Lanjutan dari novel GADIS MISTERIUS
"Apakah kau mencintaiku?" tanya Satya pada Salwa
"Aku akan mencintai suamiku dengan sepenuh hatiku dan aku mencintai suamiku karna Allah" kata Salwa tersenyum
Satya diam dengan segala penyesalan nya. Satya benar benar menyesal telah menyia nyia kan wanita sebaik Salwa. Betapa bodohnya Dia selama ini memilih Bella yang bahkan tidak mencintai nya dengan tulus dan malah menyia nyiakan Salwa yang mencintai nya dengan tulus.
Kisah rumah tangga yang banyak penghiatan di dalam nya. Kesabaran dan ketulusan seoarang istri akan membuat nya sadar. Inilah kisah Satya dan Salwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 1
Salwa kembali mengayuh sepedanya menuju Marquez hospital. Sementara itu Siska dan Alisya prgi pulang ke rumah Vano. Sesampainya disana mereka sudah disambut ramah oleh para suami mereka dan juga Papi Hendarto.
"Ada apa kamu mengajak kami berkumpul disini?" tanya Reno suami Siska
"Ada yang mau aku bicarakan sama kalian" kata Siska
"Apa?" kata Hendarto penasaran
"Gini ya aku sama Alisya sudah punya calon istri yang cocok untuk Kak Satya " kata Siska membuat semuanya bingung
Alisya juga menatap Siska dengan tatapan bingung karna Dia juga tak tahu apa maksud Siska.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Reno
"Jadi aku mau Kak Satya nikah sama Salwa" kata Siska membuat Alisya membelalakan mata nya.
"Salwa? siapa Salwa?" tanya Hendarto bingung
"Salwa pegawaiku Pi, Dia gadis baik dan solehah" kata Alifiya
"Apa kalian yakin Satya bakal mau menikahi nya?" tanya Hendarto lagi
"Untuk urusan Salwa bisa kita yang atur Pi. Tapi Papi sama kalian harus bisa membujuk Kak Satya. Kalian kan ingin Kak Satya tak berhubungan lagi dengan Bella. Nah inilah cara satu satu nya Pi" kata Siska menjelaskan
"Oke kalau gitu Papi bakalan bujuk Satya. Papi percaya sama pilihan kalian. Papi sudah tidak tahan melihat Satya terus terusan di jadikan ATM berjalan sama Bella" kata Hendarto
"Oke. Papi percayakan semuanya pada kami. Tapi sekarang Salwa sedang butuh bantuan kita " kata Alisya yang akhirnya mengerti tujuan Siska
"Apa? Salwa membutuhkan apa?" tanya Hendarto
Alisya pun menceritakan soal Salwa yang membutuhkan uang untuk biaya operasi adik nya. Alisya juga memberi usul agar Satya lah yang meminjamkan uang nya pada Salwa.
"Baiklah Papi akan bilang sama Satya dan membujuk nya." kata Papi
Mereka pun mengangguk setuju. Setelah semua urusan selesai akhirnya Siska dan Reno pun pulang ke rumah nya.
Hendarto pun segera menghubungi Satya dan menyuruh nya datang ke rumah nya. Karna selama ini Satya tinggal sendiri di apartemen nya.
"Assalamualaikum " kata Satya yang langsung masuk ke dalam rumah dan menghampiri Hendarto.
"Waalaikumsalam. Kamu sudah sampai " kata Hendarto
"Ada apa Papi menyuruhku datang kesini?" tanya Satya langsung duduk di sofa depan Papi nya.
"Papi butuh uang 70 juta untuk bantu temannya Alisya adik ipar mu. Papi juga mau kamu menikahi gadis ini" kata Hendarto to the point
Satya langsung terbelalak kaget mendengar ucapan Papi nya itu. Untuk masalah meminjamkan uang Dia jelas tak masalah. Tapi ini, Dia harus menikah dengan wanita yang bahkan Satya pun belum kenal dan tak pernah bertemu.
"Apa maksud Papi? Aku tidak mau Pi" kata Satya menolak
"Papi mohon Sat, kasian Dia tidak punya siapa siapa lagi. Kamu harus mau menikahinya Sat" kata Papi tak mau menyerah
"Satya gak mau Pi. Kalau untuk masalah uang Satya akan kasih, tidak dibayar juga tidak papa cuma 70 juta kan" kata Satya tegas
"Tapi gadis itu tidak mau menerima uang nya jika kamu tidak mau menikahi nya. Gadis itu tidak akan bisa membayar uang sebanyak itu Sat. Dia orang miskin dan tak punya siapa siapa" kata Papi berbohong
"Satya gak mau Pi. Satya hanya akan menikah sama Bella" Satya berdiri dan berjalan ke arah pintu
"Jika kamu masih menganggap Papi ini orang tuamu, maka turuti lah permintaan Papi. Kamu lupa permintaan terakhir Papa mu Satya" kata Papi berhasil menghentikan langkah Satya
"**Turutilah semua kata Papi mu"
"Carikanlah pendamping yang baik untuk Satya kalau bisa yang seperti ibunya**"
Kata kata terakhir Papa nya itu terngiang ngiang di telinga Satya. Dia menoleh ke arah Papi nya yang sudah berdiri dari duduk nya.
"Papi mohon Sat, turutilah permintaan Papi kali ini" kata Hendarto memelas sambil meneteskan air mata
Satya yang melihat Papi nya sampai menangis pun merasa sangat bersalah karna membantah permintaan nya. Mau bagaimana pun Satya sangat menyayangi Papi nya ini meskipun Papi bukanlah orang tua kandungnya.
"Kenapa Papi ingin sekali Satya menikahinya?" tanya Satya sambil berjalan mendekati Papi nya
"Dia gadis solehah Sat, Dia pasti gadis baik yang bisa membuatmu lebih baik lagi. Dia juga yatim piatu kamu harus menolong nya. Kamu tahu kan pahala seseorang jika memabantu anak yatim piatu " kata Papi masih membujuk nya
Satya diam masih mencoba memikirkan keputusan apa yang akan di ambil nya.
'Gadis solehah, gadis baik baik. Cihh mana ada gadis seprti itu mau menjual dirinya demi uang' batin Satya
"Ayolah Sat... Kamu harus mau menuruti permintaan Papi kali ini. Papi gak mungkin menikahkan kamu dengan wanita yang gak baik Sat. Ayolah Papi yakin gadis ini bakalan membuatmu bahagia " bujuk Papi
Satya masih diam merenungkan semuanya. Satya juga tak tega menolak Papi nya apalagi Papi sampai meneteskan air mata memohon padanya. Tapi disisi lain Satya masih mencintai Bella dan Dia hanya ingin menikah dengan Bella.
"Baiklah Pi Satya mau" kata Satya akhirnya menyerah juga
"Terimakasih Sat"kata Hendarto tersenyum puas.
Satya hanya mengangaguk dan berdiri lalu pergi keluar rumah untuk kembali ke apartemen nya.
Kamu pasti dibohongi lgi sama bpk mu tdk sakit Salwa entah utk apa uang itu mendingan utk biaya berobat adik dan dirimu