NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang membawa satu rahasia terbesar. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Saat Rahasia Ziva mulai terkuak, memicu antara benci dan cinta. Apakah Ziva akan benar-benar merajut luka hatinya Rian, atau justru hancur bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesal Dan Tidak Mau Menyesal 30.

Rian memacu motornya seperti orang gila. Jalanan pinggiran kota yang padat siang itu terasa seperti labirin yang menjebaknya.

Pikiran Rian kacau. Kata-kata terakhir Ziva di teras rumahnya tadi terus bergema, berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak.

“Selamat kembali jadi badutnya Keysha.”

"Goblok! Lo bener-bener goblok, Rian!" makinya pada diri sendiri di balik helm. Tangan Rian mencengkeram gas lebih dalam. Kertas kalkulus yang berantakan di teras rumahnya tadi sengaja dia biarkan. Coretan tangan Ziva yang rapi di sudut kertas itu mendadak terasa seperti tamparan yang membekas di wajahnya.

Ziva benar. Ziva selalu benar. Selama sebulan ini, cewek itu yang memungutnya dari keterpurukan setelah dicampakkan oleh Keysha.

Ziva yang mengajarinya, menemaninya begadang, dan menampar logikanya saat dia mulai goyah. Dan apa yang dia berikan sebagai balasan? Sebuah kalimat sampah yang menusuk harga diri cewek itu tepat di jantungnya.

Rian menghentikan motornya dengan decitan keras di depan pagar hitam rumah Ziva.

Rumah itu tampak sepi. Tanpa berpikir panjang, Rian turun dan langsung menggedor pagar besi itu dengan brutal.

Tok! Tok! Tok!

"Ziva! Ziva, keluar! Gue minta maaf! Ziv!" teriak Rian, tidak peduli dengan tatapan beberapa tetangga yang lewat. Ego cowoknya sudah runtuh total. Yang dia inginkan sekarang hanya melihat wajah Ziva dan memastikan cewek itu tidak membencinya.

Pintu utama rumah terbuka. Namun, bukan sosok Ziva dengan tatapan dinginnya yang muncul. Melainkan seorang cowok bertubuh tegap dengan kaos hitam polos dan celana jins. Zegan. Kakak kandung Ziva yang terkenal protektif dan jarang tersenyum.

Zegan berjalan mendekat ke pagar. Tatapan matanya lurus, tajam, dan dingin. Begitu pagar digeser terbuka, Rian langsung maju selangkah.

"Bang Zegan, Ziva ada di dalam? Gue mau ngomong sama dia. Gue—"

Bugh!

Satu pukulan mentah bersarang telak di rahang kiri Rian. Pukulan itu begitu mendadak dan kuat hingga membuat Rian terhuyung ke belakang, hampir terjatuh di samping motornya.

Sudut bibirnya langsung pecah, mengeluarkan darah segar. Rian meringis, memegangi rahangnya yang terasa bergeser.

"Itu buat air mata adik gue yang jatuh di teras rumah lo tadi," suara Zegan berat dan penuh ancaman. Dia tidak berteriak, tapi auranya membuat Rian membeku.

Rian menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan. Dia tidak membalas. Dia tahu dia layak mendapatkannya. "Gue salah, Bang. Gue kelepasan ngomong. Gue cuma mau minta maaf ke Ziva."

Zegan terkekeh sinis, melipat kedua tangannya di dada. "Minta maaf? Lo tahu hari ini hari apa, Rian?"

Rian mengernyitkan dahi. "Hari... Sabtu?"

"Hari ini tanggal tujuh belas desember," potong Zegan cepat. Suaranya mendadak berubah, bukan lagi kemarahan yang meluap, melainkan sebuah nada datar yang sarat akan kepedihan mendalam. "Hari di mana mama dan adik bungsu kami meninggal di tempat karena kecelakaan motor dua tahun lalu."

Deg.

Jantung Rian serasa berhenti berdetak saat itu juga. Seluruh pasokan udara di parunya mendadak lenyap. Dia menatap Zegan dengan mata terbelalak, lumpuh oleh rasa terkejut yang luar biasa.

"Ziva... nggak pernah cerita," bisik Rian, suaranya mendadak hilang.

"Karena dia pikir lo berharga untuk dilindungi dari kesedihannya!" Zegan maju satu langkah, mencengkeram kerah jaket Rian dengan kasar. "Ziva itu benci hari ini, Rian. Dia benci rumah ini setiap tanggal tujuh belas. Dia sengaja datang ke rumah lo, nawarin diri buat nemenin lo belajar kalkulus, cuma buat ngalihin pikirannya supaya dia nggak nangis seharian!"

Tangan Zegan gemetar menahan emosi, tapi dia melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar. "Dia milih buat peduli sama masalah receh lo tentang cewek yang lo puja, di saat mental dia sendiri lagi hancur-hancurnya hari ini. Dan apa yang lo lakuin? Lo malah ngusir dia dan bilang dia kelewatan?"

Rian mematung. Rasa bersalah yang tadi menjalar kini bermutasi menjadi rasa sakit yang luar biasa di dadanya. Dia merasa seperti monster. Bagaimana bisa dia se-egois itu? Di saat Ziva sedang berjuang melawan trauma terbesar dalam hidupnya, Rian justru menikamnya dengan kalimat,

Lo bukan pacar gue, jangan kelewatan!

"Gue... gue bener-bener nggak tahu, Bang..." suara Rian bergetar hebat. Air mata penyesalan mulai menggenang di sudut matanya.

"Sekarang lo tahu," ucap Zegan dingin. Dia berbalik memunggungi Rian, bersiap kembali ke dalam rumah. "Pulang lo. Jangan ganggu adik gue lagi. Dia udah cukup menderita."

"Bang, tunggu!" Rian menahan pintu pagar. "Ziva di mana sekarang? Dia nggak ada di dalam rumah, kan?"

Zegan menghentikan langkahnya tanpa menoleh. Ada jeda beberapa detik yang menyiksa sebelum Zegan akhirnya bersuara pelan, "Dia selalu ke sana kalau dunianya lagi runtuh. Tempat peristirahatan Mama dan Ade."

Setelah mengatakan itu, Zegan masuk dan menutup pintu rumah dengan rapat, meninggalkan Rian dalam kehancuran opininya sendiri.

Rian tidak membuang waktu semenit pun. Dia langsung melompat ke atas motornya. Pikirannya melesat ke satu tempat,

Tempat Pemakaman Umum Bumi Pertiwi, tempat yang pernah sekali disebut Ziva sekilas saat mereka membahas soal konsep keabadian dalam tugas sosiologi sebulan lalu.

Saat itu Rian tidak menganggapnya serius. Kini, memori kecil itu menjadi satu-satunya petunjuk yang dia punya.

Rian membelah jalanan kota dengan kecepatan penuh. Air matanya luruh, menghalangi pandangan di balik kaca helm. Dia tidak peduli lagi pada Keysha. Chat sebaris dari mantan pacar yang sempat membuat egonya goyah kini terasa menjijikkan. Keysha hanya masa lalu yang penuh kepura-puraan, sementara Ziva... Ziva adalah realitas yang mengorbankan seluruh perasaannya demi menyelamatkan Rian dari lubang hitam yang sama.

'Ziv, plis bertahan. Jangan benci gue dulu. Tunggu gue' doa Rian dalam hati, berulang-ulang seperti mantra.

Tiga puluh menit perjalanan yang terasa seperti tiga tahun bagi Rian akhirnya berakhir.

Motornya berhenti di area parkir pemakaman yang luas dan sunyi.

Angin siang bertiup cukup kencang, menggoyang pohon-pohon kamboja di sekitar.

Rian turun dari motor, mencopot helmnya dan melemparnya sembarangan ke atas jok. Dia melihat ke sekeliling hamparan rumput hijau yang luas dengan ribuan nisan putih.

Di salah satu sudut pemakaman yang agak sepi, di bawah naungan pohon rindang, Rian menangkap siluet yang sangat dia kenal.

Cewek dengan jaket denim longgar dan rambut yang dikuncir asal-asalan.

Dia sedang duduk bersimpuh di atas rumput, bahunya naik turun, terguncang hebat karena tangisan yang ditahannya sejak pagi.

Itu Ziva.

Melihat punggung rapuh itu, dada Rian seperti dihantam gada besi.

Selama ini Ziva selalu tampil sebagai cewek alfa yang kuat, sinis, dan tak tersentuh.

Namun di sini, di depan nisan ibu dan adiknya, Ziva hanyalah seorang remaja perempuan yang hancur berkeping-keping.

Rian menarik napas dalam-dalam, menguatkan kakinya yang mendadak lemas, lalu mulai berlari memotong jalur rerumputan menuju tempat Ziva berada.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 Riyan ttep. bego uda lah ziv g usa dket cowok plin plan kayak riyan🤭 gk tau diri
Luna
GK salah sih marven dapat cewek lain dia kaya duit banyak,,,kalo ada yg lebih baik dari kamu yh GK mungkin lah di lewat kan , sedangkan Rian dia udah capek banget di PHP in terus ada cewek yg ngasih dia perhatian yh GK mungkin dilewatkan Rian ,,, sekarang elu sendiri GK dapat dua duanya,
Luna
untung si Marvel atau marven sudah putus sama nih cewek,,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣 semoga ada cewek gila lain untuk mantan Keysa 🤣🤣🤣🤣🤣
falea sezi
awas aja lu rian oleng🤣 Ziva gue suruh pindah sekolah
falea sezi
jauhin aja ziv laki gk tau diri🤣 uda ma kesya aja cocok😒 sampah sama sampah
Luna
dalam mimpi sya,,,,,🤣🤣🤣
Luna
Marvel sebelas dua belas sama si Naya yh Thor🤣🤣🤣🤣🤣🤣,agak gila ,,,,gituloh
Rofiwan: Naya versi lanang
total 1 replies
Luna
Rian ,,,, kayaknya yg nolongin kamu bukan Keysa deh ,,,, orang kek dajal gitu nolongin orang kayaknya enggak deh,kaya tapi miskin etika🤣🤣🤣🤣
falea sezi
buat Riyan tegas donk🤣 jangan kayak. kerupuk. melempem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!