Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Perceraian antara kedua orangtuanya membuat Argantara tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. bagaikan air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ikuti kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wali kelas
Kringg....Kring....
Suara bell masuk pun kini terdengar menggema di sekolah itu. Arga masih terus memperhatikan Kinara yang telah berjalan mendahuluinya setelah mengatakan jika perempuan itu adalah guru baru di sekolah ini.
"Woii pak ketua, ngapain lo liatin tu cewek begitu banget? naksir? tapi cantik sih, malah lebih cantik dari pada si Ratna.. iya kan" ujar Keenan pada yang lain seraya ikut memperhatikan langkah Kinara yang semakin menjauh.
"Bener...bener.. Tu perempuan cantik..sholehah lagi.. tapi dia kelas berapa ya? baru liat gue. atau siswa pindahan?" balas satunya.
Arga tak menggubris.. pria itu hanya sedikit mengangkat sebelah sudut bibirnya ketika mengingat suara lembut Kinara yang sedikit terdengar jutek.
"Cewek idaman." gumamnya tanpa sadar.
Arga melangkahkan kakinya menyusuri koridor sekolah dengan di ikuti kelima temannya, menaiki anak-anak tangga disana. seperti hari-hari biasanya, setiap Arga and the geng lewat di depan cewek-cewek, mereka akan selalu menjadi pusat perhatian, apalagi Arga adalah anak dari pemilik gedung sekolah, membuat pria itu menjadi incaran setiap perempuan disana. Namun, selama ini Arga tidak pernah tertarik dengan mereka.
Ketika sudah sampai di dalam kelas, Arga mengambil ponselnya lalu membuka permainan online seperti biasanya.
"Eh gimana semalem? Siapa yang menang? gak mungkin kan kalau lo kalah sama si Agatha?" tanya Keenan yang memang semalam tidak ikut menyaksikan pertandingan balap motor antara Arga dengan Agatha, salah satu musuh bebuyutan Arga dijalanan.
Arga menoleh ke arah Keenan sembari mengangkat kedua bahunya"seperti yang lo tau, seorang Argantara tidak akan ada yang bisa mengalahkan, apa lagi si Agatha, gak ada lawan bro" balas Arga dengan sombongnya. Membuat Keenan menyenggol lengan pria itu.
"Wehh brati menang banyak dong, boleh lah nanti makan siang lo traktir gue"
"Woi kita juga mau di traktir kali, bukan Lo doang" protes mereka secara bersamaan.
"Gausah pada berisik. gue bakal traktir kalian semua. kalian boleh makan apa saja yang kalian mau, gue yang traktir"
"Wiiihh asik nih traktiran.."
"Lo emang terbaik Ga"
"eh btw tadi malam hadiahnya berapa duit?" tanya Keenan sambil menoleh pada Arga yang sudah fokus pada ponselnya. diantara mereka berlima, yang paling dekat dengan Arga memang Keenan, karna selain sahabat, Keenan adalah saudara sepupu Arga sendiri, anak dari adik mamanya Arga.
Arga tak langsung menjawab, pria itu masih fokus pada gamenya.
"Yah mati kan, lo sih Ken ngoceh mulu dah, jadi mati kan gue" kesal Arga sembari melirik kesal pada Keenan.
"Lah, napa lo malah nyalain gue monyet, lo nya aja yang noob, kan gue kagak ngapa-ngapain, gue cuma nanya menang berapa banyak semalem?" kata Keenan karna Arga menyalahkannya.
"Tapi suara elo gak ngalahin emak-emak di komplek rumah kakek, brisik bener dah. kan gue jadi kagak fokus ken, rempong bener Lo" umpat Arga pada Keenan. membuat pria itu mengangkat sebelah sudut bibirnya.
"Eleh sekate-kate itu Mulut nyama-nyamain gue sama emak-emak."
"Tapi emang iya sih Ken, apa yang Arga bilang ada bener nya, elo tuh cerewet bener, perasaan dari tadi ngoceh Mulu"
"Diem lu, ngikut-ngikut aja, kayak elo kagak cerewet aja. jadi menang berapa duit, Ga?" Keenan mengulang pertanyaannya kembali.
"Ya lumayan lah, Ken. Bisa nambah duit tabungan gue, lebih besar dari biasanya"
Keenan mengerutkan keningnya, karna yang dia tau uang taruhan balapan biasanya sudah cukup besar, tapi kali ini Arga mengatakan jika uang taruhan lebih besar dari biasanya."berapa memangnya? Jadi penasaran gue"
"35 juta+ motor kesayangannya si Agatha men, hahhaha"
"Weh serius lo, kok bisa sama motornya si Agatha juga? Bagaimana ceritanya?" tanya Keenan lagi, karna memang malam tadi pria itu tidak bisa ikut menemani Arga balapan motor dengan Agatha.
"Nanti lah gue cerita kalo lagi gak sibuk" Arga kembali fokus pada ponselnya.
"Ck! Sok sibuk lo, main game doang juga"
"Berisik lo, mulut Lo itu bener-bener kayak emak-emak dah" ujar Arga dan seketika itu membuat teman-temannya tertawa karna perkataan Arga barusan.
"Sialan lo Ga, masa iya cowok sekeren gue di samain sama emak-emak"
Arga tak menjawab, pria itu hanya terkekeh sambil sedikit melirik pada Keenan.
Sudah seperti hari-hari biasanya, Kelas itu selalu terdengar riuh dengan kelakuan teman-teman Arga serta siswa yang lain. karna mereka semua memang siswa paling bandel di SMA Garuda.
"Assalamualaikum"
Suara salam yang begitu lembut berhasil membuat riuh di dalam kelas itu senyap. mereka semua menoleh kedepan, dimana terdapat seorang perempuan cantik sedang berdiri disana.
"Assalamualaikum" ulangnya karna mereka belum menjawab salam yang baru saja di utarakan.
"Waalaikumsalam" sahut mereka secara bersamaan. kecuali Arga yang masih fokus dengan ponselnya.
Melihat Arga yang seperti itu membuat Kinara teringat akan cerita kepala sekolah tadi mengenai kelas 12A.
Kinara berjalan menuju tempat duduk Arga lalu mengambil ponsel pria itu, hampir saja Arga mengumpat, Namun ketika melihat wajah perempuan yang sudah merampas ponselnya membuat pria itu terdiam.
"Sia-" Arga menghentikan perkataannya, menatap kedua manik mata perempuan yang sudah beberapa kali dia temui.
"Ini sudah jam masuk, tau larangan disekolah ini kan?" ujar Kinara tegas namun tetap terdengar begitu lembut. Agra diam tak menjawab, pria itu masih fokus menatap wajah Kinara. "Cantik sekali"ucapnya tanpa sadar.
"Hp kamu saya sita selama jam pelajaran,"
Kinara kembali kedepan dengan membawa ponsel Arga. namun anehnya Arga hanya diam tak seperti biasanya. padahal sebelumnya pria itu akan marah ketika ponselnya disita begitu saja.
Semua teman-temannya saling tatap"Tumben..mimpi apa dia semalam? perasaan hari ini agak jinak" ujar salah satu dari mereka.
"Kembalikan ponsel gue.." ujar Arga setelah cukup lama terdiam. "Ini bukan waktunya main ponsel, kalau jam pelajaran saya, saya melarang keras siapapun bermain ponsel, tanpa terkecuali kamu" Kinara kembali menoleh ke arah Arga.
"CK! Lo pikir elo itu siapa? berani banget sama gue, sepertinya Lo belum tau siapa gue. kenalin, gue Argantara a-" perkataannya terpotong"Anak pemilik gedung sekolah ini. begitu kan?" balasnya sembari menatap Arga yang sudah menampakkan raut wajah dinginnya, benar-benar berbeda dengan Arga yang tadi menyapanya di gerbang sekolah.
melihat Arga seperti itu seketika membuat Kinara paham bagaimana menghadapi anak seperti Argantara.
"Mungkin kalian belum mengenal saya. perkenalkan, saya Kinara Anindita, guru agama sekaligus wali kelas kalian." ujar Kinara sambil menatap sekilas pada Arga yang masih terdiam ditempatnya.