NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 01

"Sayang, aku senang sekali akhirnya kita bisa pergi berdua seperti ini. Kamu selalu sibuk, sehingga waktu kita bertemu juga jarang sekali."

Pria yang tengah mengemudikan mobil itu tak melepaskan tatapannya yang lekat dari istrinya. Sudah tiga tahun menikah, namun Gani Prawirorejo masih terlihat sangat mencintai istrinya.

Pria 32 tahun tersebut tak henti-hentinya memuji sang istri yang dimatanya tampak sangat cantik hari ini. Ia juga berkali-kali mencium punggung tangan istrinya.

"Maaf ya Mas, kamu tahu sendiri saat ini perusahaan sedang naik-naiknya. Aku tidak mungkin sering bolos kan. Tapi setelah pengerjaan tender yang ini, aku akan selalu ada waktu untuk kamu. Aku mohon beri aku waktu sedikit lagi, oke?"

Rinda Nadisyah, wanita yang baru saja berulang tahun ke 29 tahun itu merasa sangat bersalah kepada Gani. Dia adalah seorang pimpinan perusahaan TB Bangun Abadi (TBBA) yang termasuk sukses. TBBA memiliki banyak cabang di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sehingga kesibukan Rinda bukan hanyalah omong kosong belaka.

"Iya aku paham kok, sayang. Hanya saja, aku jadi sedikit minder sama kamu. Aku hanya lah pegawai biasa, sedangkan kamu pengusaha sukses," ucap Gani. Senyumnya nampak kecut. Ia juga menghela nafasnya pelan.

"Mas, perusahaan ini kan peninggalan Bapak. Aku hanya menjaga dan melanjutkannya saja. Jadi tolong jangan bicara seperi itu ya. Aku di perusahaan memang seorang pimpinan, tapi di rumah aku adalah istrimu," jawab Rinda. Dia meraih tangan kiri Gani dan menggenggamnya erat.

Cup!

Rinda juga mengecup pipi Gani dengan singkat. Dia tak ingin mengganggu konsentrasi Gani saat mengemudi, sehingga segera kembali duduk dengan tenang.

Saat ini, mereka berdua tengah menikmati liburan singkat dalam rangka perayaan ulang tahun Rinda. Meski hari ulang tahun Rinda sudah lewat 3 bulan, tapi Gani tetap ingin merayakannya.

Mereka melakukan perjalanan dari Jogja ke Bandung dengan melalui jalur pantai selatan. Rinda meminta Gani untuk mengemudi secara santai saja dan tidak perlu terburu-buru. Ia juga menawarkan untuk bergantian dalam mengemudi jika Gani merasa lelah atau mengantuk.

Bukan tanpa alasan mereka menggunakan mobil dan bukannya pesawat. Gani berkata ingin mengenang masa pacaran mereka dan me time bersama Rinda yang selama ini banyak kesibukan.

Tentu saja Rinda setuju-setuju saha dengan ide Gani tersebut. Sudah lama juga dia tak menghabiskan waktu bersama suaminya.

"Aku tidak apa-apa, aku yakin kamu lebih capek ketimbang aku. Jadi tidurlah, dan istirahatlah," ucap Gani. Dia menolak usulan Rinda yang ingin menggantikannya.

"Benar ini, Mas? Kalau kamu lelah, bangunkan aku ya. Aku hanya akan tidur sebentar saja," ucap Rinda.

Gani menganggukkan kepalanya. Dia lebih dulu menepikan mobil dan mengatur kursi milik Rinda agar nyaman digunakan untuk tidur.

Rinda mengucapkan selamat malam, dan Gani menjawab dengan senyuman. Perjalanan yang dimulai dari sore tentu akan sampai malam.

Di tengah perjalanan, sesuatu terjadi.

Ckiiiit

Rinda langsung menegakkan tubuhnya, ia terbangun dari tidurnya yang belum lama.

Meski belum sadar betul karena baru terbangun dari tidur, Rinda bisa merasakan bahwa mobilnya berjalan tidak sesuai.

"Ada apa Mas?" Tanya Rinda gelisah.

"Di depan ada tumpahan oli, Rind. Jalan jadi licin," jawab Gani sambil menunjuk ke arah depan.

Mata Rinda membulat, dan memang benar bahwa jalanan itu tampak licin.

"Kita menepi dulu saja Mas," pinta Rinda. Tangannya mencengkeram erat pada dasboard. Mobil yang mereka tumpangi benar-benar tidak stabil jalannya sekarang.

"Iya, aku maunya juga begtu Rin. Tapi~"

Ucapan Gani terpotong. Rinda melihat mata suaminya yang pias. Dia juga sadar bahwa berkali-kali Gani menginjak rem, namun mobil tetap melaju dan bukannya berhenti.

"Blong?"

Gani mengangguk. Tidak sepenuhnya remnya hilang, akan tetapi tidak pakem. Ditambah jalanan yang licin membuat mobil mereka benar-benar berjalan tak tentu arah.

"Mas, AWAS!!"

Kedua pasang mata itu membelalak saat melihat ada truk di depan yang berjalan ke arah mereka. Tumpahan oli yang memang banyak dan mengenai jalan yang panjang itu membuat beberapa kendaraan oleng.

Gani mencoba membanting stir ke kanan, tapi truk itu malah mengarah ke kanan juga. Alhasil Gani membanting setir kemudinya ke kiri.

"Maaaaas!!"

"Rindaaa!!!"

Keduanya berteriak. Malam yang amat gelap, jalan yang licin, dan jarak pandang yang tak jauh membuat Gani tak bisa melihat dengan benar bahwa saat ia membanting setir kemudinya ke arah kiri, ternyata tempat itu adalah tebing yang lumayan dalam.

Mobil mereka terjun ke sana, suara teriakan keduanya saling bersautan beriringan dengan mobil yang terus menggelinding.

Benturan antara mobil dengan pepohonan dan juga bebatuan menimbulkan suara yang lumayan menggema. Dan dua orang di dalamnya sudah tak bersuara.

Tumpahan oli pada jalur Padalarang menjadi berita hangat. Kecelakaan yang terjadi di sana pun menjadi sorotan. Pencarian terhadap mobil yang terjun ke dalam jurang dan juga pencarian korban langsung dilakukan.

Drap drap drap

Dua orang wanita dengan usia yang berbeda berlari di koridor rumah sakit. Wajah mereka nampak sangat sedih dengan mata yang merah dan sembab karena terlalu banyak menangis.

Blak!

"Rinda dimana, Gani?" tanya wanita yang usianya sekitar 50 tahunan. Rambutnya sudah mulai memutih, dan wajahnya juga nampak terdapat kerutan-kerutan.

"Ma-af."

Gani hanya bisa menjawab dengan satu kata saja, dan itu pun terbata. Lehernya diberi penopang. Tangan dan kakinya terdapat perban yang membalut. Wajah Gani juga terdapat luka pada beberapa bagian.

"Jangan hanya bilang maaf saja Gani. Kami mau tahu dimana Rinda. Kamu pergi bersama Rinda, tapi kamu tidak tahu dimana dia sekarang. Yang benar saja Gani, dimana Rinda, dimana adikku!"

Wanita yang lebih muda itu memekik dengan keras hingga suaranya menggema di ruang rawat tersebut. Dia lalu menangis histeris. Wanita yang menyebut Rinda sebagai adiknya adalah kakak dari Rinda, yang berarti adalah kakak ipar Gani.

Gani memejamkan matanya, air mata itu meluncur tanpa permisi.

"Ma-af, R-rinda."

Liburan dalam rangka merayakan ulang tahun Rinda, malah berakhir dengan kecelakaan dan keberadaan Rinda belum ditemukan.

"Teani, sudah. Jangan begini, kita sedang di rumah sakit," ucap Nania. Wanita paruh baya itu juga merasa sangat sedih, Rinda adalah anak bungsunya.

"Tapi Ma, Rinda. Rinda belum ketemu. Rinda, bagaimana Rinda sekarang kita tidak tahu. Aaah."

Tangis Nania akhirnya pecah juga. Dia yang awalanya ingin berusaha kuat, akhirnya runtuh juga saat memeluk Teani yang menangis histeris.

Masih teringat dalam pelupuk matanya Rinda yang berpamitan akan pergi bersama Gani. Senyumannya yang cerah, membuat Nania merasa bahagia. Tapi sekarang Rinda tidak tahu berada dimana.

Gani pun tak mampu berkata apa-apa. Dia sendiri tak pernah menyangka akan berakhir seperti ini.

Setelah tiga hari, Gani di pindahkan ke rumah sakit di wilayah Yogyakarta. Dan selama tiga hari itu pencarian terhadap Rinda belum juga ditemukan. Pencarian dari pihak SAR akan dilakukan selama 14 hari. Mereka menyisir setiap tempat bahkan juga sungai yang ada di bawah sana. Namun sampai waktunya habis Rinda tak ditemukan sehingga pencarian pun dihentikan.

Semua orang yang mengenal Rinda berduka. Terlebih para karyawan yang langsung berada di bawahnya. Semua menangis dan bahkan masih tak percaya bahwa atasan yang selama ini memimpin mereka kini telah tiada. Setidaknya memang demikian pihak keluarga mengumumkannya.

"Bukannya lancang, tapi memang perusahaan harus tetap berlanjut. Sekarang, saya akan mewakili Rinda untuk memimpin TBBA. Saya mohon bantuan Anda semua."

Dua bulan berlalu, suasana duka masih menyelimut. Namun perkataan Teani memang benar bahwa perusahaan tetap harus berjalan. Mereka semua maklum akan hal itu. Namun ada hal yang membuat semua karyawan TBBA merasa aneh.

Setelah pengumuman tentang Teani Nadisyah menjadi pimpinan pelaksana, terbitlah pengumuman tentang pernikahan Teani dan Gani.

"Naik ranjang kah namanya?"

"Kenapa bisa secepat ini? Baru sekitar dua bulanan lho."

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!