Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
"Wanwan!!"
"Siapa?!"
Teriakan dari suara laki-laki tua dan perempuan itu saling bersahutan, membuat suasana di sana seketika menjadi hening seketika.
"Aku tidak tuli, anak muda zaman sekarang. Begini caranya membangun kan orang tua? Tunggu aku setengah jam lagi, biarkan aku tidur." Sungutnya persis seperti nenek tua yang di bangun kan tidur nya untuk sekolah.
Wanwan memejamkan matanya lagi, tangannya mencari-cari selimut nya namun tunggu! Mana selimut nya? Mana kasur empuk pesanan eropa khusus nenek tua seperti nya? Mana bantal besar selembut pantat bayi miliknya? Dan suara siapa yang barusan itu?!
Eh tapi tunggu dulu, bukannya di villa ini hanya ada dia sendiri? Siapa yang memanggilnya!
Raya, nenek tua yang baru menghabiskan satu hari tinggal di rumah villa mewah sebagai pensiunan kaya seketika terbangun.
Melihat pemandangan yang benar-benar asing di depannya, dia seketika terdiam, otaknya seketika blank.
Melihat pakaian orang-orang itu, lingkungan itu dan ekspresi nyata orang-orang itu. Dia yakin ini bukan syuting zaman China kuno, tapi dia bereinkarnasi. Yah pasti begitu, meskipun di luar logika namun cerita novel reinkarnasi yang pernah di ketahui nya-- ternyata benar-benar nyata.
Oke bagus, otaknya berjalan cepat. Raya segera berdiri, dia tahu sekarang dia bereinkarnasi. Namun latar belakang dia bereinkarnasi masih belum jelas.
"Su Wanwan benar-benar kasar, dia bahkan berani balas membentak Li Zheng."
"Sudah kuduga perempuan tua itu hanya berpura-pura pingsan, dia pasti tidak akan pernah melepaskan rumah besar itu."
Bisik-bisik keras warga di sekitar nya.
"Su Weiwei yang malang, dia janda dengan tiga anak, benar-benar sial memiliki kakak seperti Su Wanwan."
"Terlahir dari keluarga yang sama dan sama-sama janda, mengapa mereka sama-sama berbeda?!"
Raya tertegun, Su Weiwei? Dan dia Su Wanwan. Dua nama itu tidak asing, ah dia ingat!
Itu adalah nama dari cerita fantasi yang berjudul 'Berjuang Di Dua Dunia' Protagonis novel bernama Su Weiwei dan antagonis nya adalah Su Wanwan yang tak lain adalah Kakaknya sendiri.
Dan Su Wanwan itu sekarang adalah dirinya!
"Paman Li Zheng maafkan Kakak ku, rumah kayu dan tanah di ujung desa itu aku yang akan mengambilnya. Lagipula rumah utama memang seharusnya milik kakak pertama." ucap Su Weiwei lembut, terlihat lapang dada.
Mata Raya atau sekarang di panggil Su Wanwan berputar, dia menatap Su Weiwei sang protagonis cerita. 'Tidak ada kecantikan lembut teratai putih khas protagonis, hanya seorang bibi yang sedikit enak di pandang dan lembut?'
'Eh sadarlah, jika aku tidak salah menebak seharusnya ini alur pembuka saat Su Wanwan membuat keributan dengan Su Weiwei terkait pembagian hak waris rumah.'
Dalam cerita asli Su Wanwan bersikeras menginginkan rumah utama dan berakhir Su Weiwei mendapatkan rumah tua di ujung desa. Namun sebenarnya itulah awal dimana Su Weiwei memantapkan dirinya sebagai protagonis cerita.
Tidak, dia harus mendapatkan rumah itu!
"Baiklah, karena kalian sudah memutuskan. Aku---"
"Tunggu!!" Su Wanwan segera tersadar dan menghalangi Li Zheng membuat surat.
"Apalagi!" Li Zheng menatap Su Wanwan tajam, terlihat sudah muak dan lelah menghadapinya.
"Rumah utama ini, biarlah Su Weiwei yang mengambil nya."
"Apa?!"
Ucapan Su Wanwan membuat yang lain sedikit tidak menyangka, atau bahkan merasa mereka salah dengar. Sudah seharian bersandiwara demi rumah utama, dan sekarang begitu dapat malah langsung tidak menginginkan nya?
"Su Wanwan!!" Kesal Li Zheng.
"Paman Li Zheng maafkan aku, aku baru tersadar jika rumah utama terlalu besar. Aku tidak bisa mengurus nya, semua pekerjaan selalu di kerjakan oleh Su Weiwei, jika aku yang menempati nya... Mungkin aku tidak akan sanggup."
"Kakak--"
"Tidak usah berterimakasih. Kamu memang pantas mendapatkan rumah itu." Potong Su Wanwan cepat.
Su Weiwei mengerutkan keningnya kebingungan, mencoba melihat apa niat Su Wanwan sebenarnya. Namun dia tidak menemukan apapun, sudahlah. Setidaknya dia berhasil mendapatkan rumah utama, itu sudah sangat bagus.
Li Zheng melihat keduanya dan untuk sesaat merasa bingung untuk Su Wanwan, namun akhirnya menghela napas kasar dan menuruti keduanya. "Baiklah, jangan menyesal dengan keputusan mu ini."
Surat pemisahan keluarga dan surat tanah di buat, Su Wanwan dengan senang hati mencap dan akhirnya dia mendapatkan rumah nya.
'Bagus! Rumah itu sekarang milikku, lihat keajaiban apa yang ada di sana!'
"Kakak, aku merasa bersalah mendapatkan rumah ini. Rumah utama sebaiknya untukmu saja!" Su Weiwei menyodorkan surat tanah nya kepada Su Wanwan dengan ekspresi rapuh tertindas.
Su Wanwan terdiam dan memiringkan kepalanya, 'kenapa sikap nya ini seperti perempuan pick me? Sudah tua begini?!'
"Su Wanwan, jangan keterlaluan! Kamu sendiri yang bilang memberikan rumah utama kepada Weiwei, sekarang kamu menyesal dan menginginkan nya. Betapa piciknya kamu!" Seru Wang Er'guo, suami dari Wang Yue. Ia adalah tetangga dari rumah utama.
"Sudah kuduga Su Wanwan tidak mungkin sebaik itu"
"Ya, dia sudah membuat keributan sepanjang hari. Mana mungkin tiba-tiba merelakan rumah itu?"
"Menyesal pun tidak ada gunanya, rumah itu sudah menjadi milik Su Weiwei."
Warga di belakang kerumunan yang tidak tahu apa yang terjadi sudah memiliki gambaran realistis jika Su Wanwan berulah lagi, karena memang seperti itulah citra Su Wanwan di mata mereka.
"Su Wanwan!" Li Zheng naik pitam, namun sebelum sungut nya mengeluarkan suara. Tangan Su Wanwan sudah berhenti di depan wajahnya, memberinya isyarat untuk diam.
"Paman Li Zheng, jangan terus meneriaki ku. Aku tidak tuli!" Ucap Su Wanwan, matanya kemudian menatap datar pada Wang Er'guo.
Wang Er'guo entah kenapa merasa takut namun hanya sesaat, dia kembali menatap Su Wanwan dengan galak.
"Kamu" Su Wanwan menunjuk Wang Er'guo, "ada hubungan apa dengan Su Weiwei?"
Wang Er'guo hampir tersedak ludah sendiri, dia meledak marah. "Apa maksud mu! Kami tidak ada hubungan apapun!"
"Ya, suamiku sangat setia! Kau jangan memfitnah!" Seru Wang Yue, istrinya langsung maju membela-- lebih tepatnya tidak terima.
"Oh, santai saja. Aku hanya bertanya, orang yang tidak tahu bisa mengira kamu suaminya. Sangat membela dan melindungi, seolah tidak rela Su Weiwei menderita."
"Kamu!"
"Kamu selalu menjadi orang pertama yang membela Su Weiwei, kan? Oh tidak hanya membela, kadang memberikan bakpao daging, kadang juga memberi uang. Ckckck, apa istri mu tahu?"
"Bakpao daging? Uang?" Wang Yue seketika berbalik menatap suaminya tajam, "katakan apa kamu benar-benar memberikan nya pada Su Weiwei?!"
"Kakak, aku tahu kamu selalu tidak menyukai ku. Tapi jangan karena kebencian mu, kamu jadi memfitnah Kak Wang."
Para warga awalnya merasa muak kepada Su Wanwan, namun mendengar gosip perselingkuhan baru di depan mata. Mereka seketika menjadi anteng menonton, bahkan Li Zheng yang ingin melerai pun di tahan istrinya karena penasaran.
"Memfitnah? Bakpao daging dan daging yang kau beli setiap awal bulan, lalu panggilan manis Weiwei dan Kak Wang dari mulut kalian berdua. Apa artinya itu?"
"Aku yakin kau tidak akan sekaya itu sampai makan daging tiap bulan."
"Su Weiwei sialan, diam-diam ternyata kamu mengambil uang keluarga ku ya! Keluarga kami saja tidak semewah itu makan daging setiap bulan!" Wang Yue segera menerjang, mencakar Su Weiwei.
#Teman-teman pembaca, mohon jangan menimbun/menabung Bab. Bacalah langsung setiap update, karena itu akan mempengaruhi retensi. Jika retensi hancur, penulis tidak akan bisa mempertahankan/melanjutkan ceritanya