NovelToon NovelToon
Ibu Tiri Jeratan Daddy

Ibu Tiri Jeratan Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:255.5k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Bukan aku pelakunya!"

Demi biaya berobat ibunya, Aeris Calythea mengantar ratusan kue ke sebuah rumah mewah. Namun, bukannya uang, ia justru menemukan istri pria kaya tergeletak berlumuran darah. Niat tulus Aeris menolong justru menjebaknya. Sidik jarinya tertinggal, menjadikannya tersangka utama.

Dunia Aeris runtuh saat ibunya meninggal akibat terlambat ditangani. Hilang arah, Aeris bersimpuh pasrah.

"Bunuh aku sekarang! Tujuanku tetap hidup sudah tiada!"

Namun Kaizel Vardan, suami korban yang dibakar dendam, menolak. "Mati terlalu mudah untukmu. Kau harus menggantikan posisi istriku dan menjadi ibu untuk anak kembarku! Tebus dosamu, Aeris!"

Bagaimana nasib Aeris? Di tuduh dan terpaksa menjadi istri serta ibu tiri dari 2 anak kembar? Terlebih dia baru tahu, jika 2 anak kembar Vardan bahkan disiksa di rumah ayahnya sendiri.

"Jangan pukul, kami nda nakal hiks ...,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlawanan Aeris

Sinar matahari pagi menembus celah jendela, membiaskan cahaya lembut di dalam kamar. Aeris baru saja selesai memandikan kedua anak sambungnya. Dengan telaten, ia mengeringkan tubuh mungil Zara dan Ezmira sebelum melangkah menuju lemari pakaian untuk memilihkan baju yang pantas.

Namun, begitu pintu lemari terbuka, Aeris berdecak pelan. Alisnya bertaut rapat saat jemarinya memilah-milah gantungan baju. Tidak ada satu pun pakaian bagus di sana. Yang tersisa hanyalah gaun-gaun sederhana berbahan tipis dengan warna yang sudah memudar akibat terlalu sering dicuci.

Sembari menghela napas prihatin, Aeris memilih dua gaun yang kondisinya paling mendingan dibandingkan yang lain, lalu mengenakannya pada kedua balita itu.

"Apa Daddy tidak pernah memberikan kalian uang untuk beli baju baru?" tanya Aeris lembut sembari mendudukkan mereka di tepi ranjang. Ia meraih sisir dan mulai merapikan rambut mereka.

Seharusnya, rambut anak-anak seusia mereka masih sangat halus dan lembut. Namun, di bawah telapak tangannya, Aeris bisa merasakan tekstur rambut kedua anak ini begitu kasar, kering, dan tak terawat.

"Daddy beli kaltu, bukan uang, Bunda," celetuk Ezmira polos.

Gerakan tangan Aeris seketika terhenti. Ia mengalihkan pandangannya, menatap lurus pada Zara yang duduk di sebelah adiknya. "Mana kartu itu, Zara?" tanya Aeris pelan namun tegas.

Raut wajah Zara mendadak cemas. Anak kecil itu meremas gaun kusamnya, menunduk takut-takut seolah menyembunyikan rahasia besar.

Melihat keraguan itu, Aeris berlutut di hadapannya, menatap netra jernih Zara dengan pandangan teduh namun menuntut kejujuran. "Katakan pada Bunda, di mana kalian menyimpan kartunya?"

"Di ...,"

BRAK! BRAK!

Gedoran keras menghantam pintu kamar dari luar, disusul teriakan melengking seorang wanita yang memecah ketenangan pagi.

"WANITA KURANG AJAR! KELUAR KAMU!"

Seketika, Zara dan Ezmira tersentak kaget. Tubuh mungil keduanya gemetaran hebat. Zara refleks pasang badan, merengkuh erat Ezmira yang mulai terisak ketakutan. Wajah kedua anak itu pucat pasi, menatap pintu seolah bayangan iblis siap menerobos masuk untuk menyiksa mereka lagi.

"Kak Zalaaaa!"

"Nda ucah takut, nda ucah,"

Melihat respons trauma yang begitu mengiris hati, dada Aeris mendidih oleh amarah. Namun, ia tetap berusaha bersikap tenang. Aeris mengusap lembut kepala kedua anak itu, berniat berdiri dan menghadapi kegaduhan di luar.

Namun, jemari kecil Zara dengan cepat menahan lengan baju Aeris. Anak itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat dengan mata berkaca-kaca. "Jangan, Bunda ... Nanti Onty pukul kita. Jangan keluaaaal ...," bisik Zara memohon.

"Mila nda mau dipukul ...," tambah Ezmira di antara selak tangisnya yang tertahan.

Aeris menggenggam erat tangan-tangan mungil itu, memberikan kehangatan dan rasa aman yang tak pernah mereka dapatkan sebelumnya. "Dengar Bunda ya, Sayang. Selama Bunda ada di sini, tidak akan ada satu orang pun yang boleh menyakiti kalian lagi."

Aeris beranjak berdiri. Dengan langkah mantap dan tanpa raut gentar sedikit pun, ia berjalan mendekati pintu. Sementara di atas ranjang, kedua anak kembar itu saling memeluk erat, menatap punggung Aeris dengan cemas.

Dengan santai Aeris membuka pintu. Di ambang pintu, berdiri seorang wanita berpenampilan serba mewah yang tengah mencengkeram tangan seorang anak perempuan bertubuh gemuk. Dialah Avenza Mireth, kakak tiri Kaizel sekaligus ibu dari Lala.

Avenza menatap Aeris dengan mata menyipit tajam, memancarkan amarah yang siap meledak.

"Kurang ajar ya kamu! Bisa-bisanya semalaman kamu mengunci anakku di kamar mandi!" bentak Avenza histeris, menunjuk wajah Aeris dengan jari berhias cincin permata.

Aeris bergeming. Pandangannya bergulir dingin menatap Lala yang berdiri bersembunyi di balik gaun ibunya, lalu beralih menatap Avenza. Tanpa ketakutan sedikit pun, Aeris bersedekap dada dan menatap datar wanita di hadapannya.

"Jika ibunya tidak bisa mendidiknya dengan benar, biarlah aku yang turun tangan mendidiknya," sahut Aeris santai namun penuh penekanan.

"Kamu ...," Avenza menggeram, mukanya memerah padam. "Kamu baru sehari menjadi istri adikku sudah besar kepala! Aku akan adukan kelakuan kampungmu ini pada Kaizel sekarang juga!"

"Adukan saja!" potong Aeris cepat, menyela perkataan Avenza dengan lantang.

Avenza tersentak, menatap Aeris dengan tatapan tak percaya.

"Adukan saja!" ulang Aeris, melangkah satu tapak lebih dekat dengan aura intimidasi yang kuat. "Adukan padanya bahwa aku mengunci putrimu di kamar mandi setelah dia menyiksa dan hampir membuat putri kandungnya tersedak sampai mati! Adukan pada Tuan Kaizel. Kita lihat bagaimana reaksinya setelah tahu bahwa di rumah megah ini, kedua darah dagingnya diperlakukan lebih buruk daripada hewan!"

Skakmat. Kalimat Aeris yang menghantam tepat pada titik mati membuat Avenza membatu seketika. Bibirnya bergetar, namun tak ada sepatah kata pun yang sanggup keluar dari tenggorokannya. Ia tahu betul, jika Kaizel sampai menyelidiki kekejaman mereka terhadap anak-anaknya, posisi mereka di mansion ini bisa terancam.

Dengan napas memburu dan raut wajah geram yang menahan malu, Avenza menarik tangan putrinya dengan kasar. "Awas kamu ya!" desisnya sebelum berbalik dan menghentakkan kaki pergi dari sana.

Aeris mengulas senyum sinis. Ia berbalik dan mendapati kedua putri sambungnya tengah berdiri di dekat ranjang dengan mata membulat polos, terbengong menatap kepergian sang bibi kejam.

"Cudah pelgi jelapah itu?" tanya Ezmira dengan polosnya.

Zara mendekat pelan-pelan. Matanya yang jernih menatap Aeris dengan penuh rasa haru yang mendalam. Tanpa ragu lagi, anak kecil itu memeluk erat kaki Aeris, menyandarkan pipinya di sana.

"Bunda ... makaciiiih. Makaciiiih kaliiii dili ini ucapkan," bisik Zara tulus dari relung hatinya.

Aeris terkekeh pelan. Hatinya luluh seketika. Ia berlutut dan mengusap pipi Zara. "Iya, Sayang. Bunda akan selalu melindungi kalian. Sekarang, ayo kita turun untuk sarapan."

.

.

.

.

Aeris menuntun kedua putri kembar itu menuju ruang makan utama yang luas dan megah. Di sana, di meja kayu jati bertatahkan ukiran mahal, sudah duduk Avenza, Orlena, dan Lala. Ketiganya menatap kedatangan Aeris dan anak-anak dengan pandangan angkuh dan sarat kebencian.

Aeris sama sekali tidak ambil pusing. Ia membantu Zara dan Ezmira duduk di kursi makan bertulang tinggi, lalu ikut duduk di samping mereka.

Beberapa pelayan datang membawakan nampan beraroma hidangan lezat, daging panggang, omelet hangat, dan buah-buahan segar yang disajikan khusus untuk Orlena dan Avenza. Namun, ketika pelayan meletakkan piring di hadapan Aeris dan kedua anak kembar itu, raut wajah Aeris seketika berubah gelap.

Di atas piring porselen itu, terhidang nasi goreng yang warnanya sudah kusam, berminyak legam, dan mengeluarkan aroma agak asam. Aeris tahu betul, itu adalah makanan sisa kemarin yang sudah tidak layak konsumsi.

Avenza mengulas senyum mengejek, menyesap teh hangatnya dengan anggun. "Maaf ya, pelayan hanya menyiapkan apa yang kami pesan. Lagipula, anak-anak itu sudah biasa makan begitu."

Orlena tertawa pelan, menikmati penghinaan tersebut.

Aeris mengulas senyum manis, senyuman dingin yang justru membuat bulu kuduk bergidik. "Benar ... pelayan memang hanya menyiapkan apa yang dipesan oleh majikannya," ucap Aeris tenang.

Saat melihat Zara dan Ezmira mulai ragu-ragu mengangkat sendok untuk memakan nasi kotor itu, Aeris menahan tangan mereka.

"Jangan dimakan!" perintah Aeris tegas.

Aeris beranjak berdiri. Dengan satu gerakan cepat yang mengejutkan semua orang di ruangan itu, ia menyambar dua piring berisi nasi busuk milik anak-anaknya, lalu membuangnya begitu saja ke dalam tong sampah di sudut ruang makan.

PRANG!

"KAUUU?!" pekik Avenza dan Orlena bersamaan, terlonjak dari kursi mereka.

Pelayan yang berdiri di dekat sana gemetaran, syok melihat keberanian istri baru Kaizel Vardan.

Aeris menatap pelayan itu dengan pandangan menuntut. "Siapkan makanan baru yang segar, hangat, dan bergizi untuk kami bertiga. Sekarang!" perintah Aeris tanpa nada ragu.

Pelayan itu mengangguk panik dan bergegas pergi ke dapur untuk menuruti perintah Aeris, meninggalkan Orlena dan Avenza yang menatap Aeris dengan mata menyipit nyalang.

"AKAN AKU ADUKAN HAL INI PADA KAIZEEL!" teriak Orlena dengan suara melengking murka, dadanya naik-turun menahan emosi.

Aeris hanya menyeringai tipis, menatap Orlena dengan pandangan menantang yang mematikan.

"Adukan saja! Dan suruh pria itu datang ke rumah ini hari ini juga ... agar dia bisa melihat sendiri bagaimana penderitaan putri-putrinya selama ini!"

___________

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
masik gk prcy jg
Dian Rahmawati
fix selingkuh
Neng Duwi
lagi Thor
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mungkin si nayvera punya pacar yg benar2 di cintai makanya lebih milih dia daripada si kaizel, trus kebablasan hamil, panik di gugurin deh takut ketahuan eh tau2 malah di bunuh, atau bisa aja pembunuhnya ada hubungannya sma kehamilan si vera
Lala
masa kamu TDK periksa cctv di rumh bego
Teh Yen
mungkin kaizel.memamg cinta sama nayvera tp nayveranya tidak dia hamil c kembar biar bisa lepas dari kaizel karena sudah memberinya keturunan tp kenyataan nya kan kaizel ttp Tidka mau menceraikan nya ,,, nayvera membenci kaizel dan kebencian itu dia lampiaskan pada ank kembarnya sendiri huuu miris banget yah
lalu pertanyannya siapa yg udh bunuh nayvera apa selingkuhannya itu ??? hemmm 🤔
Felycia Fernandez
lho 😯😯😯😯
hamil anak siapa itu????🤔
Yhenny Pudji
tuchh.... djodohkan bner
kaylla salsabella
Nayvera selingkuh... sampai hamil
Masita Masita
de_ene hamil anak wong liyo
Esther
nah....nah....mengandung anak siapa tuh Nayvera.
Yang jelas bukan anak Kaizel.
Sri Devi
halahh cuma ke siram air panas jadi GK bisa buka baju 🤣🤣🤣dengan alasan tangan yg satunya shok 🤣🤣🤣🤣 cemen Lo 🤣🤣🤣
Lianty Itha Olivia
Waaah mengandung ank siapa ini ya
nayla tsaqif
Namanya kezel, suk bikin kesel,,, bodoh lg,,! Np lbh pinteran asprinya,,??
susi mulhayatii
uppo ka
🦢͜͡𝑨𝒅𝒓𝒆💋𝒏𝒏𝒂. 🜼
bgus
Xeon Nana
kk semangat ya up nya
Listuti
selingkuh ini kek nya kn dia ga ngurusi n ga syg anak nya jg. kaget kn itu olang tua 🤣
Syifa Azhar
yang paling bikin heran tuh masa rumah Segede lapangan gak ada CCTV-nya yakin kamu CEO????
masa iya kamu termasuk CEO yang nyamar 😂😂😂
Syifa Azhar
asal kamu tau bukan cuma kamar aja yang direbut tp semua fasilitas buat anakmu dikasih buat anak kakak mu sendiri dan anakmu cuma dapat barang bekas😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!