalamnya. 

“Cari apa saja yang bisa dijadikan uang.” Nafas Restu memburu, seolah sedang sangat buru-buru. 

“Astaghfirullah, tidak ada, Bang. Kan Abang tahu aku tak pernah memegang banyak uang kecuali untuk kebutuhan rumah.”

Brak! 

Restu menjatuhkan semua buku yang ada di atas Rak, ia terlihat sangat putus asa. Tiba-tiba netranya menatap kalung di leher Ayu serta cincin emas yang yang dikenakannya. Matanya berbinar seolah menemukan benda yang sangat berharga. 

“Berikan,” pinta Restu. 

Ayu belum paham maksud perkataan Restu, ia pun bertanya, “Apa, Bang?” 

“Kalung dan cincin itu.” 

Kedua mata Ayu melotot, ia menganggap kedua benda ini adalah pusaka sakral, hingga tak ingin menjualnya, walau sedang sangat sulit hidup mereka. 

“Tetapi, Bang. Ini mas kawin?” 

Restu mendekat, mencengkram kedua bahu istrinya. “Iya, Abang tahu, Abang hanya pinjam sebentar. Nanti kalau Abang dapat uang banyak, abang ganti dengan yang baru. Ya?” 

“Tapi, Bang, ini bukan soal baru atau lama. Tapi ini mas kawin, aku tak mau menggunakannya untuk alasan apapun.” Ayu melindungi kedua perhiasan tersebut. Karena dua benda itu satu-satunya perhiasan yang ia miliki. 

Karena Restu tak pernah membelikan perhiasan lain untuknya, dengan alasan uang hasil panen, untuk modal sawah di musim tanam berikutnya, serta untuk Mamak dan kedua adik perempuannya.

“Ah, banyak alasan! Kalau Abang bilang di ganti, ya, pasti Abang ganti!” teriak Restu marah. Kemudian menarik paksa kalung dari leher Ayu, tak lupa cincinnya juga. 

“Bang!”

“Bang! Tunggu!” 

Restu pun meninggalkan rumah, mengabaikan suara teriakan Ayu. 

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang baru terasa ya😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
memudar
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pantes aja desainnya hasil curian semua karena emang otaknya ga mampu😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Didikan yg salah 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
Eva Karmita
ayu kamu harus kuat 😭😭😭😭
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagusss
Rahmawati
oke, lanjutttt
Endang Sulistia
Alhamdulillah ya yu...
Bun cie
karya yg bagus👍 cerita ttg ketidakadilan perselingkuhan fitnah dan kasih sayang ibu anak yg dikemas dengan baik.
trims kak thor
Er Ri
tetap lanjut dooonkk😄
Aditya hp/ bunda Lia
disini kekuasaan dan uang mengalahkan segalanya
R⁵
astaghfirullah othor bikin jantungan.. tau2 end wae😓
Patrick Khan
q kira tamat beneran..😁😁ternyata ada lanjutan nyok pindah tempat
DozkyCrazy
kaggettt 😁😁
Esther Lestari
dilanjut di judul yang lain....mampir ah
Siti Siti Saadah
baru di balas anak nya aja udah makjleb. gimana kalau ayu dah beraksi😄
Reni
huaaaaaa meluncur kak
Miranda mengutamakan cinta buta mungkinkah bakal cinta mati sama biru kita tunggu disebelah
Sh
ayoooo.. loyo makan apa ? atau dikasih koyo cabe biar the end sekalian😅😅
Nar Sih
ayu pasti jdi wanita hebat dgn bantuan juga arahan dri madam giana ,org yg sama,,terluka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!