NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:324.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Sekuel Dinikahi Konglomerat Sejagat!
Biar terasa greget baca dulu novel tersebut, baru maraton ke sini.

Devin terpaksa menikahi anak dari asisten pribadi orangtuanya, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya.

Perintah dari Argan selaku orangtua, tidak dapat dia tolak. Terpaksa menerima pengantin pengganti, meski dia tidak mempunyai perasaan apapun.

Akankah Devin bisa membangun cinta, bersama Tasya yang super cuek? Atau justru Tasya yang sulit membangun cinta, pada Devin yang dingin nan arogan?

Simak kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin Pengganti

Pada pagi hari, semua keluarga Argan Sebastian telah berkumpul. Hari ini merupakan hari pernikahan Devin dan Clara. Namun sesosok perempuan cantik yang ditunggu oleh Devin, belum juga terlihat batang hidungnya.

"Kemana calon pengantin mu itu?" Bisik Argan, pada telinga Devin.

"Pasti dia akan segera datang Pa. Tunggulah sebentar lagi." Jawab Devin, berusaha terlihat tenang.

"Kalau sampai dia tidak datang, dan mempermalukan keluarga Sebastian. Papa tidak akan sudi, untuk melihat wajahnya lagi." Ucap Argan dengan ancamannya, yang tidak main-main.

'Kemana tuh calon pengantinnya tuan Devin. Kok sudah siang, belum juga datang. Tamu undangan sudah pada berkumpul, cukup lama juga menunggunya.' Batin Tasya.

"Tuan Argan, apa sudah bisa dimulai?" Tanya pak penghulu.

"Belum Pak, tunggu sebentar lagi iya. Pengantin perempuannya masih di dalam perjalanan." Jawab Argan lirih.

"Baiklah Pak, saya akan menunggunya setengah jam lagi." Jawab pak penghulu.

Argan tampak gelisah, Nadin pun juga sama. Hatinya mulai bergejolak, pikirannya seakan berlarian kemana-mana.

"Sayang, kita harus yakin bahwa acara ini akan baik-baik saja." Ucap Nadin.

"Apa kamu seyakin-yakinnya, lihatlah ini sudah pukul berapa." Jawab Argan. Dia memasang raut wajah, yang super panik.

Dia terus memperhatikan jam di tangannya, hanya ada waktu setengah jam lagi. Tiba-tiba saja ponsel Devin berbunyi, dia segera menjauhkan dirinya dari keramaian.

"Assalamualaikum Devin." Ucap orang di seberang telepon.

"Waalaikumus'salam, ini Papanya Clara 'kan?" Tanya Devin.

"Iya, ini Papa Clara. Aku ingin mengabarkan, bahwa Clara tidak ada di kamarnya. Dia kabur meninggalkan rumah ini, secara diam-diam." Jawab pria tersebut.

Betapa hancur hati Devin, dia sangat mencintai Clara. Dia sangat berharap, bisa memiliki perempuan itu secara sah.

"Kenapa dia tega melakukan ini padaku." Ujar Devin, dia mulai emosi.

"Maafkan Om Devin. Sampaikan juga pada keluargamu, permohonan maaf dari kami." Jawabnya.

Devin terlalu kecewa, dia mematikan sambungan teleponnya. Tidak permisi lagi, sungguh sulit untuk berkata-kata. Semua tamu sudah datang, akan diletakkan di mana wajah orangtua sekaligus dirinya sendiri.

Devin berjalan kembali ke tempat keramaian. Di mana, banyak makhluk hidup berkumpul.

"Papa, Clara kabur dari rumahnya. Sepertinya dia tidak menginginkan pernikahan ini." Bisik Devin.

Argan terkejut bukan main, mengelus dadanya berkali-kali. Nadin dapat mendengar yang Devin ucapkan, karena dia berada di sebelah Devin.

Dera mencuil tangan Nadin, dia penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Sepertinya terlihat serius, dengan raut wajah yang sama-sama panik.

"Pengantin perempuannya kabur Dera. Aku bingung harus bagaimana dengan acara ini." Jawab Nadin.

Matanya memandang sekitar, banyak tamu membuatnya merasa tidak enak. Sedih, tentu saja dirasakan oleh Argan dan Nadin.

'Sepertinya, sengaja ada yang merencanakan ini semua. Dari awal kedekatan tuan muda dengan Clara, aku sudah tidak menyukainya.' Batin Dera.

Heru ada di sebelah Dera, dia dapat mendengar dengan jelas pembicaraan Dera walaupun lirih. Heru menyenggol tangan Argan, menyuruhnya untuk berjalan menjauh dari keramaian. Dera dan Nadin mengikuti mereka juga, kecuali si Tasya dan Devin tetap berada di sana.

Mereka menghentikan langkahnya, segera berdiskusi di tempat yang sedikit hening.

"Aku punya ide tuan muda. Bagaimana kalau kita ganti pengantin perempuannya." Ucap Heru.

"Siapa yang akan menjadi pengantin pengganti?" Tanya Argan.

Sepasang mata memperhatikan, dari balik tembok pembatas. Dia sudah terlihat cantik, karena baru saja selesai berdandan di kamarnya.

"Aku akan menyuruh Elina, menggantikan Clara. Dia akan menikah hari ini juga, dengan Devin." Jawab Heru, dengan yakin.

"Apa dia akan mau Pa, dia 'kan tidak mau dijodohkan. Dia pernah mengatakan, ingin membuka lembaran baru dengan balance marriage." Jawab Dera, menjelaskan panjang dan lebar.

"Aku akan membujuknya, dia paling dekat dengan Papanya." Ucap Heru.

"Baiklah, tidak ada pilihan lain. Aku akan menyetujuinya, terimakasih telah membantuku asisten Heru." Ucap Argan.

Elina yang mengintip di balik tembok pembatas, segera memasang langkah untuk berlari. Dia kembali ke kamar, memasukkan barang ke dalam kopernya secepat mungkin.

"Aku tidak ingin berstatus sebagai pengantin pengganti. Aku harus segera melarikan diri." Monolog Elina.

Kamar Elina yang rapi menjadi berantakan, karena dia terburu-buru membongkar barang yang tersusun. Tangannya gesit mengambil pena dan buku, menulis surat secepatnya.

"Elina, apa kamu masih ada di dalam?" Tanya Heru.

Tidak ada sahutan dari dalam. Elina membuka jendela kaca pelan-pelan. Dia sengaja kabur, padahal niat awalnya ingin menghadiri pesta. Elina menyinggahi taksi yang kebetulan lewat.

"Alhamdulillah aku berhasil kabur." Elina masih mengatur nafas, yang berlarian.

Sementara Tasya dan Devin, berkali-kali menatap ruangan yang terhalang tembok pembatas.

"Tuan, kenapa Clara kabur?" Tanya Tasya, dia membuka pembicaraan.

"Aku juga tidak tahu." Jawab Devin acuh.

'Kalau tidak karena penasaran, aku malas untuk bertanya pada pria kaku ini.' Batin Tasya.

"Ternyata rumit sekali pernikahan. untung saja aku masih SMA." Ucap Tasya.

"Diam lah, jangan membandingkan dirimu dengan diriku." Jawab Devin, menatap Tasya dengan sorot mata tajam.

Argan dan Heru berjalan dengan cepat, menuju ruangan acara. Mereka sudah memeriksa kamar, namun tidak menemukan Elina. Hanya secarik kertas, yang kini dibaca oleh Dera sambil berjalan.

"Sungguh mengecewakan, dia tidak bisa diandalkan." Celetuk Dera. Dia menepuk dahinya, dengan sedikit keras.

"Pak penghulu, pengantin perempuannya sudah siap." Ucap Heru.

"Alhamdulillah, mari kita mulai acaranya." Jawab penghulu.

"Ayo Tasya, segera duduk di sebelah Devin." Titah Heru.

"Apa?" Tasya merasa kaget.

'Kenapa harus aku yang menikah. Apa-apaan ini, aku masih sekolah. Harusnya menunggu dewasa, aku tidak ingin menikah muda.' Batin Tasya.

Dera mengedipkan matanya pada Tasya, sambil menganggukkan kepalanya. Pertanda menyuruhnya, untuk segera bergerak cepat. Dera berjalan mendekati Tasya, dia membisikkan sebuah kalimat.

"Kalau kamu sayang pada kami. Tolong, berkorban lah sekali ini saja." Pintanya.

"Ma, aku masih sekolah." Bisik Tasya.

"Kak Elina kabur, jadi hanya kamu harapan kami di sini." Jawab Dera.

Tasya akhirnya menurut, dia duduk di sebelah Devin. Pria di sebelahnya merasa enggan, untuk bersanding dengan Tasya. Dia sengaja memberi jarak. Devin menjabat tangan penghulu, ijab kabul pun diucapkan dengan lantang.

"Bagaimana para saksi, sah?" Tanya penghulu.

"Sah." Jawab semua yang hadir.

Semua orang menikmati makanan, setelah acara ijab qobul selesai. Lain halnya dengan Tasya, dia malah menjadi tidak bersemangat menghadiri acara itu.

'Mimpi apa aku, sehingga hari ini harus menjadi pengantin pengganti. Aku tidak mau, menjadi istri tuan Devin.' Batin Tasya.

Dia melirik orang di sebelahnya dengan cemberut.

"Ngapain kamu, memandangku seperti melihat mangsa. Aku juga tidak sudi, untuk menjadi suamimu." Ucap Devin, dengan suara yang dingin.

"Bagus, dengan seperti itu kita bisa pisah kamar." Jawab Tasya spontan.

1
De'Ran7
ngapain buat orang nangis..kek kurang kerjaan aja dah nih orang
De'Ran7
dih udah baik di gantiin..kalo gak yg malu banget kan situ ya.wkwk dikhianati udah gitu pengantinnya lari lagi sama sahabatnya
De'Ran7
hm..lucu sekali ya itu kata²(maaf)..pasti sakit banget dah tuh n malu jga sama orang yg undang
De'Ran7
ini mah udah keliatan kaleus kalo dia cewek gk bener..mudah dirayu
Amanah Amanah
lanjut ahh..
Amanah Amanah
Yana minta adiiik😄😄
Amanah Amanah
satu kawan satu musuh ya...
Amanah Amanah
singkat padat dn jesusu ya thooor
Amanah Amanah
ooooh ..gitu ya...Rumi bls dendam
Amanah Amanah
aneh ah ...Heru dn argan Kya g pernh menghdpi mslh yg lebih besar dri ini,jln pkirannya g mennjukn klo dia seorng yg konglomerat😏😏
Amanah Amanah
msa orng Kya g bisa menyelesaikan mslh Kya gini,g nyruh orng2 utk mnyeldikinya gitu
Amanah Amanah
kenapa sikap Heru sama argan jdi ksar si thooor secara dia itu kndlu asistennya argan,dan ada apa dg Rumi ya ...koq dia dendam SMA Tasya dn devan
Amanah Amanah
siapa ya...dalng di balik semua ini apa dia rumi atau Ferdian?
Amanah Amanah
iiiiih Smpe segitunya ya Ruby...itu kriminal,g mkir nnti dia mendekam di oenjara
Amanah Amanah
sabaaar hdpi ujian dg kepla dingin sya
Amanah Amanah
Tasya si nangis knpa thooor?
Amanah Amanah
kembali ke pelakor2 GJ
Amanah Amanah
ngebalas pesn dri kampus koq SMA mm nya yg nelpon g di bls ya...?
Amanah Amanah
begitulah klo g nrut swami,menyesl setelah kejdian yg menimpanya,semoga Tasya segera di temukn
Amanah Amanah
duuuuh tuh dokter lgi pdkt ya....SMA rubis,sayang jga si dr. tmpn,baik HTI hrus Deket dengn ult kket mcm rubis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!